
"Lil, aku lupa kasih tahu kamu kalau nanti sore ada undangan peresmian hotel barunya Bapak Hendrawan partner bisnisku." ucap Grey sambil meraih remote dan membuka kembali kunci pintu ruangannya.
"Lalu ?" sahut Lila sambil beringsut turun dari pangkuannya Grey dan memasukkan kembali kotak makan siang mereka ke dalam kantong plastik.
"Kamu ikut ya, habis ini kita ke butiknya Ibu." kata Grey sambil mengelus elus rambut Lila.
"Untuk apa ke butiknya Ibu ?" tanya Lila sambil menoleh ke suaminya.
"Biar Ibu pilihkan baju yang cocok buat kamu pakai nanti, terus biar ibu mendandani kamu biar kamu jadi semakin cantik dan elegan." sahut Grey sambil meraih tangan Lila dan menciuminya.
"Baiklah kalau itu mau kamu sayang, Lila nurut aja." jawab Lila.
Tidak begitu lama Rio pun masuk ke ruangannya Grey " Lil, makasih ya kiriman makan siangnya." Rio tersenyum dan terlihatlah lesung pipitnya yang begitu menawan itu.
Lesung Pipit itu yang membikin Grey selalu iri sejak mereka masih kecil, Grey selalu protes sama ibunya, sejak dia masih kelas satu SD, protes kenapa Rio punya lesung Pipit sedangkan dia tidak, kenapa Ibunya tidak bisa membikin lesung Pipit di pipinya Grey seperti punyanya Rio.
"Sudah jangan kelamaan merenges Lo, bikin kesal aja !" kata Grey sambil mendengus kesal.
"Hahahaha elo masih kesal ya, karena elo nggak punya lesung pipit ini." Sahut Rio sambil memperlihatkan lagi lesung pipitnya ke arah Grey.
"Cih ! Pamer !" sahut Grey tambah kesal.
Lila menoleh ke suaminya sambil tertawa geli dan berucap "Sayang, kamu itu ada ada aja ya masak ada orang punya lesung pipit kok jadi kesal kayak gini hahaha."
Rio pun ikutan tertawa lalu duduk di sofa single yang ada di sampingnya Grey dan berucap " Nanti ada acara peresmian hotelnya Bapak Hendrawan, kenapa dadakkan gini ya ?"
"Iya gue juga barusan dapat telepon dari beliau, elo ajak aja nanti si Melly untuk menemani Lila." jawab Grey.
"Ok, kita bersiap aja dari sekarang. Untuk urusan kantor aku sudah telepon Andrey untuk mengurusinya, Andrey direktur elo selalu tebar pesona ke cewek cewek kalau nggak ada kerjaan, makanya harus sering sering kita kasih dia kerjaan." cerocos Rio kesal.
"Iya, elo kasih aja semua kerjaan ke dia biar dia lembur hari ini, biar si botak itu nggak ada waktu buat tebar pesona lagi hahahaha." Grey tertawa geli membayangkan Andrey direkturnya yang gemuk, pendek, botak tapi selalu pede tebar pesona ke karyawan cewek yang ada di kantornya.
"Kak Rio, emm mbak Melly biar sama aku aja sekalian ke butiknya Ibu, biar sekalian dandan bareng sama Lila. Boleh kan sayang ?" tanya Lila sambil menoleh bergantian dari Rio ke Grey.
"Hmm." jawab Grey.
"Waaahh makasih sayang. " Spontan Lila mengecup bibir suaminya.
"Uhuk uhuk." Rio kembali tersedak melihat kemesraannya Lila dan Grey.
Lila langsung malu dan berkata "maaf ya kak Rio, Lila khilaf " Lila berucap sambil menundukkan kepala karena malu sama Rio.
"Nggak usah malu, Rio kena karma Lil, tadi dia sama Melly juga bermesraan di depanku dan aku biasa aja tuh." kata Grey datar.
"Mana ada yang namanya Grey jadi biasa aja, yang ada tuh slalu protes dan protes." sahut Rio sambil merenges lagi.
"Sudah yuk, kita berangkat sekarang. Aku sama Lila ke butiknya Ibu dulu, elo nyusul nanti sama Melly." sahut Grey tanpa meladeni ocehannya Rio.
"Oke bos siap, emm Lil, sekali lagi makasih ya kiriman makan siangnya" kata Rio sambil mengekor Lila dan Grey yang sudah melangkah keluar dari ruangannya Grey.
Sesampainya di butik milik Ibu mertuanya tercinta Lila langsung menghambur masuk ke dalam pelukan ibu mertuanya.
"Waahh kejutan nih, ada apa kok tumben kemari ?" tanya Bu Ratih sambil melepaskan pelukannya dan menuntun Lila untuk duduk di sofa.
"Tolong make over Lila ya Bu, bikin isterinya Greyson Adi Wijaya menjadi wanita yang cantik dan elegan tapi jangan menor lho Bu." sahut Grey.
"Ooooo siap dong, Ibu akan bikin menantu Ibu menjadi wanita paling cantik di jagat raya ini." jawab Bu Ratih.
"Ok, Grey tinggal dulu ya Bu, Grey mau pulang dulu bersiap siap. Ada undangan peresmian hotelnya pak Hendrawan nanti sore." Grey berucap sambil mencium pipi Ibunya dan pipi Lila lalu melangkah keluar dari butik ibunya.
Bu Ratih langsung memilih dress rancangannya yang terbaik dan terindah untuk dipakai Lila, Dress panjang warna Salem menempel lekat di tubuh Lila dengan sempurna, sederhana tapi elegan dengan belahan di bagian punggung dan bagian depan tertutup sampai ke bawah leher.
Bu Ratih lalu menuntun Lila untuk duduk di depan kaca rias, mulai menata rambut Lila disanggul ke atas berbentuk keong, setelah itu Bu Ratih mulai mendandani wajah Lila.
Tidak begitu lama, Melly pun muncul bersama Rio. Rio langsung menatap kagum ke arah Lila. Gila ya kalau Lila dandan seperti ini cantik banget, beruntungnya Grey. Batin Rio.
"Ahhh nak Melly, sebentar ya ini Lila sudah hampir selesai tinggal memulaskan lisptick aja kok. Duduk dulu ya !" Kata Bu Ratih sambil menoleh sebentar ke arah Rio dan Melly.
"Bu, maaf Rio tinggal ya emm Rio titip Melly dan terima kasih banyak sebelumnya sudah merepotkan Ibu." kata Rio sambil meraih tangan Bu Ratih dan mencium punggung tangannya Bu Ratih.
"Iya, santai aja sana kamu pulang aja siap siap gih. Nak Melly akan ibu bikin cantik kayak Lila nih." jawab Bu Ratih sambil membelai kepalanya Rio.
Rio pun tersenyum penuh sayang ke Bu Ratih lalu menoleh ke Melly dan berkata "aku tinggal sebentar ya, nanti aku jemput lagi dan Lila, kamu tampak keren siip." Lila menoleh ke Rio dan tersenyum, Melly pun tersenyum dan mengangguk.
Rio langsung melangkah keluar dari butiknya Bu Ratih.
Setelah Lila selesai didandani habis habisan sama mertuanya, sekarang gilirannya Melly.
Tidak begitu lama Grey dan Rio secara bersamaan nongol lagi di butiknya Bu Ratih. Grey dan Rio spontan melongo menatap kekasih mereka masing masing, yang saat ini berdiri di depan mereka.
Melly mengenakan dress melekat pas di badannya dengan panjang sampai lutut berwarna hijau pupus dengan belahan agak rendah di bagian dada tetapi bagian punggungnya tertutup, rambut Melly dikucir kuda dan berponi.
Bu Ratih juga tidak lupa memberikan sentuhan aksesoris yang cantik sebagai pemanis penampilannya Lila dan Melly.
"Kamu sangat cantik." ucap Grey dan Rio secara bersamaan sambil menatap penuh cinta ke kekasih mereka masing masing.
"Tadaaaa dua bidadari hasil karyanya ibu cantik kan." kata Bu Ratih sambil tersenyum menatap Grey dan Rio yang terpana melihat hasil karyanya mendandani Lila dan Melly. Sentuhan tangan dinginnya Bu Ratih ternyata belum memudar seiring berjalannya waktu.
Lila dan Melly melangkah pelan untuk mendekati pasangan mereka masing masing. Saat Grey dan Rio akan mengecup kening kekasih mereka masing masing, Bu Ratih langsung protes.
"Stop Grey, Rio ! jangan cium cium dulu ya, aduh aduh ! bisa rusak nanti hasil karyanya Ibu. Tahan sampai akhir acara nanti baru boleh cium cium." Bu Ratih berucap sambil menggeleng nggelengkan kepalanya.
Lila dan Melly spontan tertawa geli menatap wajah khawatirnya Bu Ratih dan wajah kesalnya Rio dan Grey saat ini.
Setelah mereka semua mencium pipinya Bu Ratih secara bergantian, mereka pun melangkah keluar dari butiknya Bu Ratih dan langsung menuju ke peresmian hotelnya Bapak Hendrawan. Bersiap menerima kejutan selanjutnya. Kira kira apa ya, yang akan terjadi sama trio kwak kwak plus mbak Melly ?
❤️❤️❤️❤️BERSAMBUNG❤️❤️❤️❤️