Lila And Grey

Lila And Grey
Rahasia Lila



Pagi pagi Grey sudah bangun dan meraih HPnya mencabut kabel chargernya dan mengaktifkan HPnya. Layar HPnya menunjukkan masih pukul 5 pagi.


Grey memencet nomernya Lila dan melakukan video call. Hihihi Lila kayak apa ya kalo baru melek di pagi hari batin Grey.


Lila mendengar HPnya berdering meraih HPnya saat melihat layar HPnya Lila panik langsung menutupi badannya dengan selimut karena Lila nggak pernah pakai bra kalo tidur.


"kok lama angkatnya ?" tanya Grey dengan senyum sumringahnya


"kamu kok selimutan gitu, emang dingin ya sana, sampe selimutan nutupin leher ?" tanya Grey heran.


Lila cuma tersenyum "Pagi pagi kok dah video call kak ? Lila malu nih." sahut Lila merona malu.


"Kamu jangan pasang wajah kayak gitu Lil bikin kakak tambah kangen nih, kamu lucu nggemesin banget ternyata ya kalo bangun tidur, jadi pengen cepet cepet nikahin kamu Lil heee biar tiap pagi lihat wajah kamu seperti itu di pelukanku." ucap Grey sambil senyam senyum.


"kak, jangan bilang gitu Lila malu nih" ucap Lila sambil menutup wajahnya pakai selimut."


Grey tertawa melihat tingkah Lila "Lil, kakak mau nanya kamu kapan sih ultah ? kakak kan belum tahu ultah kamu itu kapan ?" tanya Grey kemudian.


Lila membuka selimutnya sampe leher lagi dan menatap layar HPnya lagi "ultah Lila tanggal 30 bulan depan. Kalo kakak kapan ?" tanya Lila.


"waaahh kita memang jodoh nih, tanggal lahir kakak juga 30 tapi sudah lewat bulan kemarin heeee." sahut Grey


"kamu lagi pengen apa Lil ? biar kakak siapkan mulai dari sekarang." kata Grey kemudian.


"Lila nggak pengen apa apa kak, Lila cuma pengen cepet lulus kuliah, ayah cepat pulih dan kak Grey selalu mencintai Lila." sahut Lila


Grey tersenyum menatap Lila "Lil lepas dong selimutnya, kakak gerah nih lihatnya." kata Grey kemudian.


"nggak bisa kak dan nggak boleh." jawab Lila cepat.


"lha kenapa Lil ? bukannya kamar kost kamu tuh nggak ada AC bukannya jadi gerah tuh selimutan kayak gitu " Grey menatap Lila heran.


"Kak, Lila jujur ya sama kakak tapi kakak jangan mikir yang enggak enggak. Ini rahasia Lila." sahut Lila


"iya iya kakak janji, emang ada apa sih ?" tanya Grey heran.


"Lila tuh kalo tidur nggak pernah pakai bra, itu demi kesehatan kak jangan mikir yang enggak enggak. waktu bobok sama ibunya kakak kalo ibu sudah terlelap tidur Lila lepas bra dan sebelum ibu bangun Lila sudah pakai bra lagi." kata Lila sambil menunduk malu.


"Lil, besok kakak sudah balik kita langsung nikah aja ya, nanti soal ayah kamu gampang lah biar kakak yang membujuk beliau" Sahut Grey sambil mengusap wajahnya kasar dan langsung memutuskan sambungan video callnya.


Lila geleng geleng kepala melihat tingkah konyol Grey. Yang membuat Lila merasakan kangen yang luar biasa saat ini. I love you kak kata Lila sambil mencium layar HPnya.


Setelah sarapan dan bersiap siap akhirnya Lila pun sampai di kampus langsung masuk ke kelas dan mengikuti mata kuliahnya hari ini.


Grey membukanya dan Rio langsung melangkah masuk ke dalam kamar Grey.


"Sudah siap bos ? kita langsung ke kantornya Bu Susan setelah itu kita ke lapangan mengecek proyek kita." kata Rio menjelaskan jadwal Grey hari ini


Grey mengangguk lalu melangkah keluar kamar menenteng tas kerjanya, kartu chip kamarnya Grey diraih Rio dari meja di dekat pintu masuk. lalu menutup pintu kamar Grey dan mengekor Grey.


Rio dan Grey naik mobil utusan dari PT Putra Fajar, Susan berinisiatif menyuruh salah satu karyawannya untuk menjemput Rio dan Grey dan mengantarkan mereka ke kantornya.


Sesampainya mereka di perusahaanya Susan mereka langsung diantar menuju ke ruangan Presdir Bapak Roy Hartawan yang merupakan pemilik perusahaan tersebut dan merupakan papanya Susan.


Susan anak tunggal dari pak Hartawan, terlahir dari keluarga konglomerat membuat Susan tumbuh menjadi anak yang angkuh dan selalu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kemauannya. Ya benar Susan tidak pernah tidak mendapatkan apapun juga dan siapapun yang dia mau.


Grey dan Rio masuk ke ruangan pak Roy Hartawan dan Susan pun juga sudah ada di dalam ruangan papanya.


Grey membalas uluran tangan pak Hartawan untuk berjabat tangan tapi saat Susan mengulurkan tangannya ke arah Grey, Grey hanya menganggukan kepala ke arah Susan.


Susan pun menarik tangannya kembali dan mengumpat dalam hati melihat keangkuhan Grey tapi sikap itu malah semakin membuat Susan tertantang untuk mendapatkan Grey. Susan sudah jatuh hati setengah mati dengan Grey sejak pertemuan mereka pertama kali dulu.


Mereka pun langsung membahas proyek mereka, Susan tak pernah berhenti mencuri pandang ke arah Grey, saat Grey sibuk menjelaskan permasalahannya ke papanya, Susan menatap Grey sambil tersenyum. Susan semakin kagum sama Grey.


Tanpa disadari Susan, Rio pun memperhatikan gerak geriknya Susan.


Rio sudah merasa aroma aroma yang mencurigakan dari Susan.


Rio sudah memasang dan mengaktifkan langsung radar kewaspadaannya.


Jangan sampai hal hal yang buruk nantinya akan menimpa Grey, bos sekaligus sahabatnya yang juga sudah dia anggap sebagai saudara kembarnya hihihihi. Kembar dari Hongkong batin Rio sambil nyengir sendiri.


Pak Hartawan sudah mengetahui kalo putri tunggalnya jatuh hati sama Grey Presdir Wijaya Grup, Pak Hartawan mendukung putrinya karena memang pak Hartawan selalu memanjakan Susan dan tidak pernah membantah apapun yang Susan minta selalu dipenuhinya.


"Lakukan saja apa Yang kamu mau, papa setuju aja." itu kata kata yang selalu pak Hartawan ucapkan setiap Susan menyatakan salah satu keinganannya. Termasuk rencananya untuk mendapatkan Grey.


Susan lupa bahwa asistennya Grey bukanlah orang yang bisa dipandang enteng. Rio adalah sarjana lulusan Universitas ternama sejagad raya yang di di Amerika jurusan bachelor of arts in computers science. cerdas dan lebih peka dibandingkan Grey.


Rio dan Grey sama sama kuliah di Universitas ternama yang ada di Amerika. tetapi Grey ambil jurusan mathematics. Dua orang sahabat yang sama sama cerdas tetapi Grey orangnya lebih ceroboh walaupun lebih serius bila dibandingkan dengan Rio.


Mungkin karena Grey selalu mengandalkan Rio, terbiasa dengan adanya Rio di sampingnya membuat Grey menjadi ceroboh. " tenang kan ada Rio." itu yang selalu dia katakan.


Makanya kemarin saat Rio menjawab kalo harus Grey yang turun tangan sendiri secara langsung untuk membereskan masalah yang ada di proyeknya dengan pak Hartawan, membuat Grey sangat jengkel.