
Lila dan Grey sudah masuk ke dalam ruangannya Grey. Lila langsung duduk di meja kerjanya membantu Melly menata berkas berkas sesuai abjad. Setelah beberapa menit Lila pun telah menyelesaikannya. Lila beranjak berdiri dari meja kantornya, menutup laptop dan mendekap berkas berkas tersebut.
Grey langsung menatap Lila dari meja kerjanya. "Mau kemana ?" tanya Grey.
"Mau menemui mbak Melly mengantar ini " sahut Lila sambil mengulurkan kedua tangannya yang sedang memegang tumpukan berkas.
"Duduk!" sahut Grey.
Lila pun menaruh tumpukan berkas ke atas mejanya kembali dan dia duduk sambil mengerucutkan bibirnya.
Grey mengambil gagang telepon yang ada diatas meja kerjanya, memencet nomer extensionnya Melly "Mel, kamu masuk ambil berkasnya, Lila dah selesai ni" lalu meletakkan kembali gagang teleponnya.
Melly mengetuk pintu.
"Masuk" sahut Grey.
Melly membuka pintu lalu melangkah masuk, mengangguk ke arah Grey lalu melangkah ke arah meja kerjanya Lila.
*Maaf ya mbak, merepotkan lah tadi Lila mau keluar tidak diijinkan sama Thanos tuh." Kata Lila setengah berbisik sambil menunjuk ke arah Grey.
Melly tertawa lirih dan mendekat ke arah Lila berbisik ke telinga Lila " bukan Thanos mbak tapi Hulk hihihihi." bisik Melly yang langsung disambut tawa sama Lila.
Eheeemmm Grey berdehem keras " apa yang kalian bisikkan ?" tanya Grey sambil menatap tajam mereka.
"Melly permisi mbak, takut Hulk nya tambah ngamuk." Kata Melly lirih dan mengangguk ke arah Grey lalu buru buru melangkah keluar ruangan sambil membawa berkas berkasnya.
Lila masih tertawa melihat tingkah Melly.
Grey berdiri dari meja kerjanya. "Lil ayo ngaku apa yang kalian bisikkan tadi ?" tanya Grey sambil melangkah mendekat ke arah mejanya Lila.
"Rahasia perempuan kak, nggak boleh dibagi sama cowok manapun hihihi." jawab Lila asal.
Grey pun percaya dan hanya bisa geleng geleng kepala "kamu jangan sampai ketularan penyakitnya Melly lho, yang suka asal bikin asumsi dan sering ngawur kalo kasih julukkan ke orang orang." ucap Grey sambil memutari meja kerjanya Lila dan memeluk Lila dari belakang mencium rambutnya Lila.
"Kamu lapar lagi nggak, tadi pas kita mampir untuk makan siang sebelum ke kantor, kakak lihat kamu makannya cuma sedikit." tanya Grey.
Lila menggeleng dan Grey makin mempererat pelukannya dan menciumi rambut Lila.
Tiba tiba pintu diketuk dan Grey melepaskan pelukannya. "masuk" kata Grey.
Grey kaget saat melihat Melly masuk bersama Susan yang saat ini menangis terisak Isak. Grey menatap Melly dengan penuh tanda tanya dan Melly hanya mengangkat bahunya lalu mengangguk dan menutup kembali pintunya.
Lila menatap Grey bingung, Grey juga bengong lalu menoleh ke arah Lila.
Susan langsung duduk di sofa dan makin kencang Isak tangisnya. Grey masih berdiri mematung di dekat Lila dan melihat ke arah Susan.
Susan menoleh ke arah Grey. Lalu berdiri dan langsung berlari menghambur ke pelukannya Grey. Yang membuat Grey langsung mundur selangkah dan memegang lengan Lila.
Lila melepaskan tangan Grey dari lengannya. Grey memberi kode ke Lila untuk membantunya melepaskan diri dari pelukannya Susan.
Lila pun menarik tubuh Susan dari tubuh Grey. Lalu merangkul Susan untuk duduk kembali ke sofa. Lila mengelus elus punggung Susan saat melihat Susan kembali menangis terisak Isak.
"Maaf Bu, ada apa ? Ibu bisa menceritakannya pelan pelan." kata Lila mencoba menenangkan Susan.
Susan menatap Grey yang masih belum beranjak dari tempat berdirinya dengan tatapan datar dingin khasnya Grey.
Susan pun mengumpat kesal sial ! Awas saja habis ini kamu akan langsung bersujud di kakiku dan meminta maaf lalu aku langsung bermain drama ala ala drakor untuk memaksa kamu menikahiku batin Susan.
Susan mengeluarkan HPnya. "Kamu lihat saja kelakuan bos kamu di HPku ini" Susan menatap Lila.
Lila meraih HPnya Susan dan ternganga melihat foto foto yang ada di dalam memori HPnya Susan. Lila lalu menatap Grey dengan tatapan jijik dan benci.
Grey melangkah mendekati Lila dan meraih HP yang tengah dipegang Lila.
Lila berdiri dan melangkah dengan cepat keluar dari ruangannya Grey, Grey mencoba meraih tangan Lila tapi tidak berhasil.
Grey semakin geram menatap tajam ke arah Susan. "Itu tidak benar kan, siapa yang berani mengambil foto itu ? Shit! aku bahkan tidak ingat pernah melakukannya" Grey pun berteiak semakin kencang.
Grey hendak keluar kantor mengejar Lila tapi tiba tiba Susan menghambur ke pelukannya.
Grey melepaskan pelukan Susan dengan paksa sampai membuat Susan jatuh terjerembab ke lantai dan Susan pun mulai memainkan drakornya. Menutup wajahnya dengan kedua tangan dan mulai menangis lagi
"Keluar kamu ! keluaaarrr !!! Grey berteriak sangat kencang.
Di luar ruangannya Grey, Melly langsung memeluk Lila saat melihat Lila keluar, mematung, dan mulai menitikkan air matanya.
Keduanya bergetar ketakutan mendengar teriakannya Grey.
Melly merangkul Lila menuntunnya untuk masuk ke ruangannya Rio. Rio saat ini sedang keluar kantor mengurus salah satu kafenya Grey untuk memberikan beberapa menu baru dan desain baru untuk penataan ulang kafenya Grey.
Melly mendudukkan Lila di sofa.
"Mbak Lila, duduk dulu tenang dulu ya." Kata Melly.
*Halo ayang Bebeb cepat balik kantor, ada masalah besar nih pak bos emosi jiwa raga, yayangmu seorang Melly yang cantik takut nih." kata Melly di HPnya.
"Ok Mel, gue meluncur sekarang." sahut Rio lalu menutup telponnya.
"Mbak Lila ini minum dulu." kata Melly sambil menyodorkan segelas air putih ke Lila
Lila menerimanya tapi meletakkannya di meja.
Di dalam ruangannya Grey, Susan masih terduduk di lantai dan menangis terisak isak.
Grey melangkah ke arah sofa dan duduk. Menatap Susan dengan geram. Apa aku harus menyeretnya keluar dari ruangan ini batin Grey. Shit! kenapa bisa dia ada di foto itu dengan Susan, dalam keadaan yang menjijikkan seperti itu batin Grey sambil meraup wajahnya dengan kasar.
Sudah selama setengah jam lebih Grey duduk diam di sofa, Susan juga tidak beranjak dari lantai dan masih terisak Isak.
Grey ingin sekali melangkah keluar dari ruangannya tapi takut nanti Susan memeluknya lagi hiiihhh Grey bergidik ngeri membayangkannya.
Ceklek pintu pun terbuka dan nongol lah Rio. Rio melihat ke arah Susan lalu mendekatinya, mengangkat bahu Susan dan menuntunnya untuk duduk di sofa single yang berada di sebelah kanannya Grey.
Rio pun duduk di samping Grey, berada di tengah tengahnya Grey dan Susan. Hmmm secepat ini kamu menyerang ya, cih! wanita gila, batin Rio.
Rio mengetikkan pesan ke Melly Mel, apa Lila bersama kamu ? kalo iya tolong temani dulu kalo nggak, kamu cari sampai ketemu.
Setelah itu Rio menoleh ke arah Susan "Ada apa ini ?" tanyanya pura pura bingung.
Susan mengambil HPnya yang tadi dilemparkan Grey di sofa, dan kini ada di sebelahnya Rio. Lalu menyerahkannya ke Rio.
Rio menerimanya lalu menatap beberapa foto menjijikkan Grey dan Susan.
"Siapa yang berani mengambil foto ini ?" tanya Rio
Susan mengangkat bahu nya " saya tidak tahu." ucapnya dengan wajah sok polos.
"Bukankah ini kamar Hotel sewaktu bos saya pusing dan anda memesankan kamar, bagaimana mungkin anda kemudian bisa kedapatan tidur dengan bos saya ?" tanya Rio menatap Susan penuh selidik.
Grey hanya diam saja, dia mengetikkan pesan ke Lila, Lil, kamu dimana ? dan mengumpat kesal saat tidak kunjung mendapatkan balasan pesan dari Lila.
Salam kenal buat semuanya, ini karya pertama saya, mohon dukungannya🙏
Mohon tinggalkan jejak like, komen dan vote di setiap episodenya.
Terima kasih banyak. God Bless You all readers😘🤗