
Chef Charlie semakin mempererat pelukannya, dan terus menciumi pucuk kepalanya Grace.
Tiba tiba
Tok tok tok
Grace melepaskan diri dari pelukannya Chef Charlie, lalu melangkah untuk membuka pintu kamarnya.
Grace membuka pintu kamarnya dan langsung terkejut.
Nampak di hadapannya seorang laki laki uang sangat dia kenal, dan laki laki tersebut langsung menyelonong masuk tanpa permisi dan berteriak "mana Raja, aku akan membawanya?"
Chef Charlie langsung melangkahkan kakinya ke arah suara tersebut.
"Kamu tidak berhak membawanya, kamu tidak peduli sama Raja selama empat tahun ini, bahkan kamu tidak mau menungguiku saat aku melahirkan Raja" teriak Grace sambil menarik tangan laki laki tersebut untuk keluar dari kamarnya.
Tetapi laki laki tersebut mendorong tubuhnya Grace, Grace terpental dan menatap tembok.
Chef Charlie langsung berkata dengan nada geram dan sorot mata tajam "jangan kasar sama wanita, apalagi dia ibu dari anak kamu!"
"Siapa kamu? aaahh, ternyata memang ya, kamu tidak berubah, suka mempermainkan cowok, ini pasti mangsa baru kamu, kan?" kata Steve, mantan suaminya Grace dengan senyum sinisnya.
"Jaga bicara kamu!" ucap Chef Charlie sambil mulai melangkah maju mendekati Steve.
Raja tiba tiba muncul, Raja menatap secara bergiliran, menatap Chef Charlie, Steve, lalu terakhir menatap mamanya, yang nampak meringis kesakitan.
"Siapa kamu? belani belaninya menyakiti mamanya Laja, pelgi!" Raja berteriak sambil berlari memeluk mamanya.
"Raja, ini papa, kamu ikut papa ya, mama kamu tidak akan bisa mendidik kamu dengan baik, mama kamu.........."
"Jangan mengatakan hal yang tidak benar di hadapan Raja!" Chef Charlie memotong omongannya Steve dengan geram sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Anda tidak tahu wanita seperti apa dia, itulah kenapa saya meragukan anaknya, anda belum lama kan mengenal dia, kan!" Steve berteriak dan menunjuk Grace.
"Grace, bawa Raja keluar dari sini!" kata Chef Charlie sambil terus menatap tajam ke arah Steve.
Grace langsung paham dan langsung menggendong Raja untuk dia bawa keluar dari kamar tersebut.
"Jangan bawa Raja!" Steve berbalik badan, berteriak, dan hendak menyusul Grace, tetapi tangan Chef Charlie menahan pundaknya Steve.
"Kita, akan bicara baik baik, atau kamu lebih memilih tinjuku ini yang berbicara?" kata Chef Charlie mulai mengepalkan tinju tangan kanannya di depan matanya Steve.
"Aku tidak takut melawanmu, ayok, kita duel!" kata Steve sambil melepas jasnya dan menggulung lengan bajunya.
"Dengan senang hati" kata Chef Charlie sambil tersenyum penuh arti ke arah Steve.
Steve melepas tendangan berkali kali dan dengan lincahnya, Chef Charlie berhasil menghindarinya, lalu mulai menyerang dengan tinju tinjunya dan tetap saja dia belum berhasil melukai Chef Charlie.
"Aku terus menghindari pukulan dan tendanganmu, karena, aku masih memberikan kamu kesempatan, untuk berbicara secara baik baik" kata Chef Charlie sambil terus menghindari serangannya Steve.
"Shit! jangan banyak omong!" Kata Steve.
Buk....buk....buk, mendaratlah tiga pukulannya Chef Charlie, di wajahnya Steve.
Steve langsung terhuyung ke belakang dan terjatuh.
Steve menggeleng nggelengkan kepalanya dan mulai mengelap hidungnya yang berdarah dengan punggung tangannya.
Steve hendak bangkit berdiri tetapi terjatuh lagi.
"Jangan pukul lagi! jangan mendekat!" kata Steve, saat melihat Chef Charlie melangkah mendekatinya.
Chef Charlie tersenyum, dia mendekati Steve, dan membantunya untuk bangkit berdiri.
"Aku sudah bilang kan tadi, lebih baik kita bicara baik baik saja, jangan sampai tinjuku yang berbicara" kata Chef Charlie sambil tersenyum lebar.
"Apa mau kamu?" tanya Steve.
"Harusnya aku yang bertanya, apa mau kamu?" Chef Charlie balik bertanya.
Chef Charlie menyodorkan sapu tangannya ke Steve dan berkata "bersihkan hidung kamu pakai ini!"
Steve meraihnya dan langsung menekan lubang hidungnya, menggunakan sapu tangannya Chef Charlie tersebut.
"Aku mau ambil anakku" kata Steve dengan santainya.
"Bukankah kamu tidak pernah mengakuinya selama ini?" tanya Chef Charlie.
"Iya itu karena, Grace bukan wanita yang bisa dipercaya, dia masih sangat mencintai mantan pacarnya, dia menikah denganku tetapi hati, jiwa, dan pikirannya selalu saja ke Greyson Adi Wijaya Simpsons" kata Steve kesal.
"Siapa kata kamu tadi, mantannya Grace?" tanya Chef Charlie.
"Greyson Adi Wijaya Simpsons" jawab Steve dengan santainya.
"Di Kota B" jawab Steve.
"Dan Greyson Adi Wijaya Simpsons, dia tinggal dimana saat itu?" tanya Chef Charlie.
"Saat kami menikah, Grey masih kuliah di luar negeri, dan saat Raja lahir, Grey tinggal di kota J" jawab Steve.
"Selama kalian menikah, apa Grace pernah menemui Grey, pernah berkencan dengan Grey?" tanya Chef Charlie.
"Enggak pernah, aku selalu mengurungnya di dalam rumah, aku tidak pernah membiarkan dia bepergian atau keluar rumah kalau tidak bersamaku" jawab Steve.
"Lalu kenapa kamu jadikan Grey dan masa lalunya Grace sebagai alasan untuk kamu meragukan anak kamu, dasar brengsek!" Chef Charlie mulai kesal.
"Karena aku cemburu sama Grey, karena aku tidak bisa memiliki Grace secara jiwa dan raga, karena aku frustasi saat aku ingin mengikat Grace di sisi aku selamanya dengan anak, huufft, dokter malah memberitahu aku, kalau aku sulit untuk mempunyai keturunan" jawab Steve dengan lantangnya.
"Sulit bukan berarti tidak mungkin" kata Chef Charlie.
"Aku salah, aku menyesalinya sekarang, aku diam diam menyuruh orang untuk mengambil rambutnya Raja, dan melakukan tes DNA, aku baru menyadarinya beberapa bulan belakangan ini, saat ada yang mengatakan kalau Raja mirip banget sama aku" kata Steve.
"Kapan kamu melihat Raja?" tanya Chef Charlie.
"Saat aku beli es krimnya Grace, aku menyuruh asistenku untuk membelikannya, dan saat itu asistenku melihat Raja, dan mengatakan kalau Raja mirip banget sama aku, saat itu aku mulai sadar" jawab Steve.
"Kamu harus bicara secara baik baik, jangan membabi buta seperti tadi, kamu malah membuat Raja ketakutan tadi, dan jangan ambil Raja dari Grace karena, aku tidak akan tinggal diam!" Chef Charlie berkata sambil tersenyum.
"Ada hubungan apa, anda dengan Grace?" tanya Steve kemudian.
"Aku, calon suaminya Grace" kata Chef Charlie sambil bersedekap dan tersenyum menatap Steve.
Aaahh, sial, aku terlambat lagi nih, cowok ini sangat gagah, berwibawa, jago bela diri, dan kalau dilihat dari penampilannya dia sangat mapan, aku kalah saing nih dalam segala hal. Kata Steve di dalam hatinya sambil terus mengamati Chef Charlie.
"Pergilah dulu, kembalilah besok, dengan tingkah dan kata kata yang sopan, ingat aku akan selalu ada di sampingnya Raja dan Grace!" kata Chef Charlie dengan nada tegas.
Steve pun meraih jasnya yang tergeletak di atas lantai, lalu melangkah pergi keluar dari kamarnya Grace.
Selang beberapa waktu, Chef Charlie menelepon Grace untuk balik lagi ke kamar.
Grace dan Raja akhirnya balik lagi ke kamar dengan selamat.
Raja langsung beringsut turun dari gendongan mamanya dan langsung melompat ke dalam gendongannya Chef Charlie.
"Laja, boleh panggil om, papa?" tanya Raja sambil memeluk Chef Charlie dengan sangat erat.
"Hahahaha, iya boleh, panggil saja papa" kata Chef Charlie sambil mendekap erat tubuh mungilnya Raja dan menciumi pucuk kepalanya Raja.
Grace tanpa sadar terisak menangis dan melangkah mendekati Chef Charlie yang masih memeluk dan menggendong Raja.
Grace lalu memeluk keduanya dengan rasa haru. Oooo Tuhan jangan pisahkan kami bertiga saat ini, jangan biarkan Steve memisahkan kami, ijinkan hambaMu ini bahagia, bersama dengan Om Charlie dan anak hamba. Amin. Doa Grace di dalam hatinya, sambil memeluk erat Raja dan Chef Charlie.
Sementara itu di rumahnya Grey, papa dan ibunya Grey, mulai nampak menuruni anak tangaga dan berjalan menuju ke ruang makan.
Bu Ratih dan pak Edward duduk di kursi di depannya Grey dan Lila.
"Ehem ehem yang pengantin baru nih" goda Grey, sambil tersenyum jahil ke arah papanya.
"Hahaha, baru kemarin maksudmu?" jawab pak Edward asal.
"Aaahh, papa bisa aja ngeles" kaya Grey masih dengan senyum jahilnya.
"Iya, papa kan belajar dari kamu, cara ngeles yang baik dan benar, iya kan?" kata pak Edward tidak kalah jahilnya.
"What? mana ada Grey, ngeles" jawab Grey dengan polosnya.
Lila dan ibu mertuanya hanya bisa tertawa lepas menatap tingkah konyolnya ayah dan anak tersebut.
"Pa, James sudah memberi kabar sama Grey kemarin, puji Tuhan, Joy sudah tertangkap, dan Stephanie aman, sekarang Stephanie sudah berkumpul kembali dengan orang tua kandungnya." kata Grey
"Aahh, syukurlah" kata pak Edward lega.
"Syukurlah" sahut Lila dan bu Ratih secara bersamaan.
tiba tiba, Upik datang ke ruang makan dan berkata "pak Grey, ada tamu."
"Siapa?" tanya Grey.
"Seorang cowok ganteng dan keren pak, heee, namanya pak Dave Erlando" kata Upik.
" Baiklah, aku segera ke ruang tamu" ucap Grey.
"Saya permisi" Upik menganggukan kepalanya dan melangkah pergi dari ruang makan.
Dave datang berkunjung dengan membawa berita yang mengkhawatirkan. Kita selesaikan dulu masalah yang belum selesai. Batin Dave sambil menunggu kedatangannya Grey.