
Rena melihat Arka terus mengusap kedua betisnya. Membuatnya merasa tidak enak dan bersalah.
"Apa itu sangat menyakitimu ?!"
Sini biar aku melihatnya" Imbuhnya, kemudian mulai menggulung celana Arka dan melihatnya.
Rena menggigit bibirnya pelan, dia tidak menyangka cubitannya akan meninggalkan bekas memar seperti itu.
"Sepertinya tadi aku terlalu bersemangat !!" Lirihnya pelan.
"Maafkan aku.. " Ucapnya kemudian mendongakkan kepalanya menatap Arka.
Namun Arka hanya diam dan terus memandanginya.
"Emm.. ?!" Ucap Rena kembali dan memasang wajah imutnya.
Membuat Arka tersenyum dan mengecup jidatnya.
"Sudah, tidak apa-apa. Lagi pula resepmu kali ini benar-benar ampuh, walau itu menyakitiku." Ucapnya lembut dan membantu Rena untuk berdiri.
"Tunggu disini, aku punya sesuatu untukmu !"
Arka kemudian berjalan keluar ruangan dan mengambil buket yng sudah ia persiapkan sebelumnya.
Dia kembali berjalan masuk dan menyerahkannya pada Rena.
Mata Rena terlihat bahagia mendapati sebuket bunga. Ia menerimanya lalu menghirupnya pelan.
"Apa kau suka ?!" Tanya Arka.
Rena menganggukkan kepalanya pelan.
"Apa kau tahu makna dari bunga krisan putih ?"
Arka menyudutkan bibirnya, sejujurnya dia tidak begitu tahu makna-makna dari sebuah bunga.
Rena tersenyum.
"Lalu mengapa kau memberiku bunga ini ?!"
"Itu, aku hanya tahu kalau kau sangat menyukai krisan putih." Jelas Arka.
Rena kemudian meletakkan buket tersebut dan kemudian melingkarkan tangannya di tubuh Arka.
"Krisan putih memiliki makna kejujuran dan kesetiaan. Itu mengapa aku sangat menyukainya. Dan aku selalu berharap hal itu juga ada pada hubunganku dengan semua orang entah itu sahabat,keluarga,ataupun kekasih.
Aku pernah terkhianati, dan aku tidak ingin hal itu terjadi lagi !" Jelas Rena.
Arka menatap mata gadis itu dengan lekat.
"Ren, jika suatu saat kau mendapati suatu rahasia tentangku, mau kah kau berjanji ?!" Tanyanya kemudian.
Rena menyudutkan bibirnya sedikit bingung.
"Memangnya kau memiliki rahasia apa ? apa ada sesuatu yang tidak ku ketahui ?" Tanyanya sedikit menjauhkan tubuhnya.
"Itu.. aku berjanji suatu saat aku akan memberitahumu ! tapi aku ingin kau berjanji satu hal."
"Apa itu ?!" Tanya Rena.
"Jangan pernah meninggalkanku, apa pun yang terjadi. Jangan pernah mendengarkan apa pun yang di katakan orang lain kepadamu, aku akan berusaha menjelaskannya sendiri padamu." Ucap Arka dengan cukup serius.
Rena tersenyum dan menangkup wajah kekasihnya.
"Hei.. mengapa kau jadi seserius ini ?"
"Berjanjilah dulu padaku hem ?!" Tanya Arka mengerutkan alisnya.
Rena menatap mata Arka dengan seksama, dia kemudian tersenyum dan menganggukkan kepalanya pelan.
"Okey, aku berjanji !" Jawabnya.
Pada akhirnya malam itu mereka berdamai kembali.
•••
Royal AT Corporation.
Di dalam ruangan dengan meja yang cukup panjang dengan layar yang menggambarkan grafik penjualan.
Plaaak..
Jaya baru saja membanting Beberapa berkas di atas meja. Membuat semunya tersentak kaget. Hawa di ruangan itu sudah sangat menegangkan sejak awal ia masuk.
Dia melakukan rapat dadakan setelah menerima berkas dari asistennya.
"Apa saja yang kalian lakukan ?!" Bentak Jaya dengan mata menyalang.
Dia sangat marah ! kejadian ini tidak pernah terjadi sebelumnya, dan ini benar-benar kesalahan yang fatal. Beberapa cotumer telah lari darinya dan sekarang nilai penjualan sangat menurun drastis.
Apa ada yng bisa menjelaskan mengapa nilai penjualan kita menjadi sangat merosot seperti ini ? bahkan jauh dari standar perusahaan !!" Tanyanya mengintimidasi semua yang menghadiri rapat tersebut.
Detik kemudian.
Kurasa kalian semua sangat menikmati hasil kerja kalian selama ini sampai kalian terlalu santai dalam bekerja !" Ucapnya menatap satu persatu karyawan nya yang sudah menunduk.
Ia kembali membuka berkas selanjutnya, dan sekali lagi.
Plaaak..
Dia kembali melempar satu berkas. Dan kali ini di depan bagian departemen pemasaran.
"Apa ini ?
Perusahaan yang baru maju seperi StarLight bahkan mampu menyaingi nilai pembeli ? dan sekarang mereka juga menarik beberapa customer kita !!" Bentak Jaya.
"Maaf pak, kami juga sedikit terkejut. Tiba-tiba saja beberapa customer lari dan berpindah pada Starlight !" Jawab Rio. Dia adalah direktur pemasaran.
"Apa kau tidak bertanya mengapa mereka tiba-tiba beralih ?!" Tanya Jaya tegas.
"Mereka mengatakan bahwa harga jual produk kita terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan kualitas barang yang di pasarkan."
"Mengapa bisa seperti itu ? bukakah selama ini kita selalu memakai bahan-bahan yang berkualitas ?!" Tanya Jaya menatap tajam bagian departemen produksi.
"Satu bulan yang lalu, kayu yang masuk di pabrik memang sedikit tidak memenuhi standar berkualitas tinggi. saya pikir untuk sesekali itu tidak jadi masalah. tapi saya benar-benar tidak menyangka bagaimana tiba-tiba customer bisa mengetahuinya." Jelas Bagas.
Jaya membanting tangannya di meja. membuat semunya kembai tersentak.
"Mengapa kau tidak pernah memberitahuku sebelumnya ? Bukankah aku sudah pernah mengatakan untuk tidak pernah memakai bahan berkualitas rendah ?!" Bentak Jaya.
"Maafkan saya pak !!"
Jaya memincingkan matanya tajam.
"Bagaimana para customer bisa mengetahuinya ?!" Tanyanya kemudian.
"Saya juga tidak tahu pak, sepertinya seseorang telah meretas keamanan data dari perusahaan kita, sehingga mereka mampu mengetahui kekurangan perusahaan dengan cepat !!"
"Bagaimana hal itu bisa terjadi ?!"
Semuanya hanya bisa terdiam.
"Bagas ! Temui saya diruangan !!" Ucap Jaya kemudian meninggalkan ruangan itu menyisakan ketegangan.
•
Ruangan Atmajaya.
"Ini untuk pertama kalinya kau berbuat kesalahan !" Ucap Jaya mengintrogasi Bagas.
Sepertinya kau sangat menikmati prestasimu selama ini !" Imbuhnya kemudian.
"Maafkan saya pak !!" Ucap Bagas menundukkan wajahnya.
"Apa yang akan kau lakukan dengan ini ?! apa aku harus memecatmu ?!" Tanya Jaya terdengar mengancam.
Bagas segera menjatuhkan lututnya dan bersujud meminta maaf.
"Maafkan saya pak, saya bersalah. Tolong jangan pecat saya, saya berjanji akan memperbaiki segalanya." Ucap Bagas memohon.
"Apa kau tahu apa kesalahan terbesarmu ?!" Tanya Jaya pelan namun mengandung hawa yang cukup dingin.
Bagas terlihat kesusahan, bola matanya menari dan terus berfikir cukup lama.
Jaya tertawa mencemooh.
"Bahkan kau tidak tahu apa kesalahan terbesarmu !"
Sepertinya aku benar-benar salah telah menunjukmu menjadi penangnggung jawab bagian produksi !" Imbuhnya.
"Maaf atas kecerobohan saya pak ! maaf karna saya tidak mematuhi anda !!" Ucap Bagas kemudian.
Jaya mengeluarkan senyum yang menakutkan.
"Apa kau tahu konsekuensi bagi yang tidak mematuhi aturanku ?!!"
Konsekuensinya adalah,mereka akan di keluarkan dari perusahaan dengan memotong gaji dan juga harus membayar denda sebagai ganti rugi untuk perusahaan.
Semua karyawan tahu, jika mereka di keluarkan dari perusahaan Royal AT karna membuat kesalahan, maka sangat tidak mungkin akan mendapatkan kesempatan bekerja di perusahaan lain.
Bagas menyeret tubuhnya dan merangkak bersujud di kaki atasannya saat ini.
"Tolong ampuni saya pak ! saya benar-benar minta maaf !!"
.
.
.
"Baiklah, aku tahu ini adalah kesalahan pertamamu, dan aku ingin ini akan menjadi yang terakhir !!
Jika suatu saat aku mengetahui kau melanggar semua ketentuan yang aku perintahkan, maka bersiap-siaplah !!" Tegas Jaya memperingati.
"Baik pak ! saya mengerti !" Ucap Bagas.
"Kembali ke tempatmu, aku semakin tidak suka dengan sikapmu seperti ini !!" Titah Jaya.
Sejujurnya Jaya tidak terlalu suka melihat orang merendahkan dirinya seperti itu hanya demi uang dan kekuasaan.
Menurutnya konsekuensi yang telah di keluarkan perusahaannya tidak menjamin orang itu akan jatuh dan melarat, jika mereka ingin berusaha dan bekerja keras. Dan yang terpenting belajar dari kesalahan.
"Aku akan memberimu kesempatan ! dalam waktu setengah bulan kau harus kembali menarik costumer dan membuat mereka kembali mempercayai kita."
Bagas mengangguk mengerti.
"Baik pak !!"
"Begitu saja, kau bisa kembali !!" Titah Jaya.
Bagas kemudian membungkuk memberi hormat dan keluar dari ruangan tersebut.
Jaya terlihat berfikir sebelum akhirnya meraih ponselnya dan menelfon Reno.
"Halo Ayah !!" Sapa Reno di seberang telfon.
"Apa kau sibuk ?"
"Aku tidak begitu sibuk ! ada apa ? apa Ayah membutuhkan sesuatu ?" Tanya Reno.
"Aku ingin kau mencari tahu pemimpin perusahaan dari StarLight !!" Titah Jaya.
"Baik Ayah !!
Tapi jika boleh tahu, ada apa dengan perusahaan itu ?" Tanya Reno kemudian.
Setahunya perusahaan itu memang cukup terkenal saat ini, tapi itu terlalu kecil untuk bisa mengancam perusahaan Ayahnya yang sudah berdiri sejak lama.
"Ayah akan mengirimkanmu ringkasannya !!"
"Baik !" Jawab Reno.
"Bagaimana dengan pekerjaanmu ?!" Tanya Jaya kemudian.
"Untuk saat ini semuanya baik-baik saja dan berjalan lancar !"
"Baiklah, begitu saja !" Ucap Jaya.
Dan sambungan telfon pun terputus.