
Lila melangkah meninggalkan jambret yang sudah tepar kena bogemannya lalu Lila menghampiri ibu tadi menyerahkan tas nya.
"Waah makasih ya nak, siapa namamu ? " ujar ibu tadi "Lila putri cantika, Bu" jawab Lila sambil menarik tangan si ibu untuk mencium punggung tangan ibu tersebut.
"Kamu, bisa bawa mobil ?" Lila menjawab "bisa Bu, memangnya ada apa Bu ? " ibu tadi tampak mengamati Lila.
"Hmm kamu bawa mobil ibu ya, kamu saya ajak ke rumah ibu dulu"
Lila kaget "lah saya bawa motor Bu, dan belanjaan saya ?"
Ibu itu tersenyum "belanjaannya kamu ambil gih, bawa sini terus motor kamu biar nanti diambil sama sopir ibu, sudah kamu kunci setang kan ?"
Lila garuk-garuk kepalanya yg tidak gatal sambil melangkah ke motornya mengambil belanjaannya.
"Emmm tapi Bu " Lila masih bingung saat sudah di depan si ibu "sudah ayok masuk mobil kelamaan berdiri capek nih "
Akhirnya Lila terpaksa masuk mobil dan mengendarai mobil si ibu "maaf ya nak Lila ibu masih gemeteran jadi nggak bisa bawa mobil sendiri, maaf ngerepotin kamu lagi."
"Nggak apa apa Bu " sahut Lila.
Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit sampailah mereka di depan sebuah rumah yg besar dan mewah Lila melihat seorang satpam tergopoh gopoh berlari membukakan gerbang untuk mereka, Lila pun melajukan mobil memasuki pekarangan rumah mewah tersebut dengan takjub. busyet kaya juga ni ibu ya, batin Lila.
Setelah sampai di depan pintu rumah, mereka keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah. Ibu Ratih nama ibu tersebut setelah Lila menanyakan nama si ibu saat si ibu mengambil belanjaan Lila dan membawanya ke arah dapur.
Lila berdiri mematung di depan pintu masuk, ibu Ratih menoleh dan berkata "lho kok nggak masuk ayok sini ikut ibu, bantuin ibu masak, kamu bisa masak kan, ni belanjaan kamu ibu ganti tadi habisnya berapa terus mana kunci motor sama STNK kamu biar diambil mang Udin sopir ibu, nah tuh mang Udin dah datang, masuk mang"
Lila menoleh dan langsung mengulurkan kunci motor dan STNK nya ke mang Udin sambil berkata " maaf merepotkan ya mang" nggak apa-apa non " senyum mang udin yang langsung ngeloyor pergi setelah pamit sama Bu Ratih.
"Hmm ibu tinggal sendiri di rumah sebesar ini ?" tanya Lila sambil memotong sayuran yang sudah dibersihkan sama Bu Ratih.
"Nggak nak ibu punya seorang putra tapi dia selalu repot mengurus bisnisnya kalau pulang seringnya larut malam, tapi hari ini sebentar lagi pulang kayaknya soalnya tadi dia telpon ibu mau pulang cepat kangen sama masakan rumah, makanya ibu tadi dadakkan ke pasar."
Bu Ratih tersenyum melihat Lila, hmm manis, baik, sopan lagi cocok untuk grey lagian grey itu ya sudah umur 28 belum pernah mengenalkan pacarnya sama ibu batin Bu Ratih.
" Oooo, lalu ibu nggak ada pembantu ya, apa nggak capek Bu ngebersihin rumah sebesar ini ?"
"Ada nak, tapi jam 5 tadi mereka sudah pulang yaah ibu cuma ditemani satpam sama mang Udin kalau Grey belum pulang."
Lila tanya "siapa Grey?"
"Lah, putra ibu tadi namanya Greyson Adi wijaya" Kata Bu Ratih sambil tersenyum.
Saat mereka asyik menata masakan di meja makan tiba-tiba ada suara langkah kaki yang mendekat, ibu Ratih dan Lila menoleh serentak.
Seorang laki-laki gagah, putih, tampan tapi terkesan angkuh mendekat ke arah mereka dan berujar "waah siapa ini Bu, kompak sekali kalian sampai noleh aja bisa barengan "
"Apaaaa??" sahut Grey kaget membolak balik badan ibu nya dan mengecek keseluruhannya "ibu nggak terluka kan ?"
"Nggak Grey, ibu nggak apa-apa" lalu Grey menarik lengan Lila tanpa permisi, yang membuat Lila terlonjak kaget, saat Grey melakukan hal yang sama, membolak balikkan tubuh Lila sambil bertanya "dan kamu juga nggak terluka kan ? makasih sudah menolong ibu saya." sahut Grey spontan memeluk Lila.
Dan setelah beberapa detik belum melepaskan pelukannya, Lila bergumam " klo anda tidak melepas pelukan ini, bogem yang tadi saya kasih ke penjambret akan mendarat di wajah anda " langsung Grey melepaskan pelukannya dan menjauhkan Lila dari tubuhnya
" Maaf ya, maaf" sahut Grey yg disambut gelak tawa Bu Ratih.
"Grey, kamu naik dulu bersihkan badan kamu dan Lila kamu ikut ibu yuk ke kamar ibu, kamu juga perlu mandi dan ganti baju lalu kita makan malam bersama " kata Bu Ratih sambil menarik tangan Lila dan Lila hanya bisa pasrah menuruti apa kata Bu Ratih.
Karena sepertinya mang Udin belum balik dr pasar mengambil motornya eh busyet jangan-jangan motornya hilang Kok mang Udin lama ya batin Lila tapi cepat cepat ditepisnya pikiran tersebut dia lalu masuk ke kamar Bu Ratih. Setelah ditinggal sama Bu Ratih keluar kamar, dia lalu mengambil baju yang sudah disiapkan Bu Ratih dan masuk ke kamar mandi.
Setelah rapi dan segar dia pun memasukan baju kotornya ke dalam tas Selempangnya lalu turun kembali ke bawah dan dia langsung sumringah melihat mang Udin sudah menunggu duduk di sofa kamar tamu.
"Non, ini kunci dan STNK nya hmm mamang permisi dulu bu, non."
" Iya mang makasih ya" sahut ibu dan Lila serempak.
"Hmm kok bisa kompakan lagi ya, jangan-jangan ibu sama Lila saudara kembar yg terpisahkan " sahut Grey yang tiba-tiba nongol " hush memang ibu masih muda kok bisa dibilang kembar sama Lila "
" Lila dong kalo gitu yang kelihatan tua " sahut Lila sambil melotot ke arah Grey dan Grey hanya tersenyum sambil menggedikkan bahu.
"Sudah Ayuk makan dulu keburu dingin masakannya Lila nanti" Lila tersenyum dan melangkahkan kaki ke meja makan sambil melirik jam haaahhh sudah jam 8, gimana nih kalo sudah jam 9 gerbang kost sudah ditutup dan nggak boleh masuk hiks hiks.
Kayaknya masih keburu kalo aku pulang pamit sekarang juga batin Lila.
"Maaf Bu Ratih dan putranya Bu Ratih hmm Lila pamit aja ya maaf sudah malam kalo jam 9 gerbang kost sudah ditutup kalo nggak boleh masuk Lila mau tidur dimana nanti "
Bu Ratih tersenyum mengerti kekhawatiran Lila lalu menjawab " ya nak nggak apa-apa, tapi biar diantar sama grey ini kan sudah malam nggak bagus cewek naik motor sendirian malam-malam"
Grey dan Lila langsung protes bersamaan "nggak" lalu saling menatap saat kaget mereka bisa kompakan ngomong nggak.
"Bu, Grey capek habis pulang kantor dan belum makan laper berat nih lagian dia tuh kayaknya bukan cewek lihat aja Bu mana ada cewek rambutnya pendek kayak gitu, jadi aman lah kalo dia pulang sendiri" Bu Ratih melotot ke arah Grey terus grey nyolot ke arah Lila " dan tadi waktu kamu pamit ke ibu kamu bilang putranya Bu Ratih memangnya aku nggak punya nama ?"
Huffft sabar Lila sabar ya batin Lila, huffft aku kira cowok penyabar dan sopan karena ketampanannya ternyata dia cowok barbar kasar dan tidak punya hati dan tadi apa main peluk peluk aja sembarangan.
Lila menghembuskan nafas kasar "maaf Bu, Lila pamit" meraih tangan Bu Ratih mencium punggung tangannya lalu melangkah keluar tanpa pamit sama grey. Bu Ratih hanya geleng geleng kepala menatap anaknya yang acuh tak acuh.
Salam kenal buat semuanya, ini karya pertama saya, mohon dukungannya🙏
Mohon tinggalkan jejak like, komen dan vote di setiap episodenya.
Terima kasih banyak. God Bless You all readers😘🤗