Lila And Grey

Lila And Grey
Hati Lila



Grey langsung merangkul bahu Lila dan mengecup pipi Lila yang membuat Lila dan Dony kaget. Dony menatap Lila dan Grey dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Apa lo natap gue ?" tanya Grey yang memandang Dony dengan datar.


"Kkk ka kalian sudah jadian ya ? Lila kamu sama dia ? " tanya Dony menatap Lila.


Lila cuma tersenyum dan diam karena dia nggak tega kalo melihat Dony kecewa tapi Lila sendiri juga nggak tahu bagaimana perasaan Dony ke Lila sesungguhnya. akhirnya Grey yang bersuara " iya, kami sepasang kekasih sekarang."


Saat Dony diam mematung masih mencerna kenyataan yang ada di depan matanya saat ini, Grey pun menarik Lila untuk meninggalkan Dony dan Lila pun melambaikan tangannya ke Dony yang dibalas lambaian tangan juga sama Dony tanpa ekspresi.


Sesampainya di dalam mobil, Grey memasangkan sabuk pengamannya Lila dan kaget saat tiba tiba Lila berteriak "astaga motorku kak, hmm sebentar aku telpon Reni dulu biar dia yang bawa motorku untuk pulang ke kost." Grey menatap Lila "baiklah aku tunggu. " sahut Grey.


Lila menelpon Reni untuk datang ke parkiran mobil di dekat food court kampus. Setelah menunggu setengah jam tampaklah Reni berlari lari kecil menuju ke parkiran mobil, Lila pun keluar dari mobilnya Grey menghampiri Reni.


"Sori Ren, kamu pulang sendiri ya ni kunci motorku aku serahin ke kamu sama ni STNK nya kamu bawa aja motorku." Reni pun melirik ke arah dalam mobil "Lil, itu pacar kamu ya ?" tanya Reni yang dijawab Lila dengan anggukkan dan senyuman.


Lila menepuk bahu Reni dan beranjak pergi masuk ke mobilnya Grey lagi. Lila melambaikan tangannya ke Reni.


Grey melirik Lila "Lil hmm kamu cantik hari ini, kamu dandan kayak gini tambah keren, untung kamu tuh aku jemput kalau nggak, akan ada banyak mata cowok cowok nggak jelas yang menatap kamu, cih!" kata Grey sambil kembali fokus menyetir menghadap ke jalan raya di depannya.


Lila menghembuskan napas pelan "terima kasih kak, hari ini mata kuliah Lila tuh mengharuskan semua mahasiswinya memakai rok dan berdandan, karena aku nggak bisa berdandan aku cuma pakai lipstick ni." ucap Lila malu dan menundukkan kepalanya.


Begitu sampai di pelataran kafenya Grey, Lila turun dari mobil dan mengangkat HPnya yang bunyi, tak begitu lama Bruuuukkk tubuh Lila jatuh di pelataran parkir. Grey kaget dan langsung berlari ke arah Lila yang pingsan. Grey langsung menggendong tubuh Lila dan menaruh Lila di jok belakang mobilnya dan langsung tancap gas ke rumahnya.


Di kampus, Dony berjalan berpapasan dengan Reni yang masih ada mata kuliah terakhir. "hei Don mau kemana ?" sapa Reni.


"Hei Ren, hmm gue mau pulang heee yuk cabut dulu " kata Dony sambil melambaikan tangannya.


Sesampainya di rumah, Dony masuk ke kamarnya langsung dan merebahkan badannya di kasur dengan kasar. Lalu menatap langit-langit kamarnya.


Dony membayangkan wajah Lila dan mengingat semua kebersamaannya dengan Lila. Dony sebenernya sayang banget sama Lila cuma dia masih belum mengerti apakah sayangnya sebagai sahabat ataukah sebagai seorang cowok yang mencintai Lila. Itu yang masih membuat Dony bingung dan tadi saat Lila dipeluk laki-laki lain jujur hatinya terasa sedih, sakit. Tetapi biarlah seperti ini sebagai seorang sahabat yang akan selalu ada buat Lila kalau memang jodoh akan lari kemana ya akan tetap berjodoh, kalo enggak jodoh ya jangan lari-lari capek entar batin Dony heeeee.


Sesampainya di rumah, Grey langsung menggendong Lila dan naik ke lantai dua membawa Lila ke kamar ibunya.


Braaakkk


Grey membuka pintu kamar ibunya dan membuat Bu Ratih kaget begitu keluar dari kamar mandi melihat Lila tergeletak pingsan diatas ranjangnya. "Grey, nak Lila kamu apain ?" tanya Bu Ratih panik sambil duduk disebelah Lila dan mengelus elus pipi Lila.


"Grey nggak ngapa ngapain Lila Bu, ni tadi setelah dapat panggilan telpon dari HPnya tahu tahu Lila pingsan. Sebentar Bu, ini Grey manggil Dokter Mae untuk datang kesini memeriksa Lila." sahut Grey.


Dokter Mae pun pamit setelah Lila sadar, Grey mengantar dokter Mae sampai di depan pintu rumahnya. Setelah Dokter Mae pergi, Grey cepat cepat balik ke kamar ibunya.


Bu Ratih masih menenangkan Lila dan memberi Lila minum, setelah minum Lila bisa agak tenang. Lila menatap Bu Ratih lalu menatap Grey yang mana saat ini keduanya sedang menatap Lila penuh tanda tanya.


Grey melangkah dan duduk disebelahnya Lila dan meraih tangan Lila. "ada apa? " pertanyaan Lila membuat Lila meneteskan air mata lagi yang langsung diusap sama Bu Ratih.


"Cerita nak, siapa tahu kita bisa bantu." sahut Bu Ratih.


Lila menarik napas panjang dan menghembuskannya pelan pelan "tadi yang nelpon Lila ibu Lila memberi kabar kalo kios mereka kena imbas dari pasar X yang terbakar, kios orangtua Lila habis ikut terbakar dan saat mendengar kabar tersebut ayah Lila langsung ambruk, sekarang ayah tidak sadarkan diri ada di ICU." ucap Lila dan langsung memeluk Bu Ratih dan menangis lagi.


Grey mengusap punggung Lila " kamu mau pulang nengok orangtua kamu ?" tanya Grey. Lila mengangguk tanpa melepaskan pelukannya Bu Ratih.


"Ok, aku antar ya hmm kamu mau berangkat sekarang apa besok ?" tanya Grey.


"Besok aja Grey, ini sudah jam 8 kalo berangkat sekarang nanti sampai sana sudah larut malam kasihan juga Lila kecapekkan nanti,OOO iya pasti kalian belum makan sana makan malam dulu !" sahut Bu Ratih.


"Lila pengen mandi dulu Bu, tapi Lila tidak bawa baju ganti." Bu Ratih tersenyum menatap Lila lalu beranjak ke lemari bajunya mengambilkan dress untuk Lila "hmm nak, kayaknya ini pas buat kamu dan lagian kita ini kan kembar kata Grey jadi baju ibu pasti muat buat kamu" kata Bu Ratih sambil membelai rambut Lila.


Bu Ratih melangkah keluar kamar saat Lila masuk ke kamar mandi lalu menoleh menatap Grey yang belum beranjak keluar kamar."Grey ayok keluar dulu, Lila mandi tuh, ngapain kamu tungguin ?"


Grey pun meringis sambil garuk-garuk kepala dan melangkah keluar kamar lalu menutup pintunya pelan.


Grey melangkah ke kamarnya dia pun mandi dan menaruh tas kerjanya di meja sebelah ranjangnya. setelah selesai mandi Grey pun turun untuk makan dan melihat Lila sudah duduk di meja makan sambil menelpon.


Lila ijin sama Bu kostnya kalau hari ini mengerjakan tugas dan harus tidur di rumah tantenya. Lila menoleh saat bahunya ditepuk Grey. "Lil, makan dulu aku ambilkan ya ." sahut Grey. Lila menganggukkan kepalanya.


"Mau aku suapin ?" kata Grey saat menyodorkan piring ke arah Lila dan Lila menggeleng sambil tersenyum.


Grey dan Lila makan bareng tapi suasananya sunyi karena Lila masih shock dan Grey menghargai perasaannya Lila. selesai makan Lila membereskan meja makan lalu melangkah ke arah ruang tamu. Lila kaget tiba tiba Grey memeluk Lila dari belakang dan mencium kepala Lila. " kamu yang kuat ya, ada aku sekarang yang akan selalu mendukung kamu."


Salam kenal buat semuanya, ini karya pertama saya, mohon dukungannya🙏


Mohon tinggalkan jejak like, komen dan vote di setiap episodenya.


Terima kasih banyak. God Bless You all readers😘🤗