Lost Love In Bloom Again

Lost Love In Bloom Again
Menjadi Kambing Hitam



"Tante... " Seru Anggi memanggil Rani yang datang menghampirinya


"Anggi, apa yang terjadi ? bagaimana keadaan Rena ?!" Rani terlihat syok, tangannya bergetar merangkul tangan Anggi


"Tante tenang dulu, Rena baik baik saja sekarang !" Anggi mencoba menghibur


Rani kemudian mendekati Rena yang terbaring di ranjang pasien dan belum sadarkan diri, ada perban yang menempel di kepalanya.


"Rena, jangan menakuti Bunda !" Ucapnya dengan suara lirih di tengah isak tangisnya menggenggam erat tangan Rena


Tuk,tuk,tuk. Suara sepatu tiba tiba menggema di ruangan itu. Kehadirannya membuat siapa saja yang melihatnya akan merasa terintimidasi.


"Bunda, apa yang terjadi ?!" Tanya Jaya segera mendekati Istrinya


"Rena Yah, Bunda takut kalau terjadi sesuatu padanya ! kau sangat tahu kalau aku sangat mengkhawatirkannya, bahkan untuk berlarian di tangga aku selalu memarahinya. Tapi,lihat, sekarang dia disini belum membuka matanya ! dan ada perban di kepalanya. Aku sangat takut Yah !" Emosi Rani semakin menjadi jadi


"Sssyut, sudah sudah, putri kita baik baik saja. Takkan terjadi apa pun padanya ! mungkin dia lelah, dan membutuhkan istirahat yang banyak. Kau tahu kan kalau putri kita sangat aktif." Hibur Jaya memeluk Rani sambil menepuk pundaknya yang masih bergetar.


"Apa kau yakin dia akan baik baik saja ?!" Tanya Rani yang mulai menerima dan menguatkan dirinya


"Tentu saja, dia tidak ingin menyia nyiakan waktunya hanya untuk berbaring disini."


Rani melepaskan dirinya dari pelukan suaminya,dan melirik pemuda yang sedari tadi di hiraukannya.


"Apa kau yang membawa Rena ke sini ?!" Tanya Rani sambil menatap ke arah Arka


Arka menganggukkan kepalanya "Ia tante !"


"Terima kasih, nak Arka !" Jawab Rani


"Siapa dia ?!" Tanya Jaya,ini pertama kalinya ia melihat pemuda itu


"Dia Arka, teman Rena, bunda mengenalnya !" Sahut Rani


"Bisa kita bicara sebentar ?" Tanya Jaya menatap Arka


Arka menganggukkan kepalanya "Bisa om !" Sambil mengikuti Jaya dari belakang keluar dari ruangan tersebut


Anggi yang takut kalau Arka akan dimarahi, segera mendekati Rani


"Tante, Dia-- "


"Tidak apa, kau tak perlu khawatir !" Sahut Rani,membuat Anggi tak melanjutkan kata katanya


••


"Apa yang sebenarnya terjadi ?!" Tanya Jaya


"Awalnya, aku hanya ingin menolongnya dari pengendara motor yang tiba tiba melaju ke arahnya. tapi !"


"Aku sudah mendengarnya ! tapi aku ingin tahu yang lebih detailnya !" Potong Jaya


"Aku tidak tahu pasti, itu terlalu tiba tiba. Aku berusaha meraih tangan Rena namun terlepas, genggamanku tidak terlalu kuat untuk menolongnya !"


"Apa yang membuatnya berdiri di tengah jalan dan tak melanjutkan langkahnya ?!" Tanya Jaya yang tak bisa lagi menahan rasa ingin tahunya


"Oh, itu.. sepertinya, dia melihat Rangga yang digandeng dengan wanita lain !" Jawab Arka tak ingin menutupi, menurutnya ini kesempatan baik untuknya.


"Apa ! wanita lain ?! kurang ajar ! berani beraninya dia memperlakukan putriku seperti itu !" Jaya terlihat naik pitam setelah mengetahui penyebab kecelakaan Putrinya.


Jaya merogoh ponselnya di saku jasnya dan menelfon John


"John ! katakan pada putramu, jangan pernah menemui Rena lagi, dan dia harus menanggung resiko karna telah membuat putriku terluka !"


"Tunggu dulu ! apa yang terjadi ?!" Tanya John gelagapan, mendengar suaranya, ia sangat tahu kalau Jaya saat ini sangat murka padanya


"Tanyakan sendiri pada Putramu yang berengsek itu ! dan satu lagi, sepertinya aku akan menyudahi kontrak kerja sama kita dan tak akan pernah memberi bantuan lagi pada perusahaanmu !" Tegas Jaya kemudian memutuskan sambungan telponnya.


Tut


"Sial ! apa lagi yang dilakukan anak itu !" Gerutu John


Ia kemudian mencoba menelfon Rangga, namun tak ada balasan


"Apa yang di lakukan anak itu ?!"


Satu per satu pesan Email masuk di ponselnya. Mengingat perkataan Jaya,ia sangat gusar dan segera meraih tas dan kunci mobilnya. memilih pulang menemui Istrinya


•••


"Rangga ! Rangga !!! " Panggil John,suaranya menggema di seluruh penjuru rumah


"Apa yang terjadi ? mengapa kau berteriak seperti itu !" Tanya Mriah mencoba menenangkan suaminya


"Di mana Rangga ?!" Serunya


"Dia baru saja pulang, mungkin sedang tidur ! ada apa ? mengapa kau mencarinya ?" Tanya Mariah sedikit khawatir


John tak menghiraukan pertanyaan Istrinya,ia segera bergegas menuju kamar Rangga. Ia membuka pintu dan membantingnya, membuat Rangga Terkejut dari tidurnya


"Aaagrrh kenapa ribut sekali !" Gerutu Rangga yang belum menyadari tatapan kemarahan dari Ayahnya


"Dasar anak tak berguna !" Plaaaak !!!! Suara tamparan itu menggema di setiap sudut ruangan. Tamparan itu melayang di pipi Rangga


"Pah, apa yang kau lakukan !" Mariah memekik dan mencoba menarik jas suaminya


"Apa salahku, mengapa papah menamparku !" Tanya Rangga dengan suara meninggi


"Kau belum juga mengakui kesalahanmu hah ?!" Suara John tak kalah tinggi


"Memangnya apa salahku !"


"Gara gara kelakuanmu ! perusahaan papah sekali lagi akan hancur !"


"Lantas, apa hubungannya denganku !" Rangga mulai emosi dengan sikap Ayahnya


"Dasar anak kurang ajar !" John kembali mengangkat tangannya namun segera di tahan oleh Mariah


"Jangan sakiti anakmu, lebih baik pukul aku !" Seru Mariah, yang mulai bergetar menahan isak tangisnya


John yang melihat itu,segera menurunkan tangannya dan menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Apa kau tau apa yang sudah di lakukan anakmu ini ?! Ucap John menatap Mariah dengan tegas


Dia telah menyakiti putri Atmajaya, dan itu membuat kontrak kerja samaku dengannya di batalkan dan dia juga tak akan pernah berinvestasi di perusahaan kita lagi." Imbuhnya


"Apa maksud papah dengan aku yang menyakiti Rena ?! kami baik baik saja !" Sahut Rangga yang masih belum mengetahui kebenarannya


"Apa kau pikir Papah sedang bercanda ?! nasib perusahaan ada padamu, jika saja kau memperlakukan putrinya dengan baik. Ini tidak akan terjadi !" Bentak John


Melihat pertengkaran kedua lelakinya, Mariah segera meraih ponselnya dan mencoba menghubungi Rani, namun tak ada balasan. Detik berikutnya sebuah pesan Watshapp masuk. Itu foto Rena yang masih terbaring di ranjang rumah sakit dengan teks "Cukup sampai disini saja, Rena masih bisa mendapatkan pria yang lebih baik ! Aku kecewa Maria !"


Mata Mariah membulat,kemudian menatap Rangga dengan sangar


"Dasar anak nakal ! kau apakan Rena !?" Tanya Mariah dengan suara meninggi


Kedua lelaki itu berekspresi bingung menatap Mariah, yang tiba tiba berubah. Sebelumnya dia merelai pertengkaran antara Ayah dan Anak.Sekarang malah dia yang seperti kerasukan ingin menghajar Rangga


"Aduh, mah.. sakit !" Rangga tak tahan lagi dengan pukulan Ibunya yang bertubi tubi. Ia segera beranjak dari tempat tidurnya menghadapi kedua orang tuanya


"Ada apa dengan kalian !" Seru Rangga


"Lihat ini ! Sambil menunjukkan foto Rena yang baru saja ia terima


Apa yang kau lakukan padanya hah !" Seru Mariah


Melihat foto Rena, Rangga terlihat syok


"Jangan berpura pura !" Bentak Mariah


"Mah, aku juga benar benar tidak tahu apa yang terjadi padanya ! tunggu ! aku akan segera menemuinya !" Rangga segera bergegas memakai jeketnya.namun ketika ia ingin meraih kunci mobilnya John segera mengahalanginya


"Pah, percaya padaku. ini pasti salah paham, aku tidak pernah menyakiti Rena, aku bahkan baru mengetahuinya !" Rangga mencoba memohon


"Jangan sekarang, Papah sangat tahu sifat Jaya, dia tidak akan pernah membiarkanmu menemui Rena saat ini !"


"Tapi aku tidak bisa hanya berdiam disini ! aku khawatir dengan keadaan Rena ! Jawab Rangga


Terlebih, aku harus berbicara langsung dengan Om Jaya, mengapa dia menuduhku menyakiti Rena ? ini pasti salah paham ! dan aku harus meluruskannya ! lagian, apa Papah ingin perusahaan papah hancur hanya karna kesalah pahaman ini ?!" Imbuhnya


"Tentu saja ini tanggung jawabmu meluruskannya ! tapi tidak saat ini, kau tahu bahwa Rena adalah putri satu satunya milik mereka, Jaya bisa melakukan apa saja padamu ! Papah hanya khawatir Jaya melakukan sesuatu hal yang buruk ! dia sudah mengancam Papah saat di telpon !" Jelas John


"Lalu, apa yang harus aku lakukan ?!" Tanya Rangga


"Cobalah hubungi teman teman Rena, dan tanyakan apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa Rena bisa di rawat di Rumah Sakit !"


"Baiklah, aku akan mencobanya ! tapi jujur saja, tak ada teman Rena yang menyukaiku ! jadi, aku tak bisa yakin akan mendapatkan informasi dari mereka !" Jelas Rangga


"Tenanglah, Papah akan menyuruh orang dalam papah mencari tahu !" Sambil menepuk bahu putranya, ia telihat lebih tenang, mengetahui bahwa putranya tak bersalah.