
Setelah mereka selesai makan, mereka pun ngobrol dan Grey mengutarakan lebih detail maksud kedatangannya mencari Lila.
"Tapi kak, Lila nggak bisa ke rumah kakak sekarang, Lila jam 4 nanti ada kerjaan jadi asisten dosen mata kuliah reading" potong Lila sambil melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 3.15.
"Ya sudah, karena hari ini aku free aku ikut kamu mengajar, lalu selesai kamu mengajar kita cuss ke rumahku titik nggak pakai koma "
Rio langsung paham "ok bos aku ditinggal disini aja nggak papa, aku udah WA sopir kita untuk jemput aku di sini, kamu sama Lila bisa langsung balik ke kampus kan kasihan kalo Lila sampe telat ngajarnya." Rio berkata sambil mengamati Lila, cewek yang menarik,cantik,lugu dan apa adanya hmm apa mungkin Grey mulai naksir sama nih cewek batin Rio.
"Ok, bro kita duluan ya" sahut Grey membuyarkan lamunannya Rio.
"Ooo ok bos, ati ati Lil sama dia kalo macem macem langsung aja kasih bogem mentah Lo" cerocos Rio ke arah Lila yang langsung diacungi jempol sama Lila sambil tersenyum berlari mengejar Grey yang sudah terlebih dahulu keluar dari kafe.
Sesampainya di kampus Lila tiba-tiba menyuruh Grey membuka jas nya. "apa ?! kamu mau mesum sama aku ?" kata Grey setengah membentak.
Lila mendengus kesal "ihhh kakak nih ya pikirannya nggak jelas banget, gini lho kak kalo kakak pakai jas, nanti para mahasiswa dan mahasiswi pada heran dikiranya nanti kakak tukang kredit panci keliling mau ?" kata Lila sambil menahan tawa.
Akhirnya Grey setuju melepas jas dan dasinya lalu menggulung kemejanya sebatas siku, terus keluar dari mobil menuju ke ruang kelas dimana Lila nanti akan mengajar.
"Tunggu kamu bilang tadi mahasiswa lho bukannya sekretaris tuh cuma ada mahasiswi nggak ada cowoknya ?" kata Grey sambil mencuri kesempatan menggandeng tangan Lila.
"Kak Grey yang keren " sahut Lila sambil melirik tangannya yang sudah digandeng sama Grey.
Tapi Lila cuek aja trs lanjut ngomong "ini mata kuliah reading, umum untuk semua jurusan di kampus ini, karena bahasa Inggris itu penting untuk semua jurusan jadi nanti pakai aula besar karena peminatnya lebih dari 50 orang kalo datang semua bisa 100 orang"
Grey mulai gusar karena ada kata cowok yang nanti bakalan melihat Lila mengajar ada perasaan aneh di hati Grey, serasa nggak rela kalo Lila dilihat banyak cowok nanti.
Setelah sampai di aula tempat Lila mengajar, Lila masuk langsung mengecek proyektor, laptop dan mikrofon, sebagai alat penunjang dia mengajar nanti, dan semuanya sudah OK.
Lila duduk di sebelah Grey yang sudah mengambil posisi duduk di baris terdepan.
Setelah kuota kelas terpenuhi, Lila pun maju ke depan dan mulai bersiap untuk mengajar.
Sesuai perkiraan memang banyak yang hadir karena Lila terkenal pintar dan enak kalo mengajar, jadi banyak mahasiswa dan mahasiswi yang hadir, setiap kali Lila dapat tugas menjadi asisten dosen.
"Good afternoon everybody, let's start our class today and we will continue to read the 9th chapter of this book" kata Lila membuka kelasnya.
Grey memperhatikan Lila mengajar dan semakin kagum sama Lila, ternyata cewek ini pintar juga dan kalo pas mengajar kayak gini kok kelihatan seksi ya, really a hot girl for me, batin Grey sambil senyam senyum menatap Lila sampe kemudian lamunannya buyar sewaktu mendengar Lila ngomong
"any question ?"
"Do you have a boyfriend now ?" tanya Grey yang langsung disambut tawa seisi aula, Lila langsung melotot tajam ke arah Grey, karena jengkel akhirnya Lila nenjawab asal "yes, I do sir, next question please ."
Lila pun mulai meladeni satu persatu murid-muridnya yang mengajukan pertanyaan.
Grey mulai bosan dan memendam emosi, kecewa mendengar jawaban Lila tadi hufft awas aja bakal aku jadiin kamu cewek aku batin Grey, tanpa sadar kuliah Lila pun sudah selesai dan tinggal mereka berdua di kelas. Lila menepuk pundak Grey yang membuat Grey tersadar dari lamunannya.
"Eh, udahan ya? Lil tunggu jangan cepet cepet jalannya ." kata grey sambil berlari mengejar Lila yang sudah lebih dulu keluar dari aula setelah Grey keluar, Lila mematikan lampu menutup pintu menguncinya dan menyerahkan kunci ke bapak penjaga gedung.
"Kak, karena ini sudah jam 6 sore dan aku belum mandi hmm bisakah kakak antar aku ke kost dulu aku mau mandi sebentar lengket semua badanku ni." Grey menjawab Ok. mereka sampai di kostnya Lila, sebuah rumah yang sederhana bukan kost-an yang mewah. Grey pun duduk di teras depan kost sambil menunggu Lila yang sudah masuk untuk mandi dan bersiap siap ke rumah Grey untuk bertemu kembali dengan Ibu Ratih.
Lila memakai t'shirt kuning dan celana jeans plus sepatu sneaker. wanginya membuat Grey tergugah dari segala penatnya hari ini. Grey berdiri langsung menarik Lila masuk ke mobilnya dan langsung meluncur ke rumahnya karena Bu Ratih sudah menelpon Grey barusan.
Sesampainya di dalam rumah Grey mencium punggung tangan ibunya bergantian dengan Lila. Lalu pamit untuk naik keatas sebentar mau mandi dan membereskan beberapa file.
"Lho nak Rio mana Grey?" tanya ibu setengah berteriak karena Grey sudah berlari menaiki makan tangga menuju ke kamarnya.
"Rio langsung ke kantor lagi Bu" sahut Grey.
Lila membantu Bu Ratih di dapur menata makanan di atas meja makan sambil menunggu Grey turun.
Tidak begitu lama Grey pun sudah melangkah menuju ke dapur dan dia mencuri pandang ke arah Lila terasa hangat di hati melihat Lila begitu dekat dan sayang sama ibunya membuat dia tanpa sadar tersenyum sambil duduk di kursinya.
"Anak ibu kalo senyum cakep ya Lil" sahut ibu Ratih sambil melirik ke arah Grey dan Grey pun langsung memasang muka datarnya lagi sebelum Lila menatap ke arahnya.
Mereka pun makan dan tak henti hentinya ibu tertawa mendengarkan cerita Lila sedangkan Grey hanya diam saja sembari sesekali mencuri pandang ke arah Lila hufft cantik banget ya kalo dia tertawa lepas seperti itu dan ibu terlihat sangat menyayanginya.
Selesai makan, Lila membantu ibu membereskan meja makan lalu duduk di ruang keluarga menonton TV sama ibu sedangkan Grey langsung pamit naik ke ruang kerjanya.
Beberapa saat Grey mendengar suara intern phone yang ada di dalam kamarnya berbunyi dia mengangkatnya dan suara ibunya langsung terdengar "Grey, ini Lila ibu suruh menemani ibu malam ini tidur disini kalo nanti kamu mau masuk ke kamar ibu ketuk pintu dulu ya soalnya malam ini ada Lila di kamarnya ibu" lalu ibu menutup intern phonenya.
Lila pun sudah menelpon ibu kostnya minta ijin untuk tidur di rumah saudaranya dan ibu kostnya pun sudah mengijinkan setelah ibu Ratih mematikan TV. Lila pun digandeng lengannya sama Bu Ratih untuk naik ke atas menuju ke kamarnya Bu Ratih.
Salam kenal buat semuanya, ini karya pertama saya, mohon dukungannya🙏
Mohon tinggalkan jejak like, komen dan vote di setiap episodenya.
Terima kasih banyak. God Bless You all readers😘🤗