
Akhirnya mereka sampai di hotel barunya pak Hendrawan yang hari ini akan diresmikan. Grey turun dari mobil dan menggandeng Lila. Tetapi Grey tiba tiba menghentikan langkahnya dan mengernyitkan dahinya saat melihat punggung Lila yang terbuka dan terlihat sangat seksi.
"What ?! arrrgghhh Ibu apaan sih suruh kamu pakai dress kayak gini ?!" Grey langsung membuka jas nya dan memakaikannya ke Lila.
"Sayang, lucu nih kalau Lila pakai jas kedodoran kayak gini." protes Lila.
"Pak Grey jangan kolot deh, dress-nya mbak Lila ini keren." sahut Melly yang tiba tiba nongol sambil melepas jasnya Grey dari badannya Lila.
"Cih ! aku nggak rela banyak pasang mata menatap isteriku nanti " jawab Grey kesal.
"Haiyah nggak usah lebay bos, kalau kamu selalu ada di sampingnya Lila maka aku jamin nggak akan ada yang berani menatap Lila nanti." Sahut Rio penuh keyakinan.
"Yakin elo ?" sahut Grey sambil memakai kembali jasnya.
"Yakin 100 persen lebih lagian Lila kita nih cat woman kan." jawab Rio sambil mengarahkan jempolnya ke Grey.
"Ayok buruan masuk, sudah ditunggu sama pak Hendrawan." kata Rio sambil melangkah masuk menggandeng Melly, mendahului Lila dan Grey.
Grey langsung mengekor langkah Rio sambil memeluk pinggang Lila dan menempelkan Lila ke tubuhnya, dengan niat agar punggungnya Lila yang terbuka saat ini bisa tertutupi dengan tubuhnya.
"Sayang, siapa orang orang di belakang kita ?" tanya Lila saat menoleh ke belakang ada sekitar lima orang dengan badan kekar mengekor langkahnya mereka.
"Jangan menoleh ke belakang, jangan melihat cowok lain !" sahut Grey datar sambil terus memeluk erat Lila dan mulai melangkah masuk ke dalam hotel tersebut.
"Sayang apaan sih ? siapa mereka sayang ?" tanya Lila lagi.
"Mereka pengawalku, kalau aku ada undangan untuk datang ke suatu acara seperti ini, Rio selalu membawa pengawal. Menjengkelkan sebenarnya, huh ! tapi kata Rio itu semua demi keamananku." jawab Grey.
"Lila setuju sama kak Rio, kak Rio memang hebat." sahut Lila.
Grey menghentikan langkahnya dan bertanya sambil melirik Lila " lalu suami kamu ?"
"Hahaha tentu saja suami Lila yang paling hebat " jawab Lila.
Grey mencium pelipis Lila, tersenyum bahagia mendengar pujian dari isterinya lalu kembali melangkah masuk.
"Selamat datang pak Rio, pak Grey." Pak Hendrawan menyambut kedatangan tamu kehormatannya dengan ramah dan tersenyum lebar.
Grey dan Rio menyambut salam dari pak Hendrawan dengan tersenyum ramah.
"Waahh siapa ini pak Grey, cantik sekali." kata pak Hendrawan sambil meraih tangan Lila dan hendak dia cium.
Grey menepis tangan pak Hendrawan dari tangan Lila "Jangan pernah menyentuh isteriku " kata Grey tegas.
"Maaf pak Grey hahaha maafkan kelancangan saya, mari mari silahkan dinikmati suguhan terbaik yang sudah kami persiapkan." kata Pak Hendrawan yang secara spontan melepaskan tangannya Lila.
Lila pun tersenyum canggung menatap pak Hendrawan.
Melly datang membawakan minuman soda untuk Grey dan Lila. Grey dan Rio memang pantang meminum wine atau bir, mereka lebih memilih minuman soda tanpa alkohol.
Pak Hendrawan mengajak Grey dan Rio untuk menemui beberapa klien, mereka menanyakan Grey dan Rio dan ingin bertemu untuk mengobrol dengan Grey dan Rio.
Grey menolak dengan halus, dia tidak ingin meninggalkan Lila sendirian, dia tidak ingin lepas dari sisi isteri tercintanya, dan dia tidak ingin mengenalkan Lila ke semua rekan bisnisnya, dia tidak rela kalau nanti semuanya menatap isterinya dengan tatapan kagum, cih !
Rio berbisik ke telinga Grey saat dilihatnya pak Hendrawan nampak kecewa dan masih mematung di depan mereka " bos, ini acara besar banyak klien besar saat ini kalau kita menolak undangan mereka untuk sekedar bercengkrama emm akan merugikan citra Greyson Adi Wijaya dan perusahaan kita "
Grey menoleh ke isterinya masih tampak ragu untuk mengikuti pak Hendrawan bersilaturahmi dengan beberapa klien besar saat ini.
"Pergilah sayang, aku aman di sini kan ada mbak Melly." kata Lila langsung memahami makna dari tatapan mata suaminya.
"Iya pak Grey, saya akan menjaga mbak Lila dengan segenap jiwa raga." sahut Melly.
Grey masih enggan melepas pelukannya, akhirnya dia menghela napas pelan lalu mengecup kening isterinya " aku tinggal sebentar ya, jangan kemana mana tunggu di sini. Aku cuma sebentar. Jaga Lila, Mel !" Grey berkata lalu beranjak pergi meninggalkan Lila untuk memulai beramah tamah dengan beberapa klien besar yang saat ini hadir di acara peresmian hotelnya pak Hendrawan.
Setengah jam berlalu dan Grey selalu menatap isterinya di sela sela dia mengobrol dengan klien kliennya. Lila melambaikan tangan dan tersenyum ke arah suaminya. Memberi isyarat kalau dia baik baik saja dan Grey tidak perlu untuk khawatir berlebihan.
Grey pun tersenyum dan mulai mengobrol kembali dengan kliennya lebih serius dan lebih lama dari yang dia pikirkan. Grey mulai melepaskan pandangannya dari Lila karena merasa sudah yakin kalau isterinya akan aman.
Saat Melly dan Lila tengah asyik menikmati beberapa kudapan, tiba tiba datang dua orang cowok menghampiri mereka.
"Sendirian aja nih ? Cewek cantik kayak kalian tuh bahaya lho kalau sendirian aja datang ke pesta semacam ini. Banyak buaya darat." kata salah satu dari cowok tersebut.
"Maaf kami sedang menunggu suami kami yang sedang mengambilkan makanan." kata Lila sambil menunjukkan cincin nikahnya yang melingkar di jari manisnya.
"Shit ! Sudah menikah ternyata" kata kedua cowok itu bersamaan lalu pergi meninggalkan Lila dan Melly.
Melly tersenyum geli dan berkata "mbak Lila hebat."
"Biasa aja mbak" kata Lila sambil tersenyum menatap Melly.
"Emm mbak Lila maaf ya, Melly tinggal sebentar emm Melly mau ke toilet sebentar aja." kata Melly tiba tiba.
"Ok tinggal aja mbak, bahaya kalau nahan pipis. Lila bisa jaga diri kok tenang aja lagian bentar aja kan ke toiletnya." jawab Lila.
"Iya sebentar kok mbak, emm Melly tinggal dulu dan jangan kemana mana ya mbak, tunggu Melly di sini." kata Melly kemudian.
Lila mengangguk dan Melly pun langsung melangkah setengah berlari menuju ke toilet.
Sepeninggalnya Melly, Lila langsung dikagetkan akan adanya sesosok cowok yang langsung duduk tanpa permisi di sebelahnya.
"Hai, boleh kenalan ?" kata cowok tersebut.
Lila diam aja tidak menghiraukan cowok itu sama sekali.
"Aku suka cewek cantik yang angkuh seperti ini." kata cowok itu kemudian.
"Aku Radit, putra pak Hendrawan. Aku baru balik dari Amerika." cerocos cowok tersebut.
Lila masih acuh tak acuh. Merasa malas untuk menanggapi cowok tersebut.
"Hahaha cewek yang menarik, kebetulan aku masih jomblo. Habis ini kita kencan ya." kata cowok tersebut tanpa rasa malu.
"Maaf aku sudah menikah." Sahut Lila sambil menunjukkan cincin kawinnya.
"Hahaha aku nggak peduli, suami kamu nggak ada kan saat ini." jawab cowok tersebut sambil memasukkan sesuatu ke dalam minumannya Lila, tanpa sepengetahuannya Lila.
Lila mendengus kesal sambil meraih minumannya dan meminumnya sampai habis karena kesal.
Cowok tersebut tersenyum penuh arti saat melihat Lila meminum minuman yang sudah dia kasih sesuatu tadi, diminum Lila sampai habis.
"Lebih baik kamu pergi jangan ganggu aku, sebelum kamu menyesal." kata Lila kesal.
"Hahaha cantik, seksi dan galak perpaduan yang sempurna." bisik cowok tersebut di telinganya Lila.
Lila spontan berdiri dan langsung merasa pusing. ada apa dengan gue ya, kok semua jadi berputar kayak gini. batin Lila.
Lila langsung dipeluk cowok tersebut saat tubuhnya mulai ambruk. Cowok tersebut langsung menuntun Lila menuju ke dalam sebuah lift.
Saat mereka sudah masuk ke dalam lift, Lila langsung tegak berdiri dan mendorong cowok tersebut yang tengah memeluknya, lalu menatap lekat ke wajah cowok tersebut "Kamu suami Lila bukan ?" Lila bertanya sambil mengerjap ngerjapkan matanya karena sumpah saat ini dia merasa sangat pusing.
"Hahaha nama kamu Lila ternyata, nama yang cantik seperti orangnya." cowok tersebut merespon pertanyaan Lila dengan senyum sumringah.
"Kamu suami Lila bukan ? ayok jawab !" tanya Lila kemudian.
"Iya aku suami kamu ." kata cowok tersebut sambil mengecup bibir Lila karena gemas.
Lila mendorongnya dan mengusap bibirnya dengan punggung tangannya.
"Bohong, kalau kamu benar suami Lila, jawab dulu pertanyaan Lila, berapa ukuran bra nya Lila ?" tanya Lila sambil menatap tajam cowok tersebut.
"Hah ?! buahahahahaha kamu lucu ya." cowok tersebut tertawa terbahak bahak mendengar pertanyannya Lila yang sangat polos itu.
Begitu pintu lift terbuka, cowok tersebut kembali memeluk Lila dan menuntun langkah Lila untuk menuju ke kamarnya.
ππππBERSAMBUNGππππ