Lila And Grey

Lila And Grey
Adelia



Rio dan Melly sudah memulai rapat dengan klien mereka yang mendapatkan gelar si cewek uget uget dari Grey.


Nama si cewek uget uget itu akhirnya diketahui oleh Rio, hmm nama yang tidak sesuai dengan penampilannya. Rio mengernyitkan dahi sewaktu cewek itu menyebutkan namanya.


"Saya, kenanga semesta alam." sahut cewek tersebut sambil membalas uluran tangan Rio sambil tersenyum menggoda.


Rio langsung menarik tangannya.


"Silahkan duduk ." Sahut Rio sambil melirik Melly yang sedang mengulum bibirnya menahan tawa.


Rio menyenggol bahu Melly. Melly pun langsung bersikap normal, duduk tegak, dan siap untuk membantu Rio memulai meetingnya.


Hmm nama yang unik seunik orangnya kata Rio di dalam hati sambil berusaha sekuat tenaga menahan tawanya.


Di Resto XXXX, Grey dan Lila sudah duduk di dalam dan memesan beberapa makanan. Tetapi yang namanya Adelia belum nongol juga.


Akhirnya mereka mulai menyantap makanan pesanan mereka yang telah tersaji, sambil menunggu Adelia.


Tiba tiba berdiri seorang cewek di samping Grey dan menepuk pelan pundak Grey. Grey langsung menolah ke samping dan berdiri yang membuat Lila spontan ikutan berdiri.


"Oh hai ! hmm silahkan duduk, maaf kami duluan makan keburu laper soalnya." Ucap Grey sambil duduk kembali.


Cewek itu pun duduk dan diikuti Lila kemudian yang ikut duduk kembali.


"Sayang, kenalkan ini Adelia, dan Adelia kenalkan dia Lila isteri aku." kata Grey kemudian.


"Hai, salam kenal ." Adelia tersenyum dan menganggukkan kepalanya ke arah Lila.


Lila pun tersenyum dan menganggukkan kepala juga ke arah Adelia. "Cantik sekali" gumam Lila lirih.


"Kamu juga cantik, Grey beruntung bisa memilikki isteri secantik kamu." puji Adelia tiba tiba yang membuat Lila merasa sangat malu dan langsung menundukkan wajahnya.


"Iya aku memang laki laki paling beruntung di dunia ini bisa bertemu dan menikahi isteriku Lila. " Grey berujar sambil menatap penuh mesra ke arah Lila yang masih menundukkan wajahnya. "Oh, iya kamu mau pesan apa ? biar aku pesankan ." tambah Grey sambil mengayunkan tangan ke arah pelayan untuk mendekati mejanya.


Adelia hanya memesan jus strawberry.


Setelah pelayan tersebut meninggalkan mereka, Grey memulai membuka percakapan.


"Maaf, aku tuh orangnya to the point, kamu tahu kan maksud aku mengajak kamu ketemuan." Grey berkata sambil menatap Adelia. Benar benar tidak berubah bahkan semakin cantik, sayang tidak demikian karakternya, kata Grey di dalam hati.


Adelia tersenyum "Aku sudah tahu semuanya, aku tahu kalo suamiku sudah ketemu dengan Ro dan bersikap sangat tidak sopan sama Rio." Kata Adelia dengan nada bergetar menahan tangis.


"Bahkan suamiku terus berusaha memberi Rio pelajaran selama tiga bulan ini, tapi syukurlah Rio orang yang sangat cerdas sehingga bisa menggagalkan semua niat buruk suamiku." Adelia menatap Grey dengan tatapan sendu dan mulai tampak ada genangan air mata disana.


Grey cepat cepat mengalihkan pandangannya ke piring makanannya dan mulai menyantap makanannya. Karena dia selalu merasa tidak tega setiap kali melihat seorang wanita menangis di depannya.


"Aku tidak bahagia dengan suamiku, kalian tahu kalau suamiku hanya menjadikan aku sebagai pajangan bukan sebagai isteri selayaknya isteri yang harus dicintai dan disayangi. Suamiku beberapa kali tidur dengan wanita simpanannya diatas ranjang kami." Tambah Adelia yang langsung pecah tangisnya dia mulai terisak.


Adelia membalas pelukan Lila dan semakin terisak hebat.


Grey meletakkan sendoknya lalu bersedekap, menatap kedua wanita yang ada di depannya dan melihat ke arah Lila.


Lila memberi kode ke suaminya agar jangan mengajak Adelia bicara dulu. Tidak begitu lama, pelayan datang membawakan juice strawberry pesanannya Adelia.


"Mbak, diminum dulu ya jusnya biar mbak bisa sedikit tenang." kata Lila pelan.


Adelia pun melepas pelukannya dan meminum jusnya.


"Maaf " kita Adelia sambil menaruh gelas jusnya ke atas meja.


"Apa kamu masih berharap bisa kembali lagi sama Rio ?" tanya Grey.


"Entahlah, yang pasti awalnya aku cuma ingin meminta maaf sama Rio untuk semua yang sudah aku lakukan di masa lalu, untuk semua kebodohanku." sahut Adelia.


"Lalu ? " tanya Grey sambil melihat isterinya yang tengah melangkah untuk kembali duduk.


"Tetapi saat kemarin secara tidak sengaja kami bertemu di kota B, aku sadar kalau aku masih sangat mencintainya." Jawab Adelia lirih.


""Kamu sudah bersuami ." kata Grey datar.


"Iya aku tahu, tetapi perlakuan suamiku ke aku membuat aku semakin merindukan Rio, aku butuh cowok lembut dan penuh perhatian seperti Rio, aku rindu candaannya, senyumnya dan semua tentang Rio." cerocos Adelia sambil mengusap air matanya yang kembali terjatuh di pipinya.


"Tetapi Rio merasa terganggu dengan semua kelakuanmu dan terror dari suamimu, aku sebagai sahabatnya juga tidak rela Rio diperlakukan tidak adil seperti ini. Jadi hentikanlah !" Grey berkata dengan tegas penuh penekanan.


"Iya, memang seharusnya sudah berakhir dari dulu dan semua karena kebodohanku sendiri, Ini semua karma bagiku." Adelia menunduk sedih.


Saat Lila hendak berdiri dan memeluk Adelia lagi, Grey menggeleng ke arah Lila. Lila pun tidak jadi berdiri dan mengerucutkan bibirnya.


Lila menggerakkan bibir tanpa suara ke arah Grey, katanya adalah "Kasihan." yang dibalas Grey dengan tatapan tajam dan gelengan kepala lagi.


Hufft akhirnya Lila mengalah dan diam.


"Hentikanlah semuanya ! aku mohon demi Rio, kalo memang kamu masih mencintainya, maka jauhilah Rio, biarkan dia bernapas lega untuk menata kembali hidupnya lepas dari bayang bayang kamu." tambah Grey.


Adelia masih menunduk sedih.


"Kami permisi, dan kalo kamu masih mengganggu Rio lagi, aku tidak akan tinggal diam." Grey berkata sambil berdiri, dia menanti Lila menghampirinya, tetapi Lila malah memeluk Adelia dan berkata "Yang sabar ya mbak, Lila doakan mbak Adelia bisa menemukan kebahagiaan dan........."


kata kata Lila langsung dipotong Grey "Sayang ayok !" Lila pun langsung melepaskan pelukannya dari tubuh Adelia dan menghampiri suaminya yang sudah tampak kesal.


Di dalam mobil, Grey langsung memakaikan seat beltnya Lila kemudian memakai seatbeltnya sendiri dan langsung melajukan mobilnya.