Lila And Grey

Lila And Grey
Siapakah Joy Simpsons sebenarnya ?



Melly menelepon Grey "Pak Grey, rumah dalam keadaan gawat nih, Melly mau menelepon polisi tapi tidak tahu nomer kantor polisi di sini, aduh ayang Bebeb dikeroyok aduh aduh" Melly langsung nyerocos begitu Grey mengangkat sambungan teleponnya.


"Ibu aman ?" tanya Grey.


"Nggak tahu, kayanya aman ada di dalam rumah, pintu masuk rumah dijaga sama si Chef" Kata Melly.


"Ada berapa orang Mel ?" tanya Grey kemudian.


"Aduh aduh ayang bebebku mulai kewalahan pak, ada banyak nih yang ngeroyok, tapi ada yang bantuin ayang Bebeb kok, pintar bela diri juga tapi Melly rasa mereka mulai kewalahan pak" jawab Melly dengan nada cemas.


"Ok, aku kirim polisi kesana, dan aku segera meluncur kesana " kata Grey.


Grey segera menutup sambungan teleponnya dengan Melly dan mulai menelepon teman kuliahnya, yang sudah menjadi seorang kapten polisi di London "I need your help brother, please send your men to my house as soon as possible " kata Grey tanpa basa basi begitu sambungan teleponnya dengan sang kapten tersambung.


Sang kapten mengernyitkan dahinya dan langsung menjawab "okay Grey"


Grey menaruh HPnya kembali ke dalam saku celananya, meraih tangan Lila dan hendak beranjak pergi dari taman tersebut tapi tiba tiba ada lima orang cowok, semuanya memakai jaket kulit hitam menghadang langkahnya Grey dan Lila.


"Are you Grey ?" tanya pimpinan berandalan tersebut.


"Move ! don't block my path !" kata Grey menatap tajam orang tersebut.


"Hahaahaha I just want to say before you feel sorry, please surrender yourself voluntarily" kata orang tersebut dengan senyum sinis.


Lila langsung melangkah di depannya Grey dan berkata "don't touch my husband"


"Hahahaha oooo what a perfect day, you are his wife, good, very good, surrender yourself Mister Grey, or I'll take your wife hahahahaha." kata pria tersebut.


Grey melangkah maju berdiri di sampingnya Lila dan berkata "I Will give you my best punch, if you dare touch my wife".


Grey langsung menoleh, menatap Lila dan berkata sama Lila "Sayang, kamu pulang saja ya, ini kunci mobilnya, dan ingat sampai di depan rumah, kamu tetap di dalam mobil kalau situasinya belum aman" menyerahkan kunci mobil ke dalam genggaman tangannya Lila.


"Tapi kamu ?" tanya Lila dengan wajah khawatir.


"Jangan khawatirkan aku, pulanglah, aku bisa hadapi mereka sendirian dan ingat sayang kamu lagi hamil jangan jadi cat woman dulu, nurut ya kali ini, please " Kata


Grey sambil membelai lembut pipinya Lila.


Lila mengangguk dan berbalik arah ke jalan yang lainnya untuk menuju ke parkiran mobil, saat salah seorang berandalan tersebut berniat mengejar Lila, Grey langsung menariknya dan memberikan bogem mentah sampai orang tersebut terjerembab di atas tanah.


"Don't ever try to touch my wife" Grey mulai menggertakkan giginya.


Grey mulai meladeni kelima berandalan tersebut, yang sudah mulai kesal dan mulai menyerang Grey dengan brutal.


Lila berjalan dengan cepat menuju ke parkiran mobil, karena dia sedang hamil, dia tidak berani untuk berlari.


Lila masuk kedalam mobil, memasang sabuk pengamannya dan langsung meluncur ke rumahnya Grey. Untung Lila tuh cepat bisa dalam menghapal jalan, jadi dengan mudah dia bisa sampai di depan rumahnya Grey.


Sesampainya di depan rumahnya Grey, Lila turun dan menuju ke mobilnya Rio, Lila mengetuk kaca mobilnya Rio, Melly membuka pintunya dan Lila langsung masuk ke dalam mobil.


"Ibu gimana mbak ?" tanya Lila.


"Bu Ratih kayanya aman, ada di dalam rumah sepertinya* jawab Melly.


Lila langsung membuka pintu mobil dan turun untuk masuk ke dalam rumah memeriksa keadaan ibu mertua tercintanya.


Melly gagal meraih tangannya Lila, gagal mencegah Lila untuk masuk ke dalam rumah


" Aduh mbak Lila kok ya masih sempat sempatnya ngeyel di saat genting begini" Melly mulai menggaruk nggaruk kepalanya.


Lila mulai melangkah masuk menuju ke dalam rumah, dan berhasil menjatuhkan tiga berandalan yang mencoba menghalangi langkahnya.


Sesampainya di dalam rumah, Lila kaget melihat Ivan si chef juga tengah sibuk meladeni lima orang berandalan yang berhasil masuk ke dalam rumah untuk mencari Bu Ratih sepertinya. Sasaran mereka sepertinya Ibu. Kata Lila di dalam hatinya.


Lila membantu Ivan, Lila dan Ivan bisa bekerja sama dengan baik, Lila yang menahan serangan dan Ivan yang memberikan finishing touchnya, dengan tendangan dan bogem mentahnya, sampai kelima berandalan tersebut kalah telak.


Tidak begitu lama terdengarlah suara mobil polisi. Aaaahhh syukurlah. Batin Lila lega.


Semua berandalan berhasil ditangkap semua oleh polisi.


Rio terluka di bahunya terkena sabetan senjata tajam. Untungnya tidak begitu dalam lukanya. Melly langsung turun dari mobil begitu polisi datang, dan langsung memapah Rio untuk masuk ke dalam rumah.


Melly pun langsung mengambil kotak P3K dan langsung mengobati lukanya Rio.


"Aaahh pelan pelan Mel " Rio mulai protes saat lukanya terasa perih terkena alkohol yang dioleskan oleh Melly.


Ibu Ratih keluar dari kamar saat mendengar Lila berkata sudah aman. Mereka semua duduk di ruang tamu menghadap sang kapten polisi dan mulai memberikan keterangan.


"James, thank you very much for your help" Kata Rio sambil meringis menahan perih, karena Melly masih membersihkan lukanya dengan alkohol.


"Sama sama, emm mana Grey ?" dan siapa berandalan berandalan tersebut ?" tanya James sang kapten polisi.


Sang kapten polisi fasih berbahasa Indonesia karena semasa dia kuliah dulu, kemana mana selalu bareng sama Grey dan Rio, dan minta Grey dan Rio mengajari dia bahasa Indonesia.


"Suami Lila tadi dihadang juga sama sekelompok berandalan, di taman Hyde Park" kata Lila.


"Baiklah, aku kirim beberapa anak buahku ke sana" kata James.


"Tidak usah brother, makasih ya sudah langsung tanggap dan langsung memberikan pertolongan" tiba tiba Grey nongol dengan napas terengah engah dan kaos putihnya nampak kotor dan lusuh. Lila langsung berdiri dan menghambur ke dalam pelukan suaminya.


"Puji Tuhan kamu selamat sayang" kata Lila penuh kelegaaan.


Grey pun menuntun Lila untuk duduk.


"Ada apa sebenarnya ?" tanya James.


"Kamu yakin mama tiri kamu yang mengirim mereka ?" tanya James.


"Iya, aku paksa salah satu dari berandalan yang tadi menghadangku untuk mengaku siapa yang menyuruh mereka dan dia mengaku kalau yang menyuruh mereka mama tiri aku, namanya Joy Simpsons" Jawab Grey kesal dan marah.


"Aku kenal Joy Simpsons mama tiri kamu, dia bukan orang sembarangan, polisi juga tengah mengawasinya terkait masalah jual beli organ tubuh manusia, penculikan anak dan narkoba." kata James.


"Emm sebentar ya, sayang kamu tadi pulang naik apa ?"tanya Lila ke Grey.


"Naik motornya salah satu dari berandalan tadi, aku ambil kunci motornya begitu aja" jawab Grey lalu mencium pipi Lila.


"Ini kunci motornya, kamu bisa bawa dan selidiki motornya" kata Grey sambil melemparkan kunci motor ke James.


James menangkap kunci motor tersebut dengan sigap.


"Ceritakan secara lengkap masalahnya !" kata James kemudian.


Grey mulai menceritakan semuanya.


Melly selesai mengobati lukanya Rio lalu membebat lukanya Rio dengan perban steril.


"Kalian jangan bertindak sendiri kali ini" kata James.


"Aku setuju" sahut Charlie.


Grey spontan menoleh ke arah asal suara tersebut dan bertanya dengan heran "lho, om Charlie kok bisa ada di sini ?"


"Aku menyusul kalian ke sini saat tahu kalian pergi ke London untuk menemui Edward, saat tahu kalau Edward tidak ada di rumah, aku mulai curiga dan mulai menyelidiki kehidupan kalian, maaf." Kata Charlie.


"Lalu aku menemukan kejanggalan waktu penyelidikanku sampai ke mama tiri kamu, aku hendak memberitahukannya kepada kamu dan ibu kamu, tapi kalian sudah duluan berangkat ke London, itulah kenapa aku menyusul kalian, aku merasa khawatir." tambah Charlie.


"Iya Grey, untung Chef Charle datang tepat waktu kalau enggak, entah bagaimana nasibnya ibu" kata Bu Ratih dengan suara gemetar menahan takut.


"Terima kasih banyak om" Grey tersenyum ke Charlie.


"Sama sama " jawab Charlie sambil tersenyum.


"Aku balik ke markas dulu, nanti malam aku ke sini lagi, untuk membahas masalah ini lebih lanjut dengan kalian" kata James sambil bangkit berdiri dan pamit sambil menyalami mereka semua.


Sepeninggalnya James, mereka kembali duduk.


Ivan pamit kembali ke dapur untuk mulai memasak makan malam untuk mereka semua. Grey mengangguk dan mengucapkan terima kasih kepada Ivan.


"Sayang, kamu tidak terluka kan ?" tanya Lila sambil melihat lihat wajahnya Grey.


"Nggak sayang, cuma lima orang doang kecil buat aku " jawab Grey santai.


"Cih ! pamer " sahut Rio.


Grey menoleh ke arah sahabatnya dan baru tahu kalau ternyata Rio terluka di bahunya.


"Bro, kamu terluka ? bawa ke rumah sakit bro takutnya kenapa napa nanti !" kata Grey mulai mencemaskan sahabatnya itu.


"Luka kecil doang malu dong gue kalau harus ke rumah sakit, gue salut nih sama om Charlie, jago banget bela dirinya, gue aja kalah jago lho" kata Rio penuh rasa kagum.


"Hahahaha biasa aja, kamu juga jago, kamu lebih banyak menjatuhkan lawan lho tadi, aku cuma kebagian lima aja" " kata Charlie.


"Aaahhh jangan merendah gitu dong om, sepertinya om menguasai berbagai macam teknik bela diri, hebat lho om" kata Rio masih terkagum kagum akan kehebatannya Charlie tadi sewaktu melawan para berandalan.


"Hahaha ya sedikit sedikit bisa, om pernah tinggal di Jepang beberapa tahun dan belajar sedikit Aikido, karate, judo, lalu sewaktu balik ke Indonesia om belajar pencak silat." kata Charlie sambil tersenyum ramah.


"Waaahhh terbaik" kata Rio sambil mengacungkan kedua jempolnya ke arah Charlie.


"Cakep dan keren lagi" sahut Melly.


Rio langsung menoleh ke arah Melly dengan tatapan cemburu.


Melly langsung nyengir dan berkata "Maaf, Melly khilaf"


Semua pun langsung tertawa melihat tingkah konyolnya Melly.


"Maaf, om sudah ada tempat untuk tinggal malam ini ?" tanya Lila.


"Belum, tapi gampanglah nak, om bisa cari hotel" jawab Chalie santai.


"Om tinggal di sini aja masih ada satu kamar kosong " Kata Lila kemudian.


"What ? mana boleh tinggal satu atap sama ibu ?" Grey mulai protes.


"Sayang, kalau om Charlie tinggal di sini kita bisa lebih tenang, ada satu orang lagi yang bisa kita andalkan untuk menjaga ibu, kamu lihat kan saat ini kak Rio sedang terluka dan aku sedang hamil." kata Lila kemudian.


"Iya pak Grey, Melly setuju sama mbak Lila " sahut Melly.


"Gue juga setuju" sahut Rio.


"Ibu juga" tambah Bu Ratih.


"Ok, baiklah, anda bisa tinggal di sini om, Mel tolong antar om Charlie ke kamar yang masih kosong, setelah itu kita makan malam" kata Grey kemudian.


Melly langsung berdiri dan mempersilakan pak Charlie untuk mengikutinya.


"Terima kasih ya nak" kata Charlie sambil tersenyum.


"Siapakah Joy Simpsons sebenarnya ?" tanya Grey di dalam hatinya.