
Setelah pelayan Resto menyerahkan struk total pembayaran dan kartu kreditnya, Rio pun meraih tas kerjanya yang tadi dia taruh di samping kursinya, berdiri hendak meninggalkan Adelia.
Tiba tiba lengannya ditarik Adelia, Rio menggerakkan lengannya otomatis tangan Adelia terlepas, Rio pun cepat cepat melangkah pergi meninggalkan Adelia.
Rio akhirnya menghempaskan tubuh dengan kasar di atas sofa. Menyandarkan kepalanya dan memejamkan mata, begitu dia masuk ke dalam kamarnya.
Dia masih saja cantik bahkan semakin cantik, dan wangi parfumnya pun masih sama, favoritnya Rio huffttt Rio menghembuskan napasnya pelan pelan sambil menelungkupkan tangan di atas wajah.
Shit! ngapain gue mikirin dia batin Rio dengan kesal.
tok tok tok
Rio dengan enggan bangkit berdiri untuk membuka pintu.
Adelia langsung melangkah masuk, mendorong tubuh Rio untuk melangkah mundur masuk kamar, lalu Adelia menutup pintu dengan tumit kakinya.
Adelia langsung menarik kerah kemejanya Rio dan bruk bibirnya menyentuh bibir Rio, Dia mencium bibir Rio, lalu mengecupnya berkali kali saat tahu Rio tidak membalas ciumannya.
Adelia semakin agresif, dia langsung ******* bibir Rio, menggigitnya pelan untuk membuka bibir Rio, dan tindakan Adelia membuat Rio tidak sadar membalas ciumannya Adelia, semakin dalam dan semakin menggairahkan.
Adelia melepas ciumannya untuk mengambil napas, Rio pun langsung mendorong tubuh Adelia menjauh dari tubuhnya.
Adelia membuka matanya dan melihat Rio tengah berjalan mundur menjauhinya.
"katakan statusmu saat ini, tidak mungkin seorang Adelia tidak menjalin hubungan dengan seseorang saat ini, atau mungkin kamu sudah berstatus istri orang ?!" Rio menatap Adelia penuh selidik.
Adelia tampak gugup dan diam saja mematung di depan Rio
"Jangan mencoba untuk berbohong, aku bukan Rio yang naif lagi, aku bisa dengan cepat mendapatkan info tentang kamu jika aku menginginkannya " tambah Rio.
"Iya benar, aku sudah menikah selama tiga tahun ini, tapi aku tidak bahagia dengan suamiku. Suamiku hanya menganggap aku sebagai pajangan, dia tidak selembut dan semanis kamu Rio." sahut Adelia dengan suara bergetar menahan tangis.
"Aku tidak perduli dengan kehidupanmu." Rio menatap Adelia tanpa ekspresi.
" Kamu jangan munafik, kamu masih menginginkan aku, aku bisa merasakan bahasa tubuhmu tadi, aku bisa merasakan lewat ciumanmu tadi." kata Adelia lantang
"Kamu wanita gila !! kamu sudah menikah, kamu sadar hah !! kenapa kamu mendekati aku hah !! dasar gila !!" Rio berkata tidak kalah lantangnya lalu melangkah ke arah pintu dan membukanya.
"Keluar kamu, jangan sampai aku memanggil security untuk menyeret kamu" Kata Rio tanpa melihat Adelia.
Adelia pun dengan terpaksa melangkah keluar. Rio langsung menutup pintunya dengan keras.
Setelah selesai menyegarkan diri dan pikirannya, Rio keluar dari bathroom mengganti jubah mandinya dengan T'shirt dan celana pendek.
Merebahkan diri di ranjang dan menatap langit langit kamar. Adelia satu satunya cewek yang pernah masuk ke kehidupannya Rio. Cinta pertama dan terakhirnya Rio.
Rio lalu meraih HPnya mengetikkan pesan untuk Grey Memberitahukan kalo sementara ini aman, tunggu aja langkah dari pak Hartawan selanjutnya, dan besok Rio sudah pulang dengan penerbangan pertama.
Setelah mengetikkan pesan tersebut Rio pun memutuskan untuk tidur, dia merasa amat lelah secara jiwa dan raga.
Perasaan Rio yang tengah campur aduk membuat Rio dengan cepat terlelap dan berharap tidak memimpikan Adelia. Cih! dalam mimpi pun aku tidak Sudi bertemu dengannya, gumam Rio tadi sebelum memejamkan matanya
Adelia kembali ke dalam kamarnya. Di menutup pintu lalu melempar tas mahal yang dia tenteng. Dia melepas heelsnya dan melemparkannya ke tembok lalu berteriak sekencang kencangnya.
Rio Putra, cowok tampan yang sangat dia cintai tetapi karena kebodohannya sendiri, dia selalu menyakiti Rio tanpa dia sadari, dan kehilangan Rio. Adelia jatuh cinta pada pandangan pertama dulu sewaktu Rio mengajarinya dengan telaten mata kuliah matematika, sehingga Adelia bisa lulus mata kuliah matematika dengan nilai fantastis berkat Rio. Kecerdasan dan ketampanan Rio selalu membuat Adelia tergila gila pada Rio.
Rio adalah putra tunggal dari sepasang suami istri yang berprofesi dokter. Papanya yang berdarah campuran Jawa-Jepang adalah seorang direktur di salah satu rumah sakit swasta ternama yang ada di kota J sedangkan mamanya yang berdarah campuran Jawa-Thailand adalah seorang dokter kandungan.
Rio asli kelahiran kota J tetapi tidaklah heran jika Rio terlahir dengan wajah tampan dan cerdas jika melihat siapa kedua orangtuanya. Rio merupakan produk lokal yang unggul.
Adelia menghempaskan tubuhnya dengan kasar diatas ranjang. Rio kenapa kita harus bertemu lagi, kamu membuatku gila, aku masih sangat mencintai kamu Rio. Gumam Adelia di dalam hati.
Suami Adelia adalah seorang pengusaha sukses di Jerman, orang Indonesia tetapi lahir di Jerman, yang saat ini tengah melebarkan sayap bisnisnya di kota J, Adelia dan suaminya sudah lama menetap di kota J tetapi Adelia tidak punya nyali untuk menemui Rio, dan selalu mengurungkan niatnya untuk menemui Rio.
Adelia memutuskan untuk tidur tanpa mandi. Karena besok ada pemotretan pagi. Adelia tetap meneruskan pekerjaannya sebagai model atas seijin suaminya. Tetapi setiap kali Adelia mendapatkan job pemotretan di luar kota, suaminya tidur dengan wanita simpanannya.
Adelia rela menjalani kehidupan semacam ini untuk menghukum dirinya sendiri karena dulu dia pernah mengkhianati Rio, inilah yang dinamakan karma pikir Adelia.
Adelia sering memergoki suaminya sendiri tengah meniduri wanita simpanannya di rumah mereka diatas ranjang mereka. Dan ironisnya suaminya tidak merasa bersalah bahkan berterus terang tidak bisa meninggalkan wanita simpanannya, tetapi tidak bersedia juga untuk menceraikan Adelia. Dan demi statusnya sebagai pengusaha muda yang bermartabat, Delon juga tidak mau menjadikan wanita simpanannya sebagai isteri keduanya.
Cih ! menjijikkan ucap Adelia di dalam hati sewaktu dia mengingat semua kelakuan suaminya. Tetapi apa bedanya dengan dia dulu. Dia juga pernah melakukan hal yang sama pada Rio. Walaupun sekarang dia berlaku setia kepada suaminya itu semata mata dia lakukan demi Rio.
Kenangan tentang Rio yang selalu membuatnya bisa tegar setiap kali melihat suaminya menduakan dia. Dia sudah tidak bisa mencintai cowok lain setelah Rio meninggalkannya.
Dulu sewaktu masih kuliah, Dia memang tidur dengan seorang model dan pada waktu itu Rio memergokinya. Sebenarnya itu hanya merupakan kekhilafan Adelia saja. Setelahnya dia pun tidak berpacaran dengan model tersebut.
Tetapi itu tetaplah satu kesalahan yang teramat besar yang pernah dia lakukan. Penyesalan terbesar dalam hidupnya. Mengkhianati seorang cowok sebaik Rio. Rio maafkan aku ucap Adelia lirih.
Adelia bangun dari tidurnya, dia pengen tidur memejamkan mata tetapi pikirannya tidak mau berkompromi untuk membiarkan dia tertidur.