Lost Love In Bloom Again

Lost Love In Bloom Again
Berpura



Ketika kau memilih untuk bertindak, apakah kau yakin akan bisa hidup bahagia ? entahlah, mungkin saja itu akan terjadi. Tapi, kau harus tahu, bahwa, sesuatu yang di paksakan akan berakhir pilu pada ujungnya.


💔


Dari kejauhan, terlihat sebuah mobil sport berwarna merah berhenti di tepi jalan. Lelaki yang ada di dalam mobil itu terlihat sangat kacau, entah sudah berapa kali ia membenturkan kepalanya di stir kemudi mobilnya. Ia sangat kesal ! kesal akan dirinya yang begitu bodoh dan ceroboh.


"Aaaaaargh !" Teriaknya histeris.


"Bodoh !"


"Bodoh !" Ucapnya, dan kembali membenturkan kepalanya.


Namun tiba-tiba ponselnya berdering. Ia perlahan meraih ponselnya, "Mamah" itulah nama yang naik di layar ponselnya


"Halo Mah !"


"Sayang, kau ada dimana ? dari semalam Mamah mencarimu ! jangan membuat Mamah khawatir ! kau ingat bukan, kalau malam ini adalah acara pertunanganmu dengan Rena." Ucap Mariah yang terdengar cemas.


"Akuu ! aku lagi di jalan Mah ! sebentar lagi aku akan sampai." Jawabnya


"Baiklah, Mamah akan menunggumu."


Tut. Telpon terputus


Setelah menutup telpon, Rangga menyandarkan kepalanya di sandaran jok. Perlahan ia menutup kedua mata mencoba menenangkan fikirannya. Ia tidak mungkin menemui Ibunya dalam keadaan yang kacau dangan mood yang kurang baik.


Butuh beberapa waktu, akhirnya ia kembali mengemudikan mobilnya dengan cepat.


Disisi lain, di ruang tunggu Bandara.


"Arka, apa kau yakin akan pergi ?" Tanya wanita yang sering di panggil Mamah oleh Arka.


Arka hanya bisa menganggukkan kepalanya. Terasa berat baginya meninggalkan kota itu, namun, ia tak ada pilihan lain, tak ada lagi wanita yang harus ia perjuangkan di kota itu.


"Mengapa sangat tiba-tiba ? kau bahkan sempat bertengkar dengan Ayahmu hanya karna kau tak ingin ke universitas itu !"


Arka tersenyum sinis sebelum menjawab pertanyaan Bibinya.


"Aku hanya ingin merasakan suasana baru ! lagian, waktu itu aku hanya terlalu bodoh untuk menolak pergi."


"Benarkah seperti itu ? atau kau memiliki masalah yang tidak Mamah ketahui ?"


"Tidak ada, aku hanya benar-benar ingin merasakan suasana baru. Lagian kampus itu sangat terkenal dengan lulusan terbaiknya. Aku ingin menjadi dokter hebat melebihi Ayahku !" Dalihnya.


"Tapi Mamah akan sangat merindukanmu ! hiks hiks hiks " Ucap wanita itu dan mulai terisak.


"Mah, jangan menangis, aku akan mencoba untuk selalu menghubungi Mamah !"


"Kau berjanji ? Hiks hiks"


"Aku berjanji !"


Wanita itu hanya bisa menyandarkan kepalanya di bahu keponakan yang sudah di anggapnya sebagai anak sendiri.


Sejak Ibu Arka pergi meninggalkannya, wanita itulah yang terus merawat Arka hingga sekarang. Dia adalah kakak dari Ayah Arka, ia sebenarnya sempat menikah, namun akhirnya bercerai, karna tak kunjung mendapatkan keturunan. Akhirnya, ia memutuskan untuk tinggal bersama adiknya, dan merawat Arka.


•••


Ketika mentari telah terbenam di ufuk barat, perlahan bulan menampakkan dirinya dan terus naik menerangi bumi yang gelap. Namun, untuk malam ini, langit yang begitu indah di hiasi oleh rembulan dan berjuta bintang telah terabaikan.


Hotel Royalty, tempat di mana acara pertunangan anak dari CEO terkenal dan sangat di segani oleh beberapa pengusaha lainnya telah diselenggarakan. Tempat itu kini terlihat lebih indah dari pemandangan langit malam ini.


Berbagai kalangan tamu telah datang, dari kalangan VIP hingga yang formal. Kini tempat itu telah di penuhi oleh lautan manusia. Mereka bukan hanya sekedar untuk menghadiri atau menikmati jamuan pesta malam itu, melainkan sebuah bisnis. Kapan lagi mereka bisa bertemu dan berbicara langsung dengan CEO ternama itu. Bagi para pengusaha, ini adalah sebuah kesempatan baginya, untuk memperkenalkan diri.


Waktu terus berputar, waktu yang ditunggu begitu lama, namun akhirnya berakhir dengan waktu yang begitu singkat. Rangga dan Rena yang sudah melakukan poresesi pemasangan cincin, kini telah asik mengobrol dengan beberapa sahabatnya. Mereka terlihat begitu sangat bahagia, hingga seorang teman menanyakan seorang sahabat yang tidak di lihatnya malam ini.


"Oh ya, ngomong-ngomong di mana Arka ? dari tadi aku mencarinya, tapi aku sama sekali tidak melihatnya, apa kau tidak mengundangnya ?" Tanya Tika


Seyum yang tadi merekah, seketika berubah menekuk kebawah, menandakan dirinya bersedih.


"Ada apa ?" Tanya Anggi


Rena perlahan menceritakan kejadian saat terakhir kali dirinya bertemu Arka di sebuah Butik.


Tika membulatkan matanya, mulutnya ternganga saat mendengar cerita itu.


"Apa kau serius ?" Tanya Tika


Rena menganggukkan kepalanya, mengiyakan pertanyaan Tika.


"Sejak saat itu, aku tak pernah lagi mendengar kabarnya, dia seperti menghilang di kota ini." Ucap Rena.


Sedang Anggi yang sedari tadi mendengar penuturan Rena, hanya bisa terdiam dan mencerna, entah mengapa ada sedikit kebahagiaan yang tumbuh di hatinya saat ini, tapi, itu bukan yang terpenting. Yang terpenting sekarang adalah, dimana Arka saat ini ? tak ada yang mengetahuinya.


Di sisi lain Toilet Pria


Dua orang lelaki terlihat berdiri, melepaskan hajat mereka.


"Ren, aku ingin menanyakan sesuatu darimu !" Ucap Rangga tanpa menatap Reno.


"Apa ? kau terlihat sangat serius !" Jawab Reno santai.


"Kemarin malam, apa yang terjadi denganku kemarin malam ?" Tanyanya


"Em, aku juga tidak begitu mengingatnya, tapi, terakhir kali,aku melihat Monica membawamu keluar dari ruangan. Setelahnya, aku tidak tahu, aku begitu mabuk malam itu." Jawab Reno tidak terlalu menanggapi.


"Entahlah, sepertinya Monica yang memesankan Taxi untuk mengantar kami pulang. Ada apa ? apa terjadi sesuatu ?"


"Ah, tidak ! tidak ada yang terjadi." Jawabnya


"Lalu mengapa kau menanyakannya ?" Tanya Reno yang kemudian penasaran.


"Aku, aku hanya tidak terlalu menyadari diriku yang telah mabuk, aku hanya takut, kalau aku melakukan kesalahan pada kalian saat aku tidak sadarkan diri !" Dalihnya, ia kemudian menarik res sleting celananya, dan melangkah pergi untuk membasuh kedua tangannya di washtafel.


Reno yang masih tertinggal di tempatnya, merasa bahwa ada sesuatu yang telah terjadi, dan Rangga menyembunyikannya darinya. Ia kemudian bergegas dan menyusul Rangga.


"Ngomong-ngomong, mengapa aku tidak melihat Monica malam ini ?" Tanya Reno mencari tahu.


"Ah-, itu-, aku juga tidak tahu !" Ucapnya sedikit panik.


Reno yang memperhatikan tingkah sahabatnya, semakin yakin, bahwa sesuatu telah terjadi.


"Bukankah kemarin kalian baik-baik saja ? lalu mengapa ia tidak menghadiri acaramu ?" Tanya Reno dan menaikkan alisnya sebelah, menatap tajam ke arah Rangga.


"Apa kemarin malam, sesuatu telah terjadi di antara kalian ?" Tanya Reno semakin mengintimidasi.


Rangga yang mendapat pertanyaan yang bertubi-tubi dari sahabatnya, terlihat semakin panik, ia kemudian tertawa palsu mencoba menutupi masalahnya.


"Hahaa ! mengapa kau seserius itu ? tidak ada yang terjadi ! sebenarnya dia mengatakan padaku kalau dia tak akan datang !" Dalihnya.


"Mengapa ? mengapa dia tidak ingin datang ?"


"Entahlah, kau tanyakan saja padanya !" Jawabnya, dan berlalu pergi meninggalkan Reno dengan sejuta tanya di dalam hatinya.


Menyadari dirinya telah di tinggal. ia pun bergegas pergi menyusul Rangga.


"Hei ! tunggu !" Teriaknya.


Rangga yang mendengar panggilan sahabatnya, segera mempercepat langkah kakinya, ia tidak ingin lagi mendapat pertanyaan mengintimidasi dari Reno.


Waktu terus berputar, hingga sampai di penghujung acara, Ketika sebagian orang menyumbangkan beberapa lagu, Rangga yang juga sangat suka dengan musik, untuk malam itu, ia membawakan sebuah lagu untuk mengungkapkan rasa bahagianya.


Song 🎵


Kekasih Impian.


Aku 'tak pernah meminta


Sosok pendamping sempurnah


Cukup dia yang selalu


Sabar dalam menemani kekuranganku


Namun Tuhan menghadirkan


Kamu wanita terhebat


Kuat 'tak pernah mengeluh


Bahagiaku selalu bersamamu


Andai ada keajaiban


Akan 'ku ukirkan


Namamu di atas bintang-bintang angkasa


Agar semua tahu


Kau berarti untukku


S'lama-lamanya kamu milikku


Dan perlahan ia mendekati Rena, dan mengenggam tangannya dengan erat. Ia dapat melihat, betapa bahagia kekasihnya malam itu. Mata yang berbinar cerah dan senyum yang terus mengembang di kedua bibirnya. Namun dirinya harus berpura bahagia, karna sebuah kesalahan yang tak sengaja ia perbuat. Ia tidak tahu, apa yang akan terjadi jika akhirnya kekasihnya tahu yang sebenarnya. Akankah Rena pergi meninggalkannya ?


("Aku tidak akan membiarkannya !") Batinnya.


Kini telah 'ku buktikan


Kamu pendamping setia


Kuat 'tak pernah mengeluh


Bahagiaku s'lalu bersamamu


Andai ada keajaiban


Ingin 'ku ukirkan


Namamu diatas bintang-bintang angkasa


Agar semua tahu


Kau berarti untukku


S'lama-lamanya kamu milikku