Lila And Grey

Lila And Grey
Malam yang panjang



Ibu Ratih tergopoh gopoh keluar begitu mendengar mobilnya Grey masuk ke dalam pekarangan rumah. Langsung melongo melihat wajah Lila dan langsung menangkup kedua pipi Lila dengan kedua tangannya.


"Ya ampun nak, ini kenapa ? kamu jatuh ? kok bisa seperti ini ? lalu kenapa kalian bisa pulang bareng ?" ibu Ratih bertanya tanpa memberi jeda lawan bicaranya menjawab.


Grey dan Rio sudah duluan melangkah masuk dan duduk di ruang tamu.


Bu Ratih merangkul Lila kemudian mengajak Lila untuk duduk di ruang tamu di depan Rio dan Grey.


Grey hanya diam saja. Rio yang menceritakan semuanya kepada Bu Ratih. tidak begitu lama Grey berdiri tanpa berkata apa apa meninggalkan mereka menuju ke kamarnya.


Semua menatap Grey dengan menghela napas panjang. Rio pun berdiri dan pamit kepada Bu Ratih dan Lila untuk pulang.


Begitu Rio pulang, Bu Ratih menyarankan Lila untuk segera menyusul Grey ke kamar.


Ceklek


Lila membuka pintu kamar dan menutupnya pelan. Dia mendengar suaminya masih mandi di dalam kamar mandi.


Lila meletakkan tasnya di atas meja, lalu melangkah duduk di sofa panjang yang ada di depan ranjang.


Grey muncul dari kamar mandi bertelanjang dada mengenakan celana boxer. Duduk di samping Lila.


Lila meraih handuk yang dipegang Grey dan mengelap rambut suaminya yang masih basah.


"Mandi dulu sana, setelah itu kita turun makan malam dulu." kata Grey pelan.


Lila pun mandi, selesai mandi dia melihat suaminya sudah merebahkan diri di atas ranjang.


"Kemarilah sebentar" kata Grey sambil menepuk nepuk kasur.


Begitu Lila duduk di atas ranjang, Grey pun bangun untuk duduk bersila menghadap ke Lila. Membelai pipi Lila dan menyentuh pelan ujung bibir Lila yang terluka akibat ulah dari para berandalan tadi.


Grey mengecup bibir Lila pelan. Lalu memeluk Lila erat.


"Aku nggak rela kamu disakiti orang lain, aku benci diriku sendiri tidak bisa berada di sampingmu saat kamu dalam bahaya, tolong ya jangan kamu ulangi lagi menghadang para berandalan seorang diri, jika memungkinkan lari saja dan telepon polisi. " sahut Grey lirih sambil mencium pucuk kepalanya Lila.


Lila mendongakkan kepalanya untuk menatap Grey. Grey langsung ******* bibir Lila pelan, menuju ke leher dan melepaskan gairah mereka masing masing.


Grey melakukannya berkali kali, membuat Lila merasa kelaparan.


"Sayang, Lila lapar banget nih, kamu tuh ya kalo sudah minta jatah suka lupa waktu"


Grey tertawa, mereka pun memakai kembali baju mereka, bergandengan tangan keluar kamar menuju ruang makan untuk makan, karena sumpah aktivitas liar mereka tadi membuat mereka kelaparan tingkat dewa.


SATU MiNGGU BERLALU


Saat ini Lila dan Grey sedang merias diri di dalam sebuah hotel tempat resepsi pernikahan mereka digelar.


Ibu Ratih, mama dan papanya Rio juga Rio menunggu di dalam ruangan khusus keluarga.


Begitu Lila selesai dirias, ibu Ratih dan mamanya Lila menemui Lila.


" Nak, kenalkan ini mamanya nak Rio." ucap Bu Ratih pada Lila.


mamanya Rio langsung memeluk Lila penuh kehangatan.


"Maafkan Lila Tante, Lila belum sempat mengunjungi Tante dan om setelah pernikahan." Ucap Lila sambil tersenyum begitu mamanya Rio melepaskan pelukannya


Ceklek


Pintu terbuka nampaklah ibu dan ayahnya Lila masuk. Keduanya langsung memeluk putri mereka secara bersamaan. Setelah memeluk Lila, mereka menyalami ibu Ratih dan mamanya Rio.


Tidak begitu lama acara pun dimulai


Grey dan Lila mengucapkan janji pernikahan dan Bapak Pendeta memberkati pernikahan mereka, setelah itu mereka saling bertukar cincin pernikahan, dan melakukan wedding kiss cukup mesra yang langsung mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari para tamu.


Semua merestui pernikahan Grey dan Lila, ikut merasakan kebahagiaan Grey dan Lila kecuali Susan. Susan masih merasa penasaran dengan Grey dan masih memiliki perasaan cinta yang dalam untuk Grey. Susan bersumpah di dalam hati untuk menjadikan Grey sebagai suaminya. Tidak perduli bagaimanapun caranya.


Susan lupa kalau disampingnya Grey ada Rio si James Bond versi lokal dan Susan belum mengenal Lila si wonder woman versi lokal. Ya kita tunggu saja tanggal mainnya heeee.


Begitu pesta selesai. Semua kerabat termasuk mama dan papanya Rio menetap di hotel tersebut. Para kerabat dan Bu Ratih langsung menuju ke kamar mereka masing masing setelah menyelamati pengantin baru yang terlihat sangat berbahagia, mengumbar senyum mereka tanpa henti, dan masih berdiri di depan pintu kamar pengantin mereka .


Ibu Dan Ayah Lila yang paling terakhir menyelamati Grey dan Lila, memberi wejangan sedikit kepada anak dan menantunya, lalu tersenyum meninggalkan Grey dan Lila untuk menuju ke kamar yang sudah disediakan Grey untuk mertuanya.


Grey dan Lila langsung masuk ke kamar. Lila melepas heelsnya dan memijit pelan tumitnya . Tiba tiba...........


"Aaaahhh sayang, aku bisa jalan sendiri tidak perlu digendong." kata Lila merona malu saat Grey tiba tiba menggendongnya.


Grey duduk di ranjang dan memangku Lila. Lila menundukkan kepala. Grey memeluk pinggang Lila lalu mencium kening Lila dengan lembut.


"Sayang, terima kasih ya sudah bersedia menjadi isteriku, untuk berbagi suka dan duka" ucap Grey sambil mengangkat dagu Lila.


Lila masih merona malu setiap kali menatap wajah suaminya begitu dekat. Setiap kali menatap Ketampanan suaminya selalu saja membuat Lila merasa deg deg an.


"Aku pun juga deg deg an nih." Grey meraih satu tangan Lila untuk menyentuh dadanya. Lila semakin deg deg an, wajahnya memerah ketika merasakan detak jantung suaminya.


Grey tersenyum senang melihat rona merah di wajah Lila. imut sekali isteriku kalo seperti ini batin Grey sambil terus menatap wajah isterinya. Seakan tidak pernah bosan Grey menatap Lila bahkan rasa cintanya semakin hari semakin dalam.


"Kecantikan kamu, manisnya kamu, imutnya kamu, selalu membuat aku kehabisan napas Lil." Kata Grey serak.


Grey langsung mencium Lila, lalu menyusuri setiap inci tubuh isterinya dengan mulut dan tangannya, dan terjadilah ritual pengantin baru tanpa membersihkan make up dan mandi.


Akan menjadi malam yang sangat panjang bagi Lila dan Grey untuk saling meluapkan rasa cinta dan gairah mereka. Malam yang berasa malam pertama bagi mereka.