
Waktu terus berlalu,Hari Senin,entah mengapa ketika hari menjadi Sabtu mereka sangat gembira menyambut Minggu dan ketika hari menunggu senin mereka akan tak sabar menunggu datangnya hari itu.
Saat sang surya mentari pagi menyambut mereka dengan penuh suka cita.Ya,itu lah saat saat indahnya bersekolah, entah itu SD, SMP maupun SMA.Saat dimana kita bisa menghabiskan masa remaja bersama sahabat maupun dia yang tercinta.
"Bund, Rena berangkat ya !" Sambil mencium tangan Ibunya
Rani hanya tersenyum
"Pak Joko ! pelan pelan bawa mobilnya ya !?
"Iya Bu !"
Rena segera masuk ke dalam mobil dan berlalu meninggalkan kompleks perumahan itu.
Setelah beberapa saat dia tiba di sekolahnya.Terlihat Tika dan Anggi sedang menunggunya di pintu gerbang sekolah.
"Hai..!! " Seru Rena berlari menghampiri kedua sahabatnya
"Yang di tunggu tunggu akhirnya datang juga !" Lirih Tika
"Masuk yuk !" Ajak Anggi
Mereka bertiga berjalan santai memasuki gedung sekolah. dan "Aaaw !" seseorang menyenggol Rena
"Maaf,aku tidak sengaja !" Pinta gadis itu
"Iya tidak apa apa !" Jawab Rena
Rena segera berbalik dan kembali melanjutkan langkah kakinya namun kali ini dia berhampiran dengan seseorang, seseorang yang selama ini tak sengaja ia rindukan.
Rena berpura pura untuk tak melihat dan mencoba menghentikan langkah kaki Rangga dengan kakinya, namun trik itu sama sekali tidak berhasil, bukan masalah itu yang membuat Rena terkejut,tapi sikap Rangga yang tiba tiba dingin dan mengabaikannya yang seketika membuat Rena terpatung dengan mulut menganga.
"Tumben tuh anak tidak mencari masalah !" Seru Tika yang masih menatap punggung Rangga dengan suara lirih
"Ren, kamu kenapa ?!" Tanya Anggi membuyarkan lamunan Rena
"Ah, tidak, tuh anak akhirnya masuk sekolah !" Sambil menatap kembali Rangga dari kejauhan
"Oh ya Tik, bukankah hari ini kamu petugas Upacara ?!" Rena mengingatkan
"Oh iya, hampir lupa, kalau begitu aku kesana dulu !" Sambil menunjuk ke arah Kantor
"Titip tasku !" Sambungnya dan beralu meninggalkan Anggi dan Rena
Waktu terus berputar,arah jam menunjukkan pukul 08:30, Upacara telah selesai, semua murid menuju kelas mereka masing masing.
KELAS XIIB
"pagi anak anak !"
"Pagi Pak !!"
"Tugas empat hari yang lalu apa kalian sudah menyelesaikannya !?"
"Sudah Pak !"
"Kalau begitu sekarang mari kita dengarkan ! Reno, maju ke depan dan bacakan sya'irmu !" Perintah Pak Wira
Reno kemudian maju kedepan ia mulai membaca karangan sya'ir miliknya
" Malangnya Negriku
Negriku...
Betapa indahnya dirimu..
Gunungmu yang hijau
dan lautanmu yang masih banyak menyimpan sejuta banyak rahasia.
Kecantikan Alammu tak dapat tertandingi
Membuat diriku ingin selalu memujamu..
Namun sayang,
Kini keindahanmu sering di jarah oleh masa
Kau seperti mantan
Setelah bosan melihat keindahanmu
kau ditinggalkan
di abaikan
dan akhirnya dirimu dilupakan
Sekian
Seluruh murid yang berada di ruangan itu tak bisa menahan tawa namun tetap memberi tepukan tangan yang meriah.
"Reno ! Apa kau sedang putus cinta ? mengapa di dalam sya'irmu kau membawa mantan ?!" Tanya Pak Wira yang tidak bisa menahan tawanya
"Hahahaaa" Anak anak tertawa kembali mendengar komentar gurunya
"Tenang,tenang !" Sambil memukul pelan mejanya
"Reno, coba jelaskan, inti dari sya'irmu !"
"Eh, Jaga dan Cintailah Warisan Negri kita !"
"Kenapa kamu bisa terinspirasi dengan ini ?!"
"Soalnya saya banyak melihat tempat tempat yang dulunya di jadikan tempat wisata tapi sekarang telah terbengkalai.Penjarahan kekayaan perut bumi dan banyaknya pengeboman ikan secara ilegal !"
"Bagus Reno,bapak bangga padamu, karna kau mengekspresikan cintamu pada Negrimu ! terima kasih Reno, kamu bisa kembali ke kursimu !"
Pak Wira memanggil setiap siswa untuk membacakan sya'ir mereka masing masing. dan sampai pada giliran Rena.
"Rena,silahkan maju ke depan !"
Rena segera berdiri dan maju kedepan,ia mulai membacakan Sya'irnya
" Mirisnya Negriku..
Hancurlah sudah Negriku yang tercinta..
Terjajah oleh bangsanya sendiri
Betapa pedihnya hatiku..
Saat melihatmu di kuasai oleh mereka..
sang pecinta kekuasaan dan kekayaan
Apalah arti dari Pancasila ?!
Ketika para penguasa tak lagi mengayomi !
Apalah Arti UU Dasar RI ?!
Kalau kemerdekaan hanyalah hak untuk kaum penguasa dan Rakyat jelata tetap terjajah !
Maafkan aku jika terkadang harus mempermalukanmu pada negara lain !
karna semua itu hanya untuk melawan mereka sang Penjajah Berdasi
Aku selalu mencintaimu dan akan terus memperjuangkanmu
walau keringat perjuanganku harus kubayar dengan darahku !
Semua murid hanya bisa menganga mendengar sya'ir yang dibawakan oleh Rena. Ia benar benar meresapi setiap kata yang ia ucapkan.
Pak Wira yang mendengarkan terkesima dengan Sya'ir yang dibuat oleh Rena,ia kemudian menepuk tangannya dan didikuti siswa yang lainnya.
"Waw, Rena, sekarang jelaskan inti dari Sya'irmu !"
"Negriku yang belum Merdeka"
"Mengapa kamu bisa terinspirasi dengan ini ?"
"Saya hanya siswa yang secara tidak langsung selalu mengamati perkembangan politik yang ada di negri kita, Betapa hancurnya sang penguasa dan pejabat, dan betapa teraniayanya kaum rakyat jelata. dimana bangsanya yang kaya semakin kaya dan si miskin semakin miskin !"
"Bagus Rena, kau menyuarakan sebagian keluhan rakyat. apa cita citamu kelak ?!" Pak Wira sedikit penasaran
"Dokter pak "
"Oh, sayang sekali, Bapak fikir kamu akan menjadi pengamat politik !
Baiklah, terima kasih Rena, kamu boleh kembali ke tempatmu !" Imbuhnya
"Anak anak, hari ini bapak sangat salut dengan kalian, semoga jika lulus nanti dan setelah kalian sukses, kalian akan tetap terus mencintai Negri kita." Lanjutnya
Tidak terasa bel istirahat pun berbunyi.
"Bel sudah berbunyi, Bapak pamit dulu."
"Iya Pak"
Pak Wira segera meninggalkan ruang kelas dan disusuli dengan beberapa murid di belakangnya
Rena yang ingin keluar kelas kembali menatap Rangga yang sedari tadi diam mengabaikannya
"(Ada apa dengan anak itu ?! tidak seperti biasanya, apa dia lagi kesambet jin bisu !?)"
"Ren, yuk !" Ajak Anggi dan Tika membuyarkan lamunan Rena
"Emm yuk !"
Rena dan kedua sahabatnya kemudian pergi, menyisakan Rangga dan Monica di dalam ruangan itu
"Mon, aku ingin bicara !"
"Bicaralah !" Jawab Monica dengan ketus
"Aku mohon, kali ini kamu mengertilah denganku !"
"Apa selama ini kamu juga mengerti denganku ?!" Tanya balik Monica
"Maafkan aku,kalau aku tidak pernah mengertimu, tapi aku mohon, jangan lampiaskan ini pada Rena, dia tidak bersalah, kami tiba tiba di jodohkan dan kami tidak bisa menolaknya !" Jelas Rangga
"Lalu, bagaimana denganku ? apa kamu pikir semudah itu untuk melupakanmu ?!"
"Tapi, selama ini aku hanya menganggapmu sebagai sahabat dan teman kecilku !"
"Apa kau tidak ada sedikit saja rasa untukku ?!"
"Mon, ku mohon, mengertilah, aku tidak ingin persahabatan kita yang sejak kecil, hancur, hanya karna perasaan ini !" Jawab Rangga
"Apa kamu mencintainya ?!"
"Ya, sepertinya aku telah mencintainya !"
"Rangga, tidak bisakah kamu berpura pura saja mengatakan kalau kau tidak mencintainya ? setidaknya jaga perasaanku."
Monica hanya bisa menangis mendengar jawaban Rangga dan pergi meninggalkannya.