Lila And Grey

Lila And Grey
GPS cinta



Lila langsung diam dan mengelus elus perutnya. Kalau dia akan ditukarkan dengan uang atau dibawa ke markasnya Joy Simpsons dia masih bisa tenang, paling nggak Grey akan tahu keberadaannya. Kalau situasinya ternyata seperti ini, Lila langsung merasa khawatir, bagaimana kalau selamanya nanti dia tidak bisa bertemu lagi dengan suaminya.


Lila mulai memutar otak, bagaimana caranya dia bisa melarikan diri dari Bean, dan akhirnya tanpa Lila sadari dia ketiduran.


Wanita yang sedang hamil memang bawaannya ngantuk melulu ya. Batin Bean sambil melirik sebentar ke Lila.


Bean berhenti sebentar di depan sebuah mini market. Dia memarkir mobilnya lalu melepas seat beltnya dan mulai menoleh ke Lila, menatap Lila dan mengamat amati wajah Lila.


Beruntung sekali Mister Grey bisa memperistri dirimu ini nona. Batin Bean.


"Dalam situasi seperti ini, bisa bisanya dia tertidur sangat pulas, anda memang menggemaskan nona" gumam Bean.


Di saat Bean hendak membelai rambutnya Lila, Lila mulai menggerakkan kepalanya dan mulai mengerjap ngerjapkan matanya.


Lila menoleh ke arah Bean dan merasa kesal dengan tatapannya Bean "Berhenti menatapku !"


"Anda menggemaskan nona, maaf jika saya secara tidak sadar memberanikan diri saya untuk terus menatap makhluk yang sangat indah seperti anda" kata Bean sambil tersenyum santai.


"Hentikan omong kosong kamu atau akan aku pukul lagi !" kata Lila mulai melepaskan seat beltnya dan melayangkan tinju ke Bean.


Bean menangkap tinjunya Lila dengan tangannya dan terus menggenggam tangan Lila sambil tersenyum manis.


"Lepaskan tanganku !" teriak Lila dengan sangat lantang.


Bean pun melepaskan tangannya Lila dan berkata " jangan sekali kali anda memukul saya lagi nona, anda sudah tahu kan hukumannya ?" Bean tersenyum penuh arti.


"Cih ! kamu memang brengsek !" umpat Lila penuh amarah dan melotot tajam ke arah Bean.


"Kita belanja dulu nona, saya akan membeli sembako untuk persediaan kita beberapa bulan ke depan, beberapa baju ganti untuk kita, dan anda sedari tadi belum makan, saya akan belikan sandwich, sandwich dari mini market ini lumayan enak" kata Bean.


"Turunlah ! aku tunggu di mobil " kata Lila santai sambil bersedekap.


"Anda harus ikut turun nona, saya tidak mau kalau anda melarikan diri, ingat nona, saya ini tidak bodoh" ucap Bean santai dan masih terus menatap Lila.


Lila langsung berpikir cepat, mungkin ini kesempatan dia untuk melarikan diri, kalau turun ke mini market, dia kan bebas berjalan, dia nggak mungkin kan memborgol atau mengikat tangan dan kakiku. Batin Lila.


"Ok, aku turun " jawab Lila.


Bean duluan turun dan cepat cepat berlari menuju ke pintu penumpang, dia tidak ingin kalau Lila sampai melarikan diri.


Bean langsung berkata "Maaf saya menggenggam tangan anda, saya tidak ingin anda melarikan diri"


Lila kaget dan langsung berusaha melepaskan tangannya dari genggamannya Bean, dia langsung menendang dengan keras kakinya Bean, saat Bean tidak mau melepaskan tangannya.


Bean meringis kesakitan tetapi dia tetap tidak melepaskan tangannya Lila "jangan membuat batas kesabaran saya hilang nona, anda tahu benar apa yang akan terjadi kalau batas kesabaran saya sudah hilang"


Akhirnya Lila hanya bisa mendengus dengan sangat kesal, membiarkan Bean tetap menggenggam tangannya dan dengan sangat terpaksa mengikuti langkahnya Bean.


Akhirnya mereka selesai berbelanja, sesampainya mereka di kasir, mbaknya kasir tersenyum manis menatap Lila dan Bean, yang masih bergandengan tangan.


"How sweet you are" kata si mbak kasir.


"Husband and wife ?" tanya si mbak kasir.


"Yes" jawab Bean santai dan tersenyum manis sama si mbak kasirnya.


Lila hanya diam saja.


Mereka akhirnya menuju ke parikiran mobil, Bean membuka bagasi mobilnya, dan masih terus menggenggam tangannya Lila. Dia memasukkan semua belanjannya ke dalam bagasi mobilnya.


Setelah menutup pintu bagasi mobilnya,


Bean mengantarkan Lila kembali masuk ke kursi penumpang memasangkan sabuk pengamannya Lila, langsung menutup pintunya dan berlari dengan cepat ke belakang kemudinya.


Bean menyodorkan sandwich ke Lila "Makanlah nona, sandwichnya sangat enak dan masih fresh, bagus untuk ibu hamil" kata Bean.


Lila menerima sandwichnya dan mulai memakannya, demi Sweety, dan ajaibnya Sweety suka, karena dia tidak merasakan mual saat memakan sandwichnya.


Dengan lahap dan cepat sekali Lila menghabiskan sandwichnya dan berkata "maaf apa masih ada sandwichnya heeeee aku masih lapar nih, maklum ibu hamil"


"Hahahaha tentu saja masih, saya beli banyak kan tadi, saya paham anda sedang hamil, makan satu aja pasti kurang " kata Bean senang melihat Lila sudah mulai bisa bersikap santai sama dia.


Lila menerima satu box penuh sandwich tersebut, mulai menaruh di atas pangkuannya dan mulai memakannya sambil berkata kepada Bean "terima kasih"


"Sama sama nona, habiskan dulu makanannya, setelah itu baru kita lanjutkan lagi perjalanan kita, saya takut kalau anda makan di dalam mobil yang tengah melaju, anda akan merasa mual dan muntah" kata Bean sambil tersenyum dan menyodorkan botol air mineral ke Lila.


Lila meraih botol air mineral yang disodorkan Bean, lalu diam saja sambil terus makan sandwichnya, Lila malas merespon ucapannya Bean.


Lila makan dengan pelan pelan kali ini, setelah mendengar ucapannya Bean baru saja, kalau Bean akan melajukan mobilnya setelah Lila selesai makan. Lila berharap ada yang menyusulnya jadi dia mencoba untuk mengulur waktunya dengan cara makan pelan pelan sandwichnya.


"Hahahaha saya paham maksud anda makan dengan pelan pelan nona, nggak akan ada yang akan menyusul kita, jadi santai saja makannya tidak masalah bagi saya " kata Bean santai.


Aaahh sial, dia pintar juga ya, dia baik sebenarnya, tapi tetap saja menakutkan. Batin Lila.


"Saya juga belikan anda susu untuk ibu hamil, rasa cokelat, saya beli rasa cokelat karena semua cewek itu suka sama cokelat, saya membelinya karena saya tidak mau kalau anak kita nanti kekurangan gizi" ucap Bean dengan polosnya.


Lila langsung menoleh dengan kesal ke Bean dan berkata "jangan pernah katakan kalau ini anak kita, cih !"


"Hahahahahaha anda terlihat sangat cantik waktu anda marah nona" Bean berkata sambil tersenyum senang menatap wajah kesalnya Lila.


"Aku juga punya batas kesabaran, kalau sampai batas kesabaranku hilang kamu akan menyesalinya" Lila melotot tajam ke Bean.


"Hahahahahaha saya suka, saya suka nona hahahahahaha" Bean semakin kegirangan menatap Lila yang nampak semakin kesal saat ini.


Dia sangat cantik, manis, baik hati, dan menggemaskan. Batin Bean.


Lila kembali menatap ke arah depan dan memakan sandwichnya dengan hati yang masih sangat kesal.


Kalau makan tidak boleh sambil cemberut nona, kata orang timur itu tidak berkah" ucap Bean sambil tersenyum manis menatap Lila.


Kak Grey, tolong cepatlah ke sini, pakailah GPS cinta kita yang terpasang di hati kita masing masing, temukan hatiku kak Grey, di manapun aku berada saat ini, temukan aku dengan GPS cintamu. Batin Lila.


Di dalam mobil yang tengah dikendarai Rio, Grey bisa merasakan sinyal dari GPS cinta yang dikirim sama Lila, dia langsung berkata "Bro, agak cepat bro, aku bisa merasakan sinyal sinyal keberadaannya Lila "


Rio melirik Grey, akhirnya ngomong juga nih anak. Batin Rio senang.


Ok, aku sudah ada di dalam kecepatan maksimal yang ada di dalam batas kewajaran" jawab Rio.


"Sepertinya Egi ada di dalam mobilnya Amber saat ini, kasihan Egi " kata Charlie.


"Siapa Egi om ?" tanya Rio.


"Lho kamu tidak tahu nama dari asisten rumah tangganya Grey ?" tanya Charlie heran.


"Iya dia kan pendiam om, nggak pernah ngomong, namanya juga aneh, Rio bingung manggilnya waktu dia sebutin nama panjangnya, Rio nahan geli saat dia sebutin nama panjangnya" ucap Rio tersenyum lebar menahan geli.


"Iya, aku ajak dia ngobrol, kasihan juga lihat dia nggak pernah ngomong, aku pikir awalnya dia bisu heeee ternyata bisa ngomong, dan saat aku tanya siapa namanya emang lucu, om juga langsung nahan tawa hahahahaha. Saat dia lihat om menahan tawa, dia langsung kasih tahu kalau nama panggilannya Egi" kata Charlie.


"Wow keren juga ya Egi hahahaha" kata Rio langsung tertawa lepas.


"Memang siapa nama panjangnya Bro ?" tanya Grey penasaran.


"Rebo Legi Sastro Dimejo hahahaha bisa jadi inspirasi buat elo untuk kasih nama anak kamu nanti hahahahaha" kata Rio masih tertawa geli.


"Serius itu nama lengkapnya dia ? lah dia kan cewek kok dikasih nama itu sih ?" tanya Grey heran.


"Ya elo tanya ke orang tuanya dong, kok nanya ke gue " kata Rio santai.


"Cih ! emang pusing kalau ngomong sama elo, Bro tolong belok ke kanan saja Bro" kata Grey kemudian.


"Lho, ini layarnya nyuruh kita terus lho" kata Rio heran.


"Feeling aku mengatakan kalau kita harus belok ke kanan" kata Grey serius.


"Oke oke aku belok kanan nih" Kata Rio sambil membelokkan kemudinya ke kanan.


Tepat saat Rio membelokkan kemudinya ke kanan, menuju ke arah mini market dimana Lila berada, yang jarak tempuhnya kira kira satu jam lagi dari arahnya Rio, Bean mulai bersiap siap untuk meluncurkan mobilnya, melanjutkan perjalanannya.


Sedangkan Amber mulai menghentikan mobilnya, karena di layar alat pelacaknya nampak kalau Bean berhenti, tidak jauh dari tempatnya berada saat ini, Amber langsung celingukkan, mengedarkan pandangannya, mencari keberadaan mobilnya Bean.