
Grey dan papanya akhirnya keluar dari ruangan tersebut, Edward langsung membeku dan menatap Charlie. Charlie tersenyum lega dan langsung memeluk Edward dengan rasa bahagia karena akhirnya sahabat terbaiknya bisa lepas dari cengkeramannya Joy Simpsons, seorang wanita yang licik, kejam, dan jahat
Charlie melepaskan pelukannya dan berkata "kita lanjutkan reuni kita nanti lagi ya"
Edward menganggukkan kepalanya dan tersenyum bahagia menatap Charlie.
"Grey, kamu, pak Charlie dan pak Edward cepatlah pergi dari sini, aku sudah memberi kode sama Rio untuk segera meninggalkan tempat ini juga" kata James.
"Lalu kamu ?" tanya Grey.
"Anak buahku yang lain sudah menguasai pabrik narkobanya Joy Simpsons, dan sudah menyelamatkan berpuluh puluh anak dibawah umur yang disekap di sana, dan sekarang waktunya aku untuk menangkap Joy Simpsons, dia tidak akan bisa mengelak lagi dari jerat hukum" kata James.
"Cepatlah pergi dari sini, aku dan anak buahku akan melindungi kalian sampai kalian bisa berhasil keluar dari tempat ini, dan Rio sudah kasih kabar nih, kalau dia dan Melly sudah keluar dari rumah utamanya Joy Simpsons"" kata James.
"Terima kasih banyak ya nak" kata Edward sambil menepuk pelan pundaknya James
"Iya om, sama sama " kata James.
"Ayok Pa, Om Charlie, kita pulang ke rumah" kata Grey.
Akhirnya Grey, Edward dan Charlie bisa keluar dari tempat tersebut dengan selamat, setelah melumpuhkan beberapa anak buahnya Joy Simpsons dengan bantuan dari James dan anak buahnya James.
Mereka akhirnya bertemu dengan Rio dan Melly setelah mereka berhasil keluar dengan selamat.
Rio langsung menyalami dan mencium punggung tangannya pak Edward.
"Kamu Rio ?" tanya pak Edward.
"Iya om, puji Tuhan kami berhasil menyelamatkan Om hari ini, puji Tuhan semuanya lancar dan tidak ada satu pun yang terluka" kata Rio.
Melly juga mencium punggung tangannya Edward.
"Siapa ini ?" tanya Edward.
"Ini Melly sekretarisnya Grey sekaligus calon isterinya Rio om" jawab Rio sambil tersenyum.
"Aaahh selamat ya" kata Edward sambil tersenyum bahagia menatap Melly dan Rio.
"Kita lanjutkan ngobrolnya di rumah saja, ayok kita pulang !" ajak Grey.
"James mana ?" tanya Rio.
"James masih ada tugas, hari ini Joy Simpsons sudah tamat, polisi akan menangkapnya" jawab Grey.
""Aaahhh syukurlah" kata Rio lega.
Akhirnya mereka pun masuk ke dalam mobil mereka masing masing dan meluncur ke rumahnya Grey.
Sementara itu, di rumahnya Grey, sepeninggalnya Lila dan Bean, Bu Ratih langsung berdiri dari jongkoknya, dan langsung berlari ke arah mobil Van kepolisian yang diparkir di depan rumahnya Grey.
Bu Ratih menggedor nggedor pintu mobil Van tersebut, agar Amber, Ivan dan pengurus rumah tangganya cepat tersadar dari pingsannya.
Amber dan Ivan langsung tersadar, membuka mata mereka dan Amber langsung membuka pintu mobil Van tersebut.
"Lila was taken away" kata Bu Ratih dengan nada gemetar dan terengah engah karena dia baru saja berlari.
"Who brought Miss Lila ?" tanya Amber.
"Bean, please help her !" pinta Bu Ratih.
"Okay mam, please calm down, I will chase him now" kata Amber yang langsung menutup pintu mobil Van tersebut dan langsung meluncurkan mobil Van tersebut untuk mengejar Bean, Amber mulai menyalakan alat pelacaknya.
Amber sudah lama mencurigai Bean, itulah kenapa dia tadi secara sembunyi sembunyi memasang alat pelacak di bawah mobilnya Bean. Tetapi sayangnya dia sempat lengah tadi, sehingga Bean berhasil membuat dia tidak sadarkan diri. Shit ! Amber mengumpat di dalam hatinya.
"Hey, I'm still here" suara Ivan mengagetkan Amber, dan Amber secara spontan menoleh ke jok belakang mobil dinasnya, nampaklah Ivan sedang nyengir ke arahnya dan satu lagi yaitu pengurus rumah tangganya Grey yang masih pingsan.
"Ahhh Shit ! sorry I'm in hurry" kata Amber.
"It's okay, I'm glad if I can help you to help Miss Lila " kata Ivan santai.
"Can you do any kind of martial art ?" tanya Amber.
"Yes I can " jawab Ivan sambil menepuk nepuk dadanya..
"Great, you can help me then" kata Amber senang.
Lila bertanya kepada Bean "kamu akan membawa aku ke Joy Simpsons ?"
"Tidak " jawab Bean santai.
"Hah ? bukankah tadi kamu bilang kalau........
"Aaahh syukurlah, apa pak Edward selamat ?" tanya Lila.
"Hahahaha anda memang berhati mulia, di saat Anda dalam situasi seperti ini, anda masih sempat mengkhawatirkan pak Edward, emm iya pak Edward selamat" jawab Bean.
"Ahhhh syukurlah" jawab Lila lega.
"Lalu, kenapa tadi kamu akan membawa Ibu mertuanya Lila ?" tanya Lila.
"Aahhh sial ! ternyata anda ini cerewet sekali ya " kata Bean mulai kesal.
"Jawab !" tanya Lila dengan nada tajam.
"Kalau saat ini saya membawa ibu mertua anda maka saya akan membawanya ke markasnya Joy Simpsons, untuk ditukarkan dengan pak Edward nantinya, dan kalau Joy Simpsons tamat, saya berpikiran untuk meminta uang tebusan yang banyak dari Mister Grey" jawab Bean santai.
"Jadi aku akan kamu tukarkan dengan uang ?" tanya Lila kemudian.
"Tidak " jawab Bean santai.
"Lalu, aku akan kau bunuh ?" tanya Lila dengan cemas, dan secara spontan dia mengelus elus perutnya, karena dia sedang hamil saat ini, dia sangat mengkhawatirkan Sweety.
"Tidak juga " jawab Bean santai.
"Lalu ?" Lila semakin heran.
"Anda ingat dengan seorang pengemis compang camping yang selalu duduk jongkok di depan rumah anda, di Indonesia ?" tanya Bean.
"Iya " jawab Lila sambil mengernyitkan dahinya.
"Anda selalu memberinya makan siang, juga makan malam, kadang sarapan kalau anda pas ridak berangkat ke kantor, bahkan anda memberinya uang " tambah Bean.
"Benar " kata Lila masih dengan wajah penuh tanda tanya.
"Anda tidak mengusirnya, padahal pengemis tersebut datang setiap hari, bahkan selain memberi makan, anda juga memberinya uang" tambah Bean.
"Kepada pengemis yang lainnya, yaitu seorang bocah kecil yang juga sering meminta minta di rumah anda, anda juga memperlakukannya dengan penuh kasih, anda benar benar berhati emas nona" kata Bean penuh rasa kagum.
"Bagaimana kamu bisa tahu ?" tanya Lila heran.
"Pengemis compang camping itu adalah saya, saya menyamar waktu itu, dan saya tersentuh dengan kebaikan dan keramahan anda, anda bahkan sering mengajak saya ngobrol, apakah anda tidak mengenali suara saya ?" tanya Bean.
"Aaahh benar, kenapa aku tidak langsung mengenali kamu, kalau wajah mungkin bisa dimaklumi karena kamu pakai topi bundar dari anyaman, dan kamu pakai kumis, dan wajah kamu hitam hitam, tapi suara kamu, harusnya aku bisa langsung mengenali suara kamu" kata Lila mulai ingat siapa Bean.
Bean tersenyum senang saat Lila sudah mulai mengingat semuanya.
"Anda juga, setiap satu bulan sekali pergi ke panti asuhan untuk memberikan sumbangan yang tidak sedikit juga sembako, hal itu menyentuh hati saya, karena saya juga hidup dan besar di panti asuhan" kata Bean.
"Lalu apa hubungannya dengan semua ini ? apa maksud kamu menculik aku ?" tanya Lila kemudian.
"Sebagai hukuman, karena anda tadi Sudah berani memukul muka saya " jawab Grey sambil melirik Lila dan tersenyum santai.
"Jawab dengan jelas !" kata Lila dengan sorot mata tajam menoleh ke arah Bean yang tengah fokus menyetir.
"Hahahaha anda berhati mulia, hangat dan ramah pada semua orang, tetapi ternyata anda juga sangat cerewet dan galak ya" kata Bean santai.
"Tolong jawab pertanyaaan Lila, apa maksud kamu menculik aku ?" Lila mulai merasa takut.
"Saya akan membawa anda pergi sejauh jauhnya, saya ingin memiliki anda seutuhnya heeeee saya tadi mengatakan kepada anda bukan kalau saya sebenarnya tidak ingin membawa anda ke dalam bahaya dan tidak ingin mencelakai anda, tetapi saya tidak menyangka anda berani memukul saya, itu membuat saya semakin ingin memiliki anda" ucap Bean santai.
"Apa ?" tanya Lila mulai merinding mendengar ucapannya Bean barusan.
"Ya saya sudah lama mencintai anda" tambah Bean.
"Kamu gila, aku sedang hamil " kata Lila lirih sambil mengelus elus perutnya.
"Hahahaha, saya bersedia menjadi papa dari anak anda nona, saya akan mencintai dan menyayangi kalian dengan tulus, saya bersumpah " kata Bean dengan polosnya.
"Kamu gila ! suami Lila tidak akan membiarkannya !!" teriak Lila kesal.
"Hahahaha Mister Grey tidak akan bisa menemukan kita, saya akan membawa anda jauh dari London, saya akan membawa anda ke tempat terpencil, supaya kita bisa hidup tenang dan bahagia, saya akan memanggil seorang Pendeta untuk memberkati pernikahan kita nanti, dan saya akan mengurus surat surat pernikahanya nanti" kata Bean sambil tersenyum bahagia dan melirik Lila sesaat.
"Anda tahu nona, saat anda kena tembakan dan anda terbaring koma di rumah sakit, saya selalu menjenguk anda, tetapi saya tidak berani masuk karena anda selalu dijaga sama Mister Grey, saya selalu melihat anda lewat jendela pintu kamar anda, dan saya ikutan bersyukur saat anda siuman" kata Bean mencoba mendapatkan simpatinya Lila.
"Kamu gila ! tolong kembalikan aku, aku sedang hamil" kata Lila dengan nada memohon.
"Saya mendapatkan uang pensiun yang sangat banyak dari Joy Simpsons, saya akan pensiun jadi polisi, dan saya akan membuka usaha dari uang yang saya dapatkan dari Joy Simpsons, saya bisa menghidupi anda dan anak anda" Bean berkata sambil tersenyum dengan tulus menoleh ke arah Lila.
Tuhan selamatkan Lila dan anak Lila. kata Lila di dalam hatinya.