
Waktunya pulang ke rumah. Grey sangat antusias pengen cepat cepat bertemu dengan isteri tercintanya. Seharian ini tidak melihat wajah dan senyumannya Lila membuat Grey sedikit merasa sesak napas.
Rio dan Melly buruan membeli pizza, permintaan khusus dari papinya Melly. Pokoknya harus yang berbentuk box dengan beberapa rak. "Papi tuh aneh aneh aja deh, kayak orang ngidam maunya harus dituruti dan harus sesuai dengan permintaannya." kata Melly mulai ngedumel sambil membawa 2 kotak pizza yang ada raknya.
"Sini Mel biar aku yang bawa" kata Rio begitu dia selesai membayar pizzanya.
Melly menyerahkan kotak pizzanya ke Rio dan melangkah menuju ke mobil. Begitu masuk ke dalam mobil, Rio langsung melajukan mobilnya menuju ke rumahnya Melly.
"Taadaa papi, ini pizzanya dan juga ada paket buah dan cokelat dari bosnya Melly nih." kata Melly begitu melangkah masuk ke dalam rumahnya.
Papinya langsung menghampiri Melly dan Rio dengan wajah bahagia dan penuh semangat seperti anak kecil yang tengah melihat mainan kesukaannya
Akhirnya semua berkumpul dan memakan pizza tersebut sambil bercengkerama dan tertawa sesekali melihat tingkah konyolnya Merry dan mendengar candaannya Rio. Kakek pun ternyata doyan banget sama pizza.
Rio merasa bersyukur bisa memberikan kebahagiaan bagi keluarganya Melly.
Sementara itu sahabatnya Rio, Grey begitu sampai di rumahnya dia pun langsung naik menuju ke kamarnya dengan setengah berlari. Dia sungguh sungguh merindukan isterinya.
Ceklek
"Sayang ! eh tidur ya ?" kata Grey langsung membungkam mulutnya dengan tangannya sendiri, takut kalau Lila kaget dan terbangun dari tidurnya.
Grey akhirnya mandi, selesai mandi dia berbaring di sampingnya Lila. Dikecupnya kening Lila, pipi Lila dan bibir Lila dengan pelan.
Lila mengerjap ngerjapkan matanya dan tersenyum sambil memeluk suami tercintanya saat dilihatnya Grey sudah berada di sampingnya dan tersenyum tampan sekali.
"Sayang, aku pengen nonton film ." kata Lila sambil membelai dada bidangnya Grey.
"Boleh, tapi di rumah aja ya ." kata Grey sambil menciumi tangan Lila.
"Kenapa nggak ke gedung bioskop ?" tanya Lila.
"Sayang, kamu kan tahu aku takut gelap terus aku tuh belum pernah ke gedung bioskop." sahut Grey.
"OOO iya ya Lila lupa heeee ya udah deh lihat film di rumah aja, tapi filmnya Lila yang pilih ya ?" kata Lila sambil mendongakkan kepalanya menatap suaminya dengan penuh cinta.
"Iya baiklah tuan Puteri." sahut Grey sambil mencium kening Lila cukup lama.
"Mau lihat film apa nih aku carikan, terus mau lihat di kamar apa di ruang keluarga ?" tanya Grey sambil meraih HPnya untuk mulai mencari film yang Lila inginkan.
"Di ruang keluarga aja ya, kalau di kamar terus Lila kok merasa sedikit bosan." jawab Lila.
"Oke siap tuan Puteri kesayanganku, tapi aku download dulu ya baru nanti aku sambungkan ke TV." kata Grey sambil melangkah keluar dari kamar menuju ke ruang keluarga dan memeluk bahunya Lila.
Sesampainya di ruang keluarga, Grey langsung menghidupkan TVnya dan mulai memutarkan film sesuai permintaannya Lila.
Grey pun duduk di samping Lila sambil memeluk erat isterinya, bersiap untuk menikmati filmnya.
"Sayang, emm aku mau nanya soal papa kamu boleh ?" tanya Lila agak ragu.
"Hmm, mau tanya soal apa ? papaku sudah ninggalin aku sejak aku masih kecil, masih berumur sepuluh tahun. Sejak saat itu aku nggak mau tahu lagi soal papa. Aku merasa dibuang dan merasa tidak pernah disayangi" Grey menjawab pertanyannya Lila dengan nada suara sedikit bergetar.
"Sayang, mungkin kamu salah paham sama papa selama ini, cobalah bertemu lagi sama papa walaupun cuma sebentar sayang, aku yakin beliau pasti merindukan kamu." Lila berkata sambil mengelus elus dada bidangnya Grey.
"Entahlah nanti coba aku pikirkan, kita fokus aja ke filmnya, sudah lama sekali rasanya kita tidak berduaan seperti ini jadi nggak usah bahas hal yang berat berat, karena cintaku yang terlampau besar buat kamu nih udah berat banget buat aku pikul sendirian." kata Grey asal.
Lila tertawa sambil memukul pelan dada bidangnya Grey. Film yang mereka lihat adalah film bergenre drama romantis. Saat adegan di dalam film tersebut sudah mulai panas, tokoh utama sudah mulai berciuman, Grey pun mulai mencium kening Lila, pelipis Lila, hidung Lila dan saat akan mencium bibir Lila, tiba tiba.....................................
"Haaiii heee maaf aku langsung ke sini, tadi Bu Ratih yang menyuruh aku untuk langsung ke ruang keluarga heee." Dony muncul sambil merenges dan menggaruk nggaruk kepalanya.
"Ngapain kamu ke sini ?" tanya Grey menahan kesal.
Lila hendak melepaskan diri dari pelukannya Grey tetapi ditahan sama Grey. Grey mengelus elus rambut Lila sambil menatap Dony yang tengah duduk di sofa single yang berada di sebelahnya Grey.
"Aku mau minta tolong sama Lila, emm Ratna ngambek sama aku dan beberapa hari ini nggak mau terima telepon dari aku dan nggak mau ketemu sama aku." Dony mulai nyerocos padahal belum ada yang tanya juga sama dia heeee.
Lila tersenyum menatap wajah kesalnya Grey, dan wajah polosnya Dony yang benar benar tidak merasa bersalah sedikit pun dan tidak menyadari sama sekali kalau saat ini Dony tuh sedang mengusik ketenangannya Grey.
"Lil, tolong deh kamu telepon Ratna. Kalau kamu yang telepon, dia pasti mau menjawabnya." Dony mulai memasang wajah memelas.
"Baiklah " Lila mulai beranjak melepaskan diri dari pelukannya Grey untuk meraih HPnya yang ada di atas meja.
"Apa ?" sahut Grey kesal.
"Sebentar ya, aku telepon Ratna dulu." Lila memaksa melepaskan diri dari pelukannya Grey.
Grey melepas Lila dengan terpaksa dan mulai menatap Dony dengan kesal. Dony membalas tatapannya Grey dengan cengiran khasnya.
Ratna sudah menjawab teleponnya Lila, menceritakan duduk permasalahannya dengan Dony, akhinya Lila pun memberikan masukan dan nasehat.
Ratna kemudian menjawab kalau dia akan berpikir lagi sebentar aja dan berjanji nanti setengah jam lagi mau menelepon Lila kembali, untuk memberikan jawabannya.
"Makasih ya Lil." Dony mulai sumringah lagi.
Grey menarik pelan isterinya untuk dia peluk kembali. Dony menatap Grey dan Lila agak canggung sebenarnya, tapi dia saat ini juga tengah menunggu telepon balik dari Ratna.
"Ngapain elo masih di sini ?" tanya Grey semakin kesal.
"Ya mau nunggu telepon balik dari Ratna lah, setengah jam lagi kan dia mau telepon balik." jawab Dony tanpa merasa bersalah.
"Elo paham nggak sih, kalau gue tuh pengen bisa berduaan aja sama isteri gue saat ini ?" tanya Grey masih menatap Dony sambil menahan kesal.
"Iya pahamlah ." sahut Dony santai.
"Kalau paham ngapain elo masih disini ?" Grey mulai geram.
"Sayang, kasihan Dony biarlah dia di sini." Sahut Lila sambil mengelus elus dada suaminya.
"Nggak boleh sayang, karena dia tuh merusak pemandangan, emm elo tunggu aja di dalam kamar itu." Kata Grey sambil mengarahkan kepalanya ke kamar yang berada di sebelah TVnya.
Dony menoleh ke arah kamar yang ditunjuk Grey, lalu menatap Grey dengan penuh tanda tanya.
"Iya, sana elo masuk tunggu di dalam kamar itu." kata Grey penuh penekanan.
Grey mulai mencium pipi Lila, rambut Lila, kening Lila, karena dilihatnya si Dony tidak beranjak juga dari tempat dia duduk saat ini.
Lila tertawa lirih sambil menepuk pelan dada suaminya.
"Iya, baik, ok, aku masuk ke kamar ya, bermesraanlah kalian, cih ! pamer !" sahut Dony sambil melangkah masuk ke dalam kamar tersebut dengan kesal.
Lila tertawa kembali melihat kekonyolannya Grey dan Dony.
Setelah beberapa menit berlalu adegan di dalam film kembali memutar adegan berciuman, Grey memulai aksinya, mencium kening Lila, menciumi rambut Lila, mata Lila, hidung Lila dan saat akan mencium bibir Lila, HPnya Lila bunyi dan Dony ke luar dari kamar dengan penuh semangat.
"Kamu ngapain keluar kamar hah ?" Grey menatap Dony dengan kesal.
"Sssttt ! Ratna yang menelepon kan Lil ?" tanya Dony penuh semangat.
Lila menganggukkan kepalanya sambil ngobrol dengan Ratna.
Kurang ajar ! berani benar dia nyuruh aku sssttt tadi. batin Grey.
"Rat, nggak usah dimaafin lanjutin aja ngambeknya !" Grey berteriak lantang supaya suaranya bisa terdengar sampai di telinganya Ratna, di seberang sana.
Dony langsung membungkam mulutnya Grey, Grey menepis kasar tangannya Dony dan berkata "mau mati ya ?"
Dony tertawa lirih dan berkata lagi "ssstttt !"
Waaahhh beneran mau mati nih anak. batin Grey kesal.
Grey mulai beranjak berdiri hendak memberikan Dony sedikit pelajaran, tetapi Lila langsung menahan pahanya Grey. Grey spontan duduk kembali dan menatap isterinya.
Lila tersenyum ke arah Grey sambil menutup sambungan teleponnya.
"Gimana Lil ?" tanya Dony tidak sabar.
"Emm Ratna sudah memaafkanmu dan saat ini tengah menunggu kamu di rumahnya " sahut Lila.
"Waaahh makasih ya Lil." Dony langsung berlari meninggalkan Lila dan Grey tanpa pamit sama Grey dan Lila.
"Waaahhh ternyata dia lebih gila daripada Rio." kata Grey sambil memeluk kembali isterinya dan melanjutkan untuk menonton kembali film mereka.