
Tak terasa Dua Bulan menjelang kelulusan, Rena tengah mempersiapkan dirinya untuk nilai ujian yang mendatang,ia selalu menghabiskan waktunya di Perpustakaan dan di temani oleh Arka.
Tika dan Anggi yang belum mengetahui perjodohan antara Rena dan Rangga,mulai menjodohkan Rena dan Arka.
Di dalam perpustakaan sekolah, Arka menyodorkan sebotol air minum meneral pada Rena yang masih asik membaca buku.
Sedangkan Rangga yang diam diam mulai menyimpan rasa pada Rena selalu mengawasi pergerakan Rena,membuat Monica benar benar tidak tahan dengan kelakuan Rangga.
Rena yang melihat ada sebotol air di depannya,kemudian mendongak menatap Arka dan tersenyum.
"Terima kasih ! " Dengan suara setengah berbisik
Arka hanya memabalas senyuman Rena dan duduk di depannya. Rangga yang melihat kemesraan mereka,benar benar merasa sakit hati,ia segera pergi menghampiri Rena dan Arka.
Melihat kehadiran Rangga,Rena hanya berpura pura untuk tidak melihatnya,Arka merasa senang dengan perlakuan Rena,ia menatap Rangga dengan senyum yang tidak bisa diartikan.
Rangga yang merasa tidak di sambut dan di lecehkan oleh mereka berdua benar benar murka. Spontan ia mengangkat Rena dan menggendongnya keluar dari ruangan.
Rena yang tidak menyangka dengan tindakan Rangga mulai memberontak sambil memukul mukul punggung Rangga, dan Arka mengikuti mereka dari belakang mencoba menahan Rangga
"Rangga turunin aku !!" Seru Rena
Melihat Rangga yang tidak menghiraukan teriakan dan pukulannya, Rena spontan menggigit bahu Rangga, membuat Rangga berteriak kesakitan dan segera menurunkan Rena.
"Aaaakh sakit tau !" Ia meringis kesakitan
"Biarin, biar tau rasa !!"
"Kamu-- !!" Tunjuk Rangga
Bruuuuuuk
Rangga yang belum sempat menyelesaikan kalimatnya terkejut melihat Rena yang tiba tiba jatuh ke lantai tak sadarkan diri, Arka yang melihat Rena jatuh pingsan segera mendekatinya dan membawa Rena segera ke ruang UKS.
Sesampainya di sana, dengan perlahan ia membaringkan Rena dan Dokter segera memriksanya.
Tiga menit kemudian, Dokter keluar dan memberitahukan kondisi Rena pada Arka.
"Kamu pacarnya ya ?" Tanya Dokter Rima
"Bukan dok, saya temannya !" Jawab Arka dengan senyum paksa
"Ah, masa sih ?" Dokter Rima mencoba menggodanya
"Bagaimana keadaan Rena Dok ?" Tanya Arka
"Emm, sepertinya dia terserang magh ! dia harus banyak istirahat dan menjaga pola makannya yang tidak teratur, ini resep obatnya ya ?!" Sambil menyodorkan secarik kertas note
"Terima kasih Dok !" Sahut Arka
Ia mengambil kertas itu dan segera pergi mendekati Rena, ia mengenggam erar tangan Rena. Suasana hening menyelimuti ruangan itu, Rena yang terbaring diatas ranjang pasien masih belum juga sadarkan diri.
Tak,tak,tak,tak
Terdengar suara ketukan sepatu dengan langkah yang terburu buru mendekati mereka
"Rena !! " Seru Rani bergegas mendekati anaknya yang masih tidak sadarkan diri
"Rena tidak apa apa tante,dia hanya kecapean saja,ia kurang menjaga pola makannya, membuatnya terserang magh !" Jelas Arka
Bu Rani berdiri menegakkan tubuhnya menoleh ke arah Arka dan bertanya
"Kamu siapa ?"
"Emm, saya Arka tante, teman Rena !" Jawab Arka
"Oowh,terima kasih ya,sudah merawat Rena ? maaf sudah merepotkanmu !" Ucap Rani
"Ia tante, tidak apa apa ! kalau begitu saya permisi dulu !" Sambil membungkukan badanya
Bu Rani hanya menganggukkan kepalanya, namun baru saja beberapa langkah Arka menuju pintu,Rani segera memanggilnya kembali
"Tunggu !"
"Ya tante, ada yang bisa saya bantu ?" Tanya Arka
"Apa kamu mengenal Rangga ?"
"Iy tante,saya mengenalnya, ada apa ya ?" Arka kembali bertanya
"Tante boleh minta tolong ? tolong panggilkan Rangga kesini ?!" Ucap Rani
("Apaka mereka benar benar telah di jodohkan? apakah orang tua Rena benar benar menyukai Rangga? ah sial !")
"Arka ? kamu kenapa ? apa kamu tidak bisa membantuku ?" Tanya Rani,membuyarkan lamunan Arka
Arka terkejut dengan pertanyaan Rani
"Eh, tidak apa apa tant, ya sudah, aku akan pergi memanggil Rangga dulu." Sahutnya,ia segera berbalik dan pergi meninggalkan Rani.
Arka mencoba mencari Rangga di setiap sudut sekolah, dan kemudian ia melihat Rangga yang duduk nongkrong di belakang sekolah bersama teman temannya dan itu termasuk Monica.
Arka mendekati mereka dan mencoba menyembunyikan perasaan cemburunya terhadap Rangga.
Rangga dan teman temannya yang menyadari kedatangan Arka berbalik dan menatap Arka yang kian mendekati mereka
"Mengapa kau kesini ?" Tanya Rangga
"Ibu Rena menyuruhku mencarimu !" Jawab Arka datar
Rangga terkejut dan berdiri dari tempat duduknya menatap Arka,Monica yang masih belum mengetahui hubungan Rangga dan Rena juga kaget dan mulai menanyakannya pada Rangga
"Rangga, ini ada apa sih ? mengapa Ibu Rena mencarimu ? apa hubunganmu sebenarnya dengan Rena ?!"
Namun,tak ada respon, kali ini Rangga benar benar mengabaikannya,ia tak menjawab satupun pertanyaan dari Monica.
Rangga segera berlari pergi meninggalkan mereka.Sedang Arka hanya menatap Monica dan kemudian pergi.
•••
Tok, tok, tok
terdengar suara ketukan pintu, Rangga perlahan membuka pintu dan berjalan menghampiri Rena dan Bu Rani.
"Bun, mengapa bunda memanggilnya kesini ?" Tanya Rena denga suara seraknya
Rani tak menggubris pertanyaan Rena, ia hanya menatap Rangga dan meraih tangannya sambil tersenyum
"Rangga, tante boleh minta tolong tidak ?" Tanya Rani
"Boleh tante ! " Jawab Rangga
"Kamu bisa tidak, mengantar Rena pulang ke rumah ?"
"Bunda, Bunda apa apaan sih,aku pulangnya sama Bunda saja !" Sahut Rena
"Tidak bisa sayang, sebentar lagi Bunda ada meeting bersama klayen, Ayah sudah menunggu Bunda dari tadi." Jelas Rani
"Apa tidak bisa di pending saja bund !"
"Tidak bisa sayang !"
"Ya sudah, Bunda pergi saja, aku pulangnya biar naik Taxi saja, lagian, sepertinya Bunda lebih mementingkan pekerjaan dari pada anak sendiri !" Ucap Rena, ia mulai merajuk
"Sayang, mengapa berkata seperti itu ? jangan berbicara seperti itu lagi ! Bunda tidak suka mendengarnya !
Kau tidak tahu betapa khawatirnya Bunda saat mendapat telfon dari Ibu Rika.Tadinya Bunda sudah sampai di depan kantor, namun harus memutar balik hanya untuk melihat keadaanmu." Imbuhnya
"Emm ya sudah tant, nanti aku yang mengantar Rena pulang, dan aku juga akan mengajak kedua sahabat Rena !" Sahut Rangga mencoba memotong pertengkaran antara Ibu dan Anak itu.
"Hmm, tuh lihat ! Rangga bahkan mengajak temanmu !"Rani mencoba merayu anaknya
Rena terdiam, Melihat tak ada respon dari Rena, Rani hanya tersenyum menatap Rangga
"Ya sudah,Bunda deluan ya ?" mmmuach ! Ia mencium dahi putrinya kemudian pergi meninggalkan mereka berdua
•••
Beberapa menit kemudian, Tika dan Anggi yang sudah di telfon oleh Rangga,bergegas pergi menemui Rena.
"Ren,kamu tidak apa apa kan ?" Tanya Anggi
Rena hanya tersenyum mengagguk, kedua sahabatnya segera membantunya berdiri dan berjalan menuju parkiran, di ikuti oleh Rangga, namun di tengah perjalanan,Rena tiba tiba meringkih kesakitan sambil memegang perutnya. (ekh.....)
"Ren, yang kuat ya, sedikit lagi sudah sampai ko' !" Tika mencoba memberi semangat
Rena hanya mengagguk, namun Rangga yang sejak tadi memperhatikan langkah kaki Rena dari belakang tak tahan melihat Rena yang kesakitan.Ia segera mendekatinya dan mengangkat Rena menuju mobil, Rena yang masih menahan sakitnya hanya pasrah dan melingkarkan tangannya ke leher Rangga.
Tika dan Anggi yang melihat pemandangan itu saling menatap terheran dan kemudian berlari membantu Rangga membuka pintu mobil.