
"Selamat pagi isteriku yang manis." Grey tampak tersenyum, saat Lila membuka mata. Lila memejamkan matanya kembali dan menyusupkan kepalanya ke dada bidangnya Grey.
"Aku masih ngantuk sayang, kamu sih kalau sudah dapat jatah selalu mintanya nambah lagi lagi lagi aaahhh." gumam Lila di dalam dekapannya Grey, sambil menggerak nggerakkan kepalanya diatas dadanya Grey.
"Hahahaha itulah resikonya kalo jadi cewek terlalu manis kayak kamu, bikin aku tuh ketagihan terus sayang." sahut Grey sambil mengelus elus punggung Lila yang masih telanjang.
"Kamu nggak kerja, kok belum siap siap ?" tanya Lila sambil mendongakkan kepalanya.
Grey mencium kening Lila dan berkata "aku capek, pengen berduaan aja seharian ini sama kamu."
Lila langsung terduduk tegak, menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang belum memakai sehelai baju pun. Lila menatap suaminya yang masih terbaring dan bertanya lirih "Seharian berduaan aja ?"
"Hahaha kok pucat gitu wajah kamu, apa yang kamu takutkan sayang, kita sudah menikah." Grey ikutan duduk dan bersandar di ranjang.
"Aaahh pokoknya aku mau tidur lagi jangan ganggu." Lila memerosotkan tubuhnya lagi untuk kembali berbaring dan tidur.
Grey ikut memerosotkan tubuhnya dan masuk ke dalam selimut yang tengah dipakai Lila, tangannya mulai mendarat di gunung kembarnya Lila, mulai bermain main disana.
Lila diam aja tidak mau meladeni suaminya, karena sumpah dia masih merasa sangat capek dan mengantuk setelah lembur semalaman mengikuti permainannya Grey yang brutal tetapi penuh cinta.
Grey melihat Lila diam saja, langsung melanjutkan aksinya mulai menciumi rambut Lila dan tangannya mulai merambah kemana mana. Grey menggigit bahu Lila.
Lila hanya diam saja, karena sudah tidak punya daya untuk menolak Grey, Grey menyerang Lila kembali di area paling sensitifnya. Dan akhirnya pergulatan panjang yang mereka lakukan semalam kembali terulang.
Grey, menyelimuti isterinya lalu mencium kening Lila, pipi Lila, kemudian bangun untuk mandi. Setelah mandi Grey kembali duduk di ranjang, dan bekerja melalui HPnya. Grey sudah ijin sama Rio untuk tidak ngantor pagi ini.
Grey menoleh ke arah Lila saat Lila berguling guling ke kiri dan ke kanan, sambil mengerjap ngerjapkan matanya.
"Sudah bangun ? cepat mandi gih, kita keluar habis ini untuk sarapan." kata Grey lembut, begitu dilihatnya Lila sudah membuka lebar matanya dan tengah menatapnya.
Lila langsung mandi, dan bersiap siap setelah selesai dia duduk di samping suaminya.
"Sudah siap, ayok kita berangkat sekarang keburu siang nih." Grey berdiri dan menggandeng tangan Lila untuk keluar dan mencari sarapan.
"Sayang, kamu sepertinya belum haid ya. Aku perhatikan kok aku nggak pernah lihat kamu membeli pembalut." tanya Grey sambil menyetir mobilnya.
Kali ini Grey menyuruh Uci, Ari dan Upik untuk beristirahat aja di rumah. Grey pergi berdua aja sama Lila.
"Iya, harusnya Minggu ini sayang mungkin karena aku tegang mikirin soal Raymond jadi telat haidnya." sahut Lila.
"Kalau selesai Minggu ini kamu belum haid, Minggu depan kita priksa ke dokter ya." kata Grey sambil menoleh sekilas ke Lila.
"Iya sayang, semoga sesuai dengan apa yang kita harapkan, semoga aku hamil." ucap Lila sambil mengelus perutnya.
"Aaaamiiiin." sahut Grey.
Mereka akhirnya sampai di kafenya Grey. Mereka langsung menyantap beberapa menu sarapan yang jadi andalan kafenya Grey tersebut.
Tiba tiba ada seorang anak kecil berjalan ke arah mereka dan memanggil Lila.
Lila dan Grey spontan menoleh ke arah suara dan tampak kaget, lho kok ada Raja disini. batin mereka.
Lila langsung berdiri lalu jongkok di depan Raja. "Hei ganteng, kok bisa disini mama kamu mana ?"
Raja menunjuk ke tempat duduk yang ada di pojok kafe tersebut. Tampaklah Grace tengah melambai dan tersenyum ke arah mereka.
Lila menggendong Raja, Grey tampak khawatir langsung berkata "Sayang, jangan asal gendong gitu kalo kamu ternyata sudah hamil kan bahaya."
Grace lalu berdiri dari tempatnya duduk lalu melangkah mendekati Lila dan Grey. Grey langsung merangkul pinggang Lila, dan memeluk Lila erat.
"Mau apalagi dia ?" bisik Grey di telinganya Lila.
Lila menoleh ke suaminya dan mencium pipi suaminya, supaya suaminya tenang dan tidak berpikir macam macam.
Tiba tiba Grace tampak oleng dan memegang keningnya lalu bruk, Grace jatuh ke lantai dan pingsan.
Lila langsung menyerahkan Raja ke Grey dan berlari untuk mengecek keadaannya Grace.
"Sayang, kita bawa kak Grace ke rumah sakit ya." kata Lila panik
Grey langsung menyuruh salah satu pelayannya yang cowok untuk membopong tubuh Grace dan membawanya masuk ke dalam mobilnya.
Lila meraih Raja, dan langsung masuk ke dalam mobil. Setelah Grey memasang seat beltnya Lila, dan seat beltnya sendiri, Grey langsung melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit terdekat.
Di ruangan UGD mereka masih menunggu kabar dari dokter yang tadi memeriksa keadaannya Grace.
"Mama laja kenapa ante ?" tanya Raja.
Lila mencium pipi Raja, "Mama kamu cuma kecapekan sayang, nggak papa kok."
Akhirnya dokter yang memeriksa Grace menghampiri mereka.
"Anda keluarganya ?" tanya dokter tersebut.
Grey hanya diam, akhirnya Lila yang menjawab iya.
"Pasien tidak kenapa kenapa, cuma anemia ringan, dia sudah sadar tetapi lebih baik tunggu satu jam lagi, setelah itu bisa dibawa pulang. Saya tidak meresepkan obat apapun. Saran saya cukup istirahat saja dan jangan stress." ucap Dokter tersebut.
"Baik, terima kasih dokter." jawab Lila.
Setelah dokter tersebut tersenyum dan meninggalkan mereka, Lila membawa Raja untuk menemui mamanya, Grace ternyata sudah duduk di tepi ranjang dan sudah bersiap untuk bangun dan pengen cepet cepet pulang.
Akhirnya Grey dan Lila kembali mengantarkan Grace ke kafe. Karena mobilnya Grace masih berada di parkiran kafe.
Raja duduk di depan dipangku sama Lila, entah kenapa kalau ada Lila, Raja jadi cuek sama mamanya.
"Kamu kenapa bisa ada disini ?" tanya Grey datar.
"Teman aku mengajak aku bekerja sama untuk membuka cabang depot es krimku disini." jawab Grace.
"Aku mungkin akan tinggal cukup lama di kota ini, untuk membuat depot es krimku yang disini stabil dulu, baru aku bisa balik ke kota B." tambah Grace.
Grey hanya diam mendengar penjelasannya Grace.
Grey langsung mengelus lembut rambut Lila. Lila menoleh ke arah suaminya dan tersenyum penuh cinta.
Grace merasa geram melihat kemesraan mereka berdua. Grace merasa sangat cemburu.
Akhirnya mereka sampai di kafenya Grey kembali. Hanya Lila yang turun dari mobil, setelah menyerahkan Raja, Lila pun pamit dan kembali masuk ke dalam mobil.
"Aku merasa kalau Grace ada maksud yang nggak baik." Kata Grey.
"Jangan berprasangka buruk dong sayang." sahut Lila sambil mengusap lembut pipi suaminya.