Lost Love In Bloom Again

Lost Love In Bloom Again
Cukup Dia



"Hey ! turunkan aku !!"Seru Rena, mencoba memberontak memukul bahu Rangga


"Terserah,bereteriaklah sesukamu ! aku tak akan pernah melepaskanmu !" Ucap Rangga


Semua orang yang melihat kejadian itu, menatap Rangga dengan heran, dan akhirnya ada seseorang yang mencoba membantu.


"Apa yang kau lakukan pada gadis itu ?" Tanya seorang lelaki paruh baya perlahan mendekati


"Maaf tuan, gadis ini adalah calon istriku, tapi dia malah pergi berdua dengan lelaki lain !" Sahut Rangga


"Bohong pak !!" Rena berteriak memberontak


Lelaki itu masih terdiam menatap Rangga


"Baiklah, apa aku harus menelfon Ayahmu !?" Tanya Rangga mengancam Rena


Rena segera terdiam mendengar ancaman Rangga.


"Seharusnya kamu malu dengan tunanganmu ! walau sudah mendapatimu dengan lelaki lain, tapi dia masih menginginkanmu !" Ucap lelaki itu, menatap Rena dengan tatapan menjijikkkan, kemudian ia berbalik meninggalkan mereka berdua


"Dasar anak jaman sekarang, sangat tidak memiliki etika !!" Gerutu lelaki tua itu


Namun masih terdengar jelas di telinga Rena.


"Apa yang dia inginkan ? bukankah calonnya adalah pria yang sangat tampan ?!"


"Iy, aku juga yakin kalau pria itu pasti anak konglomerat ! lihat saja pakaiannya !" Beberapa orang terdengar sayu saling berbisik membicarakan Rangga dan Rena


Rena merasa sangat malu diperlakukan seperti itu, Ia hanya menundukkan kepalanya, pasrah dengan apa yang akan dilakukan Rangga.


Sedang Rangga hanya tersenyum pada orang orang yang masih menatapnya dan kembali melangkahkan kakinya pergi.


Sesampainya di Ruang Bawah Tanah, Rangga membuka pintu mobilnya dan mendudukkan Rena,ia kemudian menutup pintu mobilnya dan berlari pelan menuju kursi kemudi.


"Pakai sabuk pengamanmu !" Perintah Rangga


Namun Rena mengabaikannya, Rangga kemudian membantunya memakai sabuk pengaman dan perlahan melirik Rena.


Jika di perhatikan lebih dekat ternyata rena memiliki tahi lalat kecil di bagian tulang rahang dekat dari telingnya, itu benar benar terlihat cantik dan sangat menggoda


Ia menghela nafasnya pelan


"(Huuf ! Cukup Tuhan menciptakan satu seperti itu, dan cukup dia)" Gumam Rangga yang tak bisa menahan hasratnya


Ia segera kembali ke posisinya dan memakai sabuk pengaman,kemudian menyalakan mesin mobilnya dan melaju meninggalkan area parkiran


•••


"(Mengapa Rena belum juga kembali ? apa terjadi sesuatu dengannya? atau.. jangan jangan dia marah padaku dengan apa yang tadi terjadi ?!)" Arka mulai terlihat gelisah di tempat duduknya


"(Mengapa Rangga terlalu lama ?! dasar menyebalkan !)" Monica mengumpat Rangga sesekali ia melirik pintu masuk


Beberapa menit berlalu,film yang seharusnya menjadi momen penting buat Arka dan Monica benar benar berantakan.


Arka segera keluar mencari Rena begitupula dengan Monica. Arka mencari Rena di setiap sudut ruangan,bahkan toilet wanita, namun nihil, Arka tak dapat menemukan Rena. Ia kemudian berinisiatif untuk menelfon Rena


Ponsel Rena berdering


Rena menatap layar ponselnya


"Arka ?!"


Rangga yang mendengar Rena menyebut nama Arka segera merampas ponsel Rena dari tangannya. dan menon aktifkan ponselnya.


"Rangga !! apa yang kamu lakukan ? kau benar benar kelewatan !" Bentak Rena, namun Rangga tak meresponnya


"(Mengapa Rena mematikan ponselnya ? apa dia benar benar marah padaku ?)" Arka bertanya tanya dalam hatinya


Monica juga melakukan hal yang sama, namun Rangga juga hanya mematikan ponselnya.


"(Sialan kau Rangga !!)" Monica benar benar kesal pada Rangga


Bruuuuk


Mereka bertabrakan


"Hey ! apa kau tak memiliki mata ?!" Seru Monica,ia benar benar melampiaskan kemarahannya


Arka hanya menatapnya bingung, perlahan Monica menoleh menatap orang yang menabraknya


"Arka ?! mengapa kamu bisa berada disini ?" Tanya Monica kebingungan


"Kamu sendiri ?!" Tanya Arka kembali dengan datar


"Tadinya aku bersama Rangga, tapi, entah kemana dia pergi !" Jawabnya, ia masih terlihat kesal


"Apa kamu menunggu seseorang ?!" Tanya Monica melihat Arka yang tidak terlalu memperdulikannya


"He'em !" Jawab Arka singkat


"Baiklah, aku akan pergi !" Monica pamit berharap Arka akan menahannya, namun tidak seperti yang ia inginkan,jangankan menahannya, Arka bahkan tak menjawab dan meliriknya sama sekali.


Monica segera pergi dengan umpatan yang tak pernah meninggalkan mulutnya


"Sial ! mengapa laki laki semuanya sangat menyebalkan ?!" Gerutunya, Ia terus berjalan dan menelfon taxi


Sedang Arka yang masih diposisi yang sama, mencoba berfikir


"(Ataukah Rena bersama Rangga ?)" Arka terus bertanya tanya


Ia kemudian mempercepat langkah kakinya menuju parkiran bawah tanah dan segera masuk kedalam mobil.


•••


Rangga yang sudah memesan nasi goreng di pinggir jalan berjalan mendekati Rena yang masih terduduk diam di salah satu bangku


"Ini, makanlah !" Seru Rangga menyodorkan sepiring nasi goreng


Namun Rena masih terus mengabaikannya.


"Apa kau masih marah ?" Tanya Rangga


Masih tak ada respon. Rangga menghela nafasnya pelan


"Baiklah, katakan padaku, apa yang kau inginkan ?!" Tanya Rangga lembut


"Apa aku bisa memakai ponselku ?!" Tanya Rena


Tapi,tentu saja setelah kau menghabiskan makananmu !!" Imbuhnya


"Dasar Psiko !! Ucap Rena mengumpat


Aku hanya ingin mengabari bunda !" Lanjutnya


"Baiklah, pakai ponselku !" Sambil menyodorkan ponselnya


"Aku tidak mau !" Jawabnya


Rangga terlihat mengotak atik ponselnya dan menelfon.


"Halo tant !" Sapa Rangga


"Ya, halo ! ini siapa ya ?" Tanya Rani yang melihat nomor baru di layar ponselnya


"Ini Rangga !"


"Oh,kamu, ada apa Rangga ?"


"Tante, Rena pulangnya mungkin sedikit terlambat, tidak apa apa kan ?!"


Rani sedikit kebingungan


"Bukankah Rena perginya bersama Arka ?" Tanya Rani


"Iya, tapi sekarang Rena bersamaku !" Jawab Rangga


"Oh, begitu ?! Baiklah,jangan terlalu larut pulangnya Rangga,besok Rena harus sekolah !" Kata Rani memperingati


"Baik tant !"


Tut. Telfon terputus


"Sudah !


Kamu tidak perlu khawatir lagi, cepat habiskan makananmu ! kalau tidak, aku tidak akan mengantarmu pulang !" Perintah Rangga


Disisi lain


Arka sudah tiba dirumah Rena,dengan cepat ia berlari mendekati pos jaga yang ada di rumah Rena


"Pak, apakah Rena sudah kembali ?!"


"Bukankah Non Rena perginya bersama anda ?!" Tanya satpam itu kembali menatap Arka bingung


Rani yang mendengar suara mobil di depan rumah,segera keluar untuk melihat


"Nak Arka !? apa yang kamu lakukan disini ?" Tanya Rani sembari mendekati Arka


"Ah, maaf tante, aku hanya ingin memastikan Rena sudah kembali atau belum !?"


"Hmm, apa Rena tidak memberitahumu kemana dia pergi ?!"


Rangga hanya tersenyum menggelengkan kepalanya


"Aku sudah mencoba menelfonnya beberapa kali,tapi sepertinya ia mematikan ponselnya ! aku khawatir jika terjadi sesuatu padanya !" Jawab Arka frustasi


"Anak yang baik ! Ucap Rani


Kamu tidak perlu mengkhawatirkannya lagi, dia sekarang bersama calonnya !" Jelasnya


Rani sengaja tak menyebut nama Rangga,ia tidak ingin anaknya mendapat masalah


"Calon ?!" Tanya Arka spontan


"Apakah Rena juga belum memberitahumu ?!" Tanya Rani bingung dengan sikap Arka


"Emm belum tante ! Jawab Arka, wajahnya terlihat memucat karna frustasi


Kalau begitu, aku pergi dulu tante !?" Imbuhnya sambil menundukkan kepalanya


"Iya !" Jawab Rani senyum


Rangga kemudian berbalik dan masuk ke dalam mobilnya lalu menyalakan mesin mobil dan pergi meninggalkan area perumahan.


"(Calon ? mengapa Rena tak pernah memberitahuku ?! aaaakh sial !)" Arka merasa sangat kesal,ia merasa dipermainkan oleh Rena


•••


Rangga dan Rena yang sudah kembali ke dalam mobil bersiap untuk pulang.


"Apa kamu sangat begitu membenciku !" Tanya Rangga menatap Rena yang masih terus membisu


Lagi lagi Rena tak meresponnya


Rangga menarik nafasnya dalam lalu menghembusnya kasar


"Huuuft ! tahu begini,akan lebih menyenangkan bila bersama Monica !" Rangga mengumpat pelan,namun Rena tentu saja masih bisa mendengarnya


"Kalau begitu turunkan aku sekarang ! Rena bertambah kesal mendengar umpatan Rangga


Aku juga lebih suka menghabiskan waktuku bersama Arka ketimbang denganmu !" Imbuhnya dengan suara sedikit meninggi


"Kenapa kau harus membentakku ?! dan kenapa kamu harus membandingkanku dengan dia ?!" Tanya Rangga yang sudah mulai kesal akan sikap Rena


"Bodoh amat !! kamu sendiri membandingkan aku dengan wanita itu !" Ketus Rena


"Apa kau marah mendengar aku lebih suka bersama Monica ?!" Rangga menyeringai


"Terserah !" Jawab Rena jutek menutupi kebenaran


"Sepertinya memang begitu !"


Hening


"Apa kau cemburu ?" Tanya Rangga kembali


"Hahaa yang benar saja,mengapa aku harus cemburu ?!"


"Lantas, mengapa kau marah ?!"


("Apa yang harus aku katakan ? Astaga ! sepertinya aku terjebak, Sial !") Gerutu Rena