Lost Love In Bloom Again

Lost Love In Bloom Again
Benci rasa Cinta



Rangga yang masih terdiam dengan kepergian Rena


Drrrrrt.. drrrrt..


Ponselnya tiba tiba bergetar, ia tersadar dan segera meraih ponselnya, WhatsApp dari Monica, ia mengirim foto dirinya yang memegang dua tiket


"Ntar sore Nonton yuk!!"


"Malas Mon, ajak Dicky saja yah ?" Balas Rangga


"Yah, padahal aku belinya untuk kita berdua! lagian, kemarin kamu sudah janji, kalau film ini sudah tayang perdana di Bioskop kita akan nonton bersama !?"


"Ya sudah ! ntar ku jemput !"


"Yang bener yah ?"


"Iya !!"


"Ok, Makasih, aku tunggu ya ?" Monica melopat kegirangan


Di sisi lain


"Ren, balik yuk !" Ajak Anggi


"Ya udah, yuk !


Mereka bertiga beranjak berdiri dan berjalan menuju parkiran mobil dengan canda tawa, mereka terlihat senang dengan hari yang bebas ini, hari tanpa buku.


"Ren, sebentar sore kau ada acara tidak ?" Tanya Tika


Rena hanya mengangguk


"Kalau Kamu Nggi ?!" sambil menoleh ke arah Anggi


"Aku ada acara keluarga Tik, memangnya kenapa ?" Tanya Anggi


"Yaaah,sebenarnya aku ingin mengajak kalian menemaniku berbelanja, soalnya aku suka pusing kalau milih baju."


"Hmmp, kalau urusan stylish sih mending kau mengajak Rena !" Jawab Anggi sambil melirik ke arah Rena


"Yah, maaf ya Tik, kamu sedikit terlambat mengatakannya ! tadi Arka sudah mengajakku deluan !" Sahut Rena


"Hem ? Kemana ?!" Tanya Anggi kaget


Sebenarnya Anggi sudah lama memendam rasa pada Arka, namun ia sangat malu untuk mengungkapkan isi hatinya dan belum lagi ia takut dengan siswi yang lain yang sangat terobsesi pada Arka.


"Nonton !!" Jawab Rena datar sambil membuka pintu mobil


"Ini fix deh, tuh pangeran sepertinya telah jatuh cinta dengan tuan pitri kita !" Seru Tika menggoda Rena dengan tatapannya


"Apaan sih ! sudah, cepat naik ! panas nih !" Seru Rena


Anggi yang mendengar percakapan kedua sahabatnya, hanya bisa diam dan duduk di dalam mobil. Ia tidak bisa menyembunyikan sikap dan raut wajahnya yang cemburu akan Rena.


"Anggi, kamu kenapa ? mengapa kamu diam ?" Tanya Rena meliriknya dari kaca yang ada di depannya


"Ah,tidak apa apa Ren, kepalaku hanya sedikit pusing !" Jawab Anggi menutupi kecemburuannya


"Ya sudah, nih pakai fresh care aku dulu,biar enakan." Rena merogoh tasnya dan mengambil sebotol fresh care yang tidak pernah absen dari tasnya. Ia kemudian menyodorkannya pada Anggi


"Makasih ya Ren !"


Anggi tidak pernah mengatakan perasaannya pada Arka,ke Rena maupun Tika, apalagi kini Rena telah dekat dengan Arka.Ia hanya tidak ingin Rena merasa bersalah atas dirinya.


Tika segera menyalakan mesin mobilnya dan melaju meninggalkan area parkiran.


•••


Sesampainya di Kediaman Atmajaya


"Makasih ya Tik, pekan depan aku janji akan menemanimu berbelanja sepuasnya!" Ucapnya membuat janji sambil tersenyum ke arah Tika


"Janji ya ?!"


"Oke 👌"


"Ya sudah, aku pergi, bay !" Sambil menutup kaca mobil dan melaju pergi


Rena segera masuk kedalam rumah dan menuju dapur menemui Ibunya.


"Masak apa Bund ?" Tanya Rena yang mencuci tangannya di whastafel


"Eh, sudah pulang ?"


Rena hanya mengangguk


"Teman kamu mana ?"


"Sudah pergi !" Jawab Rena sambil menggigit apel yang sudah berada di tangannya


"Loh, mengapa tidak mengajaknya masuk ?!


"Dia buru buru Bund !"


"Emmm seperti itu !"


"Oh ya bund, sebentar sore aku keluar ya ?" Tanya Rena


"Kemana ?"


"Nonton !"


"Sama siapa ?"


"Arka !" Jawab Rena yang masih terus menguyah apelnya


"Arka ?" Rani menoleh ke arah Rena dengan wajah penasaran


"Itu loh Bund, yang terakhir kali bunda ketemu dia pas Rena pingsan di sekolah !" Jelas Rena


"Oh, iya, bunda ingat ! ngomong ngomong kamu ada hubungan apa sama dia ?" Tanya Rani pada putrinya yang ingin lebih tahu


Melihat tatapan Ibunya, Rena sudah tahu apa yang ada di fikiran Rani,ia kemudian tertawa


"Yang benar ?"


"Iya bund ! Ya sudah, Rena mau mandi dulu !"


Ia beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju kamar pribadinya. Rani hanya memperhatikan Rena dari belakang dan kemudian tersadar kalau Rena memakai kaos pria.


"(hmmmp, Rena pakai kaos siapa ya? )"


Rani terdiam sejenak dan kembali melanjutkan aktivitasnya.


Rena yang sudah berada dikamarnya melempar tasnya ke kasur dan menuju kamar mandi,ia menyalakan air dan mengisi bathtup,sementara air mengisi, ia pergi menuju cermin,sejenak ia berdiri menatap wajahnya di cermin dan teringat momen saat Arka ingin menciumnya.Ia segera memejamkan matanya


"(Apa dia benar mencintaiku ? tapi.. kenapa sepertinya hatiku biasa saja ? seharusnya aku merasa bahagia kalau dia memang benar mencintaiku !)"


Ia tersadar saat bak mandinya yang sudah terisi penuh dengan air. Rena cepat cepat mematikan kerannya dan kembali menyalakan air dari keran washtafel dan segera memebasuh wajahnya,kemudian mematikan air lalu melepas semua pakainnya dan masuk ke dalam bathtup.


Rena bersandar di ujung bathtup dan memejamkan matanya.


Ponselnya tiba tiba berdering (Nada panggilan)


Ia segera meraih ponselnya yang letaknya tak jauh darinya. Ia melihat nama yang naik di layar ponsel


"What !! Arka ?" Ia panik


Awalnya ia sengaja tak menjawab voice Arka, namun Arka yang tak kenal lelah terus menghubunginya.


Ia kemudian teringat akan janjinya


"(Apa dia menunggu jawabanku ?)"


Rena kemudian menulis pesan


"Maaf, aku sedang mandi, sebentar lagi aku akan menelfonmu !"


Arka yang melihat pesan Rena hanya tersenyum tanpa membalas kembali


Beberapa detik kemudian, ponsel Rena kembali berdering.


Kali ini Rena agak sedikit kesal karna Arka yang tidak pengertian, ia menjawab voice yang sebenarnya adalah Rangga.


Rena masih memejamkan matanya mengarahkan wajahnya ke ponsel tak sadar dan berkata


"Sudah ku katakan aku sedang mandi, dan sebentar lagi aku akan menelfonmu kembali"


Ia berencana ingin mematikan ponselnya,namun tiba tiba suara Rangga mengejutkannya


"Sejak kapan kau mengatakannya ? aku baru saja menelfonmu !" Sahut Rangga yang masih memperhatikan Rena di balik layar


Rena yang tersadar dengan suara Rangga segera bangun dan menatap layar ponselnya


"What ?! apa yang kamu lakukan ?"


"Aku menelfonmu !" Jawab Rangga datar


"Dasar otak mesum !!" Rena segera mematikan ponselnya


Rena menyimpan kembali ponselnya dan segera menyelesaikan mandinya.


"(Bodoh ! betapa teledornya aku!!?)" Ia mengumpat dirinya sendiri


Di sisi lain


"(siapa yang menelfonnya ? hingga saat mandi saja dia mengangkat telfonnya ?)" Gumam Rangga yang masih menatap layar ponselnya


•••


Setelah mandi, Rena segera berpakaian dan duduk di sofa dengan rambut yang masih terurai acak, ia ingin menelfon kembali Arka, namun Rangga kembali menelfonnya, entah kenapa dia tidak bisa menolak telfon Rangga walau ia merasa benci dengannya.


"Ada yang bisa aku bantu ? mengapa kau terus menelfonku ?" Tanya Rena dengan nada jutek


"Siapa yang dari tadi menelfonmu ? bahkan kau mengangkat telfonnya di saat kau mandi ?" Tanya balik Rangga


"Apa urusanmu dan apa hakmu ?"


"Tentu saja itu hakku, kau sudah menjadi calon istriku, dan aku tidak suka dengan kelakuanmu seperti itu !" Ucap Rangga yang tidak sadar dengan ucapannya sendiri


Karna sudah terbakar api cemburu. Dia merasa tidak rela kalau Rena voice dengan lelaki lain, apalagi pada saat dia mandi.


"Apa ? Calon Istri ?! aku belum menyetujuinya !" Jawab Rena yang masih belum menerima perjodohannya dengan Rangga


Rena segera memutus telfonnya dengan sepihak. membuat Rangga semakin kesal.


Rena yang masih terdiam mengingat ucapan Rangga tiba tiba terkejut kembali karna sekali lagi ponselnya berdering.


"Sebenarnya apa maumu, aku sudah mengatakan kalau aku belum menyetujuinya !! " Tegas Rena


"Halo ? apa kamu tidak igin pergi denganku ?!" Tanya Arka kebingungan


Rena segera tersadar dengan suara Arka memukul dahinya pelan


"Maafkan aku Arka, bukan maksudku seperti itu,aku fikir tadi kamu--" Rena merasa enggan menyebut nama Rangga


"Siapa ?" Tanya Arka lebih penasaran


"Bukan siapa sipa !"


"Oh ya, kita jadi perginya kan ?" Tanya Rena cepat mengubah topik pembicaraan


"Seharusnya aku yang bertanya, apa kamu di izinkan pergi denganku ?" Tanya Arka balik


"Hehee iya" Rena tertawa malu


"Iya apa ?"


"Aku diizinkan pergi denganmu !"


"Baiklah,kalau begitu, ntar aku akan menjemputmu ! oke ! "


"Oke !"


Tut,Telfon mereka terputus