Lila And Grey

Lila And Grey
Grey VS Dony



Tanpa terasa hari mulai beranjak sore, Grey dan Lila bergegas balik ke rumah karena Ratna sudah on the way mau ke rumahnya untuk bimbingan.


Rio dan Melly pun bergegas pulang untuk segera bersiap memulai kencan pertama mereka.


Sesampainya di rumah, Grey dan Lila mandi bareng tetapi tanpa ritual khususnya Grey, karena takut Ratna keburu datang. Begitu selesai mandi, mereka langsung turun ke ruang tamu menunggu kedatangannya Ratna.


"Sayang, nanti malam beneran ya sudah janji lho awas kalo kamu tidur duluan." bisik Grey manja sambil merangkul bahu Lila erat.


"Iya bayi gedheku tercayang." sahut Lila sambil mengusap pipi suaminya.


Tidak begitu lama Ratna dan Dony pun nongol, Ratna langsung duduk di sofa sedangkan Grey langsung mengajak Dony ke ruang keluarga untuk nonton TV. Aslinya tuh iya, aku nggak rela kamu nanti sembunyi sembunyi melirik isteriku, Cih ! kata Grey dalam hati sambil melangkah ke ruang keluarga.


"Nih remote TV nya kamu boleh pilih Chanel terserah kamu, tamu itu kan raja." cerocos Grey, setelah mereka duduk di sofa yang ada di depan sebuah TV LED berukuran 55 inch yang nempel di tembok, lengkap dengan perangkat home theaternya.


Dony meraih remote yang disodorkan Grey. Lalu memilih salah satu Chanel favoritnya yang ada di dalam TV kabel.


Grey membelalakkan matanya kok nonton acara safari sih, gila nih bocah. batin Grey.


"Kok ini bro ?" tanya Grey spontan.


"Kenapa ? katanya tadi terserah aku kan ?" Dony menoleh ke arah Grey.


"Iya iya sih, tapi ya jangan safari juga, emangnya elo Dora the Explorer ya ?" tanya Grey asal.


Dony diam aja tidak menghiraukan Grey.


Grey langsung menoleh ke arah Dony. Kurang ajar dia cuekin gue. awas elo ya kata Grey dalam hati sambil meraih remote TV nya lalu mengganti Chanel yang menayangkan tentang pengungkapan sebuah pembunuhan.


"Nah ini baru seru, mendidik nih." kata Grey sembari meletakkan kembali remote TV nya diatas meja.


"Mendidik tuh ya safari tadi, kita bisa paham tentang flora dan fauna dan lebih menghargai alam semesta." sahut Dony sembari meraih remote TV dan mengganti Chanel yang menayangkan safari tadi.


Grey mulai jengkel. Kurang ajar juga nih anak Cih ! batin Grey menahan kesal.


Grey meraih Remote TV dan mengganti Chanelnya lagi.


Dony menghela napas panjang lalu menoleh ke arah Grey.


"Apa ?" tanya Grey masih menggenggam remote nya.


"Tadi sepertinya ada yang bilang kalo tamu itu adalah raja." kata Dony masih melihat ke arah Grey.


"Eemmm masak sih tadi ada yang bilang gitu ?" Kata Grey tanpa melihat Dony.


"Dan sekarang dia amnesia bukankah itu gejala yang membahayakan jika seseorang tiba tiba amnesia ? apa perlu aku bilang ke Lila kalo suaminya mendadak amnesia ? " tanya Dony sambil menahan tawa.


"Jangan bilang ke Lila entar dia panik lagi, emangnya siapa juga yang amnesia huh menyebalkan, nggak seru ! nih remote nya kamu nonton aja sendiri." sahut Grey lalu beranjak pergi meninggalkan Dony.


Dony menggelengkan kepalanya menatap Grey yang sudah melangkah pergi meninggalkannya.


Grey tampak melenggang ke arah ruang tamu, Lila masih nampak sibuk menerangkan beberapa materi pelajaran kepada Ratna. Lila dan Ratna menoleh ke arah suara langkah kaki.


"Lho kalian kok udahan nonton TV nya ? tanya Lila heran.


What ! kalian ? batin Grey yang spontan menoleh ke belakang, tampaklah si Dony sedang mengekor dirinya.


Grey lalu berjalan mundur hingga sampai di sampingnya Dony, Grey merangkul Dony untuk berbalik badan melangkah kembali lagi ke ruang keluarga.


Lila dan Ratna tersenyum geli melihat tingkah Grey.


"Ya gitu deh " sahut Lila.


Sesampainya di ruang keluarga, Grey menatap kesal ke arah Dony yang sudah melangkah ke sofa untuk duduk kembali.


"Ngapain elo mengekor gue ? kan tadi gue suruh elo untuk nonton TV sendiri " kata Grey kesal.


"Ya mana seru gue sendirian disini, kan lebih seru kalo gue bergabung sama Lila dan Ratna di ruang tamu daripada sendirian disini." kata Dony santai.


"Enak aja nggak ! disini aja aku temani. " sahut Grey yang langsung menghempaskan diri dengan kesal diatas sofa.


"Kita main PS aja gimana ? ada PS 4 nih apa mau main game online ? gue nggak mau lihat acara safari, lihat bokong jerapah dan gajah lagi, cih !" ucap Grey sambil menoleh ke arah Dony.


"Boleh, main PS aja emmm ada game sepak bola kan ?" tanya Dony.


"Ada dong." kata Grey bangga sambil bangkit berdiri melangkah ke arah PS 4 nya yang berada di atas meja di bawah TV LED nya, terus menyetel PS 4 miliknya dan memasang game sepak bola.


Setelah kelar Grey pun melangkah ke arah sofa untuk duduk kembali di sebelahnya Dony.


"Nih stik game nya." kata Grey menyodorkan Stik game nya ke arah Dony.


Dony meraih stik game nya dan mulailah mereka bertanding game sepak bola favoritnya Dony.


"Haaahhh ! kok bisa satu kosong ? waahh curang nih." Grey berujar dan spontan menoleh ke arah Dony.


"Hahahaha mana ada curang, elo tuh yang nggak bisa main." sahut Dony asal


"Oke, elo lihat entar pembalasan gue secara gue ini ya keturunannya David Beckham, gue jagolah main bola gini." Grey berkata sambil membusungkan dadanya dan mulai fokus bermain lagi, dia nggak mau kalah sama Dony.


Akhirnya permainan selesai dan Grey dibabat habis 4-1 sama Dony. Grey meletakkan stik game nya diatas meja dengan kesal.


"Hahahaha biasa aja kali, yang namanya game itu pasti ada yang kalah dan yang menang." Kata Dony saat melihat wajah manyunnya Grey.


"Istilahnya bukan menang atau kalah, tetapi belum rejekinya aja. " sahut Grey kesal.


"Apa bedanya ? " tanya Dony.


"Ya beda lah, kalo istilah menang atau kalah itu kesannya ya, pihak yang kalah itu nggak becus tetapi kalo belum rejekinya itu berarti pihak yang belum menang belum tentu tidak becus." cerocos Grey yang membuat siapa aja yang mendengarkannya, sumpah bakalan pusing.


Dony hanya tertawa karena asli dia pusing memikirkan ucapannya Grey yang parah ruwetnya.


"Sayang, ajak Dony ke ruang makan gih makan malam dulu." seru Lila dari arah ruang makan.


Grey berdiri mengajak Dony untuk melangkah ke ruang makan.


Sesampainya di meja makan Lila masih tampak berdiri menata beberapa makanan yang tadi dia pesan lewat salah satu aplikasi online yang ada di HPnya.


Ratna tampak membantu Lila lalu mereka pun duduk setelah semuanya selesai ditata. Dony melangkah lalu duduk di sebelahnya Ratna.


"Sayang, makasih ya sudah dipesankan makanan." kata Grey saat sudah duduk di samping Lila. Grey pun tidak lupa mendaratkan kecupannya di pipi Lila.


Lila tersenyum " Ayok, jangan sungkan silahkan dimakan, maaf kalau seadanya ya soalnya tadi banyak kerjaan jadi aku nggak sempat masak." kata Lila ke arah Dony dan Ratna.


Setelah selesai makan malam, Dony dan Ratna pun pamit pulang.


Setelah menutup semua pintu rumah. Grey pun menggendong Lila menuju ke kamar peraduan mereka, untuk menagih janji Lila tadi yang katanya bakalan siap dihajar Grey 3 ronde. Malam pun menjadi sangat panjang dan panas bagi sepasang kekasih yang saling mencintai itu.


Terima kasih readers, jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, mohon dukungan like, favorit dan vote nya, makasih GBU all😘