
Bu Ratih menghentikan ceritanya saat mbok Iyem datang dan memberitahukan kalau ada tamu yang mencari Bu Ratih.
"Siapa mbok ?" tanya Bu Ratih.
"Emm pak Charlie namanya Bu " jawab mbok Iyem.
"Ooo baiklah, terima kasih mbok" jawab Bu Ratih.
Mbok Iyem pun menganggukkan kepalanya dan beranjak pergi meninggalkan ruang keluarga.
"Bu, emm Lila ke kamar dulu ya tapi nanti lanjutkan lagi ya ceritanya." kata Lila lalu mengecup pipi ibu mertua kesayangannya.
Bu Ratih tersenyum dan mengelus kepalanya Lila.
Lila melangkah lewat tangga belakang menuju ke kamarnya, dan Bu Ratih melangkah ke depan menuju ke ruang tamu.
Charlie langsung tersenyum dan berdiri saat melihat Ratih melangkah menghampirinya. Bu Ratih duduk di depan pak Charlie.
"Silahkan duduk " kata Bu Ratih sambil mulai duduk di atas sofa rumahnya.
Pak Charlie pun duduk kembali dan berkata "apa kabarmu Ratih ? terus mana Edward ?"
"Dia ada di London saat ini." Jawab Bu Ratih.
"Ooooo sudah berapa lama dia di London ?" tanya Pak Charlie.
"Emmm aku rasa aku tidak perlu menjawabnya." kata Bu Ratih dengan senyum sopannya.
"Aaahh benar, maaf " kata Pak Charlie sambil tersenyum canggung.
"Ada perlu apa chef datang kemari ?" tanya Bu Ratih.
"Aahh aku kesepian di rumah sendiri, jadi aku putuskan untuk ke sini sekedar ngobrol sama kamu, aku pikir aku akan bertemu dengan Edward pula" kata pak Charlie.
"Oooo iya, mas Edward kebetulan pas tidak ada di rumah." Bu Ratih kembali tersenyum.
"Aku paham tatapan penuh tanya kamu itu hahaha aku masih hapal arti dari semua ekspresi wajah kamu." kata pak Charlie.
"Iya, aku belum menikah sampai sekarang karena jujur aku belum bisa menemukan seorang wanita yang seperti kamu." kata Pak Charlie santai.
"Chef, saya sudah menikah dan memilikki seorang anak dan sebentar lagi akan memilikki seorang cucu, bagaimana bisa chef belum bisa melupakan saya" kata Bu Ratih setengah tidak percaya.
"Hahaha iya aku bodoh ya, tapi memang aku tidak ingin menikah kalau bukan sama kamu." jawab Charlie.
"Chef jangan seperti ini saya mohon" kata Bu Ratih lirih.
"Tenang Ratih, aku tidak akan melakukan hal apapun sama kamu, seperti dulu aku memilih untuk mundur karena kamu lebih memilih Edward, tapi ya beginilah aku yang suka ceplas ceplos ini, kamu tahu kan bagaimana aku" Jawab Charlie sambil terus menatap Bu Ratih.
Sementara itu di kamarnya, Lila mulai menelepon suaminya.
📞 "Halo sayang, Lila kangen nih " kata Lila.
📞 "Iya sayang, aku juga kangen banget sama kamu sama sweety, kamu sudah minum susu, sudah sarapan, makan vitamin ?" tanya Grey tanpa jeda.
📞 "Sudah sayang, ini Sweety kangen sama papanya " Kata Lila.
📞 "Aaahhh benarkah ?" tanya Grey dengan senyum lebarnya.
📞 "Iya, dan Sweety pengen dengar papanya kasih kata kata romantis buat mamanya " Kata Lila dengan nada merajuk.
📞 "Aaahh sayang bilang sama Sweety papanya nggak suka gombalin mamanya, papanya cowok gentle suka yang to the point" kata Grey tanpa dosa.
📞 "Aahhh tapi sayang, Sweety bilang dia nggak mau tahu pokoknya papanya harus kasih kata kata mesra buat mamanya" Kata Lila tanpa dosa pula.
Aaahhh sial gue kan nggak pinter ngerayu dan bikin kata kata gombalan. Batin Grey.
📞 "Ok, sebentar ya sayang aku tanda tangani dulu beberapa berkas, aku matikan dulu teleponnya ya, nanti aku hubungi balik, mmuuaahhh love you" Grey pun langsung memutuskan sambungan teleponnya dan terpaksa membohongi Lila.
Dengan panik Grey langsung memencet nomer extension ruangannya Rio, menyuruh Rio untuk masuk ke dalam ruangannya segera.
Tidak begitu lama, Rio langsung membuka pintu ruangannya Grey dengan panik "Ada apa bos, kamu sakit?" tanya Rio.
"Nggak, tapi gue harus nelpon Lila sebentar lagi dan gue harus kasih kata kata mesra buat dia, aaahh istilah anak jaman now itu ngegombalin. Tapi gue kan nggak bisa" kata Grey.
"Lila tuh sekarang aneh deh, gampang banget mewek terus mintanya yang aneh aneh kayak gini nih" kata Grey kemudian.
Grey melempar pulpennya ke Rio "Cih ! ketawa elo sekarang, gue sumpahin besok elo pas sudah nikah sama Melly dan Melly hamil ngidamnya Melly bakalan lebih aneh dari Lila" kata Grey kesal.
"Hahahaha ok ok, gue tulis beberapa kata rayuan gombal versi anak jaman now ya, entar tinggal elo baca pas elo nelpon Lila" kata Rio sambil meraih pulpennya Grey yang jatuh tepat di depannya tadi lalu melangkah ke mejanya Grey meraih secarik kertas dan menulis beberapa kata rayuan maut anak jaman now.
Rio menulis beberapa kata kata gombalan cinta versinya Rio dan menyodorkannya ke Grey.
"Apa ini, hooeekk gue tiba tiba mual nih baca beginian." kata Grey sambil mengerutkan dahinya.
"Ya itulah gombalan bro, sudah sana elo telpon bini elo, dan elo baca tuh hasil karya gue, buahahahahaha" kata Rio tertawa terbahak bahak sambil meninggalkan ruangannya Grey.
Aaahh gila tuh Rio, dapat darimana kata kata beginian hiihhh. Batin Grey sambil mulai menghubungi isteri tercintanya.
📞 "Sayang, sudah siap nih ngerayu aku ? ini Sweety lho yang minta " kata Lila penuh semangat.
📞 "Aahh emm uhuk uhuk sebentar ya emm sayang aku boleh pinjam flashdisk kamu ?" tanya Grey pelan pelan.
📞 "Untuk apa sayang ?" tanya Lila penuh semangat.
📞 "Untuk mentransfer data cinta aku ke hati kamu" kata Grey sambil memasang wajah aneh saat membaca kalimat gombalan tersebut.
📞 "Aaahh Sweety suka sayang emm lagi dong." kata Lila tambah bersemangat.
📞 "Hah lagi ?" tanya Grey karena jujur baca satu kata aja Grey sudah merasa mual.
📞 "Iya lagi ayok !" kata Lila setengah memaksa.
📞 "Hufftt ok emm sayang boleh pinjam pulpennya nggak ?" tanya Grey kemudian sambil menggaruk kepalanya dengan tangan kirinya.
📞 "Untuk apa sayang ?" kata Lila setengah terkikik.
📞 "Untuk menulis nama kamu di setiap doaku" jawab Grey sambil nyengir.
📞 "Aaahhh sayang, sukaaaaaaa, lagi ya." pinta Lila penuh semangat.
📞 "Ok hufft satu kali lagi ya karena aku masih harus ketemu klien sebentar lagi." jawab Grey sambil mengelus dadanya karena bagi dia berat sekali untuk mengucapkan satu kalimat gombalan lagi hiks hiks. Batin Grey.
📞 "Iya sayang ayok satu kali lagi." jawab Lila dengan nada riang gembira.
📞 "Uhuk uhuk emm aku heran banget deh hari ini ?" kata Grey sambil memasang wajah mewek.
📞 "Kenapa sayang ?" tanya Lila mulai tertawa lirih karena senang.
📞 "Hari ini kamu tuh nggak berhenti berlari lari dalam pikiranku." jawab Grey sambil meringis.
📞 "Aaahhh so sweet, Sweety suka banget nih sayang, makasih ya mmuuaahh love you." kata Lila penuh semangat.
📞 "Love you my Honey and my Sweety." jawab Grey lalu memutus sambungan teleponnya.
Nanti aku akan nanya sama Tante Florence berapa lama wanita hamil itu ngidamnya, sabar Grey sabar hufffttt.
Rio masuk bersama seorang klien "Bos ayok kita mulai meetingnya "
"Aahh ok bro" Grey pun berdiri dan melangkah menuju ke sofa untuk memulai meetingnya.
"Gimana bos, sukses kan tadi ?" kata Rio berbisik ke telinganya Grey saat Grey sudah duduk di sampingnya.
" Hmm, thanks ya bro" kata Grey lirih ke Rio.
"Aaahh maafkan kami Bu Nana emm mari kita mulai meetingnya." kata Rio yang disambut senyum manis dari kliennya.
Lila tertawa senang karena sudah berhasil mengerjai suaminya, ternyata bisa juga ya suaminya Lila bikin kata kata gombalan, bakat terpendam tuh kayaknya, awas aja kalau dipakai buat ngegombalin cewek lain. Batin Lila.
Sementara itu di lantai bawah, Bu Ratih masih menemani pak Charlie mengobrol panjang lebar, mengenang kembali masa lalu mereka, dan dari obrolan mereka itu tanpa sadar membuat Bu Ratih semakin merindukan suaminya. Dia dan Edward memang belum bercerai. Cuma terpisah jarak yang teramat jauh selama berpuluh puluh tahun.
Bu Ratih teringat momen saat dia dan Edward terjebak di sebuah toserba karena hujan sangat deras waktu itu dan Bu Ratih hanya membawa satu payung.
Akhirnya mereka pun memutuskan untuk pulang bersama dan melangkah menembus hujan di bawah payung yang sama. Mereka belum jadian saat itu, tapi benih benih cinta sudah mulai tumbuh di dalam hati mereka.
Bahkan Edward membagi syal yang dia pakai di lehernya saat itu, aaahhh kenangan yang sangat indah dan tidak mungkin bisa aku lupakan Batin Bu Ratih.