
Grey sudah menyetir selama 3 jam dan Grey merasa lelah. Saat melihat resto yang lumayan rame Grey pun membelokkan mobilnya memasuki pelataran resto tersebut. Grey melepas sabuk pengamannya, menoleh ke arah Lila yang akhirnya tertidur.
Grey menyingkirkan rambut yang ada di wajah Lila dan menyelipkannya di belakang telinga Lila lalu mengecup kening Lila hmm imut banget sih kalo kamu lagi tidur kayak gini batin Grey. Grey menepuk pipi Lila pelan "Lil, makan dulu yuk, ini sudah waktunya makan siang." kata Grey pelan setengah berbisik takut kalo Lila kaget.
Lila mengerjap ngerjapkan matanya dan langsung ambil posisi duduk tegak waktu melihat wajah Grey begitu dekat dengan wajahnya dan jantung Lila berdegup kencang membuat Lila tidak berani menoleh ke arah Grey.
Grey melepaskan seat beltnya Lila lalu melangkah keluar dari mobil menutup pintu pelan dan berlari ke arah pintunya Lila membukakan pintu untuk Lila. Lila turun dan Grey menutup pintu mobilnya pelan lalu keluar bunyi Kik kik kik tanda mobil Grey sudah terkunci rapat.
Setelah mereka duduk pelayan resto pun mendekati mereka. "mbak ya ampun mirip banget sama artis ibu kota ya, mbak mirip banget sama Acha Septriasa, boleh foto bareng mbak ? hmm jangan jangan mbak beneran Acha Septriasa lagi " cerocos pelayan resto yang kebetulan cowok.
Lila tersenyum dan menggelengkan kepala menolak untuk berfoto bareng.
"Kamu sudah bosan hidup ya" tanya Grey sedikit geram sambil menatap pelayan resto tersebut.
"Ya ampun kaget saya mas, OOO ternyata mbak nggak datang sendiri to? maaf tadi saya terus menatap mbaknya ini jadi nggak lihat masnya ini." pelayan resto pun menggaruk nggaruk kepalanya sambil cengar cengir.
"Saya pesan makanan terenak di resto ini, minumannya pun yang terenak bikin 2 porsi, dan jangan kamu lagi yang mengantarkannya kesini nanti, saya minta pelayan cewek titik nggak pake koma."ucapan Grey yang tanpa ekspresi membuat pelayan tersebut mengangguk dan buruan ngacir.
Lila tertawa melihat Grey. Grey lalu berdiri pindah tempat duduk, dia sekarang duduk di sebelah Lila persis yang membuat Lila tergeser duduk di dekat tembok resto dan Grey duduk di sebelah jalan buat lalu lalang pelayan resto dan pelanggannya.
"Kak, kok pindah sih ?" tanya Lila heran.
"Ya biar aman kamunya dari segala macam gangguan nggak jelas, kalo kamu duduk dekat jalan kayak gini buat lalu lalang orang, terus ada cowok iseng nyenggol nyenggol kamu gimana, cih! nggak rela aku " Kata Grey datar.
Hufft sabar Lil yang waras kudu ngalah batin Lila.
"Kok kamu lagi yang nongol." Grey langsung memasang muka kesal saat pelayan cowok yang tadi datang lagi untuk mengantarkan pesanan mereka.
"Maaf mas soalnya yang lain takut sama mas, karena tadi saya sudah jadi sasaran emosinya mas karena ulah saya juga, maka sekalian saja saya yang bablas jadi tumbalnya." sahut pelayan itu polos sambil meringis.
Grey sudah berdiri mau mencari manajer resto tersebut tapi lengannya cepat cepat ditarik Lila. Grey menoleh ke arah Lila yang menggelengkan kepala dan tersenyum manis sambil mengelus elus dada Grey untuk bersabar. Berhasil Yes! batin Lila saat melihat Grey pun duduk kembali.
Lila memberi kode sama pelayan itu untuk cepat pergi dan pelayan itu pun mengangguk dan buruan ngacir.
Grey menyendok nasi dan lauknya dan mengarahkannya ke Lila "aaaaa ayok Lil mangap. " Lila pun mangap dan mengunyah suapannya Grey.
"Kak, nggak usah disuapin malu banyak yang lihat. " sahut Lila yang semakin kaget saat melihat Grey mangap dan memberi kode Lila untuk gantian menyuapinya.
Akhirnya adegan saling menyuapi berlangsung sampai makanan mereka ludes tak bersisa. Lila hanya bisa nuruti kemauan Grey daripada nanti bayi tuanya ngambek lagi bisa hancur nih resto batin Lila.
Selesai makan Lila ijin pengen ke toliet dan Grey pun ikut berdiri menggandeng tangan Lila. "kak, Lila mau ke toilet ."
"Iya ayok aku Anter aku tungguin, biar nggak digoda lagi sama si jenglot tadi." sahut Grey.
Grey nggak sadar kalo dia pun diperhatikan sama semua pelayan cewek di resto tersebut, mereka terpesona akan ketampanannya Grey. "mas, itu istrinya ya kok posesif amat ? saya juga mau di posesifin kayak gitu mas." kata seorang pelayan resto yang paling genit.
Grey tidak bergeming tidak menoleh dan tidak menjawab ocehan pelayan tersebut. Akhirnya Lila keluar dari toilet dan Grey ke kasir dulu membayar makanan mereka lalu mereka pun melanjutkan perjalanan mereka lagi. Masih sekitar 3 jam lagi perjalanan dan jam sudah menunjukkan pukul 3.
Akhirnya mereka sampai di kota S "Lil coba kamu telpon ibu kamu sekarang beliau ada di rumah apa di rumah sakit ?" kata Grey.
Lila pun mengambil HPnya dari dalam tasnya dan menelpon ibunya, setelah mendapat kabar kalo ibunya masih di rumah sakit XX maka Grey pun meluncurkan mobilnya ke arah rumah sakit tersebut.
Sesampainya di pelataran parkir rumah sakit tersebut Lila dan Grey langsung turun dari mobil dan melangkah menuju ke arah ruang ICU. Lila langsung berlari saat melihat ibunya berada di depan pintu ruang ICU dan langsung menghambur memeluk ibunya.
Grey tersenyum melihat Lila dan ibunya berpelukkan setelah Grey berada di dekat mereka Grey pun berdehem pelan menandakan kalo dia sudah berada di dekat Lila dan ibunya.
Lila melepaskan pelukannya dan mengenalkan Grey kepada ibunya " Bu, kenalkan ini teman Lila."
Grey mencium punggung tangan ibunya Lila dan langsung memeluknya kebiasaanya dia sama ibunya sendiri juga seperti itu lah ibunya Lila yang kebingungan kenapa tiba-tiba ada cowok tampan meluk dia.
Lila menahan tawa melihat tingkah Grey dan ekspresi ibunya yang kebingungan "kak, ibu kaget tuh." sahut Lila sambil menepuk punggung Grey.
Grey langsung melepaskan pelukannya "maaf Bu maaf, Grey terbawa suasana heee."
Ibu Lila tersenyum "iya nggak apa apa nak."
"Lil kamu masuk dulu sana lihat ayah kamu." kata ibunya.
Lila pun masuk ke dalam ruang ICU. Grey menunggu di luar bersama dengan ibunya Lila.
"Nak Grey teman kuliah Lila, apa dosen Lila ?" yang melihat sosok Grey sudah sangat dewasa, gagah dan tampan membuat ibunya Lila sudah bisa menebak kalo Grey jauh lebih tua umurnya dibandingkan dengan Lila.
Grey tersenyum "Saya teman masa depannya Lila Bu." sahut Grey
"Maksud nak Grey ?" saat Grey akan menjawab pertanyaannya ibunya Lila, sudah nampak sosok Lila keluar dari kamar ICU.
"Kok cepat Lil ?" tanya Grey dan ibunya Lila bersamaan.
Lila tanpa sadar menghambur ke pelukannya Grey dan menangis di dalam pelukannya Grey. Grey yang kaget tidak berani menggerakkan tangannya untuk mengelus rambut Lila karena saat ini ibunya Lila melotot ke arah Grey. Waduh Lil gawat nih batin Grey.
Salam kenal buat semuanya, ini karya pertama saya, mohon dukungannya🙏
Mohon tinggalkan jejak like, komen dan vote di setiap episodenya.
Terima kasih banyak. God Bless You all readers😘🤗