Lila And Grey

Lila And Grey
Rio and Melly



Sementara itu saat senja mulai merekah di rumahnya Melly, Rio sudah nampak duduk di ruang tamu. Papinya Melly yang tengah duduk di depannya Rio, terus menatap dan mengamati Rio tanpa mengucapkan satu patah kata pun.


Gila, begini ternyata ya rasanya kalau bertemu ortunya calon pacar. Batin Rio.


Suasana yang sangat canggung akhirnya terselamatkan dengan munculnya maminya Melly yang membawakan beberapa camilan dan minuman.


"Silahkan nak, dicicipi camilan bikinan maminya Melly." suara maminya Melly terasa sangat merdu di telinganya Rio, terima kasih mami, anda telah menyelamatkan saya dari tatapan singa di seberang sana. Batin Rio.


Rio tersenyum hendak meraih minumannya............


"Kamu tidak tahu sopan santun ya ? Sebelum tuan rumah minum, tamu tidak diijinkan untuk minum terlebih dahulu." ucapan papinya Melly yang datar dan tanpa ekspresi, membuat Rio langsung menarik tangannya lalu mengelus tengkuknya. Serba salah nih gue. Kata Rio kemudian di dalam hati.


"Apa sih Pi, mana ada aturan macam itu " ucap maminya Melly sambil menepuk pundak suaminya pelan. Papinya langsung melotot ke arah isterinya.


"hahaha jangan hiraukan papinya Melly nak, mari mari silahkan." tambah maminya Melly sambil menyodorkan gelas yang tadi hendak diraih Rio.


Rio meraih gelas tersebut, menganggukkan kepala tetapi belum meminumnya.


"Mari om" kata Rio penuh sopan sambil menganggukkan kepala ke arah papinya Melly. Papinya Melly lalu meraih gelasnya lalu meminumnya dan meletakkan lagi gelasnya diatas meja berbarengan dengan Rio.


"Mau kamu ajak kemana anak gadisku ? " tanya papinya Melly dengan sorot mata yang sangat tajam.


Rio menelan minumannya dengan berat seolah tercekat di tenggorokannya, dan akhirnya menjawab dengan penuh sopan menatap ke arah papinya Melly " Kami mau menonton film om."


"Film apa ?" tanya papinya Melly.


Saat Rio mau menjawabnya tiba tiba muncul seorang anak cewek, Rio spontan menoleh ke arah anak cewek tersebut.


"Mami, ini pacarnya kak Melly ya waaahhh cakep sekali mirip sama penyanyi asal Korea idolanya Merry." cerocos anak cewek itu berbinar binar matanya menatap Rio.


"Hussh kamu nih." kata maminya Melly mengacak asal rambut anak kecil tadi.


"Kenalkan nak, ini Merry adiknya Melly heee maaf kalo kurang sopan, dia masih remaja masih kelas 9." kata maminya Melly.


Rio dengan canggung menyambut uluran tangannya Merry. " Rio " ucap Rio singkat spontan menarik tangannya karena Merry menggenggam tangannya dengan erat. Agresif sekali ya anak kecil nih, batin Rio.


"Kakak asli Korea ya ? apa asli Jepang ? soalnya wajah kakak nih tampan sekali mirip mirip lah sama aktor aktor Korea atau Jepang favoritnya Merry." ucap Merry yang langsung pindah tempat duduk untuk duduk di sampingnya Rio, spontan Rio menggeser duduknya agak menjauh dari Merry yang langsung duduk mepet di badannya Rio.


" Merry " papinya berucap menatap tajam ke arah Merry, membuat Merry langsung diam dan duduk tegak.


Melly akhirnya nongol juga, Rio langsung menoleh ke arah Melly, Gila cakep banget ya Melly kalo pakai baju casual kayak gini, batin Rio sambil menatap Melly tanpa berkedip.


"Ehem, jaga mata kamu jangan menatap anak gadisku seperti itu." kata Kata papinya Melly membuyarkan lamunannya Rio.


"Aahhh maaf om, bukan maksud saya untuk tidak sopan, cuma saya belum pernah melihat Putri anda dalam gaya casual seperti ini, itu yang membuat saya terkejut tadi." jawab Rio sambil tersenyum dan mengelus tengkuknya kembali.


"Pergilah kalian, jangan pulang larut malam " Kata papinya Melly setelah Melly dan Rio pamit dan mencium punggung tangannya papi dan maminya Melly.


"Merry mau ikut Pi." Rengek Merry.


"Nggak boleh, kamu tuh masih anak kemarin sore, mana boleh keluar malam malam begini, masuk sana !" bentak papinya yang membuat Merry spontan masuk ke dalam rumah sembari mencebikkan bibirnya ke arah papinya.


Sesampainya di gedung bioskop XXI, Rio langsung mencetak tiket nonton mereka yang tadi siang sudah dia pesan lewat aplikasi yang ada di HPnya. Jadi mereka tidak perlu mengantri.


Rio menyuruh Melly untuk duduk dulu di sofa yang tersedia lalu Rio melangkah ke counter makanan untuk membeli Satu jumbo popcorn dan dua cokelat hangat.


Setelah selesai, Rio menenteng popcorn dan plastik yang berisi minuman mereka.


Melly melangkah mendekati Rio, dan langsung mengambil popcorn Jumbo yang tengah dipeluk Rio.


"Saya bantu bawa ya pak." kata Melly yang langsung mendapat anggukkan kepala dari Rio. Mereka pun masuk ke dalam.


Rio memilih baris kursi pojok, paling belakang. Film yang dia pilih adalah film favoritnya, film tentang balap mobil yang lagi hits.


Mereka telah duduk di kursi mereka, menaruh popcorn di tengah tengah mereka dan Rio menyodorkan satu cup cokelat panas ke Melly. Melly menaruh cup cokelatnya di tempat yang sudah disediakan.


Filmnya masih belum dimulai, masih menayangkan beberapa iklan. Lampunya pun belum dimatikan.


"Mel, jangan manggil pak lagi ya." Kata Rio.


"Manggil ayang Bebeb emprutku seperti biasa Melly ucapkan, bolehkah ?" tanya Melly menoleh ke arah Rio.


Rio menoleh ke arah Melly, menganggukkan kepala lalu berkata "tanpa emprutku ya Mel"


"emang kenapa ? " tanya Melly heran.


"Coba elo ngomong emprutku." sahut Rio.


Melly menoleh ke ara Rio, spontan ngomong emprutku, Rio pun langsung komen "Nah, langsung berasa nih hujan lokalnya."


Melly spontan menepuk bahu Grey sembari tergelak. Rio mengelus rambut Melly lembut.


Aaaahhh bahagianyaaaaa batin Melly.


"Ayang Bebeb hmm maafkan papi dan adiknya Melly ya kalo tidak sopan tadi, adik Melly tuh memang kayak gitu lebay anaknya." cerocos Melly sambil menatap layar bioskop.


"Nggak apa apa, aku nggak ada masalah kok." sahut Rio santai. Memang mirip sama kamu Mel, adik kamu tuh lebaynya hihihihi. Kata Rio dalam hati sedikit geli.


Film pun dimulai dan lampu otomatis dimatikan. Rio meraih tangan Melly dan menggenggamnya, membuat Melly kaget, jantungnya berdegup sangat kencang.


Bahagia tiada tara yang dirasakan Melly saat ini.