
Grey bangun memicingkan matanya mengucek ngucek, mengumpulkan kesadarannya. Gue di kamar ibu ya hoaaammm Grey bangun dan melangkah keluar menuju ke kamarnya untuk mandi dan bergegas turun karena dia sudah sangat lapar.
Setelah Grey selesai memakai kaos polo biru langit dan celana jeans dia pun turun untuk sarapan. baunya sedap sekali membuat cacin cacing dalam perut Grey langsung bangun terjaga meminta jatah makan hihihihi.
"Masak apa ni, baunya sedap banget " Grey berucap sembari duduk di kursinya.
Lila ditepuk bahunya sama ibu Ratih "naiklah dulu nak, mandi dulu dah bau asem ni " Lila pun mengangguk lalu pamit untuk naik dan mandi tanpa menoleh ke arah Grey yang dari tadi sudah menatapnya terus.
"Masak apa Bu ?" tanya Grey sambil mengambil piring dan menyerahkannya ke ibunya untuk diambilkan nasi. "ini semua yang masak Lila hmm ada oseng tempe, sayur asem, sambel terasi, sama tongkol goreng tepung." kata ibu sambil mengambilkan Grey nasi.
"Ibu sama mbok Iyem cuma ngebantuin aja." sahut ibu lagi yang diikuti anggukan kepala dan senyumannya mbok Iyem.
Mbok Iyem pamit ke pasar setelah tadi duluan sarapan bareng sama Bu Inah dan Bu Inah melanjutkan bersih bersih kamar atas.
Grey sudah menatap piringnya yang sudah penuh nasi tapi dia belum mulai mengambil lauk dia sengaja menunggu Lila turun. Tidak begitu lama Lila pun turun dan mulai bergabung di meja makan.
Bu Ratih yang gantian pamit mau mandi
" kalian sarapan aja duluan nggak usah nunggu ibu, ibu masih kenyang " sengaja memang ibu Ratih meninggalkan Lila dan Grey berduaan aja sarapannya biar tambah akrab batin Bu Ratih yang sudah berencana bakal berlama lama di dalam kamarnya nanti.
Grey menatap Lila yang tanpa disuruh sudah mengambilkan mangkok yang diisi sayur asem dan di sodorkan ke arah Grey, lalu mengambilkan beberapa lauk ditaruh di atas piringnya Grey dan Grey hanya diam saja memperhatikan Lila. Lalu Lila mengambil piring,nasi dan lauk untuk dirinya sendiri.
"Mari makan kak" sahut Lila membuyarkan lamunan Grey. "eh iya Lil keburu dingin juga sayurnya. " sahut Grey.
Lila menyendok sayurnya lalu menatap Grey "enak nggak kak ?" Grey mengunyah sambil mengacungkan jempol tangan kirinya.
"Syukurlah, kalo kak Grey suka. Tadi Lila tanya sama ibu mau masak apa dan kata ibu terserah Lila aja heee ya udah Lila masaknya kayak gini. " kata Lila sambil menatap Grey lagi.
Grey mendongak dan mata mereka saling bertemu membuat Grey tersenyum saat Lila cepat cepat menundukkan kepalanya kembali terlihat salah tingkah.
Setelah selesai sarapan Lila membereskan meja makan lalu beranjak menuju ke ruang tamu dan duduk di sofa menunggu Bu Ratih turun. Dia mau pamit dan mengambil tasnya yang masih ada di kamarnya Bu Ratih.
"Lil, ini kan hari Minggu biasanya kamu kemana ?" tanya Grey.
Lila menoleh ke arah Grey " jam 9 nanti Lila mau ke gereja kak. "
Grey melirik jam tangannya masih jam 8.10. "mau aku antar ? aku sudah lama nggak ke gereja Lil karena repot heeee." kata Grey sambil meraba tengkuknya.
Lila tampak ragu "boleh sih, tapi nanti setelah kebaktian Lila langsung mengajar anak-anak sekolah Minggu hmm nanti kakak nunggunya kelamaan atau gini aja sehabis kebaktian kak Grey langsung pulang aja, nanti Lila gampang bisa naik angkot pulang ke kost."
Terdengar langkah kaki Bu Ratih turun sembari membawakan tasnya Lila dan Bu Ratih tersenyum ke arah Lila.
Lila pun mencium punggung tangannya Bu Ratih pamit kalo mau ke gereja dan disusul sama Grey. Bu Ratih melihat mereka berdua pergi bersama ke gereja membuat hatinya sangat bahagia karena baru kali ini Grey mau ke gereja lagi. Semoga mereka berjodoh batin Bu Ratih.
Sesampainya di gereja mereka pun masuk dan mengikuti ibadah dengan khusyuk. saat ibadah sudah selesai bahu Lila ditepuk seseorang Lila pun menoleh dan tersenyum ceria saat tahu Dony yang menepuknya.
"Lil ayok kita langsung ke kelas anak-anak " kata Dony tanpa mempedulikan Grey yang berdiri di samping Lila dan tanpa sadar Grey menarik Lila dan memeluk bahu Lila mulai pasang sikap posesifnya.
Dony kaget lalu menatap Grey bingung "kamu siapa ?" lalu melihat tangan Grey yang kini merangkul bahunya Lila. Grey memasang wajah datar balik bertanya "kamu dulu yang jawab, kamu siapanya Lila ?" Lila beranjak melepaskan diri dari pelukan Grey yang membuat Grey jengkel.
Lila menatap keduanya lalu memperkenalkan keduanya "kak Grey ini Dony sahabatku dan Don ini kak Grey dia......." langsung dijawab Grey "aku pacarnya Lila" yang langsung diinjak kakinya oleh Lila "aaww sakit Lil !" teriak Grey.
Dony hanya geleng geleng kepala menatap mereka berdua. Lila dan Dony lalu melangkah ke ruang anak di tangan Dony sudah ada gitar, ya Dony yang mengiringi musik saat Lila mengajar anak-anak sekolah Minggu nanti.
Mereka melangkah melupakan Grey yang ternyata mengikuti langkah mereka menuju ke ruang kelas anak-anak sekolah Minggu.
Lila mulai mengajar anak-anak bareng sama Dony dan tanpa mereka sadari Grey juga mengambil gitar yang ada di ruangan tersebut dan ikut mengiringi musiknya barengan sama Dony. Anak-anak sekolah Minggu semakin bersemangat menyanyi karena hari ini ada dua kakak tampan yang mengiringi musiknya membuat Lila sangat bahagia.
Setelah selesai mengajar sekolah Minggu anak-anak berebut minta salaman sama Grey dan Grey menjadi kikuk karena baru kali ini dia dikerumuni begitu banyak anak kecil dan saat ibu-ibu dan mama-mama mereka masuk untuk menjemput anak-anaknya pulang, ibu-ibu tersebut juga berebut menyalami Grey untuk berkenalan karena terpesona akan ketampanannya Grey yang membuat Dony dan Lila menahan tawa saat melihat wajah Grey yang lucu kebingungan dan merasa kikuk.
Dony dan Lila melangkah keluar saat kelas sudah sepi Grey pun setengah berlari menyusul mereka.
Grey menarik tangan Dony " maaf Lil aku pinjam Dony sebentar " kata Grey sambil mengajak Dony berjalan agak jauh dari Lila. "to the point aja ya Don, gue mo nanya apa Lila sudah punya pacar ?"
Dony menggelengkan kepalanya sambil menjawab "setahu gue belum ada pacar sih kenapa emangnya ?"
Jawaban Dony dibalas Grey dengan senyum sumringah dia melangkah pergi meninggalkan Dony tanpa menjawab pertanyaannya Dony dan berlari kecil begitu melihat Lila menunggu di depan gerbang gereja.
Grey langsung merangkul bahu Lila lagi "ayok pergi, bye Don " kata Grey sambil melambaikan tangan kirinya ke arah Dony yang masih bengong dan membawa Lila melangkah ke mobilnya.
"Kak, kok Dony ditinggal kan aku belum pamit sama Dony " sahut Lila tak digubris sama Grey yang langsung melajukan mobilnya menuju ke pantai tanpa Lila tahu. Surprise untuk kamu Lil hihihi berasa kencan pertama ni batin Grey.