Lila And Grey

Lila And Grey
Melly hilang ???



Pagi hari ini misi mereka pun dimulai. Lila tetap di rumah untuk sementara waktu ini, sampai Raymond masuk ke dalam jebakan yang mereka buat.


Uci memakai bajunya Lila, dan berangkat ke kantor dengan Upik sebagai sopirnya. Langsung menyusul mobilnya Grey yang sudah terlebih dahulu berangkat.


Tidak begitu lama Rio menelepon Uci untuk berganti arah jangan ke kantor karena Rio yang kini tengah membuntuti Uci, mulai merasa heran dan curiga karena dari tadi ada mobil di tengah tengah mereka dan mobil tersebut terus mengikuti mobil yang ditumpangi Uci.


Akhirnya Rio menyarankan Uci untuk menyuruh Upik mengarahkan mobil menuju ke pasar langganannya Lila. Rio mengatur jarak mobilnya agak jauh agar mobil yang ada di depan dia tidak curiga.


Benar dugaannya Rio, begitu mobil yang dikendarai Upik berhenti di depan pasar langganannya Lila, mobil yang dicurigai Rio juga ikutan berhenti tidak jauh dari mereka.


Rio menelepon Uci jangan lupa memakai topinya.


Rio yang saat ini berangkat ke kantor bersama Melly, menoleh ke arah Melly yang tampak khawatir. Rio meraih tangan Melly dan menggenggamnya.


"Jangan takut, ada aku dan aku sangat yakin Uci orang yang cerdas dan bisa bela diri jadi pastilah aman." kata Rio menenangkan Melly.


Melly menoleh ke Rio dan menganggukkan kepalanya.


Benar dugaan Rio, dari kejauhan Rio melihat ada seorang cowok yang turun dari mobil yang dicurigai Rio tadi. Cowok itu turun tidak begitu lama setelah Uci dan Upik masuk ke dalam pasar.


"Dia berani bergerak, karena dipikirnya Lila hanya dikawal satu orang saja." kata Rio setengah bergumam.


Melly semakin menggenggam erat tangan Rio. Tiba tiba HP Rio bunyi. Rio melihat layarnya ternyata Grey yang meneleponnya.


Rio melepas genggaman tangannya lalu mengangkat teleponnya Grey.


"halo bro, kok belum sampai kantor emang ada apa ? " tanya Grey.


"Tikus mulai masuk perangkap, aku agak telat ke kantor, nanti aku ceritakan kalo sudah sampai kantor." jawab Rio singkat dan langsung memutus sambungan teleponnya.


Dan benar dugaannya Rio, tidak begitu lama tampaklah Cowok tadi keluar dari pasar sambil memapah Uci dan masuk ke dalam mobilnya lagi


"Shit ! dimana Upik ? " Rio mulai mengkhawatirkan Upik, tapi kalau masuk ke dalam pasar untuk melihat kondisinya Upik, mobil itu nanti terlanjur pergi terlalu jauh. dan kalo ketahuan ternyata Uci bukan Lila, Uci dalam bahaya.


"Biar Melly turun mencari Upik, ayang Bebeb kejar aja mobil itu." jawab Melly yang langsung turun dari mobil Rio dan langsung berlari menyeberang menuju ke dalam pasar untuk mencari Upik.


Rio meraup wajahnya dengan kasar, dia tidak sempat menarik tangan Melly untuk mencegahnya jangan keluar dari mobil.


"Shit ! " Rio mengumpat dan langsung menelepon detektif kenalannya untuk segera datang ke pasar yang dia maksud menutup sambungan teleponnya dan mengirimkan foto Melly, Rio meminta tolong agar detektif tersebut menjaga Melly.


Rio langsung melajukan mobilnya untuk mengejar mobil yang tadi membawa Uci. Untung tadi Uci mengaktifkan alat pelacak yang ada di HPnya, sehingga dengan gampang dan cepat Rio bisa menemukan mobil yang membawa Uci, dan mulai membuntutinya.


Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam. Mobil tersebut berhenti. Rio mengernyitkan dahinya, kenapa berhenti disini, gumam Rio yang secara spontan juga ikut mengentikan mobilnya tidak jauh dari mobil tersebut.


Cowok yang mengendarai mobil tersebut tampak turun dan melangkah mendekati mobilnya Rio.


"Shit ! apa aku ketahuan ?" kata Rio pada dirinya sendiri.


Setelah sampai di samping mobilnya Rio, cowok tersebut mengetuk kaca mobilnya Rio.


Rio turun dari mobilnya, lalu berdiri di depan cowok tersebut.


"Saya diperintahkan bos saya untuk menyerahkan cewek yang tadi saya bawa, karena bos saya sudah mendapatkan apa yang dia inginkan. Silahkan anda ambil cewek yang ada di dalam mobil saya." kata cowok tersebut.


Rio melangkah menuju ke mobil yang dimaksud dan begitu sampai, Rio langsung membuka pintu depan mobil tersebut menggoyang nggoyangkan badan Uci, supaya Uci cepat tersadar dari pingsannya.


Cowok yang tadi tengah tersenyum penuh misteri menatap Rio.


Saat cowok tersebut hendak masuk kembali ke mobilnya, Rio menyela dan bertanya " apa maksud semua ini ? apa Raymond yang menyuruhmu ? apa maksud dari perkataan mu tadi ?"


Cowok tersebut hanya tersenyum dan masuk ke dalam mobil langsung melajukan mobilnya tanpa menjawab pertanyaannya Rio.


Tidak begitu lama Rio menerima telepon dari detektif kenalannya yang mengabarkan kalau dia kehilangan jejaknya Melly.


"Arrrrghhh ! shit ! brengsek !" Rio berteriak frustasi.


"halo, elo masih disana ? " tanya Rio sambil melangkah lebar setengah berlari untuk kembali masuk ke dalam mobilnya. Uci langsung mengekor.


"Ya, tugas apalagi yang harus aku lakukan bos ?" tanya detektif tersebut.


"Lacak keberadaan Melly lewat apapun yang elo bisa, awasi terus kalo sudah ketemu."


Setelah Rio menutup sambungan teleponnya, dia langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata rata.


Sesampainya di kantornya Grey, Rio dan Uci langsung masuk ke dalam ruangannya Grey. Rio langsung membuka laptop andalannya untuk melacak keberadaan Melly, lewat sinyal HPnya Melly.


Detektif kenalannya menelepon Rio kembali dan mengabarkan kalau dia sudah menemukan sinyal HPnya Melly dan mulai melakukan pelacakkan.


"Bro, ada apa ?" tanya Grey antara kaget, bingung dan heran jadi satu.


"Melly hilang." jawab Rio lirih sambil terus menatap layar laptopnya.


"Hah !?" Grey melongo dan langsung duduk di sofa menatap sahabatnya yang tampak marah, kesal dan khawatir.


"Tadi Uci dibekap dari belakang lalu dibawa pergi ke suatu tempat, pak Rio membuntuti mobil yang membawa saya. Pak Rio menyelamatkan saya tetapi kemudian mendapatkan kabar kalau ibu Melly hilang." Uci mulai menceritakan kronologisnya kepada Grey.


"Gila, apa Raymond yang melakukannya ?" tanya Grey kemudian.


"Aku tidak tahu." jawab Rio singkat masih terus menatap layar laptopnya.


"Aku akan mencari Melly." Rio berdiri dan hendak melangkah pergi tetapi kemudian menghentikan langkahnya saat HPnya tiba tiba bunyi.


"halo, bapak Rio Putra yang terhormat. Saya sudah peringatkan anda bukan, kalo semuanya belum selesai hahahaha." suara Raymond, ya Rio kenal betul suaranya Raymond.


"Jangan sampai kau menyentuh sehelai rambut pun dari kekasihku, kalo kau berani menyakitinya, aku akan mengejar kamu sampai ke ujung dunia." sahut Rio geram


"Kita lihat seberapa dalam persahabatan kamu dan Grey, kalo aku meminta kekasihmu ini ditukar dengan isterinya Grey apa Grey bersedia berkorban demi kamu ? hahahahahaha permainan yang asyik bukan ? hahahahaha " Raymond berucap dengan santainya.


"Brengsek kau ! gila ! jangan menguji kesabaran ku." Sahut Rio kesal.


"Bawa Lila ke rumahku besok malam, kalau kau menginginkan kekasihmu, hahahaha. dan ingat jangan bawa polisi." Raymond berkata singkat lalu memutus sambungan teleponnya.


Rio terduduk lemas di sofa, Lalu menopang kepalanya dengan kedua tangannya.


*************Bersambung***********


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya readers, kasih like, dan favoritnya. Terima kasih🙏😘