Lost Love In Bloom Again

Lost Love In Bloom Again
Sahabat Rasa Saudara



Empat bulan telah berlalu dengan begitu cepat. Seperti yang telah di sepakati oleh kedua keluarga Atmajaya dan Aberald, bulan ini akan menjadi bulan dimana mereka akan meresmikan hubungan mereka menjadi besan dan mengadakan pesta pernikahan untuk kedua anak mereka.


Setelah melakukan rapat beberapa hari dan menghabiskan waktu yang cukup lumayan panjang, kini semua staf terlihat sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing, selain menyusun acara pernikahan, mereka juga masih sibuk menghubungi beberapa actris yang bisa menjadi host dan mengisi beberapa acara.


Sedang disisi lain, Rena dan kedua sahabatnya melakukan beberapa perawatan kulit di Rumah Kecantikan. Mereka yang telah berbaring di tempat tidur mereka masing-masing menikmati pijatan lembut, dan sesekali Anggi akan menatap Rena dengan ragu karna ingin mengatakan sesuatu.


"Mengapa kau terus menatapku seperti itu ?" Tanya Rena pelan


"Ah, tidak, aku hanya-" Tenggorokannya terasa tercekat, ia sangat ingin mengatakan sesuatu, tapi sepertinya tenghorokan dan hatinya ingin menghentikannya.


"Ada apa ?" Tanya Rena mulai penasaran


"Eh, tidak ! emm apa kau yakin akan menikah dengan Rangga ?" Tanya Anggi


Rena yang mendengar pertanyaan Anggi yang tiba-tiba seperti itu, hanya memasang wajah yang lebih penasaran.


"Mengapa kau tiba-tiba menanyakan hal seperti itu ? apa kau mengetahui sesuatu dari aku, yang aku tidak ketahui ?" Cecar Rena.


"Oh, maafkan aku, bukan itu maksudku, aku hanya ingin kau benar-benar yakin dengan pilihanmu !"


Rena, kau adalah sahabat terbaikku, aku hanya tidak ingin kau salah dalam memilih." Imbuhnya


Seketika senyum yang manis terukir dibibir gadis yang akan segera menikah itu.


"Terima kasih kau telah peduli, kau tak perlu khawatir, aku tidak akan salah dalam memilih, aku mencintainya seperti dia yang mencintaiku." Jawabnya lirih


"Apa kau yakin ?"


"E'hem.. tentu saja ! pernikahan kami akan segera di langsungkan, tak ada alasan untukku untuk tidak yakin dengan pilihanku !" Jawabnya tegas


Tika yang sedari tadi hanya menikmati pijatan dengan menutup mata, tak bisa berdiam diri lagi.


"Hey, ayolah, kita sedang bukan berada di ruang diskusi ! nikmati saja hari kita ini." Celetuknya


Anggi dan Rena hanya bisa tersenyum mendengar celetuk dari Tika. Namun, dibalik senyum yang Anggi tampilkan, ia semakin merasa bersalah dan terbeban dengan sesuatu yang telah ia ketahui.


Flash back On


Anggi yang sebagai pengganti Ibu untuk adiknya, hari itu pergi berbelanja bulanan di salah satu Super Market terbesar di kota itu. Anggi terus mendorong trolynya dan berhenti di salah satu gang kecil, ia berdiri di depan rak yang tertata dengan beberapa produk susu dari susu Ibu hamil, menyusui, bayi, dan untuk pertumbuhan, Ia ingin membeli beberapa susu untuk dirinya dan juga adiknya yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas.


Ketika ia sedang memilih beberapa merk baru, ia tidak sengaja mendengar percakapan dua gadis yang suaranya tak asing lagi baginya. Ya, itu adalah kedua sahabat Monica. Awalanya ia mengabaikan percakapan mereka, dan memilih untuk segera pergi, namun langkah kakinya tiba-tiba terhenti setelah mendengar salah satu dari mereka menyebut nama Rangga.


"Dia benar-benar brengsek ! dia menghamili sahabatnya sejak kecil, bukannya merasa bersalah dan bertanggung jawab, dia malah menikah dengan wanita penggoda itu !" Ucap Mia dengan ketus


"Tapi, apa kau yakin kalau Monica benar-benar mengandung anak Rangga ?" Tanya Jessi


"Tentu saja ! ia melakukannya saat kita merayakan pesta di rumah Monica, apa kau tidak mengingatnaya ? bahkan sejak saat itu hidup Monica terlihat sangat hancur. Bahkan untuk keluar rumah pun ia sangat malu."


"Aku masih tidak menyangka kalau Rangga bisa melakukan hal seperti itu. Terus, apa Rangga sudah mengetahui kalau Monica telah hamil ?"


"Tentu saja ia sudah mengetahuinya ! Monica sudah mencoba meminta pertanggung jawaban darinya, namun, apa kau tau, dia mengatakan kalau itu adalah sebuah kecelakaan dan menyuruh Monica menggugurkannya. Dia benar-benar tidak memiliki hati nurani !" Ucap Mia


"Benarkah ? aku jadi sangat kasihan dengan Monica. Hidupnya dihancurkan oleh sahabatnya sendiri." Ucap Jessi sedikit lirih


"Ah, sudahlah ! jangan membahasnya lagi. Monica pasti sudah menunggu kita, susunya sudah habis sejak kemarin." Sahut Mia dan sedikit terburu-buru mengambil beberapa kotak susu untuk ibu hamil, kemudian bergegas pergi melewati seseorang yang sedari tadi mematung di tempatnya.


Entah, kejadian itu sengaja ataupun tidak. Satu yang pasti, Anggi sangat marah dan khawatir, perasaannya campur aduk setelah mendengar semuanya. Bahkan yang akan menikah bukanlah dia, tapi ia bisa merasa hancur, bagaimana jika Rena yang mendengarnya ? apa yang akan terjadi ?


Flash Back Off


"Aakh.. segar sekali rasanya !" Seru Tika dengan bahagia dan merenggangkan kedua tangannya ketika keluar dari Rumah Kecantikan itu.


Rena lagi-lagi hanya bisa tersenyum manis mendengar legaan Tika, sedang Anggi masih dengan wajahnya yang datar, tatapannya terlihat kosong.


"Apa kau memiliki masalah ?" Tanya Rena yang tiba-tiba membuyarkan lamunan Anggi.


"Hemm ! aku sedang dilema !" Jawabnya lesu


"Ada apa ? katakan padaku, mungkin saja aku bisa membantumu !" Ucap Rena


Anggi terdiam dan menatap Rena dengan lekat.


"(Bagaimana bisa kau membantuku, sedang yang membuatku dilema adalah masalahmu yang tidak bisa aku ungkapkan ! bagaimana caranya agar kau bisa mengetahuinya sebelum terlambat ? dan apa yang akan terjadi ketika kau telah mengetahuinya ?)" Batinnya


"Mengapa kau menatapku seperti itu ?" Ucap Rena sedikit ngeri dengan tatapan Anggi yang tidak pernah dilihatnya.


Anggi menghela nafasnya kasar


"Huuuuft ! sudahlah, kecantikanmu membuat dilemaku menghilang dan berubah menjadi rasa iri !" Ucapnya datar


Rena dan Tika melototkan matanya dan kemudian tertawa terbahak-bahak


Wkwkwkw Hahaa


"Anggi ! apa kau sedang sakit ? kau tidak pernah bertingkah seperti ini !" Seru Tika


"Iya, aku terlalu serius menanggapimu ! aku tidak menyangka karna hal seperti itu membuatmu terlihat tidak bahagia !" Sahut Rena


Anggi hanya menyilangkan kedua tangannya di dada dan terus menatap kedua sahabatnya yang masih tertawa dan mulai menekan perut mereka karna menahan rasa sakit akibat terlalu tertawa berlebihan.


("Apa kau akan tetap sebahagia ini setelah mengetahui yang sebenarnya ? sungguh aku tidak tega Ren ! kau sudah seperti saudara bagiku !") Batinnya


"Berhentilah menertawaiku ! lebih baik sekarang kita pergi mencari makanan ! aku sudah sangat lapar !" Sahutnya sambil memperbaiki gagang kacamatanya dan melangkah pergi menuju mobil.


"Baiklah !" Ucap Rena


Sekali lagi, Rena dan Tika saling menatap dan


Ppfuuut.. hahaa


Mereka berdua kembali tertawa, menurut mereka ini benar-benar momen langkah melihat Anggi bertingkah seperti itu. Seperti yang kalian ketahui, Di antara mereka bertiga, Anggi-lah yang selalu bersikap dan bertingkah dewasa, ia bahkan sangat tertutup dengan sesuatu yang bersangkutan dengannya. Dan bahkan sampai saat ini, Rena dan Tika belum pernah mendengar dan mengetahui cerita tentang ia mendapatkan seseorang penggemar misterius yang berinisial "D"