Lila And Grey

Lila And Grey
Grey khilaf



Tidak terasa satu Minggu sudah Lila menjalani aktivitas kuliah, jadi asisten dosen, dan magang di kantornya Grey. Capek memang tapi Lila menjalaninya dengan suka cita tanpa beban.


Pagi hari ini Lila ke kantor Grey naik motornya. Lila memarkir motornya di area parkir khusus karyawan lalu melangkah naik menuju ke lift karyawan. kalo bersama Grey dia selalu memakai lift khusus CEO dan nggak pernah ketemu sama karyawan lainnya. Saat ini dia masuk lift bersama dengan beberapa karyawan lainnya.


"Maaf mbak, karyawan baru ya ? " tanya salah satu karyawannya Grey sambil mengamati Lila.


"Iya mbak, perkenalkan saya Lila." sahut Lila sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Bagian apa mbak ? kok nggak pernah ketemu ya? terus kenapa mencet lantai 8 ? bukannya itu lantai ruangannya Presdir dan yang boleh kesana tuh cuma Bu Melly dan Pak Rio atau kliennya pak Grey, lha mbak ini ngapain ke lantai 8 ?" cerocos karyawan tersebut.


"kamu apanya pak Grey ? adik, sepupu atau simpanannya ?" sahut karyawan satunya lagi


Saat Lila mau menjawabnya pintu lift terbuka di lantai 3 dan keempat karyawan cewek tersebut terpaksa keluar sambil mengamati Lila sampai pintu lift menutup lagi.


Mereka nggak sadar kalau di dalam lift ada CCTV dan saat ini Grey sedang mengawasi mereka dari dalam ruangannya. Grey mengkhawatirkan Lila yang hari ini harus datang sendiri ke kantornya karena Grey harus meeting via online dengan manajer kafenya yang ada di London. Itulah sebabnya begitu selesai meeting via online, Grey langsung mengecek rekaman CCTV mencari keberadaan Lila, kenapa sampai sesiang ini Lila belum muncul di ruangannya.


Lila akhirnya masuk ke ruangan Grey. Grey menatap Lila dari meja kerjanya. Lila tersenyum ke arah Grey, lalu melangkah ke meja kerjanya, meletakkan tasnya di kursi dan duduk membuka laptop yang kini ada di meja kerjanya.


"Mereka tanya apa ke kamu ?" tanya Grey tiba tiba.


"Siapa ?" tanya Lila balik.


"Tadi di dalam lift beberapa karyawan ku mengajak kamu ngobrol, dan aku lihat kamu terlihat kaget dan tidak nyaman setelah mereka ngomong ke kamu, ada apa ? mereka kurang ajar sama kamu ya ?" tanya Grey.


"nggak kak, aku biasa aja kok nggak kaget. Kok kakak bisa tahu ? " tanya Lila.


Grey menggerakkan jarinya menyuruh Lila ke meja kerjanya. Setelah Lila mendekat Grey mengarahkan layar HPnya ke arah Lila menunjukkan rekaman CCTV saat Lila berada di dalam lift tadi.


"aarrghh kenapa CCTV tuh nggak ada suaranya, bikin kesal aja! Grey mendengus kesal.


"Jujur sama kakak mereka bilang apa ke kamu ?" tanya Grey menatap Lila yang kini mematung berdiri di depan meja kerjanya Grey sambil menatap layar HPnya Grey.


Lila meletakkan HPnya Grey di meja kerjanya Grey. mengusap pipi Grey " nggak ada apa apa kak hmm mereka cuma bilang Lila disini tuh di bagian apa ? dah gitu aja kok." sahut Lila


Grey berdiri memutari meja kerjanya dan memeluk Lila dari belakang mencium rambut Lila yang selalu membuat Grey tambah semangat kalo sudah mencium wangi Lila.


"kalo ada yang mengganggu kamu jangan diam saja langsung bilang sama kakak biar kakak mendisiplinkan karyawan kakak untuk tidak bergosip sembarangan apalagi gosip tentang kamu, cih! bisa aku pecat mereka semua kalo itu beneran terjadi." Grey mendengus kesal.


Grey lalu menarik tangan Lila untuk duduk di sofa. Mendudukkan Lila di atas pangkuannya.


"Kak, ini kantor kalo ada yang lihat bagaimana ?" tanya Lila sambil beringsut turun dari pangkuan Grey tapi ditahan sama Grey.


Grey meraih remote yang ada di meja sofa dan klik pintu ruangannya sudah terkunci.


"Sudah aku kunci jadi aman ." kata Grey tersenyum menatap Lila.


"Lila hmm nanti sore aku berangkat ke kota B sama Rio, pengen ajak kamu tapi pasti dilarang sama ibu, kamu baik baik ya disini. Aku cuma 3 hari kok disana." Kata Grey dengan wajah sendu menatap Lila.


"Iya kak, nggak usah khawatir. Kakak lupa ya kalo Lila tuh jagoan. Lila bisa jaga diri Lila sendiri kan selama ini. " sahut Lila sambil menangkup wajah Grey dengan kedua tangannya.


Tangan kanan Grey menarik tengkuk Lila dan mulai mencium bibir Lila dengan lembut, ciuman yang lama lama semakin dalam, saat Lila membuka mulutnya tanpa sadar, lidah Grey pun menari nari di dalam mulut Lila. Setelah cukup lama memagut dan ******* bibir Lila, Grey melepas ciumannya lalu mencium kening Lila, hidung Lila dan telinga Lila dan mulai mengarah ke leher Lila menghirup wangi Lila dan...............


Lila langsung mendorong Grey dan berdiri dari pangkuan Grey "kak, ingat kita belum menikah jangan kebablasan " kata Lila mengingatkan Grey.


Lila beringsut dari pangkuan Grey dan duduk di sebelah Grey begitu pintu diketuk seseorang. Grey merapikan rambut Lila lalu meraih remote, klik pintu pun terbuka kuncinya. "masuk" sahut Grey sambil menatap ke arah pintu.


Rio melangkah masuk "Tumben nih pintunya dikunci ? " Rio menatap Lila, terlihat Lila merona malu dan berdiri dari sofa dan melangkah kembali ke meja kerjanya tanpa melihat Rio.


"Gila kamu ya Grey, siang siang gini Lo apain tuh Lila ?" Rio menatap sahabat yang sekaligus bosnya dengan curiga.


"Diam Lo bukan urusan Lo. Ada apa ?" tanya Grey kemudian.


"Semua udah siap bos, dua jam lagi kita terbang dan kita harus berangkat ke bandara sekarang, untuk koper kita tadi sudah dibawakan mang Udin kesini kita tinggal berangkat." kata Rio


Grey melangkah ke meja kerjanya mengambil tas kerja dan jasnya. Lila tiba tiba berdiri dan memberikan kantong plastik ke arah Grey. "apa ini ? " tanya Grey.


"Itu jas kakak yang dulu ketinggalan di kostnya Lila. Sudah aku cuci kak. " sahut Lila


"waaahh ngapain di kostnya Lila lepas jas hmm mencurigakan nih. " sahut Rio sambil cengar cengir menatap Lila dan Grey.


"sssttt diam! otak kamu itu ya selalu aja nggak beres, mirip tuh sama Melly . " sahut Grey yang membuat Lila tertawa.


Rio mengerucutkan bibirnya dan meninju bahu Grey.


"Lil hmm baik baik ya jangan pergi sama Dony atau cowok lainnya terus kalo ada apa apa langsung telpon aku terus tiap jam 9 malam kita video call an, terus......"


"nabrak dong terus terus tanpa belok" potong Rio yang langsung membuat Lila tertawa.


Grey mendengus kesal menatap Rio, " Lil?'


Grey menatap Lila


"Iya kak, siap! Kakak sama pak Rio ati ati ya."


Rio menatap Lila kaget " kok pak manggilnya ?"


"Sudah ayok berangkat " potong Grey yang langsung melangkah ke luar ruangan sambil menarik tangan Lila, Rio pun mengekor mereka dan menutup pintu ruangannya Grey.


Grey berhenti di depan mejanya Melly "Mel tolong jaga Lila ya selama aku sama Rio nggak ada, kamu temani Lila disini." perintah Grey.


"Siap pak bos, mbak Lila pasti aman di tangan wonder woman." sahut Melly


"hmm ayang Bebeb Rio ati ati ya." kata Melly menatap Rio yang dibalas Rio dengan tatapan datar.


Setelah Grey mengecup kening Lila, mereka pun pergi meninggalkan kantor.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Salam kenal buat semuanya, ini karya pertama saya, mohon dukungannya🙏


Mohon tinggalkan jejak like, komen dan vote di setiap episodenya.


Terima kasih banyak. God Bless You all readers😘🤗