Lost Love In Bloom Again

Lost Love In Bloom Again
Skandal.



Hari demi hari telah berlalu, Rangga yang telah bebrapa kali melakukan pemeriksaan, dan kini ia sedang menjalani terapi agar bisa kembali berjalan dengan normal.


Satu langkah


Dua langkah


Tiga langkah


Empat langkah


Lima langkah


Dan akhirnya ia tidak bisa mengimbangi dirinya kemudian terjatuh.


Bruuukh..


"Tn. Rangga.. !" Seru perawat yang selalu mengawasi perkembangannya ingin membantu.


Namun Arka segera mengangkat tangannya menolak.


"Tidak perlu." Ucapnya menahan bobot tubuhnya dan berusaha sekuat mungkin untuk kembali berdiri.


"Aakh.. Aaaa.." Teriak Rangga sedikit kesal, ia sudah merasa bosan untuk tinggal lebih lama di rumah sakit ini. Ia ingin mencari dimana keberadaan Rena saat ini.


"Rangga.." Ucap Mariah mencoba menenangkan putranya. Kemudian membantunya kembali duduk di kursi roda.


"Jangan terlalu memaksakan dirimu sayang !" Ucap Mariah lembut.


"Sampai kapan aku harus duduk di kursi ini ?!" Kesal Rangga.


"Sabar sayang, kau pasti akan segera sembuh dan segera berjalan seperti semula."


"Ini semua karna Monica ! dia terus mengacaukan hidupku. Bahkan setelah ia mati dia masih terus membuatku tersiksa seperti ini !" Kesalnya memukul-mukul kakinya.


"Tidak sayang ! jangan berkata seperti itu." Peluk Mariah menahan amarah putranya.


Rangga menangis tersedu di pundak Ibunya.


"Mah.. sampai kapan aku akan seperti ini ? hiks hiks.."


"Sesegera mungkin, percayalah ! kau asti akan segera sembuh." Ucap Mariah mengelus punggung anaknya.


Mamah akan melakukan apa saja untukmu, agar kau segera berjalan kembali." Imbuhnya.


Beberapa detik kemudian.


"Aku ingin beristirahat." Ucap Rangga pelan.


Perawat yang selalu menemaninya, dengan sigap mendorong kursi Rangga dan membantunya kembali berbaring di tempat tidurnya.


Setelah merasa selesai dengan tugasnya, perawat itu segera pergi dan menutup pintu.


"Apa kau ingin makan sesuatu ?!" Tanya Mariah.


Rangga menolak dengan mengangkat tangannya sebelah.


"Sedikit lagi." Ucapnya


"Kalau begitu, istirahatlah..!" Ucap Mariah memperbaiki selimut putranya.


Rangga menatap Ibunya dengan dalam dan akhirnya dia mengatakan sesuatu.


"Mah,, tidak bisakah mamah memberitahuku dimana keberadaan Rena saat ini ?"


"Tidak bisakah kau menyakan hal lain selain wanita itu ?" Tanya Mariah dengan nada dingin.


"Mah !"


"Tidak Rangga, kau tidak perlu menanyakannya lagi, dia sudah memiliki kehidupannya sendiri. Sebaiknya kau jangan mencari tahu atau mengganggunya lagi."


"Bagaimana Mamah bisa tahu ?"


Mariah tidak menjawab dan pergi meninggalkan Rangga, dia memilih duduk di sofa dan menyalakan TV yang telah disediakan di kamar itu.


Berita Headline News.


Hari ini masyarakat dan khususnya para pengguna media sosial telah ramai memperbincangkan perilaku tidak senonoh yang di lakukan seorang dokter wanita yang baru saja mendapatkan gelarnya sebagai dokter wanita terbaik di kota ini.


Terlihat beberpa foto telah beredar, memperlihatkan dokter yang berinisial RMA yang bekerja di salah satu Rumah Sakit besar.


Di foto tersebut memperlihatkan bagaimana RMA mabuk berat di salah satu club malam. Dan berakhir bersama seorang pria di sebuah Apartemen mewah. Yang di sinyalir adalah teman rekan kerjanya sesama dokter di Rumah Sakit tempat mereka bekerja. Berinisial AF.


Setelah mencari beberapa informasi. Dokter tersebut benar adalah pewaris tunggal Royal AT Corporation. Putri tunggal Atmajaya Grad Lion. Sedangkan dokter pria adalah anak dari Pimpinan Rumah Sakit Anutapura Prof.dr. Ferdiansyah. Tempat dimana mereka bekerja saat ini.


Saat ini pihak kepolisian sedang menindak lanjuti kasus ini.


Mariah terkejut dan memelototkan matanya tak percaya. Ia segera mematikan TV dan memutar kepalanya menatap Rangga, berharap anaknya tidak melihat berita tersebut.


Namun sayang, Rangga jelas-jelas telah menyaksikan berita itu secara seksama.


("Jadi selama ini dia bekerja disiini ?!") Batinnya.


Dan yang lebih mengejutkannya adalah, ternyata Dokter yang selama ini merawatnya adalah Arka saingan beratnya sewaktu SMA. Dan kini dia telah berhasil mendapatkan hati Rena.


Memang benar, perubahan Arka saat ini jauh lebih berbeda saat mereka SMA dulu.Bukan hanya dari postur tubuh, tabi juga gaya bicara dan potongan rambutnya.


Jika dulu Arka sedikit ceking dan pendiam dengan sorot mata yang dingin. belum lagi dengan gaya rambutnya yang selalu dibiarkan jatuh menutupi jidatnya.


Saat ini Arka lebih terlihat kekar dan berkarisma, senyumnya juga lebih terlihat ramah dan menawan. Dengan potongan rambutnya yang rapi memperlihatkan jidatnya yang sederhana. Siapa yang tahu jika dia adalah Arka si kutu buku siswa terbaik di sekolahnya.


Rangga tertawa kecil, merasa dirinya telah dibodohi dan di permainkan. Sebelumnya ia pernah mendengar kalau orang yang pertama merawatnya adalah seorang dokter wanita sebelum akhirnya di ambil alih oleh dr.Arka.


("Apa dia yang mengirimnya ?") Batinnya.


"Hemhem..!" Rangga tertawa hambar.


"Rangga..!!" Ucap Mariah mencoba ingin menjelaskan sesuatu.


Rangga mengangkat tangannya sebelah dengan padangannya mengarah ke depan. Ia menatap kosong.


"Mamah tidak perlu lagi menjelaskannya !"


•••


Di depan Rumah Sakit kini telah di penuhi banyak wartawan. Terlihat beberpa orang bagian keamanan mencoba menahan beberapa wartawan yang memaksa menerobos masuk.


Kali ini adalah berita besar. Mereka tidak akan membiarkan Rena lolos dari pertanyaan mereka. Bukan hanya menyinggung anak dari Pimpinan Rumah Sakit. Tapi juga pewaris tunggal Royal AT Corporation anak dari Atmajaya Grad Lion.


Beberapa para pesaing bisnis dari Atmajaya menjadikan berita ini sebuah kesempatan untuk meruntuhkan kerajaan Royal AT Corporation yang pimpinannya terkenal tegas,dingin dan senang menghancurkan perusahaan yang bermain miring dengannya.


Rena yang telah mengetahui para wartawan telah menunggunya keluar. Merasa sangat takut dan khawatir. Ia meremas tangannya sangat erat.Tubuhnya kini di penuhi keringat dingin.


"Tenanglah, semua akan baik-baik saja. Rendy telah menelfonku !" Ucap Arka mencoba menenangkan kekasihnya.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang ?! saat ini semua orang pasti menatapku hina dan menjijikkan !" Ucap Rena frustasi.


"Tidak, siapapun yang berani mengatakanmu hina dan menjijikkan, aku akan memberinya pelajaran !"


Rena melipat bibirnya dan menggigitnya, hingga ia tidak merasa kalau dirinya telah menyakiti dirinya sendiri.


Terlihat darah segar mulai keluar dari bibir tipisnya.


"Rena..!" Hardik Arka panik.


Apa yang kau lakukan ?!"


"A-aku takut ! bagaimana dengan perusahaan Ayahku ? karierku ?! semuanya akan hancur !" Ucap Rena yang kini mulai mengeluarkan cairan bening dari matanya.


"Semuanya telah hancur karna perbuatanku sendiri !" Sesalnya frustasi.


Ia menjambak rambutnya dengan sangat kuat.


"Menagapa aku begitu ceroboh !?"


Arka yang tidak tega melihat kekasihnya hancur seperti itu segera memeluknya dengan sangat erat.


"Tidak Ren.. kau tidak akan hancur !" Ucapnya mencoba menenangkan kekasihnya.


Percayalah padaku dan juga kakakmu !"



Sedangkan Rangga memberontak ingin keluar dari kamarnya mencari keberadaan Rena saat ini. Ia tahu kalau saat ini Rena pasti merasa sangat syok dan frustasi.


Dirinya sangat mengenal Rena dengan baik. Rena tidak mungkin melakukan perbuatan seperti yang di beritakan saat ini.


"Rangga..! apa yang kau lakukan ?" Hardik Mariah mencoba menahan kursi putranya.


"Mah ! lepaskan kursinya, aku akan pergi sendiri." Ucap Rangga mencoba melepaskan pegangan Ibunya yang mencoba menahan kursi rodanya.


Karna tidak bisa melawan Ibunya, Rangga segera meraih kedua tongkat yang biasa ia pakai untuk berlatih dan memaksakan dirinya untuk berdiri.


Walaupun itu sangat menyakitkan bagi dirinya, ia hanya bisa menahannya dengan sekuat tenaga, hingga ia berjalan dengan pincang meninggalkan Ibunya yang hanya bisa menangis menatap kepergiannya.


"Rangga.. dengarkan mamah sayang.." Ratap Mariah.


.


.


Rangga terus berusaha berjalan semampunya melewati beberapa koridor mencari keberadaan Rena. Entah sudah berapa kali ia jatuh dan kembali bangun hanya untuk mencari keberadaan Rena.


Ia terlihat mencoba bertanya kepada beberapa perawat dan staf Rumah Sakit dimana keberadaan Rena saat ini. Namun semuanya nihil, tidak ada yang tahu pasti dimana posisi Rena saat ini.


Puncak Pemberitaan semakin memanas. Beberapa stasiun televisi ramai memberitakan masalah ini. Surat kabar hingga majalah ternama telah di terbitkan hari itu juga dan semuanya menuliskan skandal besar ini.


Bahkan ada yang sengaja membesar-besarkannya bahwa selain propesinya sebagai dokter. Ia juga menjadi seorang wanita simpanan.


Bukan hanya foto Arka yang terpampang jelas. Tapi juga foto Rendy Vikrans. Yang mana semua orang belum tahu identitas Rendy yang sebenarnya. Mereka hanya tahu bahwa Rendy adalah seorang pengusaha sukses.


Sedang di sebuah ruang kerja yang tidak begitu mewah, terlihat lelaki tua tersenyum begitu puas setelah membaca majalah yang ada di tangannya.


Ia meletakkan majalah tersebut dan kemudian meraih cangkir yang berisi kopi kesukaannya dan menyeruputnya dengan pelan. Ia menikmati secangkir kopi dan kekacauan di perusahaan Atmajaya saat ini.