Lost Love In Bloom Again

Lost Love In Bloom Again
Secercah Rahasia



Rena terus terdiam tertunduk malu


"Tidak apa apa sayang,Tante malah senang, itu tandanya kamu mulai peduli dengan Rangga."Sambil mengusap kepala Rena dengan lembut


Lebih baik sekarang kamu masuk, kasihankan teman kamu yang lain ! kalau kamu masih marah sama Rangga, mungkin sebaiknya tante pulang saja !" Ujarnya lebih lanjut


"Ah, tidak tante, kalau begitu Rena masuk dulu !" Rena segera berdiri dan membungkuk pada Mariah untuk pergi.


Maria hanya tertawa kecil menatap kepergian Rena, ia sangat mengerti dengan apa yang dirasakan Rena saat ini.


"Sudah sampai dimana tadi !?" Tanya Rena pada Anggi dan Sasya


"Sudah sampai di sini Ren !" Jawab Sasya sambil menyodorkan buku pada Rena


Mereka terus melanjutkan pelajaran mereka tanpa menghiraukan Rangga.


"Hei, yang benar saja ! apa kalian akan terus mengabaikanku ?!" Seru Rangga


"Aku fikir kau sudah mengerti !" Jawab Anggi


"Bagaimana aku bisa mengerti kalau kalian tidak menjelaskannya padaku ?!"


"Kau sendiri hanya terus diam tanpa bertanya, bagaimana kami bisa menjelaskan ?!" Ucap Anggi


Rangga menutup kasar bukunya, ia memicingkan matanya ke arah Rena. Tanpa menoleh, Rena sudah tahu kalau Rangga menatapnya dengan kesal.


"Tidak perlu menatapku seperti itu !" Ucap Rena


"Kau ketua kelompok, dan kau bertanggung jawab atas semua anggota kelompokmu !" Seru Rangga


"Bukankah yang dikatakan Anggi benar ?! kau perlu bertanya jika ingin di jelaskan !" Jawab Rena yang masih menatap buku di depannya


Hening.


Tiba tiba, sebuah suara memecahkan keheningan mereka.


"Sayang, ini minumannya ! pasti pada haus bukan ?!" Sambil meletakkan nampan


"Aah, tante tau saja kalau kita lagi haus !" Jawab Anggi mewakili Rangga dan Rena.


Rani hanya tersenyum mendengar jawaban Anggi.


"Apa kalian akan terus belajar ?! ini sudah jam 17.00 loh !" Kata Rani mengingatkan


"Ya ampun, secepat itu ?!" Seru Sasya


"Kalau begitu belajarnya sampai disini saja dulu."


diminum sirupnya !" Ucap Rena


"Jadi, untuk besok kita belajarnya dimana ?" Tanya Sasya


"Emm, bagaimana kalau di rumah Anggi lagi ?!" Ide Rena Sambil melirik ke arah Anggi


"Oke, aku sih tidak masalah !" Ucap Anggi


Rena menoleh ke arah Rangga


"Heh ! otak mesum ! bagaimana denganmu ?!"


"Terserah !" Jawab Rangga datar sambil menatap layar ponselnya


•••


Hari telah berganti malam,kali ini Rangga makan malam bersama di rumah Rena.


Hanya Mariah dan Rani yang sedari tadi bercerita,menghidupkan suasana di meja itu. Sedang Rena dan Rangga terus diam menikmati menu mereka masing masing.


Setelah acara makan malam telah usai, Mariah berpamitan untuk pulang pada Rani.


"Wah ! Bunda kamu memang pantas di juluki The Chef Queen !" Puji Mariah pada Rena


Rena hanya tersenyum


"Lain kali main kesini lagi ya.. !" Ajak Rani


Mariah hanya mengangguk tersenyum memeluk Rani dan saling cipika-cipiki.


"Tante, Rangga pamit ya !" Sambil mencium punggung tangan Rani


"Kamu jangan jera main kesini ya ? maafin Rena kalau sudah buat kamu susah !" Ucap Rani


Rangga hanya tersenyum


Rena mendecih kesal, menyilangkan kedua tangannya di dada.


"Cih ! yang ada, aku yang sering dibuat susah !" Lirihnya


"Renaa, tidak boleh bicara seperti itu !" Tegur Rani


"Maafin Rena ya nak Rangga !"


Rangga hanya mengangguk senyum dan menyusul Ibunya masuk kedalam mobil, meninggalkan perumahan elite tersebut


•••


Keesokan harinya, kali ini mereka sudah sepakat belajar kelompok di rumah Anggi. Rena sangat antusias hari ini, karna ini pertama kali ia berkunjung ke rumah Anggi sahabat terbaiknya.


Pukul 14.00, Rena sudah tiba di rumah Anggi.


"Hai Ren..! tidak kesasar kan !?" Sapa Anggi dengan senyum menyambut kedatangan Rena


"Tentu tidak dong ! kan ada Ibu Googl Maps, hehee !"


"Ya sudah, cepat masuk, panas nih !" Sambil menarik tangan Rena


Memasuki Ruang Tamu


"Duduk Ren !"


"Iya !" Sambil meletakkan tasnya di sofa


Kamu mau tunggu di sini, atau mau ikut aku ke dalam ?!" Tanya Anggi


"Memmangnya kamu mau ngapain ?"


"Sebenernya aku lagi buat cemilan untuk kita nanti !" Jawab Anggi dengan canggung


"Ya sudah, aku ikut kamu saja, biar sekalian bisa belajar ! Hehee"


"Hahaa Ibu kamu kan chef ! kenapa tidak belajar dengannya ?!" Ujar Anggi dan berjalan menuju ruang dapur.


•Ruang Dapur•


Rena duduk di depan Anggi yang tengah mengaduk adonan.


"Sayang banget yah, Tika tidak bisa bareng kita !" Ujar Rena


"Hemm.. iya, kalau ada dia, pasti rame !"


"Eh, kita Voice Tika yuk !" ? Ide Rena


Anggi hanya mengangguk setuju,Rena segera meraih ponselnya dan mencoba menghubungi Tika


"Hai Tika.. ! coba tebak, aku lagi dimana !?"


"Emang di mana ?!"


"Tada... !" Sambil memperlihatkan Anggi yang tengah mengisi adonan di cetakan kue.


"Hai Tika," Sapa Anggi dengan Tawa


"Kamu lagi di rumah Anggi ?!"


Rena menganggukkan kepalanya


"Wah, pasti menyenangkan !"


"Kamu lagi dimana nih ?!" Tanya Rena


"Masih di rumah Ren !"


"Mau, sedikit lagi, kamu saja yang kecepetan ke rumah Anggi." Jawab Tika


"Hehee habisnya, aku bosan tinggal di rumah, lagian ini pertama kali aku ke rumah Anggi !"


"Jadi, kapan dong main ke rumahku ?!"


"Entar,kalau ujian sudah selesai,kita akan sering sering main ke rumah kamu !" Jawab Anggi


"Janji ya !"


"Iyaaaaa !" Jawab Rena dan Tika bersamaan


Kompak mereka bertiga tertawa


"Eh, sudah dulu ya, Monica menelfonku !"


"Ok, see you ! Mmmuach !"


Tut. Telfon terputus


Tiba tiba seorang anak perempuan berlari menghampiri Rena.


"Hai anak manis, cantiknya ! " Sapa Rena sambil mengelus pipi Adel


"Kaka juga cantik !" Jawab Adel


"Nih anak, kalau sama orang lain, manisnya selangit !" Gerutu Anggi


"Kaka aja yang mukanya selalu menyebalkan !" Celetek Adel


"Dasar, nih anak !" Sambil mencubit pelan pipi chabinya


"Oh ya Ren, kenalin, ini adikku, Adel !"


"Emm, kamu punya adik ternyata, enak ya !" Jawab Rena


"Enak apanya, yang ada cuma bikin pusing !"


"Kaka ko gitu sih !" Keluh Adel


"Oh ya, kamu sudah kelas berapa ?" Tanya Rena


"Kelas VII kak !"


"Emm Gi,aku bisa tidak, melihat di sekitar rumah kamu !" Tanya Rena


Anggi mengangguk dengan senyum


"Oh tentu saja bisa, Anggap saja rumah sendiri, Adel temenin kak Rena yah ! awas, jangan ngomong macem macem !" Ujar Anggi


"Iya iya, tuh kan bawel banget deh !" Jawab Adel


"Ayo ka, aku temenin" Ajak Adel sambil menarik tangan Rena


Adel mengajak Rena megelilingi setiap sudut rumahnya,hingga tiba di kamar Anggi.


Rena memperhatikan tiap foto yang terpajang di kamar itu.


"Adel, ini foto siapa ?" Tanya Rena menunjuk ke arah foto usang, foto masa kecil Anggi bersama anak laki laki


"Oh, ini ka Anggi sama ka Arka !"


"Arka ?!"


"Anaknya Dr.Ferdi !"


"Dr.Ferdi siapa ?" Tanya Rena ingin tahu


"Dr.Ferdi itu dokter keluarga kami ka, dan yang ini anaknya !" Sambil menunjuk foto anak laki laki tersebut


"Emm begitu ! Sepertinya, kaka kamu suka sama anak laki laki ini !?" Ucap Rena lirih, yang masih setia memperhatikan foto di tangannya.


"Oh ya, kata Ka Anggi dia juga satu sekolah dengan Ka Arka"


"Oh ya... ?!"


"He'emm, aku pernah bertemu sekali dengannya, waktu itu dia mengantarkan obat Papi,orangnya ramah, dan tentunya sangat tampan !"


"Benarkah ? lalu,apa mereka masih berteman ?! Sepertinya fotonya hanya ada satu di ruangan ini!" Tanya Rena


"Sepertinya tidak, Aku pernah baca diary Ka Anggi, sepertinya Ka Arka tidak meyukainya, alias bertepuk sebelah tangan !"


"Emmm.. begitu !"


"Oh ya, aku ada fotonya ! waktu itu aku sempat mengambil foto dia, waktu mengantarkan obat Papi, mungkin Ka Rena kenal !" Sambil mengusap layar ponselnya


"Nih ! sangat tampan bukan ? aku saja bisa naksir ! hehee " Sambil menunjukkannya pada Rena


Rena yang melihat foto itu seketika terbelalak, matanya membola. Pikirannya seketika mengingat kembali momen pada saat ia menanyakan keberadaan Arka, saat itu tidak ada yang mengetahuinya selain Anggi, dan pada saat Arka kejatuhan pot bunga, saat itu..


"( Mengapa selama ini dia tak pernah memberitahuku ?!)"


"Ka... !" Seru Adel


"Eh, ya.. "


"Wah, sepertinya ka Rena juga terkesima !" Goda Adel


"Ah.. hehee" Nerves


"Apa kaka pernah melihatnya ?!"


"Sebenarnya, kaka sedikit terkejut melihat fotonya !"


"Oh ya ?! apa kaka mengenalnya ?"


Rena menganggukkan kepalanya


"Boleh di bilang lebih dari kenal " Jelas Rena


"Benarkah ?!"


"Hemm ! cuman kaka belum habis fikir, kenapa selama ini Kaka kamu tidak pernah menceritakannya sekali pun pada Kaka ?"


"Em, rupanya dia juga seperti itu pada sahabatnya !"


"Maksudnya ?!"


"Yah, Ka Anggi memang wataknya dari dulu seperti itu, selain pemalu, dia juga terlalu tertutup, tidak ingin membagi masalah ! atau mengungkapkan isi hatinya !"


Mendengar penuturan Adel, Rena hanya menghela nafasnya pelan.


"Hmmmp sepertinya kaka belum bisa menjadi sahabat yang baik buat kaka kamu !"


"Aaah, kaka santai saja ! aku saja yang sebagai adiknya tidak pernah tahu tentangnya. Dia tipe orang yang terlalu serius !"


"Begitu ya ?!" Rena masih tertunduk menatap foto yang sedari tadi di pegangnya


"Ya sudah, turun yuk kak, Ka'Anggi pasti sedang mencari kita !"


"Em ya !"Sambil meletakkan kembali bingkai foto di atas meja


"Bay the way, kamu jangan bilang sama Anggi kalau kaka sudah tahu tentang dia dan Arka !


"Siap ! lagian aku juga takut, tahu tidak, kalau Ka Anggi lagi marah, dia bisa berubah seperti Sakura ! dia akan berteriak dan membanting segalanya."


"Maksud kamu Sakura film anime Naruto ?!" Sambil berbalik menatap Adel


Adel menganggukkan kepalanya.


Mereka berdua spontan tertawa terbahak bahak seakan di depannya telah berdiri sosok Anggi fersi Sakura.


"Sepertinya Ka Rena juga pecinta film anime Naruto !"


"Tentu saja " Jawab Rena dengan senyum


Mereka berdua terus berbincang sambil menuruni anak tangga, sesekali mereka tertawa di tengah percakapan yang membuat Anggi sedikit bingung. Tentu saja, dia tidak pernah sedekat itu pada adiknya.Mungkin karna ia harus menjadi sedikit lebih dewasa jika berada di rumah, karna harus menggantikan posisi Ibu yang sudah lama meninggalkan mereka berdua.