Lost Love In Bloom Again

Lost Love In Bloom Again
Kelulusan



Hari terus berlalu berganti minggu dan bahkan bulan,tak terasa UAN pun sudah selesai. kini seluruh siswa hanya tinggal menunggu waktu keluarnya nilai dan kelulusan mereka.


•••


Anak anak berlarian menuju papan pengumuman. Semua anak terlihat gembira walau mendapatkan nilai rendah,tapi mereka 100% semuanya lulus.Hanya saja kali ini yang membuat mereka tercengang adalah nilai Rangga yang tiba tiba melonjak naik di atas rata rata siswa berprestasi seperti Arka,dan Rena berada pada urutan kedua


Rena keluar dari kerumunan siswa dengan wajah di tekuk dan ada wajah penasaran yang tergambar jelas di wajahnya.


"Wah, hebat, kamu berada di urutan ke dua, selamat ya Ren !" Seru Tika membuyarkan lamunan Rena


"Tapi, aku masih penasaran,bagaimana bisa si otak mesum itu, bisa mendapatkan nilai tertinggi dari aku ?!" Dengan suara lirih


"Tidak mengapa, kan kamu juga masih dapat nilai tertinggi dari kita ?!" Hibur Anggi


"Masalahnya bukan seperti itu, kalian tau sendiri kan, Rangga orangnya kaya gimana ?!"


"Udahlah Ren, yang penting sekarang kita lulus... !!" Seru Tika


Mereka kemudian berjalan ke arah kantin sekolah. Ditengah perjalanan mereka berpapasan dengan Arka


"Selamat ya Ren !" Ucap Arka


Rena hanya tersenyum dan menatap Anggi kemudian menatap kembali Arka


"Emm, iya, bay the way kita ke kantin dulu ya !?" Sahut Rena kemudian melanjutkan langkahnya


"Apa aku boleh bergabung dengan kalian ?!" Tanya Arka


"Emmm.. " Rena bingung harus mengiyakan atau menolaknya


"Boleh !" Jawab Anggi


Kantin Sekolah


Suasana hening,hanya bunyi dentingan sendok yang berbunyi saat mengaduk mie pesanan mereka.Sejak saat Rena mengetahui perasaan Anggi pada Arka, Rena mulai menghindarinya.


"Ren, kamu jadi kan masuk di fakultas kedokteran ?!" Tanya Arka mencairkan suasana hening di meja mereka


"Emm iya.. !"


"Ntar barengan yuk mendaftarnya !"


"Tapi aku sudah janjian dengan Anggi !"


"Oh, benarkah ? kalau begitu kita bertiga barengan aja ! Boleh kan ?!" Tanya Arka sambil menatap Anggi


Ukhuk Ukhuk... Anggi tersedak saat menghirup kuah mienya.Ia merasa malu saat di tatap oleh Arka


"Nih minumnya !" Sambil menyodorkan segelas air putih


"Bagaimana ? bolehkan ?!" Tanya kembali Arka


"Em, tentu saja !"


Arka tersenyum dan kembali menatap Rena


"Bukannya kamu menerima beasiswa ke AS ?!" Tanya Tika


"Sebenarnya sih iya, tapi aku menolaknya !"


"Kenapa kamu menolaknya ? kan sayang !"


"Mereka masih akan menerimaku jika aku mau, tapi aku masih ingin menghabiskan waktuku berasama seseorang ?!" Jawab Arka dengan senyum sesekali melirik Rena yang hanya asik menikmati makanannya.


"Seseorang ?!"


"Ya ! aku masih harus berusaha mendapatkan hatinya !"


"So sweet.... !" Sambil menangkup kedua pipinya dengan siku diatas meja, tanpa mempedulikan kedua sahabatnya.


"Kamu sendiri ? kedua sahabatmu masuk di fakultas yang sama."


"Hehee otak aku gak nerima !" Cengingiran


Arka hanya bisa tersenyum mendengar jawaban Tika.


•••


"Bunda.... " Rena berlari masuk kedalam rumahnya


"Bunda... "


"Bunda di sini sayang !" Sambil menata bunganya di vas bunga


Rena segera berlari mendekap bundanya dari belakang


"Kelihatannya kamu senang sekali hari ini !"


"Aku lulus !" memberikan selembar kertas kepada Bundanya


"Wah, anak bunda hebat !"


"Tapi, Rena berada di urutan ke dua !" Sedikit menekuk wajahnya kebawah


"Gak apa apa sayang, walaupun kamu masih di urutan ke dua bunda juga tetap bangga !" Sambil berbalik dan menangkup wajah anaknya


"Apa bunda mau tau siapa yang berada di peringkat pertama ?"


Rani hanya menatap putrinya ingin tahu


"Anaknya tante Maria !"


"Maksud kamu Rangga ?"


"Menurut bunda siapa lagi !?"


"Benarkah ? wah hebat !"


"Tapi, Rena masih tak percaya kalau dia bisa dapat nilai tertinggi, bahkan bisa di setarakan dengan nilai temen aku Arka !"


"Hemm tidak percaya atau tidak rela ?!" Ledek Rani


"Iih apaan sih bunda, aku bukannya tidak rela, bunda kan tau sendiri kalau prilaku rangga itu seperti apa !"


"Memangnya seperti apa ?!"


Rena hanya bisa terdiam, dia tak bisa untuk menjelaskan. Rani kemudian mengajak anaknya duduk di sofa


"Menurut bunda dia anak yang baik dan juga sopan."


"Itu menurut bunda !"


"Jadi menurut kamu Rangga seperti apa ?!"


"Menurut Rena dia anak yang nakal dan tentu saja berotak mesum !"


"Sebenarnya apa yang terjadi, sampai kamu terus mengatainya si otak mesum ?!"


"Dia... apa bunda tau, hari pertama aku masuk sekolah dia membuat kekacauan, sampai Ibu Kepsek marah besar kepadanya."


"Hanya karna dia terlambat masuk sekolah dan tidak di bolehin Pak satpam masuk,dia menaruh obat perangsang dalam kopi Pak satpam. Menurut bunda dari mana dia mendapatkan obat itu ? kecuali dia memang sering memakai obat itu !"


"Oh ya ?!"


"He'em.. makanya aku gak salah dong kalau ngatain dia si otak mesum !" Sambil menyandarkan kepalanya di bahu Bundanya


"Walau seperti itu kamu tidak bisa menghakimi dia seperti itu. Bukankah bunda pernah mengatakan, kalau kita tidak bisa begitu saja menilai seseorang dari luar maupun fisiknya,bisa saja itu sebuah topeng yang ia pasang untuk menutupi sebagian kelemahannya."


"Tapi bunda, emang udah jelas dari karakternya dia memang seperti itu !"


"Sayang, apakah kamu tidak tau, seseorang bisa saja memainkan karakternya sesuai yang ia inginkan !"


"Udah ah, capek ngomong sama bunda, pasti bunda akan selalu membelanya !" Sambil beranjak dan menuju kamarnya


"Sayang, ko'gitu sih ngomong sama bunda !"


Sambil tersenyum menatap kepergian Rena


"Capek bund,, Rena mau istirahat !"


•••


Drrrt Drrrt.. (Pesan WatshAp)


"Hai Ren !"


Lima detik kemudian


"Apa kamu sedang tidur"


"Selamat yah atas kelulusannya !"


"Apa kita bisa bertemu ?"


Di kamar Rangga


"Hmmmp sepertinya dia tidak membaca pesanku." Lirihnya menatap layar ponsel dengan walpaper wajah Rena.


Ia merebahkan dirinya di atas kasur dengan terus menatap foto Rena yang ada di layar ponselnya


"Mengapa hatimu sangat sulit terbuka untukku ?!" Sambil menutup matanya dengan lengan kanannya.


Drrrt drrrrt.. Mata segera terbuka dan membuka pesan masuk.


"Hai Rangga !"


"Selamat atas kelulusanmu dan aku masih tidak menyangka kalau kamu kembali mendapat nilai tertinggi sama seperti saat kita waktu SMP."


Rangga masih terlihat kecewa karna ternyata bukan balasan dari Rena melainkan pesan masuk dari Monica


"Hai Mon !"


"Iya selamat juga atas kelulusanmu !"


"Apa kau masih marah padaku ?"


"Untuk apa aku marah padamu ?! Mon, maafkan aku !"


"Aku juga minta maaf atas sikapku yang berlebihan.Tidak seharusnya aku memaksamu untun mencintaiku.Kau memang benar,rasa ini hanya menghancurkan persahabatan kita !"


"Terima kasih kalau akhirnya kamu mengerti."


"Ya.. !"


"Kamu ada waktu tidak malam ini ?!"


"Emm malam ini kayanya aku gak bisa."


"Emm baiklah,maaf jika aku mengganggumu !"


"Oh tidak sama sekali."


•••


Malam harinya. Di ruang Keluarga Abelard


"Rangga, bagaimana hubunganmu dengan Rena ? apa ada kemajuan ?!"


"Hmmm." Rangga hanya menghembuskan nafas kekecewaan


"Apa kamu belum berhasil mendapatkan hatinya ?" Ledek Ayahnya sedikit tersenyum


Rangga hanya bisa mengangguk mengiyakan pertanyaan Ayahnya


"Sepertinya, Papah tidak salah memilih calon menantu !"


"Maksud Papah !" Tanya Rangga heran


"Dia wanita yang keras dengan pendiriannya. Sebagai pengusaha,kita membutuhkan sosok pendamping seperti itu."


"Benarkah ?"


"Apa kau tidak bisa melihatnya pada mamah kamu ?!" Sambil melirik istrinya yang duduk di sampingnya.


"Kalau mamah, emang wanita yang patut di cintai, selain cantik mamah juga sosok yang ramah,lembut dan karismatik ! Mamah adalah cinta pertamaku !"


"Lihat dirimu, kau selalu memuji mamah, bagaimana bisa kamu mendapatkan pacar ?"


"Jadi apa rencanamu selanjutnya ?" Tanya John


"Sepertinya aku harus mendekatinya kembali."


"Apa kamu yakin ?"


"Hemm,rencana papah sepertinya gagal, ia malah lebih tak memperdulikanku !"


"Benarkah ?"


"Hemm, aku takut kalau anaknya Dr.Ferdi akan mendahuluiku !" Ucap Rangga


"Apa maksudmu ?"


"Arka juga menyukai Rena.Bahkan Rena lebih suka pada Arka dibanding denganku !"


"Wah, anak mamah punya saingan berat,kalau begitu kau tak boleh tinggal diam lagi." Seru Mariah mamah Rangga


"Hmmmp.. apa kau sudah memiliki rencana ?" Tanya kembali John


"Aku berencana ingin mengadakan pesta kelulusan di sekolah."


"Apa kau membutuhkan bantuan Papah ?"


"Tentu saja, hanya papah yang bisa meminta langsung pada pemimpin sekolah."


"Baiklah, nanti papah akan menelfonnya."