
"Mon, aku minta maaf !?" Rangga benar benar merasa sangat bersalah
"Hem ? Kenapa kamu harus meminta maaf ?!" Tanya Monica, iakebingungan dengan sikap Rangga yang tiba tiba berubah seperti menyembunyikan sesuatu
"Ah, itu, Maafkan aku selama ini selalu menyusahkanmu !" Jawab Rangga sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tak gatal dan tersenyum bodoh
Monica menyilangkan kedua tangannya di dada, menatap Rangga penuh curiga
"Kau sedikit aneh hari ini, apa kau menyembunyikan sesuatu dariku ?!" Tanya monica
Rangga mulai kikuk dengan tatapan itu, ia kemudian tertawa paksa
"Hahaa, memangnya apa yang ku sembunyikan darimu ?!" Tanyanya
Rangga benar benar terlihat bodoh
"Baiklah aku akan ke UKS untuk meminta obat !" Ia segera mengalihkan topik
"Aku akan menemanimu ?!" Seru Monica
"Ah, tidak perlu, lebih baik kau menghabiskan makananmu.aku tidak akan lama, oke !"
Rangga pun berlari meninggalkan Monica yang masih berdiri ditempatnya menatap kepergiannya
Setelah Rangga menghilang dari pandangannya, Monica kembali duduk bergabung bersama Reno dan ke empat lainnya.
"Ren, aku mau tanya !" Monica menatap Reno dengan wajah serius
Ukhuk ukhuk !! Reno tiba tiba tersedak melihat tatapan Monica yang mengintimidasi
"Kau sangat menakutkan ! kau ingin menanyakan apa ?!" Tanya Reno
"Apa Rangga menyembunyikan sesuatu dariku ?!" Pertanyaan itu benar benar mengintimidasi Reno
"Memangnya apa yang disembunyikan Rangga darimu ?!" Celoteh Dicky yang masih asik mengunyah makanannya
"Aku tidak menanyakanmu bodoh !" Tegur Monica
"Eh, itu, aku akan menyusul Rangga !" Jawab Reno yang segera beranjak dari tempat duduknya
"Kini aku lebih yakin, kalau Rangga memang menyembunyikan sesuatu dariku !" Ketus Monica sembari meninggalkan mereka.
Anggi dan Tika yang sedari tadi mendengar percakapan mereka hanya saling menatap satu sama lain.
•••
Rena yang sudah tiba di atap sekolah benar benar menemukan Arka.Ia menghela nafasnya lega, perjuangannya menaiki setiap tangga tak sia sia, ia kemudian berjalan mendekati Arka yang duduk termenung dengan earphone yang terpasang di telinganya.Sepertinya ia benar benar menikmati lagu yang ia dengarkan.
"Ternyata kau benar disini !" Seru Rena yang sudah berdiri di samping Arka
Arka yang melihat Rena segera melepas earphonnya
"Mengapa kau bisa kesini ?! Tanya Arka
"Apa kau tahu ?! aku sudah menjelajahi setiap sudut ruangan hanya untuk menemukanmu !" Rena melap keringat yang mulai bercucuran di dahinya
"Mengapa kau mencariku ?" Tanya Arka kembali
"Pertama, apa aku bisa meminta airmu ?" Sambil melirik botol air meneral yang ada di samping Arka
"Baiklah, nih !" Arka menyodorkan botol minumnya
"Apa aku boleh duduk ?" Tanya Rena kembali
"Tentu saja !" Jawab Arka datar
Rena perlahan duduk disamping Arka
"Apa kau marah padaku ?!" Tanya Rena yang sudah tidak bisa menahan dirinya untuk menanyakan hal ini
"Untuk apa ?" Tanya Arka kembali dengan nada dingin
"Sepertinya memang begitu !" Rena menundukkan kepalanya.
Arka kemudian berbalik menatap Rena dalam diam
"Semalam, apa kau marah padaku ?" Tanya Arka
Rena mengangkat wajahnya kembali menatap Arka
"Tetang apa ?"
"Saat aku ingin menciummu !"
"Iya, sebenarnya tidak !" Jawab Rena ragu
"Lalu, mengapa kau meninggalkanku tanpa kabar ?" Tanya Arka tak ingin berbasa basi
"Ituu, sebenarnya seseorang telah menculikku !" Jawab Rena
"Menculikmu ?! Tanya Arka sedikit bingung
Mengapa kau mematikan ponselmu saat aku mencoba menelfonmu ?
Rena tak bisa menjawab,ia membisu
Bukankah kau bersama calonmu ?!" Imbuhnya
Arka tak bisa lagi menahan dirinya menanyakan masalah ini. Pertanyaan ini sudah menghantuinya sejak Ibu Rena mengatakannya.
"Calon ?!" Sejak kapan kau tahu tentang hal ini ?!" Tanya Rena, dia benar benar sangat terkejut bahwa Arka sudah mengetahui rahasianya.
"Berarti benar !" Arka memalingkan pandangannya,hatinya benar benar kecewa.
Ibumu mengatakannya padaku, malam itu aku benar benar khawatir denganmu, lalu aku berinisiatif untuk kerumahmu untuk menanyakanmu." Jelas Arka
"Baiklah, karna kau sudah mengetahuinya, aku tidak perlu lagi merahasiakannya darimu !" Jawab Rena
Perkataan Rena memancing seluruh amarah Arka
"Apa maksudmu ? merahasiakannya dariku ? apa kau ingin mempermainkanku ? apa selama ini kau tidak menyadari kalau aku sangat mencintaimu ? apa menurutmu hatiku tidak berarti ?!" Tanya Arka secara beruntun
Perasaan Rena campur aduk mendengar semua pertanyaan itu
"(Mengapa dia sangat marah ?Apakah benar, dia mencintaiku ? Apa yang harus aku katakan ? Mengapa aku harus bingung ? dia adalah lelaki terbaik ! Tapi--)" Gumamnya sambil menundukkan wajahnya yang mulai merasa bersalah
"Apa kau mencari Rena ?"
"Apa kau melihatnya ?" Tanya Rangga
"Sepertinya dia ke atap sekolah menyusuli Arka !"
Tanpa membuang waktu, Rangga segera berlari menaiki anak tangga,ia seperti ingin terbang saja agar cepat menemui Rena.
Sedang Rena yang masih terdiam dalam lamunannya, fikirannya benar benar kacau.
"Lantas, untuk apa kau ingin menemuiku ?!" Tanya Arka kembali mengejutkan lamunan Rena
Sambil berbalik menatap Rena yang sudah tertunduk sedih dengan penuh kebingungan di kedua matanya.
Perlahan Arka menangkup wajah Rena dengan kedua telapak tangannya.
"Apa kau benar benar tidak menyadari, kalau aku sangat mencintaimu ?!" Suara Arka mulai merendah
Rena tak mampu menatap wajah Arka, ia tak tahu saat itu ia harus berkata apa. Arka yang tidak bisa lagi menahan gejolak yang ada di jiwanya perlahan mengangkat dagu Rena, menciumnya mesra dengan penuh cinta.
Disisi lain
Rangga yang terengah engah tiba tepat waktu, ia benar benar murka melihat Arka yang telah mencium mesra Rena.
Tanpa membuang waktu, Rangga segera berlari mendekati mereka,ia menarik kerah baju seragam Arka dan memberinya beberapa pukulan, Saat itu Rangga terlihat sangat ingin menghabisi Arka.
Darah mulai bercucuran keluar dari hidung dan bibir Arka. Rena sangat terkejut dengan kedatangan Rangga yang secara tiba tiba dan memukul Arka secara brutal.
Rena yang melihat darah yang sudah bercucuran di hidung Arka segera berlari mendekatinya, dan membantunya membersihkan dengan sapu tangan dari kantong bajunya.
Rangga yang melihat tindakan Rena tak bisa lagi membendung kemarahannya. Ia segera menarik tangan Rena menjauh dari Arka,namun Rena segera menepisnya, dan mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman Rangga.
"Lepaskan dia !" Seru Arka yang tidak lagi menghiraukan lukanya
"Apa hakmu menyuruhku melepaskannya ?!" Tanya balik Rangga menantang
"Dan apa hakmu ?!" Tanya kembali Arka
"Apa kau sangat ingin mengetahuinya ? apa hakku ?!" Tanya Rangga sedikit berdecih
"Rangga !!"Pekik Rena,ia membentak Rangga, namun Rangga tidak menghiraukannya
"Apa maksudmu ?!" Tanya Arka yang benar benar ingin tahu
"Dia adalah calonku, tidak ! lebih tepatnya kami berdua telah dijodohkan ! dan dia akan menjadi menantu Aberald !" Tegas Rangga dengan bangganya
Plaaaaak !!
Rena menamparnya, Rangga menatap Rena dengan bingung.
"Aku sudah memperingatkanmu, kalau perjodohan ini tidak akan pernah terjadi !" Sambil menunjuk ke arah Rangga
"Apa pun itu,kau tak bisa mengelak !" Tegas Rangga
"Aku belum menyetujuinya ! dan tak akan pernah mau menyetujuinya !" Seru Rena dengan suara meninggi.Sorot matanya benar benar tajam menatap Rangga.
Rangga benar benar tercengang dengan sikap Rena, menurutnya itu sangat berlebihan.Apa selama ini cintanya hanya bertepuk sebelah tangan ?! mengapa dia harus semarah itu ?.Sepertinya tamparan itu, sedikit memberinya penjelasan.
Rena melepaskan tangannya dari cengkraman Rangga, dan segera meraih tangan Arka pergi menjauh meninggalkan Rangga seorang diri yang masih terdiam mematung. Apa dia syok ?! Ini pengalaman pertamanya ditolak oleh seorang wanita.
Sedangkan disisi lain
Monica yang mengikuti Rangga dari belakang juga masih mematung, terkejut mendengar pengakuan Rangga.Ia menutup rapat mulutnya,dan tak terasa air matanya jatuh kian deras membasahi pipinya.Ia benar benar tak bisa membayangkan betapa kejamnya Rangga atas dirinya.
Dan akhirnya ia menyadari, bahwa selama ini cintanya hanya bertepuk sebelah tangan.
"(Apa dia baru saja menolakku ? mengapa dia sangat membenciku ? apa tak ada rasa sedikitpun hatinya untukku ? mengapa dia harus mempermalukanku ?!)" Segala pertanyaan menumpuk di fikiran Rangga, kakinya terasa lemas memikirkan semua itu, ia jatuh berlutut.
"(Apa begini rasanya patah hati ?)" Ia memegang kepalanya dan meremas rambutnya
"Aaaaaargh !! Aaaaaaargh !!! " Rangga berteriak sekencang kencangnya meluapkan rasa kekesalan yang menyakitkan hatinya. Ia kemudian meremas dadanya
("Mengapa hati ini terasa sangat menyakitkan ? ")
Rangga tak lagi menghiraukan memar di punggung tangannya,mungkin ia terlalu keras memukul Arka, hingga meninggalkan bekas memar pada kulitnya.
•••
Sedang Rena yang menarik Arka, membawanya menuju ruang UKS.Rena kemudian membersihkan lukanya dan memberi betadin.
"Aaw !!" Rintih Arka
"Apa ini sangat sakit ?!" Tanya Rena Dengan wajah yang penuh kekhawatiran
"Itu tidak seberapa, dibanding saat kau meninggalkanku sendiri tanpa kabar !" Jawab Arka menatap Rena dengan penuh makna
"Maafkan aku, karna aku, kau jadi begini" Rena menundukkan wajahnya
"Apa orang yang menculikmu semalam adalah Rangga ?!" Tanya Arka
Rena hanya menganggukkan kepalanya, kemudian berjalan menyimpan kotak P3K dalam lemari.
"Jadi ini rahasiamu yang tidak ingin aku ketahui ?!" Tanya Arka dengan sedikit senyum
"Yap, dan sekarang kau telah mengetahui segalanya ! jadi sekarang apa yang akan kau lakukan ?!" Jawab Rena sambil menatap Arka
"Maksudmu ?" Tanya Arka ingin lebih tau
"Maksudku, apa kau akan menjauhiku, dan tak ingin berteman denganku lagi ?!"
Arka hanya bisa tersenyum mendengar pertanyaan Rena
"Entahlah,sepertinya aku harus mencobanya !" Arka mencoba mempermainkan Rena
Rena terlihat sedih mendengar jawaban Arka.
Arka memukul pelan kepala Rena,dengan tersenyum ia berkata
"Bagaimana aku bisa berada jauh darimu !!?"
Rena hanya bisa membalas senyuman Arka, dan menatap Arka penuh arti.