
Grey melepaskan pelukannya saat mendengar langkah kaki ibunya. Lila pun melangkah menuju ke ruang tamu. "nak, sudah ijin sama ibu kost kamu ?" tanya Bu Ratih. Lila menganggukkan kepala.
"ya udah, ibu naik dulu ke kamar ya kalo sudah selesai nanti langsung aja masuk." sahut Bu Ratih meninggalkan Lila dan Grey yang masih duduk di sofa ruang tamu.
"Mau nonton TV nggak, kalau iya ayok kita pindah ke ruang keluarga. " tanya Grey tapi Lila menggelengkan kepalanya.
Grey menggeser duduknya mendekati Lila lalu membenamkan kepala Lila di pelukannya. "sudah tenang aja nanti malam kita berdoa semoga ayah kamu baik baik saja dan cepat pulih seperti sedia kala dan besok sebelum kita ke kota S kita ke kampus dulu minta ijin sama dosen kamu, ijin cuti kuliah selama seminggu gimana ?" tanya Grey sambil mengusap usap rambut Lila. Lila pun menganggukkan kepalanya.
"Lil, aku minta rambut kamu dipanjangin ya soalnya ni tangan aku pengen ngelus lamaan dikit eh mentok cuma sampe bahu kan nanggung heeee" kata-kata Grey membuat Lila tertawa lalu mendongakkan wajahnya yang langsung membuat Grey mengecup bibir Lila lagi.
Lila memukul dada Grey, takut kalau tiba tiba Bu Ratih datang kan malu. Grey tersenyum melihat rona malu di wajah Lila lalu kembali membenamkan wajah Lila di dada bidangnya.
"Lila bersyukur bertemu dengan Bu Ratih dan kak Grey " sahut Lila lirih dan Grey pun mencium pucuk kepala Lila lama menghirup wangi rambut Lila yang selalu membuat Grey merasa tenang.
Grey lalu berdiri dan mengangkat tubuh Lila pelan untuk berdiri, menarik tangan Lila untuk naik ke lantai atas setelah melirik jam sudah menunjukkan pukul 10.00. Saat Lila mengetuk pintu kamar Bu Ratih dan mendapat jawaban masuk dari Bu Ratih. Grey pun mengecup kilat bibir Lila sebelum Lila membuka pintu kamar, sambil berbisik "untuk semangat nanti malam biar dapat mimpi indah hihihi" Grey meringis. Lila pun cepat cepat masuk kamar.
Keesokan harinya selesai sarapan Lila dan Grey pamit sama Bu Ratih untuk berangkat ke kota S. Grey menenteng kopernya yang sudah disiapkan Bu Ratih pagi pagi tadi pas Grey mandi, memasukkannya ke bagasi mobilnya dan membawa beberapa bingkisan yang sudah Bu Ratih siapkan untuk ibu dan ayah Lila. pagi pagi tadi Bu Ratih menyuruh mbok Iyem untuk membelanjakan beberapa makanan kecil untuk Grey bawa.
Setelah urusan kampus selesai dan sudah mengantongi ijin cuti selama seminggu Lila dan Grey meluncur ke kost nya Lila untuk mengambil beberapa baju ganti, tidak berapa lama Lila pun keluar dan langsung masuk mobil setelah Grey menaruh koper Lila di bagasi mobilnya. Mereka pun meluncur ke kota S.
Belum jauh mereka meninggalkan kost nya Lila. Lila menelpon Ratih sahabatnya mengabarkan kondisinya saat ini dan mengabarkan kalau Lila ambil cuti selama seminggu, minta tolong sama Ratih untuk selalu mengirimi Lila informasi apapun soal kuliah dan mengirimi tugas tugas nanti via WA. "Ok Lil, ati ati ya salam buat ibu dan ayah kamu, semoga ayah kamu cepat sembuh" sahut Ratna.
Grey memasang headphone nirkabelnya dan mengklik nomernya Rio "halo bro, tolong Lo handle beberapa meeting seminggu ini ya ."
"Lho memangnya bos kenapa hmm sakit cinta ya mala merindu sampe nggak bisa konsen kerja ?" cerocos Rio asal.
"Gue mo anter Lila pulang mau meminta Lila sama ortunya untuk gue jadiin bini." kata Grey sambil melirik Lila yang langsung menepuk bahu Grey.
"Ok, siap pak bos nanti kalo ada apa apa saya langsung kabari kalo meetingnya harus kamu sendiri yang nangani nanti via online aja gampang bisa diatur. " sahut Rio.
Grey pun mematikan HPnya dan melepas headphonenya. Perjalanan mereka akan memakan waktu 6 jam kalau lewat tol. Grey mengaktifkan GPS di HPnya. "Lil kalo capek mau tidur kamu tidur aja nih sudah ada GPS." kata Grey sambil mengelus rambut Lila.
Lila tersenyum menatap Grey lalu kembali menatap ke jalan di depannya "kak, makasih ya ." kata Lila.
Grey melirik Lila dan tersenyum, sambil terus berkonsentrasi menyetir. "Lil kamu nyanyi gih biar nggak sepi, kemarin pas kamu ngajar anak anak sekolah Minggu aku dengar suara kamu merdu banget."
"Lila kan habis nangis kemarin kak, ini suara Lila habis, agak serak, kalo nyanyi nanti bikin polusi udara." Grey pun tertawa.
Grey melirik Lila "kamu suka lagu ini ?"
Lila menganggukkan kepalanya "enak didengar lagunya cuma Lila nggak begitu suka liriknya."
"Kenapa ?" tanya Grey.
"Menurut Lila cinta itu terlalu berharga untuk ditempatkan di waktu yang salah. Itu menurut Lila sih, gimana menurut kakak ?" kata Lila sambil menoleh ke arah Grey.
"Menurut kakak, lagu ini mengajari selingkuh nggak baik didengarkan anak dibawah 25 tahun seperti kamu tuh, kamu kan masih 22." sahut Grey asal.
Lila langsung mencubit pinggang Grey "Lil ini bahaya lho kakak lagi nyetir nih." grey berkata sambil meringis dan sumpah cubitan Lila tuh sakit banget tapi ngangenin bikin nagih hihihihi batin Grey.
Setelah lagu Fiersa Besari kelar gantian lagunya Yura yang berjudul cinta dan rahasia yang diputar di gelombang radio tersebut. "nah ini cocok ni buat Dony. " kata Grey
Lila menoleh ke arah Grey "kok bisa kak ?"
"Dony tuh suka sama kamu Lil emang kamu nggak tahu ? kata Grey.
Deg! kata kata Grey membuat Lila kaget. Apa benar begitu ya, tapi selama sahabatan hampir 6 tahun Dony tidak pernah menembak Lila. "Hei, kok terus melamun ?" tanya Grey sambil melirik Lila. "jangan mikirin Dony, ingat Lil kamu tuh milik kakak seorang." kata Grey sambil mengelus rambut Lila lagi.
Lila tersenyum menoleh ke arah Grey dan mencebikkan bibirnya. "kamu menggoda kakak nih pengen dicium nih ?" tanya Grey sambil tertawa, Lila lalu memukul pundak Grey pelan.
Setelah lagu Yura selesai diputar sekarang lagunya Judika yang judulnya Cinta. "nah ini lagu, baru pas buat kakak." ucap Grey tersenyum sumringah sambil melirik Lila.
"Lila juga nge fans berat sama Judika ."
"Nggak boleh!! nggak boleh nge fans Judika lagi!!" kata grey agak keras yang membuat Lila kaget.
"Cuma boleh nge fans sama kakak Grey aja." sahut Grey lagi. Lila pun tertawa melihat tingkah konyolnya Grey.
Salam kenal buat semuanya, ini karya pertama saya, mohon dukungannya🙏
Mohon tinggalkan jejak like, komen dan vote di setiap episodenya.
Terima kasih banyak. God Bless You all readers😘🤗