
Di kediaman Atmajaya
Rena terlihat kesal,ia bergegas masuk ke kamar dan menghapus riasan yang masih melekat diwajahnya.Rani yang sangat tahu karakter putrinya segera menyusul menemuinya.
Tok tok tok
Perlahan pintu kamar Renaa terbuka.
"Sayang,boleh Bunda masuk ?" Tanyanya, kemudian perlahan mendekati Rena di meja rias.
"Apa kamu marah sama Bunda ?" Sambil mengusap pelan kepala Rena
"Pokoknya Rena tidak ingin di jodohkan dengan dia si otak mesum itu !" Serunya dan berbalik menatap Ibunya dengan wajah kesal
"Otak mesum ? maksud kamu Rangga ?" Rani sedikit kebingungan
"Iya buund ! aku tidak ingin di jodohkan dengannya, lagian kan Rena baru berumur 18 tahun, masa sudah di jodohkan sih ? seperti di zaman Siti Nurbaya saja !" Celetuknya
"Hahaa ko Rangga di panggil otak mesum sih ?" Tawa Rani
"Ya, memang dia otak mesum ko' !"
"Ya sudah,Bunda tidak akan memaksakanmu, tapi Bunda harap, Rena bisa setuju dengan keputusan Ayah dan Bunda." Kata Rani
Kemudian Rani beranjak pergi meninggalkan putrinya dan menuju ruang kerja suaminya.
"Bagaimana ? Apa dia masih marah ?" Tanya Jaya
Rani menghembuskan nafasnya pelan
"Yaaah, begitulah !" Sembari mendekati suaminya
"Sepertinya kita harus menyusun rencana buat mereka." UcapJaya dengan senyum menggoda dan Istrinya hanya bisa mengangguk setuju
•••
Di Taman sekolah
Terlihat Rena duduk sendiri sambil membaca buku, dan kemudian seorang siswa tiba tiba berdiri di sampingnya mencoba mendekati.
"Hai !" Sapa lelaki itu
"Ya !" Jawab Rena datar
"Bolehkah aku duduk ?" Tanyanya
Rena mendongakkan kepalanya
"Boleh !" Sambil tersenyum ramah
"Emm, kenalkan,aku Arka !" Sambil menjulurkan tangannya
"Aku Rena !" Dengan senyum ramah tanpa menyambut tangan Arka
Secara tidak langsung, Rena telah menolaknya. Arka hanya tersenyum dengan perlakuan Rena, baginya, Rena tidak sama dengan siswi lainnya yang ada di sekolah ini.
Arka adalah siswa favorit di sekolah Tunas Bangsa,selain memiliki wajah yang tampan, dia juga adalah salah salah satu pemenang Olimpiade Matematika se provinsi tahun ini.
"Emm, nanti, kamu pulangnya dengan siapa ?" Tanya Arka
"Dia akan pulang denganku !" Sahut Rangga sambil berjalan mendekati mereka
Arka dan juga Rena sontak kaget mendengar jawaban Rangga. Rena segera menutup bukunya dan berdiri menatap Rangga dan Monica yang menghampirinya.
"Apa maksudmu ?" Tanya Rena sambil menyilangkan kedua tangannya
"Apa kamu tidak mendengarnya ? aku bilang, kau akan pulang denganku !" Ucapnya dengan nada sedikit acuh
Arka segera berdiri menatap Rangga, ia sangat terlihat kesal dengan cara Rangga memperlakukan Rena
"Memangnya kau siapa hah ?!" Seru Arka
"Rangga, sudahlah,kau tak perlu membuang waktu bersama mereka !" Sahut Monica mencoba menarik Rangga menjauh, namun Rangga memberatkan langkah kakinya.
"Kalau boleh ku saranin, mending kau pulangnya dengan dia saja ! apa kau tidak melihatnya ? dia seperti permen karet yang selalu lengket padamu !" Ucap Rena sambil mengarahkan dagunya ke arah Monica
Lagian aku sudah janjian dengan Arka !" Imbuhnya sambil menggandeng tangan Arka
Arka sedikit terkejut dengan tindakan Rena, ia menatapnya dengan lekat.Merasa Arka sedikit kebingungan, Rena hanya tersenyum mengangkat bahunya pada Arka.
Monica yang merasa di permalukan oleh Rena segera pergi dengan kekesalan dan Rangga pun mengejarnya.
"Apa kau serius ingin pulang denganku ?" Tanya Arka yang masih tak percaya
"Maaf ya ? aku jadi merepotkanmu !" Sahut Rena sambil melepaskan tangannya
"Tidak, kau sama sekali tak merepotkanku, aku malah senang kalau kau ingin pulang denganu !" Jawab Arka dengan semangat
"Ya sudah, kalau begitu, aku ke kelas dulu !" Sambil berlalu meninggalkan Arka sendiri
•••
Rena dan Arka yang baru tiba di parkiran sekolah terkejut, tiba tiba sebuah mobil sport berhenti tepat di depan mereka, perlahan kaca jendela mobil terbuka
"Masuklah !" Ajak Rangga dengan ketusnya
"Apa kau sudah gila ! bukankah aku sudah mengatakannya, kalau aku pulangnya dengan dia !" Seru Rena
"Tapi aku sudah berjanji akan mengantarkanmu pulang !" Ucap Rangga
Arka mulai emosi melihat tingkah Rangga yang menurutnya sedikit berlebihan.
"Menganya kau berjanji dengan siapa ?"
Mendengar jawaban Rangga, Arka hanya tertawa sinis
"Haha, apa kau sedang bermimpi ?!" Sambil menunjuk ke arah Rangga
Tiba tiba,Ponsel Rena berdering
"Halo Yah !"
"Ren, kamu pulangnya di antar sama Rangga dulu yah,soalnya Pak Joko sedang mengantar Bunda ke rumah Tante Nisa."
"Ya sudah, kalau begitu Rena sama temen Rena saja ya ?" Pinta Rena
"Tidak boleh, Ayah belum mengenal teman teman Rena, lagian Ayah juga sudah percaya sama Rangga." Tegasnya
"Tapi Yah!" Rena sedikit merengek
"Tidak ada tapi tapian,Ayah akan menunggumu di rumah." Titah Jaya dan menutup telponnya, ia kemudian terkekeh bersama istrinya
Rangga yang masih duduk di dalam mobilnya tersenyum, ia tahu jelas apa yang sedang terjadi,karna sebenarnya itu adalah permintaan Rangga kepada Jaya yang sudah berkomunikasi sebelumnya.
Rena hanya bisa menatap Arka dengan dengan sangat menyesal
"Arka, maaf ya ? sepertinya kali ini aku tidak bisa pulang denganmu !" Ucap Rena
Arka hanya menganggukkan kepalanya dan pergi meninggalkan Rena dengan penuh kekecewaan.
Rena berbalik memasang wajah cemberutnya pada Rangga dan segera masuk ke dalam mobil,pada saat itu Monica yang sedari tadi mendengar percakapan mereka terlihat begitu kesal iya mengepalkan tangannya, entah apa yang ia pikirkan.Namun Rangga tak mengetahuinya ia segera melaju meninggalkan gedung sekolah.
•••
Di tengah perjalanan,ponsel Rangga berdering
"Halo Mon !"Sahut Rangga
"Halo,Rangga, bisakah kau menolongku ?!" Ucap Monica dengan suara sedikit panik
Mendengar suara Monica, Rangga segera menepikan mobilnya.
"Apa yang terjadi ?!" Tanya Rangga sedikit khawatir
"Ada pengendara yang menghalangi mobilku, aku sangat takut !"
Dor dor dor
Terdengar suara pintu mobil yang di gedor dengan paksa
"Rangga ! tolong aku !" Pekiknya
"Ok, dimana kau sekarang ? aku akan segera ke sana !" Seru Rangga dengan panik
"Aku akan mengirimimu sharelock !"
"Baiklah, tunggu aku, dan jangan membuka pintunya sampai aku datang, oke !"
"Baiklah !"
Tut. Telpon terputus
Rangga segera menoleh ke samping, namun ia tak menemukan keberadaan Rena. Ia bergegas keluar dari mobilnya dan mendapati Rena telah masuk ke dalam mobil Taxi.
"Rena... !" Teriaknya, ia mencoba mengejarnya, namun tak berhasil, mobil itu telah melaju.Ia kembali masuk ke dalam mobilnya
Drrrt drrt.. sebuah pesan WA
Rangga meraih ponselnya dan membuka pesan, itu lokasi Monica saat ini. Sebelum ia melajukan mobilnya, ia menelfon Jaya terlebih dahulu. Dan kemudian memutar balik mobilnya kemudian melaju.
•••
Dari kejauhan, ia bisa melihat mobil Monica yang di gedor dengan paksa oleh dua orang lelaki,sepertinya itu adalah begal.Ia segera menepikan mobilnya
"Hey ! apa yang kalian lakukan ******* !" Teriak Rangga
Kedua lelaki itu menoleh dan menghentikan aksinya, ia berjalan mendekati Rangga,dan perkelahian di mulai
Gedebuk !
Buk !
Paaak buk !
Bruuuk
Salah satu dari mereka terjatuh,teman lainnya segera membantunya berdiri dan kemudian memilih untuk melarikan diri.
Melihat kedua lelaki itu telah pergi, Monica segera membuka pintu mobilnya dan berlari ke arah Rangga dengan menangis
"Rangga, aku sangant takut ! hiks hiks" Serunya, menghamburkan dirinya dalam pelukan Rangga
"Sssyut, tidak apa apa,tidak apa apa, semuanya telah selesai !" Sahutnya sambil mengelus pelan belakang Monica
"Tapi aku masih takut Rangga, bagaimana jika mereka menungguku di tempat lain ?!"
"Tidak akan, aku akan mengantarmu pulang !" Jawab Rangga
"Lalu bagaimana dengan mobilku ?"
"Aku akan menelfon seseorang untuk mengantarnya ke rumahmu !"
Rangga menuntun Monica masuk ke mobilnya, setelahnya, ia berlari kecil menuju kursi kemudi.dan kemudian mobil melaju.