Lila And Grey

Lila And Grey
Rio Pedekate



Keesokan harinya, Lila dan Grey pagi pagi sekali setelah sarapan nasgor spesialnya mbok Iyem, mereka berangkat ke kantor.


"Sayang, nanti sore Ratna pengen bimbingan untuk ujian kelulusan sama aku, boleh ?" tanya Lila ke arah suaminya yang lagi konsen menyetir.


"Hmmm." sahut Grey.


"Makasih ya sayang" ucap Lila sambil mengusap pipi suaminya.


"Ratna emangnya belum lulus ya ? bukannya satu angkatan sama kamu ?" tanya Grey sambil melirik Lila.


"Hmmm Ratna tuh anak orang kaya sayang, jadi anaknya nyantai beda sama aku yang harus cepat cepat lulus karena aku kan hanya orang biasa, dan ingin cepat bekerja untuk membantu ortu." ucap Lila.


"Siapa yang bilang kamu orang biasa hah ? enak aja, kamu tuh nyonya Greyson Adi Wijaya." sahut suaminya kesal.


Lila tersenyum menoleh ke arah Grey dan mencium pipi Grey.


"Mau lagi nih sepertinya, aku pinggirin bentar ya mobilnya." ucap Grey nyengir.


"Apaan sih." sahut Lila


sambil tergelak dan mencubit pinggang suaminya.


"Aw, sakit Lila tapi nagih heeee." Grey berujar sambil nyengir lagi


Lila tertawa dan menggeleng nggelengkan kepalanya.


Akhirnya sampailah juga mereka ke dalam ruangannya Grey. Rio sudah duduk di sofa menatap laptopnya asyik mengetikkan sesuatu.


"Hai Lila, hari ini nggak capek ?" tanya Rio sambil menoleh sebentar ke arah Lila.


"Nggak capek kak, memangnya kapan Lila kecapekkan ? Tanya Lila heran sembari menaruh tasnya di meja kerja dan duduk.


"Kemarin." sahut Rio sambil nyengir dan tetap menatap layar laptopnya.


"Bro, mau gue lempar pulpen nih ?" sahut Grey kesal.


"Buahahahaha kalian nih emang hiburanku." ucap Rio sambil tertawa terbahak bahak.


Grey menggeleng nggelengkan kepala melihat tingkah konyol sobatnya itu. Dan Lila masih mengernyitkan dahi menatap Rio lalu mengangkat bahunya dan mulai berkutat dengan pekerjaannya.


Grey beranjak menuju Sofa tempat Rio duduk, lalu menyodorkan map kontrak kerja baru.


"Nanti elo jadi kan rapat sama si uget uget ?" tanya Grey.


"Hmm, tapi elo juga harus tepati janji elo kemarin soal Adelia." sahut Rio.


"Siiiippp." Jawab Grey sambil mengacungkan jempolnya tepat di depan wajahnya Rio.


"Mau aku gigit nih jempol ?" ucap Rio kesal.


Spontan Grey menarik jempolnya dan berujar "eits jangan dong, bisa kena rabies gue."


Rio hanya menggelengkan kepalanya.


"Sayang, kalau nanti mau ketemuan sama mbak Adelia, Lila ikut ya hmm Lila pengen minta tanda tangan dan foto bareng." sahut Lila polos.


"Lil, ini bukan jumpa fans lho." sahut Rio spontan mendongakkan kepala untuk menatap Lila.


"Secara mbak Adelia kan model terkenal kak, Lila pengen foto bareng biar ketularan cantiknya mbak Adelia." cerocos Lila


"Apa ! mana boleh kamu ketularan cantiknya Adelia Cih ! kamu nggak boleh jadi kayak Adelia, kalau gitu nggak usah ikut aja kamu titik nggak pakai koma." sahut Grey kesal.


"Nah tuh dengerin !" protes Grey ke arah Lila.


"Apa sih huffft." Lila kesal dan langsung mengerucutkan bibirnya.


"Tapi Lila pengen ketemu, Lila penasaran." Lila berujar tampak memelas.


Grey menatap Isterinya dan merasa tidak tega akhirnya dia berucap "Baiklah kamu boleh ketemu sama Adelia, tapi no selfie titik. Aku nggak mau kalau sampai kamu ketularan Adelia."


Lila pun tersenyum berbinar, dan menganggukkan kepala sebagai tanda dia menuruti semua syarat dari suaminya tersayang. Yang penting sudah diijinkan ikut yang lainnya bisa diatur sesuai situasi dan kondisi hihihihi, batin Lila.


Rio pamit ke ruangannya, sambil membawa map kontrak kerjasama untuk mempersiapkan meeting dengan si uget uget nanti siang.


Sesampainya di depan mejanya Melly, Rio menghentikan langkahnya dan berkata " Mel, nanti siang temani gue rapat ya."


"Melly nggak salah dengar nih ayang Bebeb Rio emprutku." sahut Melly berbinar binar.


"Hmm, bersiaplah !" sahut Rio sambil melangkah untuk masuk ke dalam ruangannya.


Melly langsung mempersiapkan semuanya penuh semangat perjuangan. Bahkan semangatnya para pahlawan tempo dulu kalah dengan semangatnya Melly saat ini hihihihi batin Melly.


Hari pun beranjak siang, Rio kirim pesan text ke HPnya Grey mengabarkan kalau dia pergi bareng Melly menuju ke kafe XXX untuk meeting sama si uget uget.


Grey menatap layar HPnya lalu memasukkannya kembali ke saku kemejanya.


"Sayang, kita berangkat sekarang yuk." kata Grey sambil berdiri dan melangkah menuju meja kerja isterinya.


"Kemana ?" tanya Lila yang spontan ikutan berdiri dan meraih tasnya.


"Katanya mau ketemu sama Adelia, aku kemarin sudah berkirim pesan sama Adelia dan bikin janji ketemuan di Resto XXXX siang ini."sahut Grey yang langsung menggandeng tangan isterinya untuk keluar dari ruangannya.


Lila langsung sumringah. Akhirnya aku bisa ketemu sama seorang model kelas internasional. wow hebat nih kata Lila dalam hati.


Sementara dalam perjalanan menuju kafe XXX Rio membuka percakapan "Mel, kamu nanti malam ada acara nggak ?"


"Nggak ada pak, memang kenapa ? " tanya Melly sambil menoleh ke arah Rio yang selalu tampak keren di mata Melly.


"Nanti saya jemput kamu jam tujuh ya, ada film baru di bioskop hmm aku pengen nonton tapi nggak ada temennya " sahut Rio. Modus nih modus hihihi kata Rio dalam hati.


"Hah ! " sahut Melly spontan


" Jangan lebar lebar hah nya bau Pete tahu " kata Rio asal.


Melly spontan meletakkan telapak tangannya di depan mulutnya lalu ber- hah lagi.


"Nggak bau tuh." tanya Melly heran.


Rio tersenyum melirik Melly.


"Gimana mau nggak nemenin aku nonton nanti jam tujuh aku jemput kalau mau." ucap Rio.


"Mau mau banget heeee " sahut Melly senang.


Sampailah Rio dan Melly di kafe XXX mereka masuk dan menunggu, karena ternyata si uget uget belum datang. Rio memesan Dua kopi untuk dia dan Melly, juga dua cake cokelat.


"Kamu mau apalagi Mel ?" tanya Rio.


"Nanti aja pak, selesai meeting baru kita makan siang biar tidak ada gangguan hihihi " sahut Melly sambil nyengir.


Rio hanya tersenyum menanggapi tingkah Melly.