Lila And Grey

Lila And Grey
Cerah ceria



Keesokan harinya, kedua sahabat karib yang bernama Grey dan Rio penuh semangat dan berbunga bunga mengawali hari mereka. Grey berbahagia karena mendapat jatah penuh cinta dari isteri imutnya sedangkan Rio berbahagia karena kencan pertamanya kemarin berjalan dengan lancar.


Begitu sampai di dalam ruangannya Grey, tanpa sadar Rio dan Grey bersiul berbarengan, spontan membuat Lila merasa heran menatap kedua sahabat tersebut.


"Waaahh indahnya hari ini ya, melihat sayangku dan kak Rio penuh semangat dan cerah ceria kayak gini." kata Lila sembari melempar senyum manisnya ke arah Grey dan Rio.


Rio menoleh ke arah Lila, tersenyum, kembali bersiul dan meninggalkan ruangan Grey menuju ke ruangannya sendiri.


"Emang gila tuh anak." sahut Grey tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu.


Lila tertawa lalu mulai bekerja memeriksa beberapa berkas dan email yang masuk.


Grey kini menatap isterinya, betapa dia sangat mencintai isterinya itu, cantik,imut,lugu,dan sangat tangguh, hmmm cat womanku. kata Grey dalam hati.


Grey pun akhirnya tersadar dari lamunannya dan mulai berkutat kembali dengan pekerjaannya.


Sementara itu, Melly mengetuk pintu ruangannya Rio. Melangkah menuju ke meja kerjanya Rio, wajahnya merona merah mengingat kemarin malam, sepanjang film yang mereka tonton diputar, tangan Melly terus digenggam sama Rio.


Rio mendongak begitu mendengar ada langkah kaki yang mendekat. Rio menatap Melly dan tersenyum.


Melly meletakkan berkas berkas yang tadi Rio minta diatas meja. Melly tidak berani membalas tatapannya Rio.


"Mel, kamu kemarin cantik banget." kata Rio tiba tiba yang langsung membuat Melly mematung di depan meja kerjanya Rio.


"Mel, kamu sakit encok ya ? kok diam aja gitu ?" tanya Rio asal.


Melly pun langsung tersadar, dan bergegas pergi melangkah lebar, keluar dari ruangannya Rio. Karena sumpah, Melly merasa kikuk,malu, dan senang campur aduk menjadi satu, membuat Melly salah tingkah.


Rio tersenyum geli menatap tingkahnya Melly.


Aku harus mulai membuka hati untuk kamu Mel, aku akan berusaha sekuat tenaga aku janji Mel. kata Rio dalam hatinya


Rio pun langsung kembali ke dunia nyata, kembali menyantap berkas berkas yang tadi dibawakan oleh Melly.


Grey melangkah duduk di sofa dan meraih remote untuk mengunci pintu ruangannya.


"Sayang, tolong pijat kepala aku sebentar ya." kata Grey sambil memijit mijit keningnya.


Lila mendongak, melihat Suaminya lalu berdiri melangkah ke arah suaminya. Duduk di sebelah Grey.


"Taruh kepala kamu di pangkuanku ini sayang." kata Lila sambil menepuk pangkuannya.


Grey langsung meletakkan kepalanya di pangkuan Lila. Lila pun memijat kepala suaminya dengan pelan dan penuh cinta.


"Kurang keras apa sudah pas sayang ?" tanya Lila.


"Sudah pas sayang, seperti cintaku yang sudah pas untuk kamu seorang." sahut Grey sambil tersenyum menggoda isterinya.


Tangan Lila yang satu spontan menepuk dada bidangnya Grey, Grey langsung memegang tangan tersebut dan menciumnya.


Lila tersenyum penuh cinta ke arah suaminya yang tengah terpejam menikmati pijatannya.


Tiba tiba HPnya Lila bunyi. Lila menarik diri dari rengkuhan tangannya Grey. Tetapi Grey tidak membiarkannya. Lila akhirnya menepuk pelan dada Grey. "Sayang aku angkat sebentar ya, siapa tahu penting." Kata Lila.


Dengan terpaksa Grey bangun dari pangkuannya Lila dan akhirnya melepaskan Lila, kini Grey menatap Lila yang tengah memegang HP dan menatap layarnya.


"Siapa ?" tanya Grey agak kesal.


"Ibu " sahut Lila.


"Halo menantu cantiknya ibu, gimana kabarnya ? Grey tidak menyusahkan kamu kan sayang ?" tanya Bu Ratih di seberang sana.


Lila lalu memencet tombol speaker di HPnya kemudian meletakkan HPnya diatas meja, karena Grey sudah memaksa meletakkan kembali kepalanya di pangkuan Lila.


"Baik Bu, suami Lila ya sedikit manja sih tetapi nggak merepotkan kok." sahut Lila.


"Ibu, Sehat kan ?" tanya Grey kemudian sambil tangannya mengusap usap bibir Lila yang tampak basah akibat ulahnya tadi.


"Ibu sehat, besok kan hari Sabtu gimana kalau kalian kesini sekalian honeymoon. Kalian kan belum sempat honeymoon." kata Bu Ratih antusias.


Grey bangun dari pangkuannya Lila, mulai mencium leher Lila dan menggigitnya.


"Ah " Lila spontan berteriak karena ulah Grey.


"Ada apa sayang ? kamu jatuh ?" tanya Bu Ratih langsung panik.


"Iya Bu, jatuh nih jatuh cinta." jawab Grey asal.


"Kamu itu ada ada aja, gimana setuju kan ?" tanya Bu Ratih lagi


"Iya ibukku yang paling cantik sedunia setelah Lila, ok besok Sabtu kita berdua kesana. Lila juga sudah kangen sama ibu. Udah dulu ya Bu, baru meeting nih." kata Grey asal.


"OOO ya udah nanti disambung lagi moga sukses meetingnya." sahut ibu Ratih lalu menutup sambungan telepon mereka.


"Dosa tuh bohong sama ortu " kata Lila sambil menatap suaminya yang kini tengah menangkup wajahnya.


"Nggak bohong tuh, ini kan juga dinamakan meeting " Cup


Grey langsung mengecup bibir Lila, dan melanjutkan aktivitasnya tadi, semakin membara dan menggairahkan. Diakhiri dengan desahan mereka berdua, merasakan kepuasan yang mereka nikmati secara bersamaan.


Lila merapikan bajunya, lalu membantu suaminya merapikan kemejanya.


Grey merapikan rambut Lila lalu mencium kening Lila lama sambil berucap "terima kasih ya sayang "


Lila tersenyum saat mau beranjak menuju ke meja kerjanya tangannya ditarik Grey dan dipeluk sama Grey. "Sayang, nanti kita lanjutkan lagi di rumah ya ronde kedua dan ketiganya." bisik Grey di telinganya Lila.


Lila langsung mencubit pinggang Grey melepaskan diri dari pelukannya Grey dan kembali ke meja kerjanya.


Grey tertawa melihat rona merah di wajah isterinya. Grey meraih remote dan membuka kembali pintunya. Lalu berbalik menuju ke meja kerjanya.


"Sayang, makasih ya pusing aku dah hilang nih." kata Grey dari meja kerjanya dan disambut senyuman manis dari isterinya.