Lila And Grey

Lila And Grey
Siomay



"Aaaaaaa sayang, hentikan mobilnya !" teriak Lila tiba tiba.


Grey langsung mengarahkan mobilnya untuk menepi.


"Ada apa sayang, kamu sakit, mana yang sakit ?" Grey spontan melepas seat beltnya begitu mobil sudah dia hentikan, dan langsung memeluk Lila.


Lila menepuk punggung suaminya pelan untuk melepaskan pelukannya " Sayang, nggak ada yang sakit, tapi aku ingin makan itu." tunjuk Lila dia seberang kanan jalan.


Grey melepaskan pelukannya dan arah pandangnya mengikuti telunjuk Lila.


"Itu ? siomay maksudmu ?" tanya Grey langsung menatap heran isterinya.


Lila mengangguk anggukkan kepalanya dengan penuh semangat.


"Sayang, kalo pengen siomay kita balik lagi ke resto yang tadi ya, aku nggak rela kamu makan di warung kecil kayak gitu, nanti empet empetan sama cowok lain, Cih ! " Grey kembali duduk tegak hendak memakai kembali seat beltnya..............


"Sayang, tapi itu siomay terenak di kota ini. Favoritnya anak anak kampus." sahut Lila mulai merengek.


"Lagian kelihatannya nggak higienis tuh alat makannya, nggak ! mana boleh !" tambah Grey hendak memakai kembali seat beltnya.


"Hiks hiks hiks." Lila mulai terisak.


"Sayang kamu kenapa ? jangan nangis dong sayang, kamu kan cat woman masak gitu aja nangis ?" kata Grey sambil mengelus pipi Lila


Lila menepis tangan Grey, bersedekap dan mulai mengerucutkan bibirnya.


"Sayang ?" Grey mengusap lagi pipi Lila.


"Katanya dulu sayang sama Lila dan mau melakukan apa saja asal melakukannya bareng Lila. Sekarang Lila pengen makan siomay berdua sama kamu, tapi kamu kok nolak hiks hiks hiks." Lila kembali terisak.


"Ya iya baik, ayok kita turun makan disitu." dengus Grey kesal langsung turun dari mobilnya.


Wajah Lila seketika berubah cerah ceria, sumringah penuh semangat, cepat cepat turun dari mobil dan menggandeng tangan suaminya.


Sesampainya di dalam warung siomay, Grey langsung memesan satu piring saja, terus duduk terlebih dahulu dan menarik Lila untuk duduk di pangkuannya


"Sayang, apaan sih?" tanya Lila malu karena saat ini banyak mata tertuju pada mereka, bahkan ada beberapa yang mengulum bibir menahan tawa.


"Apa ? aku nggak mau kamu duduk disitu bersebelahan sama tuh cowok." kata Grey kesal tanpa menghiraukan tatapan mata dari semua pelanggan siomay yang tengah duduk di depan mereka.


Cowok yang duduk jarak satu kursi dengan Grey langsung menoleh ke arah Grey dan berkata " Saya nggak berpenyakit menular lho bang "


"Diam elo, aku nggak ngajak Lo ngomong" sahut Grey kesal.


Cowok tersebut akhirnya memilih untuk diam mengalah sambil menggeleng nggelengkan kepalanya dan tersenyum.


"Maaf bapak,ibu,mas,mbak heee anggap saja kita ini nggak ada heee." kata Lila sambil meringis malu.


"Kalian suami isteri ? tanya salah seorang ibu ibu yang duduk di depan mereka.


Lila mengangguk pelan menjawab pertanyaan ibu ibu tadi


"Waahh mbaknya ini beruntung lho, mempunyai suami yang sangat tampan dan sayang banget sama mbak." tambah seorang cewek yang duduk di sebelah ibu ibu tadi.


Grey tampak senang mendapat pujian seperti itu, dia lalu mengusap usapkan wajahnya di punggungnya Lila.


Lila hanya bisa menghela napas panjang, dan mulai memakan siomay favoritnya, masih dengan posisi awal, dipangku sama suaminya tercinta.


"Sayang kamu nggak capek ? aku berat kan ?' tanya Lila.


"Nggak, ayok cepat selesaikan makannya. Aku nggak suka kalo ada yang melirik dan menatap kamu." bisik Grey.


"Hahahaha kamu tuh lucu ya, mana ada yang menatap aku, mereka itu menatap kamu sayang secara kamu tuh tampan." jawab Lila setengah berbisik.


"Cih !" Grey mendengus kesal.


"Kamu beneran nggak mau nih siomaynya ? enak lho sayang, aku suapin ya ?" Lila menoleh ke arah suaminya


"Nggak." sahut Grey cepat sambil menutup mulutnya dengan sebelah tangannya.


Lila tertawa ringan melihat lingkah suaminya. Akhirnya Lila menyelesaikan makanannya secepat kilat, takut Grey tambah kesal. Grey pun membayar siomaynya.


"Makasih ya mas ganteng " Kata Abang siomaynya.


Grey menatap kesal si Abang siomay yang langsung membuat Lila tertawa.


Mereka pun kembali masuk ke dalam mobil.


"Kamu tuh kecil kecil tapi selera makan kamu besar juga ya, habis makan di resto tadi kok ya masih muat makan sepiring siomay ckckckckck." ujar Grey yang langsung mendapat cubitan khasnya Lila.


"Sayang, kira kira kita bisa ketemu dengan mbak Adelia lagi nggak ya ? Lila tadi kan belum sempat selfie bareng mbak Adelia." Kata Lila menoleh ke arah suaminya yang tengah melajukan mobilnya kembali ke kantor.


"Nggak ada ! jangan ketemu lagi sama Adelia !" sahut Grey tegas.


"Tapi kenapa ?" tanya Lila heran.


"Dia itu berbahaya sayang, dia dan suaminya itu bukan orang baik." tambah Grey.


"Ooooo gitu ya, ya udah deh , Lila juga sudah puas kok, bisa melihat mbak Adelia secara langsung tadi." sahut Lila.


Akhirnya mereka sampai di ruangannya Grey dan memulai berkutat kembali dengan pekerjaan mereka masing masing. Lila menghandle pekerjaannya Melly dengan baik dan sempurna. Membuat Grey tersenyum bangga melihat isterinya begitu cekatan, pintar, dan cerdas.


Sementara itu Rio dan Melly sudah menyelesaikan meeting. Rio mengirim pesan text ke Grey, mengatakan kalo sudah selesai meeting tapi mau lanjut makan siang dulu.


"Pak, nama klien kita tadi bener bener unik ya." kata Melly sambil menyantap steaknya.


"Iya, aku tadi terus berusaha menahan tawa begitu tahu namanya dan tingkahnya ckckckck kok bisa sama uniknya, huuffftt." ucap Rio sambil mengulum bibirnya menahan tawa.


"Yang bikin Melly betul betul hampir tidak bisa menahan tawa, saat ibu kenanga tadi curi curi kesempatan untuk memegang tangan pak Rio, tapi pak Rio bisa dengan sigap menghindarinya, sumpah ekspresi wajah Bu kenanga pas gagal untuk memegang tangan pak Rio tadi lucu banget " tawa Melly pun lepas tak terkendali.


Rio menatap Melly. Cantik juga ya kalo dia tertawa lepas seperti itu. batin Rio.


Mereka pun selesai makan siang dan bergegas balik lagi ke kantor.