Lost Love In Bloom Again

Lost Love In Bloom Again
Sebuah Strategi



Di sebuah Toko Khusus Menjual Seragam Sekolah dan Pakaian Kantoran, Arka memarkirkan mobilnya.


"Yuk !!" Ajak Arka


"Bagaimana aku bisa keluar dengan pakaian seperti ini ?!"


Arka hanya tersenyum, ia segera turun dari mobilnya dan berlari kecil membukakan pintu untuk Rena


"Arka, apa yang kau lakukan ? apa kau akan membiarkan semua orang melihatku dengan tatapan aneh ?!"


Tanpa menghiraukan pertanyaan Rena, Arka segera mengangkatnya, dan membawanya masuk kedalam Toko.


Semua karyawan Toko itu melihat dengan ekspresi mereka masing masing. Arka memanggil salah satu kariawan wanita


"Mba... !"


Karyawan itu mendekat menatap Arka, ia benar benar terpesona dengan ketampanannya.


"Permisi !" Seru Arka


Wanita itu terkejut dan menyapa


"Ya, ada yang bisa saya bantu ?!"


"Apa kamu bisa mencarikan seragam untuknya ?" Sambil melirik ke arah Rena yang masih menguburkan wajahnya di dada bidang Arka.


"Iya, mohon tunggu sebentar !" Jawab Karyawan itu


Rangga menuju Ruang Ganti dan menurunkan Rena di kamar itu, dan Arka segera memalingkan wajahnya berdiri di depan pintu.


Wanita yang tadi mempercepat langkah kakinya, mendekati Arka


"Maaf,ini seragamnya !"


Arka mengambilnya dan menyodorkan ke arah Rena.Rena segera mengambilnya dan mencobanya.


"(Ini terlalu sempit)"


"Arka, apa aku bisa meminta yang sedikit lebih besar dari ini ? ini terlalu sempit buatku !"


"Mba, apa ada ukuran yang lebih besar sedikit dari yang tadi ?" Tanya Arka


Karyawan itu mengangguk, dan bergegas mengambil stok.


Dan kembali memberikannya pada Arka,Arka menyodorkannya kembali pada Rena.


"Apakah itu pas ?" Tanya Arka


"Yah !" Jawab Rena


Rena segera keluar dengan seragam barunya. Mereka menuju kasir


"Berapa mba ?" Tanya Rena


"Totalnya Rp.500.000 mba !" Jawab sang kasir dengan senyum ramah


"Arka, aku akan ke mobil untuk mengambil dompetku !"


Arka hanya tersenyum meraih dompet di sakunya


"Ini mba !"


Setelah menerima nota barang, Arka menggenggam tangan Rena dan menariknya keluar dari toko, para karyawan benar benar terkesima dengan pasangan itu dan terus menatap kepergian mereka hingga menghilang dari pandangan.


"Uuuh betapa romantisnya !" Kata salah satu karyawan sambil menyandarkan kepalanya di bahu temannya.


"Gadis itu sangat beruntung memiliki pacar yang rupawan !"


"Aku pikir, lelaki itulah yang lebih beruntung mendapatkan gadis yang manis, dan apa kau melihat tubuhnya ? itu sangat sempurnah ! aku jadi sangat iri melihatnya !" Jawab Kariawan lainnya


•••


Setelah berada di dalam mobil, Rena segera meraih tasnya dan mengambil dompet.


"Apa yang kamu lakukan ?!" Tanya Arka


"Aku akan mengganti uangmu !"


"Tidak perlu !" Jawab Arka sambil menyalakan mesin mobilnya


"Itu sangat banyak, aku harus menggantinya !"


Arka berbalik memukul jidat rena pelan


"Apa kau pikir aku tidak akan bisa makan bila kamu tidak mengganti uangku ?!" Jawab Arka dengan senyum


"Tapi, tetap saja itu terlalu banyak !" Jawab Rena sambil memegang jidatnya


"Apa kau benar benar ingin menggantinya ?!" Tanya Arka yang sudah mengemudikan mobilnya


"Tentu saja !"


"Baiklah, kamu akan menggantinya dengan yang lain !" Jawab Arka dengan senyum sedikit licik


Arka mengemudikan mobilnya melaju dengan cepat menuju ke salah satu Mall terbesar di kota itu.


"Apa kau membutuhkan sesuatu ?" Tanya Rena bingung


"Ya, dan kau yang akan membayarnya !"


Arka memasukkan mobilnya di area parkiran dan memarkirkan mobilnya.


Mereka berdua turun dan segera masuk kedalan Mall menuju lantai 4.Arka terus menggenggam tangan Rena dengan erat dan mengajaknya ketempat hiburan.


Setelah tiba,Rena kebingungan karena tempat yang mereka tuju tidak seperti yang ia fikirkan.


"Mengapa kita kesini ?" Tanya Rena bingung


"Kita akan bersenang senang sebentar dan kau yang akan membayarnya !" Jawab Arka dengan senyum mempermainkan Rena


Mereka benar benar menikmati hari itu, hingga Rena melupakan yang baru saja ia alami di sekolah.Setelah merasa puas,Arka mengantar Rena pulang ke rumahnya.


"Terima kasih untuk hari ini !" Ucap Rena menatap Arka dengan senyum bahagia


Arka hanya tersenyum menganggukkan kepalanya kemudian melajukan mobilnya meninggalkan area perumahan tersebut.


•••


Di Kediaman John Abelard


Rangga terlihat serius berlatih di ruang Gyim bersama ayahnya.


"Apa sesuatu mengganggumu ?" Tanya John yang sedari tadi memperhatikan raut wajah anaknya


Mendengar pertanyaan Ayahnya, Rangga menghentikan aktivitasnya.


"Mungkin sebaiknya papah membatalkan perjodohan antara aku dan Rena !" Rangga menatap serius pada Ayahnya


"Mengapa ?"


"Aku hanya merasa, aku tidak akan pernah cocok bersamanya !"


"Kenapa kamu beranggapan seperi itu ? apa kalian bertengkar lagi ?!" Tanya John lebih serius


"Ya, dan ini lebih buruk dari sebelumya !"


"Apa yang terjadi ?!"


John menatap serius Putranya, Rangga dengan pelan menceritakan seluruh kejadian termasuk Rena mengobati lukanya dan kejadian saat Monica mengintimidasi Rena.


"Aku merasa, kali ini Rena benar benar akan sangat membenciku !" Rangga menundukkan wajahnya


"Tapi menurut papah, Rena sebenarnya memiliki perasaan yang sama padamu, hanya saja dia belum menyadarinya !" Jelas John


"Mustahil ! Bagaimana mungkin, sedangkan dia jelas sangat membenciku !"


"Apa kamu yakin kalu itu benci ?! bagaimana kalau sebenarnya itu cinta ?!" Tanya John membingungkan Rangga


"Maksudnya ?!"


"Kamu harus tahu Rangga, perbedaan antara Cinta dan Benci itu sangatlah tipis !


Bukankah awalnya kamu juga membencinya ? dan sekarang, apa yang kamu rasakan ? bukankah itu cinta ?!" Jelas John


"Entahlah, aku tidak bisa membaca fikirannya, sesaat aku merasa dia mencintaiku tapi di sisi lain aku juga merasa kalau dia sangat membenciku ! dia seperti seseorang yang memiliki kepribadian ganda !!" Jawabnya frustasi


John tak bisa menahan tawa mendengar penuturan anaknya


"Apa kamu ingin memastikannya ? kalau dia mencintaimu atau dia benar membencimu ?!"


John melirik Rangga


"Bagaimana caranya agar aku bisa mengetahuinya ?"


John kemudian membisik ke telinga putranya


"Apa harus seperti itu ?!"


John menganggukkan kepalanya


"Bagaimana kalau dia benar benar tidak peduli ? bukankah itu sama saja membuatku semakin jauh darinya ?"


"Kamu harus mencobanya dan Kita akan melihat hasilnya nanti !"


"Bagaimana kalau aku tidak bisa melakukannya ?"


"Kamu harus ! dengar Rangga,Wanita itu kalau semakin dikejar dia akan semakin menjauh, tapi sebaliknya, semakin kamu mengabaikannya semakin dia akan mendekatimu ! apalagi jika seseorang yang selalu mengejarnya tiba tiba mengabaikannya, itu pasti sangat mengganggu fikirannya. lagian bukankah kamu sudah melakukannya pada Monica ? dan lihat, bahkan dia bisa melakukan apa saja untukmu." Jelas John


Rangga hanya menganggukkan kepalanya menanggapi penjelasan dari Ayahnya.


"Baiklah jagoan Papah, sekarang kamu sudah besar dan kamu memiliki gen papah, itu tidak akan pernah mengecewakanmu !


Kau tampan dan memiliki segalanya, kamu hanya butuh strategi jika menginginkan kemenangan dalam hidup !" Sambil menepuk pundak Rangga memberi semangat


Rangga hanya tersenyum menatap Ayahnya. Untuk sekian lama dia baru benar benar merasakan sosok Ayah dalam hidupnya. Dan itu sangat menyemangatinya.


"Tapi, sebelumnya kamu harus menyelesaikan masalahmu dengan Monica, Papah tidak mau kalau Monica melakukan hal itu lagi pada calon menantu Papah. John Memperingati


"Baik Pah !"


John beranjak dari tempat duduknya meninggalkan Rangga


"Pah !"


John menoleh ke arah Rangga


"Terima kasih !"


John hanya tersenyum dan mengangkat tangan memberi semangat dan berbalik melanjutkan langkahnya.


•••


Kediaman Atmajaya


Tok tok tok


"Sayang, boleh bunda bicara sebentar ?"


"Boleh. " Sambil merapikan bukunya


"Kamu lagi belajar ya ?"


"Iya, tapi sudah selesai ko bund !" Rena kemudian duduk di samping Ibunya


"Bunda mau bicara soal apa ?"


"Tadi sepulang sekolah, kamu sama siapa ?"


"Emm, sama Arka !"


"Kemana ?"


"Main. "


"Sama siapa saja ?"


"Berdua."


"Kenapa Bunda jadi ingin tahu ?!"


"Tentu saja bunda ingin tahu, apa kamu benar tidak memiliki perasaan pada Arka ?"


"Iya lah bund, aku menyukainya hanya sebatas teman saja,dan aku merasa nyaman bila bersamanya !" Jelas Rena


Rani terlihat menganggukkan kepalanya mendengar penuturan Rena


"Emm, mengapa Bunda jadi posesif seperti ini ?!" Lanjutnya


"Tidak sayang, bulan begitu, Bunda hanya khawatir saja denganmu !"


"Apa yang harus di khawatirkan ? bukankah Bunda juga sudah mengenalnya ?!"


"Iya, Bunda memang sudah mengenalnya, tapi, tetap saja bunda masih khawatir ! Kamu anak bunda satu satunya,apa itu salah ?!"


"Emm, tidak sih bund, cuman aku yakin ko kalau Arka orangnya baik dan tentunya bisa di percaya, tidak seperti si otak mesum itu !"


"Loh ! ko' malah bandingin ke orang lain sih !"


Rena kemudian berbaring di pangkuan Ibunya


"Bund, jangan larang aku berteman sama Arka yah !?"


"Sejak kapan Bunda melarangmu ?!" Sambil mengusap pelan rambut Putrinya


"Terus kenapa Bunda terus bertanya tentang dia ? seperti tidak suka kalau aku bersama Arka !"


"Bunda bukannya tidak suka sayang, Bunda hanya tidak ingin kamu terlalu dekat dengannya."


"Apa salahnya kalau aku dekat dengannya ?!"


"Tentu saja salah, apa kamu lupa kalau kamu sudah di jodohkan dengan Rangga ?!"


"Tapi Bun, aku tidak mau dijodohkan dengannya. Lagian ya Bun, kenapa sih Bunda bisa suka sama si otak mesum itu ? padahal dari kelakuannya saja, sudah kelihatan kalau dia brengsek !"


"Namanya Rangga sayang ! dan kamu tidak boleh menilai seseorang dari luarnya saja. mungkin Arka terlihat sopan dan baik tapi bisa saja dia munafik, dan Rangga, mungkin dia terlihat brengsek dan nakal tapi bisa jadi sebenarnya dia baik. Umpama buah kedondong dan buah durian.Kamu mengerti kan dengan maksud Bunda ?!" Jelas Rani


Rena hanya menganggukkan kepalanya


"Kamu tidak bisa menghakimi seseorang melalui fisik dan karakternya, karna bisa jadi itu adalah topeng untuk menutupi kelemahannya !!"


"Iya Bunda, Rena mengerti !"


"Bagus, sekarang kamu tidur, oke !"


Rena kemudian memperbaiki posisi tidurnya dan Rani membantu menyelimutinya.


"Mimpi yang indah sayang !" Mmuach !Kecup Rani


Kemudian mematikan lampu kamar dan keluar meninggalkan Rena yang segera tertidur hanyut dalam mimpi.