Lila And Grey

Lila And Grey
Good job guys



"Itu mobilnya Bean bro, banting Setir, blokir jalannya cepat !" Grey tiba tiba menyuruh Rio membanting setir dan memblokir


Rio langsung membanting setir ke kiri dan melintangkan mobilnya. Grey hendak keluar dari mobil tapi dengan cekatan, Rio berhasil memegang tangannya Grey "jangan gegabah bos, ingat Lila masih jadi sandera saat ini"


"Shit !" Grey mengumpat kesal, dia melepas seat beltnya tapi tidak turun.


Lila langsung sumringah menatap mobil suaminya yang berada tidak jauh di depannya saat ini, dan tengah melintang di tengah jalan, syukurlah papa kamu bisa menerima sinyal GPS cinta yang mama kirimkan Sweety. Kata Lila di dalam hatinya sambil mengelus elus perutnya.


Aaahh memang ya kekuatan cinta itu tiada duanya, feeling Grey benar, Bean dan Lila berhasil ditemukan dengan cepat. Batin Rio.


Bean langsung panik, dia langsung memundurkan mobilnya, tapi tiba tiba mengeremnya kembali, karena dari rear-vision mirror yang ada di dalam mobilnya, nampak mobil dinasnya Amber dengan cepat meluncur ke arahnya.


"Aaahhh Shit !" Bean mengumpat sambil memukul mukul setir mobilnya.


"Biarkan aku keluar dan kembali ke suamiku maka kamu akan selamat" kata Lila mulai melepas seat beltnya dan menoleh ke arah Bean, yang mulai nampak panik.


"Saya tidak ingin kehilangan anda nona, jika saya harus kehilangan anda maka, Mister Grey pun juga tidak boleh memiliki anda" kata Bean dengan nada serius dan menatap ke depan ke arah Grey dengan tajam.


"Apa maksudmu ?" tanya Lila mulai merinding.


"Keluarlah nona !" kata Bean yang sudah melepas seat beltnya dan beranjak turun dari mobilnya.


Lila belum memahami apa maksud dari ucapannya Bean tadi, tapi dia mengikuti Bean untuk keluar dari mobilnya Bean.


Grey langsung menepis tangannya Rio dan langsung keluar dari mobilnya saat melihat Lila keluar dari mobilnya Bean.


Amber dan Ivan pun keluar dari mobil dinasnya Amber, Ivan menyuruh Egi untuk tetap di dalam mobil dengan bahasa tubuhnya. Egi nurut sama Ivan untuk tetap di dalam mobil, bukan karena paham akan maksudnya Ivan, tapi karena dia mulai merasa kalau situasi yang ada di depannya saat ini, adalah situasi yang berbahaya karena, Amber sudah mulai mengeluarkan pistolnya dan mengarahkannya ke Bean.


"Freeze !!" Teriak Amber dengan lantang ke arah Bean.


"Mendekatlah kemari nona !" Bean menyuruh Lila untuk berdiri tepat di sampingnya.


"Nggak, aku nggak mau !" teriak Lila dengan lantang sambil menatap tajam ke arah Bean.


Setelah Lila turun tadi, Lila langsung membeku di depan pintu penumpang.


"Kalau anda bersikap seperti itu, maafkan saya jika saya bertindak nekat " kata Bean dan dengan cepat dia mengarahkan pistolnya ke arah Grey.


Lila langsung panik, pandangannya langsung mengikuti arah pistolnya Bean.


"Don't be reckless or I'll shoot !" teriak Amber dengan lantang.


"If you shoot me, I'll shoot him" teriak Bean tidak kalah lantangnya.


Rio dan Charlie langsung turun dari mobil saat melihat Grey tiba tiba keluar dari mobil dan saat ini dengan begitu cepatnya, sebuah pistol sudah mengarah tepat ke Grey.


Mobil Van yang James dan anak buahnya tumpangi akhirnya tiba di lokasi, James langsung memerintahkan salah satu anak buahnya untuk meminta ijin masuk ke sebuah rumah berlantai dua yang ada di jalan tersebut, untuk membidik Bean dari atas, dan langsung diperintahkan untuk melumpuhkan Bean jika Bean mulai nekat.


Anak buahnya yang lain, James perintahkan untuk mengatur lalu lintas yang mulai ruwet akibat dari aksi mereka saat ini, diperintahkan sama James untuk mengarahkan para pemakai jalan, mengambil rute yang lainnya.


"Jangan lakukan itu ! aku akan menuruti apapun mau kamu " teriak Lila ke arah Bean.


Amber terus mengarahkan pistolnya ke arah Bean, tapi belum berani mengambil tindakan apapun.


"Tembaklah ayo ! tapi lepaskan Lila !" teriak Grey.


"Tidak jangan !" teriak Lila.


"Hahahaha saya tidak akan pernah melepaskan nona Lila, karena saya ingin memilikinya, saya akan membawa nona Lila pergi sejauh jauhnya dari anda, saya akan memilikinya sepenuhnya hahahaha" kata Bean dengan santainya.


"Biarkan saya pergi dengan nona Lila !" teriak Bean.


"Brengsek kamu !!!!" Grey tanpa sadar mulai melangkahkan kakinya ke depan, karena dia sudah merasa sangat marah saat ini, mendengar Bean berkata kalau Bean ingin memiliki Lila seutuhnya.


"Jangan mendekat !" Bean menembakkan pelurunya di atas aspal, di depan kakinya Grey persis.


"Jangan !" teriak Lila.


James sudah berada di belakangnya Bean dan memberi kode sama Grey untuk tidak bergerak dan tidak memancing kemarahannya Bean.


Grey pun langsung paham.


"Saya hanya kasih peringatan tadi, jangan mendekat atau selanjutnya saya akan benar benar menembak nona Lila lalu saya akan bunuh diri setelahnya, paling enggak saya dan nona Lila bisa bersama di alam bakal hahahaha, saya tidak menembak anda karena, saya tidak ingin melihat nona Lila menangis, tapi kalau anda nekat maka, saya pun akan nekat membawa nona Lila ke alam baka bersama dengan saya, hahahahaha" kata Bean mulai nampak frustasi, panik dan bingung.


"Ijinkan saya pergi dengan nona Lila tanpa perlawanan, sebenarnya saya tidak ingin menyakiti siapapun, saya cuma ingin memiliki nona Lila" kata Bean sambil menatap tajam ke arah Grey.


Grey mulai mengepalkan kedua tangannya menahan geram.


DOR


Suara tembakan terdengar, pistolnya Bean terjatuh dari genggamannya Bean, dan James yang sejak tadi sudah berdiri tidak jauh di belakangnya Bean, langsung melumpuhkan Bean.


Grey langsung berlari mendekati Lila, dan langsung memeluk erat isteri tercintanya itu "syukurlah kalian selamat"


James langsung memborgol tangannya Bean dan membawa Bean dengan paksa ke dalam mobil van-nya.


James menyerahkan Bean ke anak buahnya, lalu dia menghampiri Amber menepuk pelan pundak Amber dan berkata "Good job my girl"


Amber meletakkan kembali pistolnya ke dalam sarungnya dan tersenyum lega menatap James.


Anak buahnya James langsung membawa Bean menuju ke markas.


James mengajak Amber, Ivan, dan Egi untuk melangkah menghampiri Lila dan Grey.


Rio dan Charlie ikut bergabung dengan mereka.


"Syukurlah kamu selamat Lila" ucap Rio dan Charlie secara bersamaan.


"Terima kasih banyak atas pertolongannya" kata Lila sambil tersenyum lega menatap Rio dan Charlie.


"Dan kamu, syukurlah kamu selamat" kata Charlie sambil menepuk pelan bahunya Egi.


"Iya tuan, terima kasih" ucap Egi sambil tersenyum senang.


"You don't care about me, Mister Charlie ?" tanya Ivan ke Charlie.


"Hahahaha you look good, right and that's enough" jawab Charlie.


Ivan pun bersedekap dan mendengus kesal menatap Charlie.


Semua pun tertawa lepas melihat tingkah konyolnya Charlie dan Ivan.


"Terima kasih untuk bantuannya " kata Grey kepada James sambil memeluk bahunya Lila.


"Sama sama, oooo iya emm I introduce Amber as my fiance now" kata James sambil memeluk bahunya Amber.


Amber nampak malu dan tersenyum menatap semuanya satu per satu.


"Waaahhh selamat ya " sahut semuanya dengan kompak.


"Congratulation !" sahut Ivan ikutan bahagia.


"Thank you " jawab James dan Amber secara bersamaan.


"We go back to your house first Grey, cause there's something important that I want to share with you" kata James kemudian.


"Oke" jawab Grey.


Mereka akhirnya kembali ke rumahnya Grey, Amber dan James, sedangkan Ivan dan Egi ikut bergabung masuk ke dalam mobilnya Grey.


Sesampainya mereka di rumahnya Grey, Pak Edward, Ibu Ratih dan Melly langsung menyambut mereka semua dengan penuh rasa syukur dan bahagia tiada tara.


Lila melepaskan diri dari pelukannya Grey dan mulai melangkah pelan menghampiri pak Edward yang tengah berdiri di depan pintu ruang tamu.


Pak Edward tersenyum menatap Lila dan membuka kedua tangannya memberi kode kepada Lila untuk masuk ke dalam pelukannya.


Saat Lila hendak menghambur masuk ke dalam pelukan papa mertuanya, Grey langsung berteriak dengan lantang "Stop, no peluk peluk !"


Pak Edward langsung tertawa terbahak bahak melihat Grey cemburu sama papanya sendiri.


Akhirnya Lila mengurungkan diri untuk memeluk papa mertuanya, dia hanya meraih tangan papa mertuanya dan mencium punggung tangan papa mertuanya. Pak Edward membelai pelan kepalanya Lila.


"Syukurlah kamu selamat nak" ucap Pak Edward.


"Terima.kasih Pa" jawab Lila senang.


Lila langsung menoleh ke arah Ibu mertuanya dan langsung menghambur masuk kedalam pelukan Ibu mertua kesayangannya.


"Puji Tuhan anak Ibu selamat" ucap Bu Ratih sambil melepaskan pelukannya dan mencium pipinya Lila penuh kasih.


Mereka semua langsung dipersilakan sama Melly untuk menuju ke ruang makan, untuk makan nasi goreng dan telor ceploknya Melly.


Mereka duduk bersama sama di meja makan, mulai mencicipi masakannya Melly.


Egi pun ikutan bergabung makan bareng mereka.


James dan Amber yang sudah nongol pun langsung diajak untuk bergabung dengan mereka di ruang makan.


"This fried rice is very delicious" Ivan mulai mengomentari nasi gorengnya Melly.


Melly tersenyum senang masakannya dibilang enak sama seorang chef hebat macam Ivan.


"Good job Mel" ucap Rio dan Charlie secara bersamaan.


"Hahahaha terima kasih banyak semuanya, syukurlah kalau masakan Melly aman hahahaha" kata Melly senang.


"Sudah siap untuk segera menikah nih, kan sudah pintar memasak" goda Lila.


"Siap 86 " sahut Rio sambil mengelus pelan rambutnya Melly.


Semua langsung tertawa bahagia mendengar ucapannya Rio.


"Nanti ibu bikinkan gaun pengantin khusus untuk kamu Mel" kata Bu Ratih sambil tersenyum ke arah Melly.


"Waaahhh terima kasih Bu" Melly langsung berbinar binar matanya menatap Bu Ratih.