
Grey berjalan ke arah Rio, duduk di samping Rio dan menepuk pundak Rio dengan pelan. Rio langsung melek dan bersikap waspada langsung terduduk tegak.
"Buahahahahaha" Grey tertawa melihat tingkah sahabatnya saat kaget dan sumpah lucu banget "buahahahaha" Grey makin tertawa terbahak bahak saat melihat wajah bengong sahabatnya.
Rio pun menoleh ke arah Grey dengan kesal hmm bisa tertawa dia ya, cih! kalau ngerti apa yang terjadi tadi bakalan pingsan elo, batin Rio.
"Bro, kita kok bisa disini ?" tanya Grey heran.
"Kamu tadi sakit kepala lalu Bu Susan membuka satu kamar disini supaya kamu bisa beristirahat." sahut Rio.
"Susan ? eh aku nggak diperkosa kan sama Susan ?" tanya Grey sambil meraba tubuhnya sendiri lalu memeluk tubuhnya sendiri.
"Bro ?" Grey bertanya lagi saat melihat Rio hanya menatapnya tanpa ekspresi.
"Ya mana aku tahu secara tadi aku langsung ke lokasi proyek sama pak Hartawan." Sahut Rio sambil melangkah menuju ke telepon di samping ranjang untuk memesan makanan.
"Shit! arrrrghhh !! bro!! hadeeehh gimana nih kalo aku sudah tidak perawan lagi ?" Ucap Grey sambil menjambak rambutnya.
Setelah memesan beberapa makanan dan minuman, Rio menutup teleponnya melangkah ke bathroom untuk mencuci mukanya, tidak menghiraukan sahabatnya yang sedang uring uringan.
Setelah keluar dari bathroom, Rio pun melangkah ke arah sofa dan duduk di sofa single yang ada di depan Grey.
"Secara ya kalo beneran kamu diperkosa sama si Susan hufftt yang ada malah mapan itu kan naluri kita sebagai cowok iya kan bos ?" kata Rio sambil menahan tawa.
"Gila Lo, enak aja! heeiii asal elo tahu ya, badan dan hati ini cuma punya Lila dan nggak boleh ternoda setitik pun sampai aku menikah nanti!" sahut Grey setengah berteriak ke arah Rio.
"Tahu ah gelap " Sahut Rio sambil berdiri saat mendengar pintu kamar diketuk. Membukakan pintu dan mempersilahkan pelayan resto untuk masuk.
Pelayan resto masuk sambil mendorong troli yang sudah penuh dengan makanan dan minuman yang tadi Rio pesan. Lalu menganggukkan kepala dan beranjak pergi dari kamar setelah Rio memberinya tips.
"Kita makan dulu yuk laper berat nih, lalu kita balik ke hotel tempat kita menginap, besok pagi kita check out balik pulang. Masalah proyek sudah aman lancar jaya." cerocos Rio.
Mereka pun makan. Setelah selesai, mereka pun balik ke hotel tempat mereka menginap dan langsung masuk ke kamar masing masing untuk mandi dan beristirahat.
Grey keluar dari bathroom dan langsung meraih HPnya dari atas ranjang "Grey, kamu nggak apa apa kan ?" tanya Bu Ratih di seberang sana.
"Nggak apa apa Bu." sahut Grey menenangkan ibunya yang terdengar panik.
"Syukurlah Grey, perasaan ibu dari tadi nggak tenang dan ibu langsung kepikiran kamu." ucap ibu lega.
"Ibu tadi menelpon Lila untuk menemani ibu bobok disini malam ini, soalnya ibu merasa takut tidak tenang butuh teman, makanya ibu nyuruh Lila untuk menemani ibu malam ini." kata ibu.
"Lila mana ? apa sudah sampai sekarang ?" tanya Grey penuh semangat. Entah kenapa tiba tiba dia merasa kangen berat sama Lila.
"Ini ada di sebelah ibu, sebentar ya." Ibu menyerahkan HP ke tangan Lila, lalu menepuk pundak Lila tersenyum dan berdiri menuju ke kamarnya.
"Halo kak, kakak baik baik saja kan ?" tanya Lila cemas.
"Lil aku matikan dulu ya HPnya." Grey mematikan HPnya
Lalu memencet nomernya Lila melakukan video call.
"Aduh cantiknya calon istriku." kata Grey begitu Lila membuka sambungan video call mereka.
"Ihhh kak, apaan sih malu nih Lila." sahut Lila merona malu.
"Jangan pasang wajah imut kayak gitu dong Lil, kamu menyiksa kakak lho " kata grey sambil manyun.
"Kok bisa ? " tanya Lila heran
"Kalo kamu pasang wajah imut kayak tadi, kakak pengen nyium kamu tapi apa daya jarak yang teramat jauh memisahkan kita saat ini." kata Grey sambil nyengir.
"Besok kakak sudah pulang, penerbangan paling awal, hmm kamu pengen apa biar kakak belikan sekarang. Maaf tadi kakak repot banget nggak sempat kemana mana untuk beli oleh oleh " kata Grey manyun
"Nggak apa apa kak, lagian kakak kan memang kerja bukannya piknik heee ya nggak usah lah cari oleh oleh." sahut Lila.
"I love you Lil " kata Grey sambil memonyongkan bibirnya lagi ke layar HP "cium Lil " ucapnya lagi masih memonyongkan bibirnya.
"Mmmuuahhh" sahut Lila lalu memutuskan sambungan video call mereka.
Lila mendekap HPnya setelah sebelumnya mengetikkan pesan untuk Grey ati ati ya kak besok terbangnya, jangan main mata sama pramugarinya, i love you kak😘
Ting pesan masuk di HP Lila siap cantikku sayangku cintaku 😘 pesan Grey untuk Lila
Lila tersenyum lalu melangkah naik menuju ke kamarnya Bu Ratih. Dan mereka pun tertidur lelap dengan tenang saat mengetahui kalau Grey baik baik saja.
Pagi pagi benar Grey sudah bersiap untuk segera check out dari hotel, dia sudah rapi duduk di sofa di samping kopernya. Menunggu Rio nongol.
Begitu pintu kamar diketuk, Grey langsung berdiri sambil menarik kopernya membuka pintu kamar dan langsung keluar menutup kembali pintu kamarnya.
Rio kaget yang langsung mundur selangkah ke belakang saat sahabatnya tiba tiba melangkah keluar dari kamarnya dan langsung menutup pintunya.
"Kok tahu kalo aku yang ngetuk kamar, kalo Susan yang ngetuk gimana ?" Goda Rio sambil meringis ke arah Grey.
"Pagi pagi dah bikin orang bete itu dosa, tahu nggak Lo." sahut Grey sambil terus melangkah ke arah meja resepsionis tanpa menghiraukan Rio.
Rio geleng geleng kepala lalu mengikuti langkah Grey untuk check out dari Hotel.
Mereka ke resto hotel untuk sarapan sambil menunggu mobil sewaan mereka datang.
Setelah selesai sarapan dan mobil sewaan mereka sudah siap. Mereka pun menuju ke bandara.
Tidak begitu lama mereka pun terbang meninggalkan kota B menuju ke kota J
Sesampainya mereka di bandara kota J, Rio menelepon mang Udin untuk menjemput mereka di bandara karena masih sangat pagi pastilah sopir kantor mereka belum datang ke kantor.
Mang Udin mengantarkan Rio dulu untuk balik ke rumahnya.
"Sampaikan salam gue untuk om dan Tante ya, maaf gue nggak turun keburu kangen nih sama calon istri gue. " ucap Grey sambil meringis ke arah Rio.
"Lebay elo." sahut Rio sambil turun dari mobil.
Dari rumah Rio, mereka pun melaju menuju ke rumah Grey. Tepat pukul 9 Grey sudah sampai di dalam rumahnya. Celingukkan mencari ibu dan Lila. Kok sepi ya batin Grey.
Grey tahu benar jadwal Lila klo hari ini tuh Lila kuliahnya masih nanti jam 11. Pastilah Lila nggak ke kampus sepagi ini. Apa sudah ke kantor ya batin Grey. Grey lalu meminta tolong mang Udin untuk membawa kopernya ke kamar.
Grey duduk di sofa ruang tamu memencet nomer telpon Lila.
"Lila kamu dimana ?" tanya Grey
"Disini " sahut Lila dari arah belakangnya Grey.
Grey langsung menoleh dan tersenyum sumringah melihat dua wanita yang sangat dicintainya saat ini berdiri di hadapannya. Grey langsung memeluk ibu dan Lila melepas kerinduannya.
Salam kenal buat semuanya, ini karya pertama saya, mohon dukungannya🙏
Mohon tinggalkan jejak like, komen dan vote di setiap episodenya.
Terima kasih banyak. God Bless You all readers😘🤗