Lila And Grey

Lila And Grey
Misi penyelamatan dimulai



"Best friends are like mirror and shadow, mirror does not lie, and shadow never leaves." Lila berkata ke arah kedua sahabat yang tampak harmonis di depannya saat ini, Grey dan Rio pun langsung menoleh ke Lila dan tersenyum hangat.


"Let us be like that Lil, best friends everafter." Sahut Grey.


"Ya pastilah, kita kan trio kwak kwak." Rio tertawa pelan sembari menatap Lila dan Grey yang sangat dia sayangi.


Uci dan Ari pun ikut tersenyum melihat keharmonisan bos bosnya. Uci dan Ari merasa bersyukur bisa bekerja dengan bos bos yang baik hati seperti Grey, Rio dan Lila.


"Kak, sekarang yang harus kita pikirkan gimana kita menjelaskan ke orangtuanya mbak Melly ?" tanya Lila kemudian.


Ceklek


Pintu terbuka nongol lah Dony dan Ratna. semua mata menatap mereka dengan heran.


Ratna langsung menghambur memeluk Lila dan berkata "Kamu, nggak papa kan Lila ? katanya kamu diculik ?"


"Hadeeehh sayangku, bukan Lila yang diculik tapi mbak Melly." sahut Dony sambil menepok jidatnya sendiri.


"ooooo heeee maaf tadi aku sama Dony ke rumahmu mau kasih undangan wisudaku, tapi sepi trs Upik menceritakan semuanya. Saking paniknya aku nggak bisa mencerna ceritanya Upik tadi dengan benar. Aku langsung menarik Dony kesini." kata Ratna tanpa jeda.


"Bagus, kita tambah personil nih emm maaf aku bisa minta tolong sama kamu Don, Rat ?" tanya Rio kemudian.


"Iya pak, Ratna siap ngebantu apa aja yang Ratna bisa." jawab Ratna penuh semangat.


"Kamu sama Dony tolong ke rumahnya Melly ya, nanti aku share lokasinya. Tolong sampaikan ke orangtuanya Melly kalo Melly saat ini ada meeting, tugas dari kantor dadakkan ke luar kota selama satu Minggu." kata Rio.


"Kak, kita kok nggak jujur saja sama orangtuanya mbak Melly kalo mbak Melly.............."


"Nggak bisa Lil." kata kata Lila langsung dipotong sama Rio.


"Orangtuanya Melly tuh sangat menyayangi anak anaknya dan over protektif, kalo sampai mendengar kabar Melly diculik, aku takut malah nantinya akan menambah masalah, aku takut orangtuanya Melly tidak siap dan akan memperparah keadaan." Rio menjelaskan panjang lebar.


"Baiklah, Ratna sama Dony ke rumahnya mbak Melly sekarang. Tolong share lokasi rumahnya mbak Melly sekarang pak." Sahut Ratna.


"Hei bro ! aku dah dapat lokasinya Melly tapi kenapa disini ya ? bukankah ini di luar kota ?" kata kata Grey membuat semua yang ada di ruangannya saat ini, langsung mengepung Grey untuk melihat layar laptopnya Rio.


"Shit ! gila si Raymond tuh " sahut Rio kesal.


Rio langsung meraih HPnya dan bertanya ke Dony " Bro, nomer HPmu berapa ? aku mau kirim lokasi rumahnya Melly."


Setelah Rio selesai mengirim lokasi rumahnya Melly ke Dony, maka Dony dan Ratna pun pamit permisi langsung meluncur ke rumahnya Melly.


Tidak begitu lama Rio mendapat telepon dari detektif kenalannya yang mengatakan kalo saat ini dia tengah ada di pinggiran kota, di depan sebuah rumah tua. Dia yakin kalo Melly disekap di dalam rumah tersebut.


"Baik, terima kasih infonya tolong awasi terus sampai ada instruksi selanjutnya. Tolong pastikan kalo Melly baik baik saja." Rio menanggapi panggilan dari detektif kenalannya tersebut dan langsung memutus sambungan teleponnya.


Grey, menelepon manajernya untuk datang ke ruangannya.


Tidak begitu lama sang manajer pun datang, tampak bingung dan heran kenapa banyak sekali orang berkumpul di ruangannya si bos, dan Bu Melly kok nggak nampak. Tapi sang manajer tidak berani bertanya. Setelah mencatat beberapa instruksi dari Grey dan membawa beberapa map, sang manajer pun pamit dan meninggalkan ruangannya Grey.


"Sekarang kita bisa fokus sama masalah kita." kata Grey kemudian.


"Lebih baik kita tunggu dulu Dony sama Ratna, ini mereka kirim pesan text sama Lila kalo mereka sudah OTW kesini." kata Lila.


Rio tampak menyenderkan kepalanya lagi di sofa dan memejamkan matanya.


Tidak begitu lama, Dony dan Ratna pun nongol. Mereka akhirnya menuju ke salah satu kafenya Grey untuk makan siang sekalian membahas rencana mereka.


Di tengah tengah makan siang mereka tiba tiba Dony berkata " Lil, kamu nanti lebih baik jangan muncul lagi biar mbak Uci yang turun dulu menyamar jadi kamu untuk melihat situasi dan kondisinya dulu."


"Boleh juga ide kamu, ternyata kamu memang pantas dijuluki Dora the Explorer." sahut Grey asal.


"Apa sih sayang." Lila berkata sambil menepuk pelan pundak suaminya.


"Lha dia tuh hobi lihat safari sayang, jadi aku kasih dia julukan Dora the Explorer." sahut Grey kemudian.


"Penting ya dibahas sekarang ?" Dony mendengus kesal ke arah Grey.


"Ehem sudah gak usah ribut, aku setuju usulnya Dony tadi." kata Rio kemudian.


"Saya siap pak, karena saya juga merasa bersalah emmm akibat dari keteledoran saya maka Bu Melly hilang sekarang ini." sahut Uci.


"Saya siap mengawal Uci pak." tambah Ari kemudian.


"Ok, kita tunggu telepon dari Raymond. Karena Raymond juga belum menghubungiku lagi dimana lokasi penukarannya Lila dan Melly besok malam."


"Ratna, kamu di rumahku aja ya besok menunggu di rumah sama Upik kasihan Upik nggak ada temannya. Lagian bahaya kalo kamu ikut " Kata Lila sambil memegang tangan Ratna.


"Tapi Lil, gimana aku bisa tenang kalo aku tidak ikut " sahut Ratna sambil mengelus pipi Lila.


"Maaf, kamu bisa bela diri ? " tanya Rio ke Ratna.


Ratna menggelengkan kepalanya.


Dony mengusap rambut Ratna dan berkata dengan lembut "Lila benar sayang, kamu tidak bisa bela diri kalo kita lengah dan kamu kenapa kenapa gimana ? lebih baik kamu menunggu aja di rumah Lila, besok aku ijinkan sama orangtua kamu kalo kamu mau tidur di rumahnya Lila."


Ratna pun menganggukkan kepalanya.


Baiklah kita sepakat menjalankan usulnya Dony tadi. Besok kita ketemuan di rumahnya Grey. Sambil menunggu telepon dari Raymond.


Tidak begitu lama HPnya Rio bunyi, Rio mengklik speaker HPnya dan menaruh HPnya diatas meja, dan menaruh jari telunjuknya di depan mulutnya, kode untuk semuanya supaya sssssstttttt diam, karena Raymond yang meneleponnya, Rio sudah memasukkan nomernya Raymond ke memori HPnya tadi.


"hahahaha pasti saat ini anda tidak bisa makan dan minum kan bapak Rio Putra yang terhormat hahahaha. Anda pasti merindukan saya, menunggu telepon dari saya, iya kan hahahahaha. kata Raymond di seberang sana.


"Besok, bawa Lila ku sayang ke alamat yang nanti akan aku kirim via pesan text. Jangan bawa polisi. Jangan membuat tindakan apapun yang akan membuat aku marah. karena kalo aku marah, semua akan aku habisi hahahahahahaha. Raymond berkata sambil menutup sambungan teleponnya.


Grey mengepalkan tangannya saat mendengar Raymond memanggil Lila dengan sebutan Lila ku sayang.


"Aku akan menghajarnya nanti kalo ketemu." kata Grey geram.


##########Bersambung############


Jangan lupa untuk like, komen and vote,klik favorit ya readers GBU all ❤️😘🤗