
Hari pun telah berganti menjadi hari yqng baru, Grey kembali dengan rutinitasnya pergi ke kantor dan Lila tetap di rumah. Grey takut Lila kecapekkan karena Grey ingin cepat cepat ke dokter memeriksakan kondisi kandungannya Lila, menjalani program kehamilan. Grey ingin secepatnya memilikki anak dari Lila isteri tercintanya, itulah kenapa dia tidak mengijinkan Lila melakukan aktivitas di luar rumah.
Hari beranjak sore, disaat Lila tengah menyirami tanaman di teras rumah, tiba tiba ada sebuah mobil sedan yang sangat dia kenali, berhenti di depan rumahnya. Lila menoleh sambil mematikan keran airnya.
"Ante Lila." Raja turun dari mobil berteriak dan berlari ke arah Lila.
Lila langsung berjongkok untuk bisa memeluk Raja. Lila pun akhirnya berdiri dan menggendong Raja, untuk mengajak Raja dan mamanya masuk ke rumah.
Setelah mereka semua duduk di ruang tamu, Grace mulai membuka percakapan "emm ini aku bawakan es krim kesukaan kamu dan martabak telor kesukaannya Grey. Sebagai tanda terima kasihku kemarin, kalian sudah menolong aku." Grace menyodorkan bingkisan ke arah Lila.
Lila meraihnya, dan permisi sebentar ke dapur untuk menaruh es krimnya ke dalam freezer, dan menata martabak telornya diatas piring. Lalu membuatkan minuman untuk Grace dan Raja.
Tidak begitu lama Lila muncul kembali sambil membawa sebuah nampan berisi beberapa camilan dan minuman.
"Terima kasih ya, maaf merepotkan." kata Grace sambil tersenyum.
"Nggak repot kok kak, mari silahkan " kata Lila kemudian.
Grace meraih cangkir dan menyesap minumannya sambil menoleh ke arah dua wanita yang tengah berjaga di depan rumah.
"Emm mereka siapa dek?" tanya Grace sambil menaruh kembali cangkirnya diatas meja.
"OOO mereka pengawalnya Lila, Kak Grey memang suka lebay padahal Lila tuh bisa jaga diri Lila sendiri nggak perlu dikawal segala." ucap Lila sambil tersenyum.
Grace langsung merasa iri di dalam hatinya, betapa beruntungnya Lila bisa memiliki Grey, memang Grey itu posesif tetapi sebenarnya hatinya lembut. batin Grace.
"Ante, om Gley mana " tanya Raja sambil melangkah mengambil salah satu camilan lalu duduk di sampingnya Lila.
Lila tersenyum dan langsung menaruh Raja untuk duduk diatas pangkuannya "Om Grey, masih bekerja sayang, sebentar lagi pulang. Biasanya bareng sama om Rio, nanti kamu bisa kenalan sama om Rio " kata Lila sambil menciumi pipi Raja.
Tidak begitu lama, tampaklah Grey dan Rio melangkah masuk menuju ke ruang tamu. Grey langsung mencium kening, pipi dan bibir Lila. Tidak sadar kalau ada Grace dan Raja.
Grace menahan geram di dalam hatinya saat melihat kemesraannya Grey dan Lila.
"Lho Grace kamu kok bisa ada disini ?" Tanya Rio sambil mengerutkan dahinya.
Spontan Grey menoleh ke samping dan menoleh lagi ke pangkuannya Lila.
Grey meraup wajahnya dengan kasar dan menghela napas panjang.
"Hai Rio, lama tidak ketemu ya emm kamu tambah keren aja." Grace tersenyum.
Rio langsung duduk di samping Grace, menatap Grace agak lama dengan tatapan penuh keheranan lalu beralih ke anak kecil yang tengah dipangku Lila.
"Iya, itu Anakku namanya Raja." Grace menjawab pertanyaan yang tersirat di wajahnya Rio.
Raja beringsut turun dari pangkuannya Lila, lalu berjalan mendekati Rio, meraih tangannya Rio dan menciumnya.
Rio tersenyum dan mengelus pelan kepalanya Raja.
"Om, yang namanya om Lio ya ?" tanya Raja.
"hmm betul sekali kok kamu tahu ?" Rio tersenyum senang melihat kepintaran dan keramahannya Raja.
"Ante Lila yang celita, telnyata benal ya om Lio itu cakep lebih cakep dali om Gley dan lebih cuka cenyum dalipada om Gley." cerocos Raja seolah tanpa henti.
"buahahahaha lucu sekali sih kamu, hmm terima kasih ya untuk pujiannya." Rio berkata sambil meraih Raja untuk kemudian dia pangku.
"Ya ya, tersenyumlah dengan puas bro selamat ya, kamu dapat penggemar baru lagi." sahut Grey tanpa ekspresi.
"Maafkan Raja ya, dia memang suka begitu anaknya kalo ngomong suka ceplas ceplos." kata Grace kemudian.
Lila mengulum bibirnya menahan tawa sambil menoleh ke suaminya, yang tiba tiba mencium pipinya lagi. Lila menepuk pelan dada suaminya dan berkata lirih "Sayang malu ada Raja tuh."
"Jangan hiraukan mereka Grace, kalau mereka sudah berdua tuh nggak pernah peduli sama sekitarnya."Kata Rio yang hanya disambut senyuman sama Grace.
"Kamu nggak mandi dulu sayang ?" tanya Lila kepada suaminya.
"Anterin." jawab Grey dengan mimik manjanya.
"hahaha bayi gede aku nih ya manjanya minta ampun, emm maaf ya kak Rio, Kak Grace saya tinggal keatas sebentar nganterin nih bayi gedenya Lila." Lila berujar sambil tersenyum
Rio dan Grace menganggukkan kepala berbarengan. Lila lalu menggandeng tangan Grey untuk naik keatas menuju ke kamar mereka.
Grey mengajak Lila mandi bareng tapi tanpa ritual khususnya Grey, karena ada tamu yang tengah menunggu mereka di bawah.
"Sayang, kok Grace bisa kesini emang ada perlu apa sih ?" tanya Grey sambil menyisir rambut Lila.
"Kak Grace pengen berterima kasih, tadi membawakan es krim sama martabak telor " jawab Lila.
Setelah selesai merapikan diri, mereka pun keluar kamar dan menuju ke ruang tamu lagi.
Begitu turun, Lila langsung meminta mereka semua menuju ke ruang makan untuk makan bersama.
Grace terus menatap Grey, tanpa Grace sadari Rio memperhatikannya. Ada maksud tidak baik nih kayaknya, gila ya, emm ampun deh, masalah Raymond aja belum kelar sekarang bakalan timbul masalah baru nih. batin Rio.
Selesai makan, Raja pengen melihat kolam renang yang berada di taman belakang rumahnya Grey. Lila akhirnya yang mengajak Raja untuk melihat kolam renangnya.
Grace yang sengaja memakai kemeja tanpa kerah mulai beraksi, dia pura pura merapikan rambutnya lalu mengeluarkan liontinnya dengan harapan Grey bisa menatap liontin tersebut.
Grey tengah bercakap cakap dengan Rio yang duduk di sampingnya, sedangkan Grace yang duduk di depan mereka merasa canggung karena sedari tadi Rio dan Grey tidak memperhatikan keberadaannya. Seolah lupa kalo ada Grace di depan mereka saat ini.
"Ehem, kok aku dicuekkin ya." kata Grace mencoba meraih perhatiannya Grey dan Rio.
Spontan Grey dan Rio mulai menatap Grace dan Deg jantung Grey mendadak berdegup tidak beraturan saat dia menatap liontin yang dipakai Grace. Bagaimana mungkin dia masih menyimpannya dan bahkan masih memakainya. tanya Grey di dalam hatinya.
Rio menoleh ke arah Grey, begitu melihat perubahan raut muka Grace yang bersemu merah. Cih ! ada apa denganmu Grey, kenapa kamu menatap Grace seperti itu. Kenangan kamu tuh mematikan bro jangan terlena. Rio berkata di dalam hatinya.