
Keesokan harinya, Delon bangun terlebih dahulu untuk memasak, Delon memang jago memasak. Itulah satu satunya alasan yang membuat Adelia bersedia untuk menjadi isterinya Delon, Karena Adelia pikir, seorang cowok yang jago masak pastilah seorang penyayang dan hangat hatinya.
Adelia terbangun, mencoba mencerna kembali apa yang sudah terjadi kemarin. Adelia tersenyum sambil melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah selesai mandi, Adelia memilih untuk memakai T'Shirt polos dan celana pendek. Bau harum dari arah dapur menggugah seleranya dan dia pun bergegas keluar dari kamar langsung menuju ke dapur.
Adelia duduk di meja makan, sambil menatap punggung suaminya yang masih tampak asyik memasak. Delon tidak sadar kalo kini Adelia sedang menatapnya dengan penuh kasih.
Apakah aku sudah mulai membuka hatiku untuk suamiku, aku akan belajar menjadi isteri yang baik dan aku janji akan belajar untuk mencintaimu, suamiku. Kata Adelia di dalam hati, sambil melangkah mendekati suaminya, lalu memeluk Delon dari belakang.
Delon spontan mematikan kompor karena kaget tiba tiba Adelia memeluknya dan mencium punggungnya.
Delon akhirnya berbalik badan, mendekap tubuh isteri cantiknya, isteri yang sangat dia cintai, dan kini sudah menjadi miliknya sepenuhnya.
"Selamat pagi cantik." Delon mengecup bibir Adelia.
"Silahkan princess, dinikmati masakan ala chef Delon." Ucap Delon sembari menuntun langkah Adelia untuk kembali duduk di meja makan.
Sudah tersaji beberapa masakan kesukaannya Adelia, scrambled eggs, nasgor seafood, dan ca kangkung, tidak lupa tempe goreng.
"Kamu bangun jam berapa, sampai bisa masak sebanyak ini ?" tanya Adelia menatap suaminya yang kini tengah mengambil masakannya yang terakhir yang masih ada di dalam penggorengan.
Delon melangkah menuju ke meja makan menaruh udang goreng tepung masakan terakhirnya diatas meja, lalu duduk di samping Adelia. Mengecup pipi Adelia dan tersenyum penuh cinta.
"Ini tanda terima kasihku ke kamu sayang, karena kamu sudah mau menerima aku sebagai suami kamu sepenuhnya. Aku kemarin juga sudah mengusir wanita murahan itu, aku sebenarnya juga sudah mulai muak sama dia." Delon mengelus pelan pipi Adelia.
"Aku mendengarnya kemarin, sewaktu kamu mengusirnya. Aku kemarin pura pura tidur sayang, maaf ya, aku sengaja melakukannya karena aku ingin lihat sejauh mana kamu mencintai aku, sejauh mana kamu peduli sama aku." Adelia mengelus dada suaminya sambil menundukkan kepala karena malu.
Delon mengangkat pelan dagu Adelia supaya Adelia bisa menatap matanya lalu Delon berkata " Lihat mata aku sayang, hanya ada kamu, sebenarnya wanita yang selama ini menemani aku hanyalah pelarianku saja, aku tidak pernah mencintainya."
"Aku cemburu sama masa lalu kamu, aku cemburu sama Rio........
"Jangan sebut nama itu lagi." Adelia langsung menutup mulut Delon dengan tangannya.
Delon menggenggam tangan Adelia dan menciumnya, lalu mencium bibir Adelia cukup lama. "Terima kasih isteriku, aku mencintaimu, sangat sangat mencintaimu." ucap Delon kemudian.
"Ayok, cicipi masakanku yang khusus aku bikin penuh rasa cinta untuk kamu seorang." kata Delon sambil tersenyum ke arah isterinya.
"Makasih sayang" ucap Adelia sambil mengecup pipi suaminya, dan mulai makan.
"Enak sekali, mirip masakannya chef bintang lima" kata Adelia sambil mengunyah nasgor yang ada di dalam mulutnya.
"Makanlah yang banyak, aku mau mandi lagi, habis masak penuh keringat nih lengket semua, sebentar ya sayang." ucap Delon berdiri sambil mengacak acak rambut Adelia.
Sementara itu kedua pasangan kita yang juga sedang dimabuk cinta, Grey dan Lila sudah berada di dalam pesawat menuju ke kota B untuk melepas kangen dengan Ibu Ratih, sekalian untuk berbulan madu.
Sedangkan Rio yang mulai pedekate dengan Melly, mengajak Melly untuk berkencan kembali. Rio ingin mengajak Melly ke pantai. Rio ingin menembak Melly secara resmi untuk dia jadikan sebagai kekasih hatinya.
Rio sudah berada di rumahnya Melly. Rio merasa beruntung banget tidak ketemu sama papinya Melly yang tengah bertugas mengisi seminar di luar kota. Papinya Melly adalah seorang dosen dan maminya Melly karyawan sebuah bank swasta.
"Saya kakeknya Melly dan Merry, kamu siapa ?" tanya kakek tersebut.
Rio langsung berdiri, menganggukkan kepala lalu mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan kakeknya Melly.
Kakeknya Melly menyambut uluran tangannya Rio.
Rio duduk kembali sambil tersenyum dia pun berkata "Saya Rio, saya calon pacarnya cucu kakek."
"Hahahaha aku suka kamu nak, kamu itu jujur sekali. emmm sebentar." sahut kakeknya Melly mengambil sesuatu dari saku celananya. Lalu tampaklah sebuah sisir.
"Ini sisir sakti, dulu kakek berhasil mendekati neneknya Melly berkat sisir ini. Nih kakek kasih ke kamu, sisir dulu rambut kamu pakai sisir ini, biar nggak kalah saingan sama cowok yang tadi datang sebelum kamu." kata kakek itu sambil menyodorkan sisir kecil berwana hitam yang sudah tampak kumal.
Rio meraih sisir tersebut dan segera menyisir rambutnya memakai sisir tersebut. Rio juga heran kenapa dia bisa jadi penurut gini sama nih kakek.
Setelah selesai menyisir rambutnya, Rio mengembalikan sisir tersebut kepada kakeknya Melly.
"Terima kasih kek." ujar Rio kemudian
Kakeknya Melly memasukkan kembali sisirnya ke dalam saku celananya.
"Maaf kek, kalo boleh tahu cowok yang tadi datang sebelum Rio itu siapa ya?" tanya Rio sopan.
"Oooooo itu cowok pilihannya papinya Melly, calonnya Melly, tetapi kakek nggak suka. Cowok tadi itu ya dari tampangnya nggak bisa dipercaya, kakek lebih suka sama kamu." Kakeknya Melly berkata sambil menepuk nepuk pundak Rio.
"Heeee terima kasih kek untuk dukungannya." sahut Rio senang, dan Rio merasa tiba tiba sayang banget sama nih kakek.
"Pokoknya pepet terus jangan menyerah." kata kakeknya Melly yang spontan membuat Rio terbahak bahak, waaahh keren nih kakek tahu istilah pepet segala. batin Rio.
"Cowok tadi itu seorang dokter tetapi kamu sepertinya juga tidak kalah cerdas sama si dokter tadi, kamu insinyur kan? " kata kakeknya Melly sambil meringis ke arah Rio.
"Lulusan luar negeri kan, Kakek juga insinyur tetapi lulusan dalam negeri aja he he he." Kakeknya Melly mulai terkekeh.
" Melly cerita banyak soal kamu sama kakek. Kakek lihat kalo Melly itu sukanya sama kamu, makanya tadi kakek langsung mendekati kamu begitu kamu datang" kakek terus melanjutkan ucapannya.
"Kakek pengen kenal sama kamu, ternyata selera Melly sama kakek tuh sama hahahahaha, kakek juga sukanya sama kamu" tambah si Kakek panjang lebar sambil terus menepuk nepuk pundak Rio.
Membuat Rio spontan menggaruk nggaruk kepalanya. Hmm penghuni rumah ini ternyata pelawak semua ya ckckckck. batin Rio geli.
πππππππππππππππ
Salam kenal buat semuanya, ini karya pertama saya, mohon dukungannyaπ
Mohon tinggalkan jejak like, komen dan vote di setiap episodenya.
Terima kasih banyak. God Bless You all readersππ€