
Grey dan Lila sudah kembali menjalani aktivitas mereka di kantor. Mereka belum mengetahuinya kalo Rio dan Melly sudah jadian.
Rio ada di dalam ruangannya saat ini. Lila menatap suaminya kemudian memberanikan diri untuk meminta ijin keluar hari ini " Sayang, hari ini Ratna mulai ujian akhir, apa aku boleh menemaninya ?"
Grey mendongakkan kepalanya menatap istrinya dan menjawab "hmmm" kemudian kembali menatap berkas berkasnya.
"Beneran nih, boleh ?" tanya Lila kegirangan.
"hmm, tapi nanti begitu selesai langsung balik kesini, dan diantar sama sopir kantor, nggak boleh bawa mobil sendiri, nggak boleh bawa motor sendiri." Grey memulai ceramahnya.
"Iya sayang, nanti secepatnya aku balik kesini. begitu selesai ujiannya Ratna" Lila berdiri, melangkah ke meja kerja suaminya, lalu duduk di pangkuannya Grey, menatap Grey yang tampak heran dengan kelakuannya Lila saat ini.
Lila meraih tangan Grey untuk melepaskan berkas berkasnya, lalu menaruh kedua tangan Grey di pinggangnya. Lila mulai mencium bibir Grey lembut.
Saat Lila hendak menarik bibirnya, Grey langsung meraih tengkuk Lila dan mulai mencium Lila penuh gairah. Lama sekali mereka berpagutan.
Lila akhirnya mendorong pelan dada Grey.
"Kok berhenti sih sayang, nanggung nih, eemmm kamu nakal ya ternyata, mulai suka menggoda suami kamu." Grey tersenyum penuh arti ke arah Lila.
Lila langsung berdiri dari pangkuan suaminya saat Grey bergelagat hendak menciumnya lagi, lalu berlari ke arah pintu sambil berkata "Bye sayangku, sampe ketemu nanti makan siang, I love you."
Grey menatap Lila sambil menggeleng nggelengkan kepalanya. Setelah Lila menutup pintunya. Grey kembali berkutat dengan pekerjaannya.
Lila ke kampusnya diantar pak Joko, sopir kantornya Grey. Sesampainya di dalam Gedung sekretaris, Lila langsung menuju ke Ratna yang tengah duduk di depan ruang ujian akhirnya.
Lila langsung memeluk Ratna dan memberi semangat "Jangan takut, kamu bisa dan pasti lancar. Amin " kata Lila.
Ratna tersenyum, lalu berdiri dan mulai berjalan untuk memasuki ruang ujian akhirnya.
Lila menunggu selama satu jam, Saat Ratna keluar dari ruangan tersebut Lila langsung sumringah melihat wajah bahagia sahabatnya.
Ratna menghambur ke dalam pelukannya Lila dan berkata "Aku berhasil Lila, akhirnya aku lulus."
"Selamat ya" sahut Lila.
Tidak begitu lama ada suara kaki seseorang yang tengah berlari menuju ke arah mereka, yang ternyata Dony " maaf aku terlambat, baru selesai juga ujianku, gimana ?" Dony bertanya sambil terengah engah mengatur napasnya.
"Aku berhasil, aku sudah lulus." Ratna beralih dari pelukannya Lila, menuju ke pelukannya Dony.
Lila tersenyum melihat keharmonisan hubungan dari dua sahabatnya itu Semoga bisa sampai ke jenjang pernikahan. batin Lila mendoakan kedua sahabatnya itu.
"Aku traktir makan ya, kalian pengen apa ?" ajak Ratna sembari menggandeng Lila dan Dony. Ratna merasa bahagia bisa berjalan di tengah tengah sahabat dan kekasihnya.
"Terserah aja aku ngikut." Lila dan Dony menyahut berbarengan.
"Hahaha ok, kita ke salah satu mall favoritku aja ya disana ada restoran bakmi yang enak banget." ajak Ratna kemudian.
Akhirnya mereka menuju ke mall yang dimaksud Ratna memakai mobilnya Grey. Sesampainya di dalam mall tersebut pak Joko sopir kantornya Grey pun juga diajak Ratna untuk ikut masuk dan ikutan ditraktir sama Ratna.
"Lil, kamu telpon suami kamu, pak Rio sama mbak Melly gih untuk sekalian makan siang disini, aku traktir sekalian." kata Ratna kemudian.
Setelah Grey menjawab Ok, Lila pun menutup sambungan teleponnya.
Tidak begitu lama Grey,Rio dan Melly pun nongol. Mereka pun langsung bergabung dengan Lila,Dony,Ratna dan pak Joko.
"Pak Joko santai aja nggak usah canggung dan sungkan" kata Rio saat dilihatnya pak Joko tampak rikuh, karena bos bos dia berkumpul semua disini.
Pak Joko pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum, ke arah Grey, Rio, dan semuanya.
Saat mereka tengah asyik bercengkerama dan menikmati makanan yang mereka pesan. Tiba tiba duduk seorang cowok tanpa permisi di kursi kosong yang berada di depannya Lila dan Grey. Persis di sebelahnya Rio.
Rio spontan menoleh, Grey dan Lila langsung mendongakkan kepalanya. Mereka pun kaget, karena seseorang yang tengah duduk diantara mereka itu adalah Raymond.
Raymond tersenyum menatap Lila penuh arti, Raymond terus menatap Lila, tatapannya seolah mengatakan kalau aku merindukanmu Lila.
Grey langsung meradang, Saat Grey hendak berdiri, Lila langsung menahan paha suaminya, mengelusnya pelan agar Grey tenang tidak terbawa emosi, karena saat ini mereka tengah berada di tempat umum.
"Apa kabar kalian ?" tanya Raymond yang masih menatap Lila.
Grey seolah pengen mencolok mata Raymond yang terus menatap isterinya dan tidak berkedip sama sekali.
"Aku sudah membayar semua tagihan untuk meja kalian ini, anggap aja syukuranku karena aku telah bebas kemarin. Kamu tidak menyangka bakalan secepat ini kan aku bisa bebas ?" kata Raymond angkuh.
Grey menatap Raymond geram, lalu berkata penuh amarah yang terpendam " turunkan mata sialan kamu dari isteriku sekarang juga !"
"Hahahaha ini mata, mata siapa hah ? terserah dong mau aku pakai menatap apa dan menatap siapa ? hahaha apa urusanmu ?" Sahut Raymond dengan santainya.
Grey mulai mengepalkan tangannya yang saat ini berada diatas meja. Dony langsung paham situasinya, Dony memegang pundak Grey dan berkata lirih "Sabar bro, kalau kamu meladeninya, kamu akan mempermalukan diri kamu sendiri, ini tempat umum , dan kamu seorang Presdir."
Rio yang berada tepat di sebelahnya Raymond langsung berucap sambil memegang pundaknya Raymond " Terima kasih untuk jamuan makan siangnya, tapi maaf lebih baik anda meninggalkan meja kami ini, karena kami tidak pernah mengundang anda. Maaf."
Raymond paham maksud perkataannya Rio. Raymond langsung berdiri, bertepuk tangan dan tertawa sambil berujar "Ini belum selesai, aku selalu mendapatkan apa yang aku mau." Lalu Raymond berbalik badan dan pergi.
"Lila, siapa sih dia ?" tanya Ratna tampak ketakutan.
Melly berbisik ke telinga Rio "Apa tadi yang bernama Raymond ?" Rio pun menganggukkan kepalanya menanggapi bisikannya Melly.
"Ceritanya panjang Rat, nanti aku ceritakan ya." sahut Lila.
"Maaf semuanya, kami harus pamit dulu, selamat ya Ratna untuk kelulusanmu." Grey berucap sambil menarik pelan tangan Lila untuk ikut berdiri dan beranjak pergi dari mall tersebut
Rio,Melly dan pak Joko otomatis ikutan berdiri pamit kepada Ratna dan Dony lalu menyusul Lila dan Grey.
Akhirnya pak Joko pulang sendiri membawa mobilnya Grey balik ke kantor.
Sedangkan Rio, Grey, Melly dan Lila, melajukan mobil menuju ke rumahnya Grey. Mereka memutuskan untuk tidak balik ke kantor, takutnya Raymond menguntit mereka dan melakukan sesuatu yang jahat sama Lila.
Mereka memutuskan pulang dulu ke rumah Grey. Untuk berdiskusi mengatur strategi baru bagaimana cara mengatasi Raymond.