Lila And Grey

Lila And Grey
Godaan lagi



Grey menatap Lila yang tengah asyik makan es krim sama Raja. Sesekali Lila mencium pipi gembulnya Raja kemudian tertawa lepas. Grey, meraih HPnya yang dia taruh diatas meja, ada pesan masuk......dari Grace.


Spontan Grey menoleh ke arah Lila, dilihatnya Lila masih tampak asyik dengan Raja. Grey langsung melihat apa pesan dari Grace.


Aku ingin berbicara berdua saja dengan kamu, apa bisa ?


Grey langsung menghapus pesan dari Grace.


Dia kembali menatap Lila. Shit ! apa yang harus aku lakukan, kata Grey di dalam hati. Grey terus terang penasaran dengan kehidupan Grace setelah mereka putus dan Grace menikah dengan laki laki pilihan mamanya, dan lalu sekarang memberitahunya kalau dia sudah bercerai.


Aarrghhh masa bodohlah, itu kehidupannya. Aku mencintai Lila, aku sangat mencintai Lila.


Aku harus menjaga perasaannya Lila.


Grey membalas pesan textnya Grace.


maaf, kalau kamu ingin berbicara denganku tidak bisa kalo hanya berdua saja. Aku sudah menikah dan aku sangat mencintai isteriku.


Pesan terkirim dan tidak ada balasan lagi dari Grace. Grey lalu menghapus nomernya Grace dari HPnya. Untuk apa menyimpan nomernya Grace, lebih baik aku hapus saja. Batin Grey.


Grace kemudian nongol lagi, duduk di depan Lila dan Grey. "Ayok Raja, sudah ya Tante Lila capek tuh dari tadi memangku kamu terus. Sini sama mama." Grace meraih tangan anaknya pelan, Raja pun beringsut turun dari pangkuan Lila dan pindah ke pangkuan mamanya.


Grey meraih tangan Lila yang ada di atas meja dan menggenggamnya erat. Grace melihatnya, dan hatinya terasa sakit, Grace beralih menatap Grey, yang tengah beranjak berdiri sambil merangkul isterinya tanpa menoleh ke arah Grace.


Grace spontan ikut berdiri sambil menggendong Raja.


"Maaf, dik Lila apa kakak boleh meminjam suaminya sebentar hmm ada hal penting yang ingin kakak bicarakan dengan Grey." Grace memberanikan diri mengatakannya kepada Lila, ah bodoh sekali sih aku, batin Grace penuh sesal.


Grey tampak kaget dan menatap istrinya, jangan ijinkan, jangan ijinkan, Grey mengirim kata kata itu via telepati, tetapi ternyata sinyalnya buruk, sial ! telepatinya tidak sampai di benak Lila dengan baik. Karena Lila langsung melepaskan genggaman tangannya Grey dan menganggukkan kepalanya.


Grey melotot ke arah Lila. Lila malah tersenyum dan berkata "Silahkan, biar Raja saya ajak jalan jalan di sekitar sini sebentar. Saya paham kalian teman lama pasti ingin bernostalgia sebentar."


Lila meraih Raja ke dalam gendongannya, lalu melangkah keluar dari ruangan tersebut.


Sepeninggal Lila, Grey langsung duduk kembali. Grace hendak melangkah untuk duduk di samping Grey. Tetapi Grey langsung berkata jangan. Akhirnya Grace kembali duduk di kursi yang ada di depannya Grey.


"Aku cemburu melihatmu bahagia dengan isteri kamu Grey, aku dulu pernah berkata kan sama kamu, kalo aku tidak akan pernah berhenti mencintai kamu walaupun aku sudah menikah dengan orang lain." Kata Grace sambil menatap Grey penuh cinta, penuh kerinduan.


Grey hanya diam mendengar kata katanya Grace. Semua tanya yang barusan melintas dalam benaknya, semua rasa penasarannya tentang kehidupan Grace selama ini seolah sirna begitu saja.


"Kamu benar benar sudah melupakan aku rupanya, kamu jahat Grey." kata Grace kemudian.


"Aku cemburu dan iri karena aku tidak bahagia dengan pernikahanku, selama enam tahun aku menikah, aku tidak pernah bahagia." Grace berkata dengan suara mulai bergetar menahan tangis.


"Aku menikah tetapi tidak kunjung hamil, setelah akhirnya aku berhasil hamil, suamiku malah meragukannya kalo Raja benar benar anaknya, pertengkaran semakin memanas dan aku sudah tidak tahan lagi, akhirnya aku meminta untuk bercerai." Grace menceritakan kehidupannya tanpa jeda.


Grey hanya diam mematung. Grey menyesali semua hal yang menimpa Grace. Tetapi apa yang bisa dia lakukan, semua sudah terjadi.


"Lalu tiba tiba kamu muncul di depanku, penuh kebahagiaan, penuh cinta, itu membuatku sakit Grey, aku cemburu !" Grace mulai meninggikan nada suaranya.


Grey menatap Grace seolah tidak mengenali cewek yang ada di depannya saat ini. Grace ternyata sudah banyak berubah, bukan lagi Grace yang lembut. Cewek yang Grey tatap sekarang ini adalah seorang cewek egois yang penuh obsesi nggak jelas.


"Maaf, apa hak kamu untuk cemburu ? Aku dan kamu sudah tidak punya hubungan apa apa , sudah bukan sepasang kekasih lagi sejak kamu memutuskan aku secara sepihak. Kamu lupa itu ?" tanya Grey tanpa ekspresi.


"Aku ingat." Grace berucap sambil mencoba meraih tangan Grey yang tengah berada di atas meja, tetapi Grey langsung menarik tangannya lalu bersedekap.


"Bahkan kamu sudah bisa menolak aku ?" Grace berkata lirih.


"Jujur beberapa menit yang lalu aku masih penasaran akan kehidupan kamu dan ada sedikit rasa sesal di dalam hatiku untuk kamu, kenapa dulu aku tidak mencoba memperjuangkan kamu, tapi setelah melihat kamu seperti ini, aku merasa kecewa." grey menatap Grace.


"Terima kasih, kamu sudah membantu aku untuk bisa melepaskan sepenuhnya bayang bayang dirimu dalam hidupku." tambah Grey yang langsung berdiri dan beranjak pergi untuk meninggalkan Grace.


Grace sudah tidak punya keberanian lagi untuk menahan kepergian Grey. Grace menundukkan wajahnya dan mulai terisak.


Grey tetap melangkahkan kaki untuk keluar dari ruangan tersebut tanpa mempedulikan Grace.


Sesampainya di luar kafe, yang sudah nampak sepi, Grey mulai mengedarkan pandangannya mencari isterinya. Akhirnya dilihatnya Lila tengah melambaikan tangan ke arah Grey sambil menggendong Raja. Lila rupanya telah masuk ke dalam mobil, membuka pintu mobil lebar lebar, sehingga Grey bisa melihatnya.


Grey melangkah mendekati isterinya, dilihatnya Raja tertidur pulas dalam dekapannya Lila. Grey mengecup bibir Lila.


"Sebentar ya sayang, aku kembalikan dulu Raja ke mamanya." Lila beranjak turun dari mobil.


Grey langsung mengambil alih tubuh Raja untuk masuk dalam gendongannya. "Biar aku aja yang gendong Raja, kamu mau ikut lagi untuk masuk ke dalam ?" tanya Grey kemudian.


Lila menggelengkan kepala "Aku tunggu disini aja ya, takutnya nanti Raja kebangun terus pengen aku gendong lagi, aku jadi nggak tega nanti." sahut Lila.


"Ya udah kamu tunggu sebentar ya." Grey pun melangkah untuk kembali masuk ke dalam kafe, tidak begitu lama Grey sudah nongol kembali dan langsung masuk ke dalam mobilnya.


Grey memasang sabuk pengamannya Lila, lalu memasang sabuk pengamannya sendiri.Tetapi kemudian diam mematung di belakang kemudinya.


Lila bingung menatap suaminya. Apa yang salah dengan suaminya sepanjang hari ini ya. batin Lila.