Lost Love In Bloom Again

Lost Love In Bloom Again
Cemburu



Di pagi hari, mentari yang mulai merekah ketika sang pencipta memperlihatkan keindahan lukisannya di langit yang luasnya tanpa terkira.


Hari ini adalah Minggu yang manis buat kedua insan yang mulai merasakan getaran cinta. Burungpun ikut berkicau menari di angkasa dengan riangnya menyambut pagi seakan menyelamati mereka yang sedang jatuh cinta. ❤


Di Taman Kota terlihat begitu banyak orang dari berbagai kalangan usia untuk datang menikmati hari Weekend masing masing. Termasuk Rena,Rangga dan para sahabat mereka masing masing.


Hari itu Rena memakai sport bra dengan atasan tambahan baju kaos untuk menutupi bagian lengan dan perutnya, sebenarnya jika hanya memakai sport bra tubuh Rena akan terlihat sempurna, hanya saja Rena tidak suka mengumbar tubuhnya pada orang banyak.


"Ren, istirahat dulu yuk !?" Ajak Tika yang mulai ngos ngosan


"Yah, kau benar benar payah Tik !" Sahut Rena


"Ia Ren,istirahat dulu yuk ! betisku juga sudah mulai pegal nih !" Kini giliran Anggi yang mengajak


"Hmmmp, baiklah." Rena melakukan pemanasan sebelum duduk,ia merunduk dan kemudian


"Aduh !" Rena merasa pakaiannya basah karna tersiram jus dingin.


"Maaf kak, aku tidak sengaja !?" Ucap Anak itu sambil menundukkan wajahnya


Rena menundukkan pandangannya melihat seorang gadis kecil yang memiliki wajah yang menggemaskan.


Rena sebenarnya sangat suka dengan anak kecil, karna ia tidak memiliki adik. Ia sangat senang melihat gadis kecil itu,ia menjongkok memandangi gadis kecil itu dan memegang pipinya yang chabi


"Tidak apa apa, kakak juga yang salah, olahraganya di tengah jalan !" Sahutnya


Gadis kecil itu segera mengangkat wajahnya dan membalas senyuman Rena


"Apa kakak benar tidak marah ?" Tanya gadis itu


Rena menganggukkan kepalanya dan tersenyum


"Tentu saja !"


"Terima kasih kak, kakak cantik bukan hanya wajahnya saja, tapi juga hatinya !" Ucap gadis itu sambil mengarahkan tangannya ke dada Rena


"Duy, awas dek, nanti lehernya memanjang, tidak cantik lagi !" Seru Tika dengan senyum menggoda


"Tidak apa apa !" Jawab Gadis kecil itu


"Loh,ko' tidak apa apa sih ?!" Tanya Tika


"Jerapah saja lehernya panjang, tapi tetap cantik dan menggemaskan !" Jawab gadis itu dengan polosnya


Sontak membuat mereka bertiga tertawa terbahak bahak


"Shiren !!"


Terdengar suara seorang wanita yang memanggil Gadis kecil itu


"Maaf ya kak, aku harus segera pergi, sepertinya ibuku sedang mencariku !"


"Ok Shiren !" Rena tersenyum sambil menepuk pelan kepala Shiren


Anak itu segera pergi dan berlari menemui Ibunya. Rena hanya menatap kepergiannya dan kemudian tersadar dengan bajunya yang masih basah tersiram jus.


"Guys, aku ke mobil dulu ya, bajuku basah nih !" Serunya


"Oke !" Jawab mereka berdua serempak


Rena berjalan menuju parkiran mobil, ia membuka pintu mobil dan mengambil tasnya mencari pakaian ganti.


"Loh, ko' tidak ada sih ! perasaan tadi sudah ku siapin ! Ia terus menggeledah dan kemudian teringat


Bajunya masih diatas kasur !" Serunya sambil memukul jidatnya pelan


Karna sudah tidak nyaman dengan kaosnya yang basah, Rena melepaskan kaosnya dan menyisakan sport bra yang menempel di tubuhnya.


Rena tidak menyadari kalau ada beberapa pasang mata yang memandanginya dengan kagum sambil menelan liur.


"Bro, tuh cewe bukannya salah satu siswi dari sekolah kita ya ?! Tanya Dicky salah satu teman Rangga menunjuk ke arah Rena


Rangga yang masih terdiam terpesona oleh lekukan pinggang Rena tidak menanggapi pertanyaan Dicky


"Fiuuuu, seksi abis !" Kata Reno sambil bersiul


"Woy, woy ! Rangg !!" Seru Dicky menyadarkan Rangga dari tatapannya


"Hmmp kenapa ? tadi kau bilang apa ?" Tanya Rangga


"Ada apa denganmu ?!" Tanya Reno


"Tidak kenapa kenapa !"


"Oh iy, aku baru ingat, itu kan Rena !" Seru Dicky yang tidak bisa melepaskan pandangannya dari Rena


"Biasa aja dong !" Kata Rangga mencoba menutupi mata Dicky dengan sebelah telapak tangannya


"Hmmp,kau pikir aku tak memperhatikanmu ?!kau saja sampai mangap melihatnya !" Ketus Reno memiringkan bibirnya


Namun disisi lain terlihat Arka mendekati Rena dengan selembar kaos yang ada di tangannya.


"Pakai ini !" Ucapnya sambil menjulurkan tangannya menyodorkan kaos


Rena segera berbalik mendengar suara lelaki yang sangat familiar untuknya, ia melihat kaos kemudian menatap Arka dengan tersenyum penuh arti


"Memangnya tidak boleh ? lagian, inikan tempat umum !" Jawab Arka dengan senyum mengembang


"Tidak, bukan seperti itu, cuman-- "


Kalimat Rena terpotong karna Arka sudah membantu Rena memakai baju kaos yang sejak tadi ada di tangannya.


Wajah Rangga yang melihat adegan itu berubah 180°,ia terlihat sangat murka dan ingin menerkam Arka


"Ekhem,ekhem, ada singa yang lagi marah nih !" Reno yang dari tadi memperhatikan tatapan Rangga.


Rangga yang tak pernah lepas dari melihat Rena dan Arka walau hanya sekedar untuk mengedipkan matanya.


"Siapa ?!" Tanya Dicky yang belum menyadari


"Kayanya tuh raja olimpiade naksir deh sama Rena !" Kata Dicky yang kembali melihat adegan Rena dan Arka


Reno yang sangat peka dengan perasaan Rangga segera menabok kepala Dicky


"Aaaw ! apa yang salah ?!" Ia memegang kepalanya dan menatap Reno, namun Reno hanya memelototinya dengan memberi isyarat bahwa Rangga sedang marah dan sudah terbakar api cemburu.


"Ini, bagaimana kamu bisa tahu kalau aku sangat membutuhkannya ?!" Tanya Rena sambil menatap Arka


"Aku tahu kalau kau sangat risih jika memakai pakaian terbuka." Jelas Arka


Lagian,banyak sepasang mata yang memperhatikanmu sejak tadi !" Imbuhnya


"Apa maksudmu ?!" Rena terlihat bingung dengan perkataan Arka


Arka menghela nafasnya pelan


"Hmmmp, siapa pun lelaki yang melihatmu memakai pakaian seperti ini pasti akan tergoda, dan aku tidak tahan dengan itu !" Jelasnya dengan memegang kedua pundak Rena menghadapnya.


Arka menatap Rena lebih dalam dan Rena menatapnya bingung, perlahan Arka mendekatkan wajahnya bermaksud ingin mencium Rena, namun Rena segera menepisnya.Membuat Arka segera melepaskan pegangannya


"Aaakh, kau memang malaikat penolongku !" Seru Rena dengan basa basi mengurangi kecanggungannnya


Arka hanya tersenyum bangga mendengar perkataan Rena


"Sebentar sore, apa kau ada waktu ?" Tanya Arka yang sepertinya ingin mengajak Rena


"Emm, sepertinya kosong ! kenapa ? "


"Kalau aku mengajakmu nonton ke Bioskop, kamu mau tidak ?"


"Kalau aku izin ke Bunda dulu, boleh ?" Tanya Rena dengan canggung


"Ya tentu bolehlah, kau kan anaknya !" Tawa Arka


"Baiklah,ntar aku kabarin kalo misalnya aku di izinin, oke ?!" 👌


"Oke !" 👌


Arka kemudian berbalik meninggalkan Rena


"Arka !!" Teriak Rena


Arka kembali berbalik menatap Rena yang memanggilnya


"Ya ?"


"Kaosnya, ntar aku balikin ya ?"


"Terserah." Arka tersenyum dan berbalik melanjutkan langkah kakinya


•••


Rena yang sudah mangganti kaosnya kembali menemui kedua sahabat yang sedari tadi menunggunya.


"Kemana saja Ren ? lama sekali !?" Tanya Anggi


"Dari mobil nyari kaos ganti, dan ternyata kaosku ketinggalan." Jawab Rena sambil duduk mendekati kedua sahabatnya


"Nah ini ? kaos siapa ?" Tanya Tika kebingungan


"Nah itu, untungnya kebetulan ada Arka, jadi dia meminjamkanku kaos miliknya untuk ku pakai." Jelas Rena


"Tuh anak, kaya semut saja ! di mana ada gula di situ ada semut !" Celoteh Tika


"Maksudnya ?" Rena menoleh ke arah Tika dengan bingung


"Ia, dimana ada kamu pasti ada Arka !" Jelas Tika


Anggi menghela nafas panjang


"Hmmp, dasar ni anak !" Kata Anggi sambil mendorong kepala Tika pelan


Rena hanya tersenyum melihat tingkah ke dua sahabatnya yang sudah seperti saudaranya sendiri.


Sebelumnya, Arka sebenarnya mengetahui keberadaan Rena ketika melihat postingan Tika, Tika yang selalu aktif di Sosial Media mengunggah salah satu foto kebersamaan mereka di pagi itu.


Arka yang awalnya baru selesai berenang, duduk santai di tepi kolam memainkan ponselnya dan melihat postingan Tika, ia segera bergegas menuju lokasi yang sudah ia ketahui dengan melihat suasana di belakang foto Rena dengan kedua sahabatnya.


Itulah sebabnya, mengapa ia datang tepat ketika Rena kembali ke parkiran mobil.