
Lima bulan kemudian
Chef Charlie akhirnya menikah dengan Grace. Papanya Raja, Steve, akhirnya mengalah dan bisa mengerti kalau Grace dan Chef Charlie saling mencintai dan tidak terpisahkan
Steve juga bisa mengerti kalau Raja belum bisa menerima dia sebagai papa kandungnya
"Semua memang salahku. Aku kehilangan semuanya, anak dan istriku. Tetapi nasi sudah menjadi bubur, aku harus bisa merelakan semuanya demi, kebahagiaan anak dan istriku" kata Steve kepada asisten pribadinya.
"Iya pak, berarti memang anda tidak berjodoh dengan ibu Grace. Kalau soal Raja, saya yakin lambat laun, Raja pasti bisa menerima anda sebagai papanya" ucap Sang asisten.
" Mantan istriku sangat cantik dan anakku sangat tampan, bukan?" kata Steve saat menghadiri pemberkatan nikahnya Grace dan Chef Charlie.
Sang asisten hanya tersenyum menanggapi ucapan bosnya.
"Dan sialnya, mempelai prianya juga sangatlah gagah dan tampan, beruntungnya Grace, akhirnya bisa menemukan cinta sejatinya" kata Steve dengan sorot mata sendu.
Sang asisten menepuk pelan pundak bosnya " anda pasti akan menemukan tulang rusuk anda yang hilang, saya yakin" ucap sang asisten.
Steve hanya bisa tersenyum menatap kedua mempelai yang tengah berbahagia.
Tiba tiba
"Sayang, aduh.....aduh...duh!!!" kata Lila sambil mencengkeram lengannya Grey.
"Sayang, kenapa? apa sudah waktunya Sweety melihat dunia?" tanya Grey.
"Sepertinya iya, sayang" kata Lila sambil menarik napas dan menghembuskannya lagi, Lila melakukannya berulang ulang.
Grey langsung membopong tubuh istrinya dan dengan langkah lebar langsung menuju ke parkiran mobil.
Masuk ke dalam mobil dan ngebut menuju ke rumah sakit.
Semua tidak menyadari kepergiannya Grey dan Lila dari tempat pemberkatan nikahnya Chef Charlie dan Grace.
Begitu sampai di rumah sakit, Lila langsung dibaringkan di atas bed khusus rumah sakit. Langsung di bawa ke ruang bersalin.
Grey mulai panik dan kebingungan.
Grey akhirnya menghubungi ibu,papa, kedua orang tuanya Lila, dan terakhir Rio.
Mereka semua akhirnya pamit sama Chef Charlie dan Grace untuk menyusul Lila ke rumah sakit yang disebutkan oleh Grey di teleponnya tadi. Chef Charlie dan Grace mengiyakan dan berjanji setelah acara selesai, mereka juga akan menyusul ke rumah sakit untuk melihat kondisinya Lila.
Semua langsung masuk ke dalam mobil mereka masing masing dan langsung meluncur dengan kecepatan di atas rata menuju ke rumah sakit di mana Lila sudah siap untuk melakukan persalinan.
"Pak Grey, bu Lila mencari anda" kata seorang perawat yang keluar dari kamar bersalinnya Lila.
"Aaah, iya, baik" kata Grey sambil melangkah masuk ke dalam kamarnya Lila.
Lila masih terus menarik dan menghembuskan napasnya.
Grey mendekati istri tercintanya dan langsung menggenggam tangannya Lila.
"Gimana kondisi istri saya, dok?" tanya Grey kepada seorang dokter wanita yang sudah siap membantu LIla melakukan persalinan.
"Mau dilakukan operasi Caesar apa normal aja?" tanya sang dokter wanita tersebut.
"Sayang, kamu maunya gimana Caesar apa normal?" tanya Grey ke arah Lila sambil terus menggenggam erat tangan istrinya.
"Aku maunya normal aja sayang, aku belum pernah masuk ke dalam kamar operasi, aku takut" kata Lila.
"Gimana dok?" kata Grey sambil gantian menoleh ke arah dokternya.
"Oke, kalau begitu kita siapkan persalinan normalnya" kata bu dokternya.
Grey terus menggenggam tangan istrinya dan sesekali mengelap peluhnya Lila dengan telapak tangan kirinya.
"Anda siap menemani istri anda untuk bersalin?" tanya Bu dokter saat melihat Grey tidak beranjak keluar dari kamar bersalin tersebut.
"Siap!" kata Grey penuh semangat.
"Kamu yakin, Grey?" tanya dokter Florence, mamanya Rio yang tiba tiba masuk ke dalam ruang bersalinnya Lila.
"Memangnya kenapa tante? Lila nggak akan diapa apain, kan?" tanya Grey mulai nampak panik dan khawatir.
"Hahahaha, nggak akan diapa apain, cuma Lila nanti akan sangat kesakitan dan perjuangannya akan sangat berat, kamu yakin tega melihat Lila?" tanya dokter Florence.
"Yakinlah!! Grey yang berbuat jadi Grey harus ikut berjuang juga dong dalam perjuangannya Lila untuk melahirkan anak kami" kata Grey.
"Oke, tante temani, sebentar lagi dimulai" kata dokter Florence.
"Ya, siap ya bu Lila, pembukaannya sudah sempurna nih" kata Bu dokter yang menangani persalinannya Lila.
Dokter Florence yang memegang tangan kirinya Lila, mulai memberikan aba aba dan semangat "Ayok Lila semangat ya, tarik napas panjang dan ngeden!"
Lila menuruti kata kata Dokter Florence mulai menarik napas panjang dan "Eeeeeggghhhhh" sambil menggenggam erat erat tangannya Grey dan Dokter Florence.
"Lagi Lila!" kata Dokter Florence.
Lila melakukannya lagi menarik napas panjang dan "eeeeghhhhhh"
Grey serasa mau pingsan melihat perjuangannya Lila. Tangannya sampai berasa kebas karena Lila terus menggenggam erat tangannya.
"Sekali lagi, ayok semangat Lila!" kata Dokter Florence.
Lila menarik napas dan "eeeeghhhhhh" sekali lagi.
Lila mulai melepaskan tangan Grey dan tangannya Dokter Florence.
Dokter Florence berkata sama Lila "jangan tidur ya, sayang, tante paham kamu sangat lelah dan capek saat ini tapi, jangan tidur ya!?"
Lila tersenyum menganggukkan kepalanya dengan sangat pelan.
"Sayang, itu anak kita" kata Grey menatap seorang bayi yang tengah di dekap oleh dokter yang tadi membantu proses persalinannya Lila.
"Selamat ya, anak kalian laki laki dan sangat sehat, kita mau membersihkannya dulu" kata seorang perawat yang telah menerima bayinya Grey dan Lila dari tangannya dokter wanita yang tadi membantu persalinannya Lila.
"Selamat ya Grey, Lila" kata Dokter Florence sambil tersenyum bahagia menatap Grey dan Lila.
"Terima kasih banyak tante, sudah bersedia menemani Lila" kata Lila dengan suara lemas tapi mengandung rasa syukur dan bahagia.
"Sayang, I love you, kamu hebat" kata Grey sambil mengecup mesra keningnya Lila.
Grey kemudian menoleh ke arah dokter wanita yang masih duduk di depan bagian bawah tubuhnya Lila.
"Dokter nunggu apa, bukankah bayinya sudah keluar?" tanya Grey heran.
"Iya pak Grey, bayinya sudah keluar dengan selamat tapi, yang ini harus dijahit dulu" kata Bu dokter tersebut dengan tersenyum ramah menatap Grey.
"Hah dijahit? ditutup dong? terus aku gimana nanti?" tanya Grey mulai bingung dan protes.
"Hahahaha, nggak akan ditutup semuanya, tenang pak, saya kasih satu centi cukup?" tanya Bu dokter yang tengah menjahit jalan lahirnya Lila sambil tertawa renyah.
"Waaahh, bagus dong kalau gitu, satu centi jadi berasa seperti pengantin baru lagi" jawab Grey dengan polosnya.
Lila mencubit perut suaminya.
Dokter Florence dan Bu Dokter yang tengah menjahit jalan lahirnya Lila langsung tertawa lepas mendengar kepolosannya Grey.
Setelah selesai, Lila pun dipindahkan ke kamar reguler. Grey meminta kamar super VVIP.
Ibu,papa, kedua orang tuanya Lila, Rio dan Melly, langsung masuk ke dalam kamar super VVIP tersebut.
Mereka bergiliran memeluk dan menciumi Lila.
Tidak begitu lama, tiba tiba Dony dan Ratna pun masuk ke dalam kamarnya Lila.
Mereka semua menyelamati Lila dan bersyukur penuh kebahagiaan proses persalinannya Lika berjalan dengan lancar dan selamat. Ibu dan bayinya dalam keadaan sehat.
"Mana bayinya?" kata bu Ratih dan bu Endang secara bersamaan.
"Masih dibersihkan Bu" kata Grey.
"Melly jadi pengen cepet cepet melahirkan nih" kata Melly sambil mengelus elus perutnya yang sudah nampak membesar.
"Semoga sehat terus ya Mel, sampai tiba waktunya nanti melahirkan" kata bu Ratih
"Aaamminnn" sahut semuanya.
"Don, kapan kamu menikah, aaahh, cemen Lo, pacaran terus maunya. Rat, kalau kelamaan, Lo cari aja gantinya!" kata Grey dengan polosnya.
"Yeeeaayy kita sudah tunangan nih" kata Dony sambil menunjukkan cincin pertunangannya dengan Ratna.
"Naaahh, gitu dong, bagus!" kata Grey sambil mengacungkan jempolnya.
Semua langsung tertawa renyah.
Beberapa saat kemudian Chef Charlie, Raja, dan Grace, masuk ke dalam kamarnya Lila. Mereka sudah memakai baju casual.
"Selamat ya Lila, Grey" kata Chef Charlie dan Grace secara bersamaan.
"Terima kasih om" kata Lila dan sama Grey secara bersamaan dan tersenyum bahagia.
"Mana adiknya Laja?" tanya Raja dengan polosnya.
Lila tersenyum bahagia menatap wajah polosnya Raja dan berkata "adik kamu sedang dimandikan, sayang."
"Siapa namanya?" Raja bertanya lagi.
Semua tertawa renyah mendengar pertanyaan polos yang terus meluncur dari bibir mungilnya Raja.
"Namanya Gideon Putra Simpsons" kata Grey.
"Waaahhh cowok ya, asssyiiikkk, Laja ada teman untuk bermain bola nanti" kata Raja sambil tersenyum lebar.
Semua kembali tertawa lepas mendengar celotehannya Raja.
"Apa arti nama itu, Grey?" tanya pak Edward.
"Artinya pahlawan gagah perkasa putranya Simpsons" kata Grey sambil tersenyum bahagia.
"Waaah bagus bro artinya. Ada Putranya, sama kaya nama aku, berarti nantinya putra kamu akan pintar, tampan, dan cerdas kaya aku, omnya" Kata Rio sambil tersenyum bangga.
"Apa, mana ada, yang pasti tuh kalau pintar, tampan dan cerdas ya kaya papanya dong" kata Grey mulai protes.
Semua kembali tertawa renyah.
Selamat ya Grey dan Lila.
❤️❤️❤️❤️❤️ THE END❤️❤️❤️❤️❤️